My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Arogan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Hana. Hari dimana ia akan memulai syuting iklan pertamanya. Setelah beberapa hari lalu sang Ibu sudah diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan, kini Hana merasa tenang untuk melakukan pekerjaan pertamanya.


"Hana deg-deg an banget Tante", ucap Hana pada Kinan saat Hana sedang bersiap untuk melakukan take pertama.


"Udah kamu santai aja, kamu udah mempelajari konsepnya kan? Tinggal kamu praktekan saja, lakukanlah se natural mungkin. Dan ingat ya Sayang kamu itu cantik, kamu harus lebih percaya diri lagi agar kecantikan kamu lebih keluar lagi", sahut Kinan membuat Hana tersipu malu.


Take pertama yaitu pengambilan gambar saat Hana seakan bermasalah dengan kondisi rambutnya. Sutradara mulai meminta Hana berakting sesuai skrip yang ada. Tidak butuh waktu lama Hana telah menyelesaikan pengambilan gambar pertama, sutradara dan semua kru yang ada di studio itu terlihat cukup puas dengan hasilnya.


Kemudian Hana mulai mempersiapkan diri untuk pengambilan gambar saat dirinya keramas dan menggunakan shampo produk Kinan.


Hana menggunakan kemben yang mengekspos pundak dan tengkuknya. Kulitnya yang putih bersinar menjadi nilai lebih Hana. Ia begitu cantik membuat Daniel dan Abi yang sedang menunggu giliran syuting memandangi Hana tanpa berkedip sama sekali. Mereka berdua benar-benar terpesona dengan kecantikan yang Hana miliki. Gadis sederhana yang sering asal-asalan itu ternyata memiliki kecantikan yang luar biasa saat dipoles.


"Cantik ya ..", puji Daniel yang sadar bahwa Abi juga sedang memandangi keindahan seorang Hana dari jauh. Suara Daniel membuat Abi terkejut, ia pun menoleh ke arah Daniel, "biasa aja, masih cantikan Raya", sahut Abi sedikit tergagap.


"Biasa aja tapi enggak kedip!", sindir Daniel lagi membuat Abi mendengus kesal.


"Yaahhhh sekilas cantik lah dia, tapi tetep aja bocah bukan selera gw. Selera gw mah yang dewasa, yang matang. Buat apa cantik kalo masih kelihatan kaya anak-anak gitu".


"Ntar juga gede, lagian dia tuh bukan anak-anak, dia itu remaja. Mungkin karena badannya aja yang mungil jadi dikira masih anak-anak, menurut gw mah malah jadi nilai lebih di dia karena bakal terus kelihatan awet muda", puji Daniel sambil terus menatap Hana yang sedang di make up dan diarahkan oleh sutrada penanggung jawab iklan tersebut.


"Lo suka yaa sama dia?", tanya Abi tiba-tiba yang penasaran dengan gelagat dan cara sahabatnya itu memandang Hana.

__ADS_1


"Kalo iya kenapa? Gak masalah kan?", tanya Daniel menyeringai.


"Enggak, gak sama sekali. Malah justru gw seneng paling gak ini jadi kabar baik buat Raya biar dia gak ngerasa insecure lagi sama Hana. Pokoknya gw dukung lo 100% buat macarin dia", jawab Abi senang.


"Gw pegang omongan lo ya, awas aja kalo lo kesemsem sama dia dan hadir ditengah perjuangan gw dapetin dia!", ancam Daniel.


"Halah, enggak bakal lah lo gak perlu khawatir", ucap Abi untuk menunjukan pendiriannya yang kokoh.


Hana kini mulai mengambil scene dimana dia mandi dan keramas dengan shampo tersebut. Pemandangan yang luar biasa indah yang disuguhi Hana untuk mata-mata yang ada di ruangan tersebut tak terkecuali Abi yang juga tak bisa berhenti untuk menatap Hana saat ini.


Dirasa selesai, sutradara pun memberi aba-aba 'cut' untuk menghentikan pangambilan gambar tersebut. Seorang kru kemudian cepat-cepat memberikan piyama mandi berwarna putih dan handuk berwana senada pada Hana. Hana dengan ramah menerimanya dan memakainya.


Saat berjalan ke ruangan dimana Hana akan mempersiapkan diri untuk adegan berikutnya, Hana melihat ke arah dimana Abi dan Daniel sedang duduk. Hana pun tersenyum dan melambai ke arah mereka. Melihat hanya Daniel yang merespon sapaannya, Hana pun melihat ke arah Abi dan tersenyum sekali lagi namun yang disenyumi membuang mukanya seakan menunjukkan kalo dia sama sekali tidak mau disapa Hana.


