
Hana terus menerus menangis di balik selimutnya, rasa sesak dan sakit dihatinya benar-benar terluapkan dalam tangisnya kali ini. Hingga pukul 1 malam akhirnya Hana tertidur, ia kelelahan menangis sepanjang malam.
Abi yang memang tidak tidur, menghampiri Hana yang sudah terlelap di sofa. Ia duduk di lantai menatap wajah sembab istrinya. Wajah yang biasanya ceria terlihat begitu menyedihkan karena ulahnya.
"Maafin gue Han, gue salah!" Ucap Abi lirih, kemudian membopong tubuh Hana untuk dipindahkan ke ranjang. Hana yang memang sangat lelah tak terusik dengan pergerakan suaminya yang memindahkannya.
Setelah meletakan istrinya, ia kemudian merebahkan tubuhnya. Memindahkan guling yang tadi ditata Hana untuk dijadikan batas tidur. Entahlah seperti sudah menjadi kebiasaan yang tidak disadari Abi, ia selalu memeluk istrinya saat sang isrti sudah terlelap.
Abi kemudian menciumi dahi dan pipi Hana berulang-ulang kali seraya megucapkan kata maaf berkali-kali.
***
Pagi hari ini Abi sudah terbangun lebih dulu, ia berinisiatif untuk membuatkan sarapan untuk Hana sekaligus mencoba untuk melunturkan kemarahan istrinya.
Ia membuat sandwich telur dan susu cokelat. Karena ia perhatikan Hana begitu menggemari susu cokelat.
Sedang di kamar Hana baru saja membuka matanya, matanya terasa berat dan perih karena berjam-jam menangis semalam. Setelah kesadarannya penuh ia baru tau jika saat ini dia tidur di atas ranjang.
"Perasaan semalem gue tidur di sofa? Pasti dipindahin nih sama si licik!" Gerutu Hana kesal. Ia kemudian bangkit dan merapikan tempat tidur lalu membersihkan diri dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
"Good morning!" Sapa Abi saat ia masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya sedang bercermin di meja rias merapikan seragamnya. Hana hanya memandangnya ketus tanpa menyapa balik sang suami.
"Udah siap, sarapan dulu ya nanti gue anterin!" Lagi Abi tidak menyerah.
"Gak perlu, aku pake taksi onlen aja. Aku juga belum laper nanti sarapan aja di sekolah" jawab Hana ketus. Ia kemudian memoles wajahnya dengan bedak bayi dan sedikit mengoles liptin di bibir mungilnya. Hana tetap terlihat cantik bahkan sangat cantik meski hanya dandan seperti itu terlebih rambut panjangnya yang ia kucir kuda, terlihat begitu manis.
Hana mengambil ransel dan ponselnya yang ia letakan di atas tempat tidur tanpa menoleh pada Abi yang duduk di pinggir ranjang.
Abi pun menahan tangan Hana ketika istrinya hendak keluar, menariknya ke dalam pelukannya.
"Gue jahat ya? Gue licik ya? Maafin gue ya gue bener-bener egois, gak pernah sekali pun gue mikirin perasaan lo. Gue egois cuma mikirin hubungan gue sama Raya, gue minta maaf, bener-bener minta maaf! Tolong jangan nyerah buat bikin jatuh cinta sama lo Han, jujur gue mulai nyaman sama lo tapi gue masih bingung sama perasaan gue!" Ucap Abi sambil terus memeluk Hana erat.
Hana tak membalas kata-kata Abi, ia hanya terlihat sesegukan sambil memukul-mukul punggung Abi dengan tangan mungilnya.
Abi menjauhkan tubuh Hana dari tubuhnya, ia menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya. Mengusap pipi Hana yang banjir air mata dengan kedua jempolnya. "Maaf" sekali lagi Abi mengucapkan kata itu dengan tulus.
"Aku benci sama Kaka, Kaka jahat, Kaka licik, Kaka egois, Kaka keterlaluan!" Umpat Hana kemudian memeluk tubuh Abi lagi dengan tangis yang semakin kencang.
"Aku gak tau kalo jatuh cinta itu sesakit ini? Aku nyerah, aku gak kuat sakit hati terus!" Lanjut Hana terisak-isak dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
"Jangan nyerah tolong, bantu gue yakinin perasaan gue sendiri Han. Gue bingung Han, gue suka sama lo tapi gue gak tau perasaan gue apa sekedar suka atau gue udah jatuh cinta sama lo!" Sahut Abi mengeratkan pelukannya.
Abi kembali menjauhkan tubuh Hana dari tubuhnya, namun tetap memegang pinggang ramping istrinya.
"Sarapan yuk, abis itu gue anter sekolah. Jangan nangis lagi, mata lo udah bengkak dari malem nangis terus, nanti orang fikir gue abis nyiksa lo lagi!" Ajak Abi sedikit menggoda istrinya.
"Emang, nyiksa batin aku!" Jawab Hana kemudian melepaskan rangkulan tangannya dari leher Abi. Mereka pun berjalan beriringan ke bawah.
"Ini Ka Abi yang buat?" Tanya Hana ketika sudah sampai di meja makan.
"Iya, makan gih mumpung masih anget. Gue juga bikin buat bekel lo ke sekolah. Ada dua sandwich buat lo sama Hanum!" Jawab Abi memberikan kotak makan kepada Hana.
Hana dan Abi kini menikmati sarapan mereka. Hana memang bukan tipe pendendam bahkan dia paling tak bisa marah berlama-lama. Ia benar-benar gadis pemaaf, maka dari itu sekesal apapun ia pada seseorang jika orang tersebut meminta maaf ia akan mudah luluh dan memaafkannya.
