My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
First Kiss


__ADS_3

Setelah melewati drama tarik menarik di depan rumahnya, Hana akhirnya mau juga diantar oleh Abi ke sekolahnya dengan mobil Abi.


Dia sebenernya kekeh tidak ingin diantar, namun sang Ibu dengan segala kekuasaannya membuat Hana patuh agar mau diantar oleh calon suaminya.


Di dalam mobil Hana masih saja menekuk wajahnya kesal, rasanya dia ingin sekali memuntahkan kekesalannya saat ini juga, tapi untuk alasan apa? Toh memang hanya Hana yang menganggap hubungan ini serius.


"Udah kek ngambeknya, jelek tau!" Goda Abi manjawil dagu Hana yang fokus menatap jalanan di depan dengan wajah kesalnya.


"Apaan sih colek-colek?" Sahut Hana sok-sok mengelap bekas jawilan Abi.


"Lo kesel kenapa sih? Masa gara-gara gw gak mau punya anak sama lo aja lo keselnya sampe begitu?" Tanya Abi, Hana sama sekali tak menggubrisnya sama sekali.


Mobil mereka telah sampai di depan gerbang sekolah Hana, Hana pun buru-buru melepaskan seat beltnya, saat ingin keluar Abi menahan tangannya.


"Udah sih jangan ngambek terus! Lo mau anak dari gw?Ya udah nanti kalo kita udah sah, gw janji 'baby maker' gw ngegempur lo terus sampe lo hamil" goda Abi yang sebenarnya membuat Hana bingung.


"Ngegempur? Baby maker? Ka Abi ngomong apa sih, Hana gak ngerti?" Tanya Hana bingung


"Yaelah Hana masa lo gak ngerti sih ngegempur apaan? Gak tau 'baby maker" itu apa? Lo belajar tentang proses reproduksi manusia gak sih di sekolah?" Ucap Abi balik bertanya.


"Belajar, tapi apa hubungannya sama istilah-istilah Kaka itu?" Tanya Hana lagi masih belum mengerti.


Abi pun mencondongkan badannya agar posisinya dapat mendekati Hana.


"Sini gw bisikin, ngegempur lo itu maksudnya gw bakal terus bercinta sama lo sampe si 'baby maker' gw berhasil ngebuat lo hamil anak gw" ucap Abi sambil melirikan matanya ke arah 'pusaka'nya, Hana yang serius itu pun mengikuti arah mata Abi dan faham apa yang dimaksud dengan 'baby maker'.


Seketika tubuh Hana dibuat gemetar oleh kelakuan Abi, ia pun cepat-cepat keluar dari mobil Abi sambil mengumpat, "dasar cab*l".


Abi pun tertawa terbahak-bahak melihat respon yang ditunjukan calon istrinya itu.


***


"Lo kenapa Han, kok pucet gitu?" Tanya Hanum saat Hana datang dengan wajah yang pucat dan keringat dingin yang mengucur deras di dahinya.


"Gw abis ketemu, manusia mesum!" Jawab Hana saat sudah duduk di sebelah Hanum.


"Lo abis diapain? Laporin aja sama Pak satpam, bawa ke ruang guru, biar guru-guru yang meroses ke polisi manusia mesum itu!" Ucap Hanum menggebu-gebu kesal. Karena Hanum masih ingat sekali kejadian yang menimpa Hana tempo hari saat Hana menceritakannya.


"Manusianya Ka Abi, masa gw seret ke polisi sih?" Sahut Hana membuat Hanum melongok.


"Hah? Lo udah diapain sama dia?" Tanya Hanum lagi, kali ini sudah lebih tenang.


"Enggak diapa-apain sih. Dia cuma nunjukin gw si "baby maker"nya dan ngancem gw mau gempur gw setiap malem sampe gw hamil, gw kan takut Num" jawab Hana bergidik, Hanum pun tau maksud omongan Hana.


"Emang lo mau punya anak sama dia Han?" Celetuk Hanum, Hana pun menoleh ke arah sahabatnya.