Sampai di ruangan ganti, Kinan mendapati wajah murung Hana berbeda saat sebelum ia keluar untuk pengambilan gambar. Kinan pun penasaran ingin tau alasan apa yang membuat Hana begitu sedih.


"Kamu kenapa kok murung?", tanya Kinan duduk di dekat Hana yang saat ini sedang dikeringkan oleh seorang kru.


"Ooohhh gak apa-apa kok Tante, Hana cuma kedinginan aja", jawab Hana berbohong. Dia terpaksa berkata bohong karena dia tidak mau membuat Kinan khawatir dan menegur Abi, karena dia tau andai Hana mengatakan yang sebenarnya Kinan akan langsung menegur Abi.


Scene terakhir pun akan segera diambil. Kali ini scene bersama Abi. Hana semakin gugup, lebih gugup dibanding scene-scene sebelumnya.

__ADS_1


Abi sudah bersiap di tempatnya, sang sutradra pun memberi sedikit arahan pada Abi, Abi dengan serius mendengar arahan yang diberikan.


Tak lama kemudian Hana keluar dengan gaun malam berwarna hitam dengan rambut yang terurai. Diakuin memang rambut yang dimiliki Hana memang lah indah, rambut panjang, hitam berkilau dan tebal membuatnya terlihat lebih cantik. Semua orang yang berada di studio tersebut benar-benar dibuat terkagum-kagum dengan visual Hana.


Kali ini adegan yang akan mereka mainkan adalah, adegan dimana mereka sedang menghadiri sebuah pesta dan Hana menjatuhkan jepit rambutnya kemudian Abi yang menemukan jepit rambut tersebut berniat untuk mengembalikannya pada Hana.


Saat Abi memanggil Hana, Hana menengok membuat rambutnya mengibas sesuai gerakan kepalanya. Abi yang berakting seakan terpesona dengan Hana mendekati Hana untuk langsung mengkaitkan jepitan rambut itu pada rambut Hana.


Adegan tersebut mengharuskan keduanya untuk berjarak sangat dekat. Hana yang jauh lebih pendek dari Abi mendongakkan kepalanya, begitu pula Abi yang lebih tinggi dari Hana dengan mudah mengkaitkan jepitannya ke rambut Hana. Wajah mereka saling bertemu dengan jarak yang dekat membuat jantung keduanya berdegup kencang.


Hana yang memang mengidolakan Abi menjadi alasan untuk jantungnya berdegup dengan kencang, sedangkan Abi mau tidak mau harus mengakui kecantikan yang dimiliki Hana. Kulit putih yang merona, mata sayu, alis tebal dan panjang yang alami, bulu mata yang lentik, warna bola mata yang cokelat, hidung mancung dan bibir tipis mungil, sungguh perpaduan yang sempuran wajah cantiknya.


Bahkan saat sang sutradara berteriak 'cut' tak seorang pun dari mereka yang melepaskan padangan satu sama lain, hingga terdengar gemuruh suara-suara yang menggoda mereka baru mereka sadar dan saling memutus pandangan mereka satu sama lain dengan gugup dan malu.


Suara semakin riuh saat orang-orang yang berada di studio itu melihat keduanya gugup, mereka semakin menggoda keduanya. Hana mengumpulkan keberanian untuk melihat ke arah Abi, wajah Hana benar-benar memerah menahan malu. Abi yang juga melihat Hana kembali memasang wajah arogannya, ia bertekad untuk menjaga jarak dengan Hana seperti permintaan Raya kekasihnya. Abi kemudian beranjak meninggalkan Hana menuju ke arah Daniel.


Hana yang melihat sikap dingin Abi begitu sedih, namun ia tetep pandai menutupi kesedihannya dengan tersenyum sepanjang ia berjalan menuju ke ruang gantinya.


Di ruang ganti Kinan begitu senang menyambutnya, menurutnya Hana sudah berhasil dengan baik melakukan pekerjaannya. Hana pun merasa sangar senang karena tidak mengecewakan Tante Hananya.


Acara pun berlanjut dengan makan-makan yang diikuti oleh semua orang yang sudah bekerja keras dalam pembuatan iklan itu dengan rasa suka cita.

__ADS_1


Hana begitu dielu-elukan saat ini, semua begitu memuji pekerjaan Hana. Banyak juga yang memuji kecantikannya membuat Hana benar-benar tersipu. Dalam hatinya sesungguhnya Hana tidak nyaman dan tidak terbiasa dengan pujian. Hana pun hanya menyahutinya dengan senyuman.


__ADS_2