***
Mobil yang dikendarai Abi sudah sampai di depan gerbang sekolah Hana, kondisi sekolah masih ramai dengan siswa-siswi yang juga baru datang.
"Hari ini Bi Imah sama Mbak Dewi dateng, jadi lo gak terlalu repot ngurus apartemen. Mungkin sekitar siangan mereka di anter Juna, Juna juga udah gue kasih pass code apartemen kita. Oh ya hari ini gue pulang malem, selain syuting film kita ada beberapa acara yang kudu gue pandu. Gak usah nungguin ya, besok lo mulai syuting kan? Biar Angga yang jemput lo pulang sekolah besok ya!" Ucap Abi panjang lebar sambil membukakan seatbelt istrinya.
"Iya, kalo gitu Hana masuk dulu ya Ka. Makasih udah nganterin, sarapan dan bekelnya. Sering-sering aja !" Sahut Hana kemudian mencium punggung tangan suaminya.
Setelah tubuh istrinya menghilang, Abi melajukan mobilnya menuju ke lokasi syuting.
Seperti biasa Hanum lebih dulu datang dibanding Hana, ia menyambut kedatangan sahabatnya dengan senyum hangat.
"Pagi, Nyonya Raffan!" Sapa Hanum menggoda Hana.
"Pagi Nona Jomblowati!" Sahut Hana meledek.
"Songong lo nyet!" Hardik Hanum mendorong dahi sahabatnya itu, sedang Hana hanya tertawa.
"Laper gak? Udah sarapan belum?" Tanya Hana sambil membuka lunchbox nya.
"Bawa apa itu?" Hanum penasaran dengan isi lunchbox nya.
"Laki gue bikinin gue bekel sekolah! Dia bikin dua, katanya satu buat gue, satunya buat lo. Mau gak?" Tawar Hana
"Mau lah.. Buka Han!" Sahut Hanum bersemangat. Hana pun membuka bekal sekolahnya.
__ADS_1
"Romantis banget laki lo, foto dulu yukk pamer di ig!" Ucap Hanum kemudian memfoto sandwich buatan Abi, begitu pula Hana melakukan hal yang sama.
Hana meng upload foto bekalnya dengan caption, 'first bekel made by lovely hubby, gud morning, have a gud day everyone'. Sedang Hanum memberi caption 'bekel langka dari sang superstar otw bucin 😜😜'. Mereka pun menertawakan tingkah mereka sebelum habis melahap sandwich mereka.
"By the way, itu mata kenapa bengkak kayak kebanyakan nangis? Berhasil di jebol lo ya? Sakit banget yaa?" Deretan pertanyaan absurd lagi-lagi terlontar dari mulut Hanum.
"Apaan, gue lagi dapet. Semalem ribut gue sama Ka Abi!" Jawab Hana jujur, ia kemudian menceritakan semuanya pada Hanum.
"Gue harus gimana Num?" Tanya Hana di akhir ceritanya.
"Keterlaluan banget sih laki lo, asli gue penasaran sama Raya kok bisa bikin laki lo tergila-gila sama dia. Gue aja yang perempuan males banget sama dia!" Geram Hanum.
"Raya kan cantik Num, lihat noh bodynya. Semampai gitu!" Sahut Hana.
"Cuihhh tralala cantik, tebel di make up dia. Serem! Kalo body, macem triplek gitu, masih enak ngeliat body lo lah. Montok, digrepein nya berasa!" Ucap Hanum tanpa malu membuat Hana berucap Astaghfirullah.
"Tapi yaa Han, gue rasa dia udah ada rasa sama lo deh cuma belum nyadar aja atau mungkin peletnya Raya kuat makanya laki lo gak nyadar-nyadar!" Lanjut Hanum.
"Hush gak boleh ngomong gitu, jatohnya fitnah kalo yang lo omongin salah. Emh.. Kok lo bisa ngerasa kalo laki gue udah ada rasa Num sama gue?" Tanya Hana.
"Lah oneng, itu laki lo sampe blingsatan pas tau lo marah. Pake bikin-bikinin sarapan, bekel juga. Minta maaf berkali-kali, meluk-meluk, cium-cium apalagi kalo bukan dia udah mulai ada rasa sama lo coba?".
"Menurut gue malah lebih ke ngerasa bersalah aja, makanya dia ngelakuin semua itu. Gue gak yakin Num bisa naklukin dia!" Ucap Hana pesimis.
"Mau taruhan?" Tantang Hanum.
"Taruhan maksud lo?" Tanya Hana bingung.
"Kalo lo kan pesimis Abi gak mungkin bisa lo taklukin, nah kalo gue malah yakin kalo cepet atau lambat laki lo bakal tergila-gila sama lo lebih dari dia ke Raya!" Jawab Hanum menggebu-gebu.
"Gue yang bininya aja gak PD, masa lo bisa seyakin itu!" Hana meremehkan.
"Cihh.. Lihat aja nanti. Kalo semisal gue bener, lo comblangin gue sama ipar lo yang lo upload di ig lo waktu itu ya!" Tantang Hanum lagi. Hana langsung mengerti siapa yang Hanum maksud, yaitu Juna, karena ia memang mengupload foto kebersamaannya saat Juna mengantarnya ke sekolah.
"Beres itu mah! Lo mau gue kenalin gak sama si Juna? Dia ntar mau ke apartemen, nganterin Bi Imah sama Mbak Dewi buat bantu-bantu gue. Kalo lo mau, pulang sekolah main yukk ke apartemen laki gue, mau?" Tawar Hana.
"Mau gue!" Sahut Hanum semangat.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1