"Enggak tau Num, tapi bukannya setiap pernikahan adalah tujuannya anak?" Sahut Hana.

__ADS_1


"Pernikahan beneran sih iya, nah sedangkan di sini kan Abi cuma mau manfaatin lo doang, di sini cuma lo yang nganggep pernikahan ini serius, lo doang yang berjuang di hubungan ini" ucap Hanum yang diiyakan oleh Hana. Hana memang menceritakan semuanya kepada Hanum.


"Tapi gw harus menang Num, gw akan berjuang menggeser Mbak Raya dari hati Ka Abi, gw harus menangin hati Ka Abi".


Hanum sebenarnya miris dengan cinta sepihak yang sahabatnya itu jalani, namun ia tetap mendukung dan mendoakan apa yang sahabatnya harapkan itu dapat terwujud.


***


Syuting hari ini sebenarnya membuat Hana sedikit gugup, karena akan adegan berciuman antara pemain utama pria dan pemain utama wanita yaitu dirinya dan Abi. Pulang sekolah tadi Hana langsung dijemput Angga menuju lokasi syuting, Hana bersyukur semua pihak yang terlibat tetap membiarkan Hana bersekolah dan datang ke lokasi seusai sekolah.


"Udah siap belum?" Tanya Abi ketika mendekati Hana di ruangan Hana, Hana pun menggelengkan kepalanya.


"Mau latihan dulu biar gak kaku?" Goda Abi.


"Gak perlu.." sahut Hana ketus, membuat Abi tertawa.


Hana kemudian mengeluarkan ponselnya, ia mencari drama yang ada adegan ciumannya.


Abi pun menggeser duduknya agar bisa sama-sama melihat apa yang Hana tonton.


"Percuma nonton juga, mending praktek aja langsung biar gw yang ngajarin lo" celetuk Abi membuat seisi ruangan tertawa, namun tidak dengan Hana yang justru kesal dengan usulan calon suaminya itu.


"Gak perlu, aku bisa kok dengan cuma nonton aja. Pratekinnya nanti aja pas take, biar gak menang banyak Ka Abi!" Sahut Hana kesal.


Setelah semua siap, Abi dan Hana pun siap pada posisinya. Hana terlihat sangat gugup, sedangkan Abi terlihat begitu bersemangat. Ia terus menerus tersenyum ke arah Hana seakan-akan meledek kondisi Hana saat ini.


"Bentar, bentar. Ada bangku kayu gak? Atau apa kek buat panjatan Hana, di kamera bakal jelek banget kalo Abi terlalu nunduk ngimbangin tinggi Hana" teriak Dedy, seorang kru pun cepat-cepat mencari apa yang dibutuhkan oleh si sutradara.


"Sadis amat sih tuh mulut, apa aja dikomentarin!" Gertak Hana membuat Abi tertawa.


Akhirnya apa yang diminta sutradara pun datang, kru itu kemudian memposisikan bangku kayu itu untuk dapat dipijak oleh Hana.


"Yupz pas, oke kita mulai! Camera rolling, action!" Perintah Dedy.


Hana dan Abi pun memulai adegan berciuman, terlihat sekali Hana sangat gugup dan kaku yang membuat Dedy harus menghentikan pengambilan gambarnya dan memulai dari awal lagi. Dan begitu terus untuk beberapa kali, membuat Dedy sangat marah.


"Hana, Hana. Ini ciuman pertama lo ya? Kaku banget sih, rileks Hana rileks. Kalo lo begitu terus gak bakal kelar-kelar nih adegan!" Teriak Dedy kesal. Hana hanya tertunduk malu untuk kesekian kalinya menerima kemarahan Dedy.


"Kasih kita waktu Bang, gw ajarin dia dulu!" Usul Abi, kemudian menarik tangan Hana keluar lokasi. Suara gemuruh sorak sorai pun terdengar menggoda mereka.


Abi membawa Hana ke parkiran mobilnya, karena langsung ditarik Hana hanya mengikuti saja kemana Abi akan membawanya.


