
Hari ini syuting pertama pembuatan film Abi dan Hana. Hana yang semalaman menunggui Irma terlihat sangat lelah, matanya sembab karena semalaman menangis. Sutradara film itu terlihat kesal melihat kondisi Hana.
"Lo abis putus cinta Han? Sembab gitu matanya? Lo kan tau hari ini syuting pertama harusnya lo tuh persiapin diri biar bisa tampil sebaik mungkin. Adegan awal kan gak ada scene sedih, scene nangis. Gimana dong nih?", omel si sutradara bernama Dedy itu.
"Maaf Bang Dedy..", ucap Hana tertunduk.
"Coba deh nih, akalin gimana supaya kelihatan cerah mukanya apalagi matanya jangan sampe kelihatan sembab gitu. Arggghhh..", perintah Dedy kesal, kemudian kembali duduk di kursinya.
Hana yang terkena semprotan hanya mampu tertunduk diam. Dia sadar dia salah, tapi keadaan sang Ibu membuatnya terlihat kacau.
"Makanya tau mau syuting tuh, gak usah berantem dulu sama pacar. Pacarnya suruh ngerti kalo lo ada kerjaan jangan sampai dibikin nangis", sindir Abi berbisik pada Hana. Lagi, Hana hanya menatap Abi kesal, sedangkan Abi tersenyum puas.
Setelah make up artist selesai merias dan mengakali wajah Hana, take pertama pun dimulai. Adegan yang diambil adalah saat Hana berlari dan menabrak Abi sebagai awal pertemuan mereka.
Pikiran Hana yang terfokus pada sang Ibu membuat fokusnya terbagi. Berkali-kali ia harus mengulang adegan dan dialog yang berulang kali salah membuat sutradara, pemain dan kru film merasa kesal.
"Cut, cut, cut!! Hana, Hana.. Lo sebenernya niat gak sih hah? Bisa gak meranin peran lo? Parah ini sih, kapan kelarnya coba?", gertak Dedy dengan suara yang cukup keras membuat Hana ketakutan.
"Maaf Bang..", ucapnya lirih.
"Break dulu sepuluh menit. Dan Hana gw minta tolong yaa, konsentrasi, kerjasamanya oke! Kalo ada sesuatu yang buat fokus lo terbagi coba dilupain dulu, fokus dulu ke sini, oke!", pinta Dedy.
"Iya Bang maaf..", ucap Hana lagi lirih.
Hana kemudian melangkahkan kakinya gontai ke tempat duduknya, sebelum sampai Abi dengan wajah kesal menariknya.
"Lo itu kenapa sih hah? Bisa gak sih kerja yang bener? Capek tau gak take ulang terus. Lo pikir kita di sini ngikutin mood lo hah?", omel Abi.
"Maaf Ka Abi, Hana usahain setelah break lebih baik lagi. Hana..".
__ADS_1
"Terserah lah ya, kalo sekali lagi kerja lo gak bener, gw yang keluar dari film ini. Capek kerja bareng sama orang yang gak profesional macam lo!", ancam Abi kemudian meninggalkan Hana.
Hana hanya terpaku di tempatnya, menahan tangis yang sudah ingin meledak. Ia menatap punggung Abi yang semakin menjauh dengan tatapan sedih.
Hana kemudian duduk di tempatnya, beberapa asisten dan make up artist mulai merapikan dirinya. Ia membaca scriptnya lagi, di dalam hati ia berjanji akan lebih baik lagi. Dia tidak mau mengecewakan orang-orang yang sudah mempercayakannya untuk memerankan peran utama film ini.
Sepuluh menit berlalu, mereka telah siap di posisinya masing-masing. Hana berdoa dalam hati agar kali ini ia bisa melakukan jauh lebih baik.
Adegan demi adegan telah diambil tanpa kesalahan berarti, Hana terlihat profesional memerankan perannya membuat semua yang terlibat senang akan hasil kerjanya.
Hari sudah hampir malam, syuting hari ini pun selesai. Hana bergegas untuk kembali ke rumah sakit, melihat Ibunya. Hari ini memang Angga tidak ikut dengannya, ia diminta Hana untuk menemani sang Ibu.
***
Sesampainya di rumah sakit, Hana langsung menemui Ibunya. Ia melihat Ibunya sudah duduk di tempat tidur rumah sakit. Hana yang melihat Ibunya sudah sadar tersenyum lega.
"Alhamdulillah Ibu udah sadar. Hana khawatir banget sama Ibu", ucap Hana kemudian menghambur ke pelukan Irma.
"Sekarang apa yang Ibu rasain?", tanya Hana setelah melepaskan pelukannya.
"Gak ngerasain apa-apa. Ibu ngerasa sehat kok, mungkin kemarin Ibu bisa sampai pingsan karena kecapekan. Kemarin tuh Ibu bosen banget di rumah gak ngapa-ngapain, terus Ibu iseng beberes ehh malah pingsan. Maaf ya jadi malah nyusahin kalian".
"Ibu jangan begitu lagi ya, tugas Ibu tuh istirahat aja. Hana mau Ibu cepet sembuh, sehat lagi. Hana takut Bu kalo Ibu kenapa-kenapa, Hana cuma punya Ibu aja", isak Hana.
"Iya Ibu janji gak bakal capek-capek lagi. Oh ya gimana syuting pertama kamu?", tanya Irma bersemangat.
"Hana kena marah terus Bu tadi gara-gara salah terus, abis Hana kepikiran Ibu. Ka Abi juga tadi juga marah banget sama Hana, Hana jadi sedih Bu udah bikin kecewa Ka Abi", jawab Hana lesu.
"Kamu kalo lagi kerja harus fokus, singkirkan masalah pribadimu dulu. Jangan buat mereka kesal sama kamu, apalagi kamu artis baru harus pintar-pintar nunjukin bakat kamu, profesionalitas kamu supaya mereka yakin sama bakat yang kamu punya", ucap Irma menasehati dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Iya Bu, Hana janji next syuting Hana akan fokus, Hana akan keluarin kemampuan Hana yang terbaik", sahut Hana bersemangat.
***
Di mansion Abi, mereka semua sedang asyik menikmati makan malam di meja makan. Abi terlihat lebih segar setelah setibanya ia di rumah langsung membersihkan diri.
"Gimana Hana aktingnya Bi?", tanya Kinan penasaran.
"Awalnya dia nyusahin semua Mah, berkali-kali kita harus take ulang gara-gara dia gak fokus, salah terus", jawab Abi masih dengan raut wajah yang kesal.
"Masa sih? Mungkin dia grogi kali Bi, namanya juga syuting film pertama dia apalagi syutingnya sama kamu yang notabene adalah idola dia. Jangan terlalu keras sama dia ya Bi, ajarin dia pelan-pelan", pinta Kinan.
"Tapi habis break sih, dia mulai bagus Mah kerjanya. Tadi Abi juga sempet marah-marah sih ke dia, Abi rasa habis dimarahin baru deh dia on fire", gelak Abi.
"Kamu jahil ah, kan kasihan Bi si Hana", ucap Kinan kesal.
"Ya abis gara-gara dia Mah kita harus ngulang-ngulang adegan terus, kita kan capek Mah, kesel", sahut Abi.
"Namanya juga baru pertama kalinya buat Hana, kamu ngertiinlah Bi", ucap Kinan menasehati.
"Tapi ini kan bukan syuting pertama dia Mah, masa iya sih dia masih gugup juga?", sahut Abi dengan mata jengah.
"Bi, setelah makan malam temui Kakek di kamar ya, ada yang mau Kakek omongin", pinta Hafidz kemudian meninggalkan meninggalkan meja makan untuk menuju ke kamarnya.
Abi pun mengangguk mengiyakan permintaan Kakeknya. Dia sebenarnya tau Apa yang ingin Kakeknya bicarakan dan dia pun sudah yakin dengan jawabannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ini karya pertamaku, maaf kalau belum sempurna dan mungkin banyak typo, aku sedang belajar menjadi penulis . Semoga kalian suka dengan novel pertamaku ini.
__ADS_1
Jangan lupa vote, komen dan like nya yaaa biar aku tambah semangat nulisnya .
Terima kasih 🙏🙏😘😘