Ia kemudian membuka pintu kursi penumpang mobilnya dan mengajak Hana untuk ikut masuk. Abi kemudian menutup pintu mobilnya dan menyalakan mobilnya hanya agar AC di dalam mobil bekerja.


"Kita ngapain di sini?" Tanya Hana bingung.


"Belajar ciuman" jawab Abi to the point.

__ADS_1


"Enggak mau, Hana bisa kok gak perlu diajarin. Hana cuma butuh nonton adegan-adegan ciuman dari drakor" ucap Hana gugup.


"Lo gak sadar juga berapa banyak kita take ulang? Bang Dedy juga marah-marahin lo, atau lo sengaja biar terus-terusan take ulang supaya lo sering-sering nikmatin bibir seksi gw?" Ucap Abi memprovokasi.


"Tapi kenapa di sini? Di parkiran kan sepi Ka, Hana takut kalo Kaka khilaf" sahut Hana gugup.


"Gw apa lo yang khilaf? Kalo gw sih gak mungkin, gw gak ada nafsu-nafsunya sama anak kecil" sombong Abi.


"Bener ya Ka cuma ngajarin doang?" Tanya Hana memastikan.


"Iya gw cuma ngajarin lo doang. Emhh.. ini first kiss lo ya?" Tanya Abi tiba-tiba, Hana pun mengangguk.


"Pantesan.. Bagus deh yang dapetin ciuman pertama lo gw, calon suami lo sendiri".


Abi kemudian menjelaskan bagaiamana cara berciuman sebelum mempraktekannya. Sebenarnya keduanya sama-sama gugup tetapi Abi lebih pintar menyembunyikannya dibanding Hana.


Beberapa kali mereka pun mencoba, tetapi tetap saja Hana tak bisa menguasainya.


"Denger gw Han, lupakan kalo ini semua tuntutan pekerjaan. Anggap ciuman kita itu seakan-akan cara kita buat membuktikan seberapa besar rasa sayang kita ke pasangan. Lupain semua yang ada di sekitar kita, ini cuma gw sama lo, cuma kita!" Ucap Abi mencoba untuk membuat Hana tidak kaku lagi.


Abi kemudian manarik kembali pinggang ramping Hana, menatap lekat ke bola mata Hana begitu pula Hana.


Sesungguhnya Abi sangat terpesona dengan kecantikan Hana saat sedekat ini, mata Hana yang teduh seakan selalu berhasil membuatnya menemukan kenyamanan.


Mereka pun secara reflek mencium satu sama lain, keduanya saling memejamkan mata menikmati ciuman mereka. Hana tak lagi kaku, ia mengikuti gerakan yang sama yang Abi buat.


Tangan Hana secara spontan merangkul leher Abi, sedangkan Abi satu tangannya memegang tengkuk Hana agar memperdalam ciuman mereka.


Hana yang mulai tersadar segera melepaskan ciuman mereka membuat Abi sedikit bingung.


"Kenapa?" Tanya Abi.


"Kan, kan latihan doang kenapa lama banget sih" protes Hana malu.


"Lo menikmati banget ya?" Goda Abi membuat Hana tertunduk.


Hana yang digoda Abi seperti itu hanya terus menerus menundukan wajahnya, ia seperti bingung. Tiba-tiba air matanya menetes membuat Abi semakin bingung.


"Lo kenapa? Kok nangis?" Tanya Abi panik.


Hana kemudian mendongakan wajahnya, menyeka air matanya.


"Ka Abi sekarang pasti mikir aku cewek murahan ya, cewek gampangan karena sempet terbuai sama ciuman tadi?" Tanya Hana kemudian keluar dari mobil tanpa memperdulikan panggilan dari Abi.


"Shit.." umpat Abi ketika ia pun menyadari kalo dia juga menikmati ciumannya dengan Hana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


...Harusnya sih ya Abi udah ada rasa sama Hana, mungkin belum sadar aja??...


Yukk kita bikin Abi sadar sama perasaannya, jangan lupa like, coment, vote di tiap chapternya. Masukin juga novel pertama aku ini di list favorite kalian yaaa, thank you 😘😘


__ADS_2