My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Nasehat Sahabat


__ADS_3

"Kenapa tiba-tiba lo mau ke Paris?" Tanya Daniel ketika keduanya bertemu di bandara.


"Raya nyoba bunuh diri, dia kritis sekarang. Lina bilang Raya terus menerus manggilin nama gue, dia depresi gue putusin!" Jawab Abi lesu, fikiran terus tertuju pada istrinya.


"Bodoh amat dia! Lo masih peduli sama Raya?" Daniel benar-benar penasaran dengan sikap Abi saat ini.


"Kondisi dia begitu gara-gara gue Niel, dan lo sendiri tau kan gue paling gak bisa jadi orang yang disalahin kalo nanti sesuatu yang buruk mungkin terjadi!" Terlihat Abi sangat gusar.


"Bukannya dengan cara lo begini malah seakan ngasih harapan ke Raya, mungkin dia berfikir kalo lo masih peduli sama dia!" Ucap Daniel mengingatkan.


"Gue cuma mau ada di deket dia sampe dia membaik, setelahnya gue akan jelasin ke dia bahwa baiknya hubungan gue sama dia berakhir dan gak bisa dipertahanin! Lina bilang dia terlalu shock tiba-tiba gue putusin!" Sahut Abi, sambil mencoba menghubungi istrinya lagi.


"Gimana dengan Hana? Dia setuju sama rencana lo ini?" Pertanyaan Daniel berhasil membuat Abi menghela nafasnya dan menatap Daniel dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Gue berantem hebat sama dia!" Jawab Abi lirih.


Hening sesaat, karena Daniel pun bingung ingin berkomentar apa.


"Dia gak mau gue pergi saat ini juga, padahal gue udah berusaha ngejelasin kondisi Raya saat ini kritis dan gue juga udah nyoba buat nyakinin dia kalo gue pergi bukan karena gue peduli sama Raya, tapi gue cuma pengen memperbaiki keadaan karena setelah Raya membaik, gue pastiin ke dia kalo emang hubungan gue sama dia gak bisa dipertahanin lagi. Gue enggak mau dia berbuat aneh-aneh lagi, gue pengen menikmati pernikahan gue sama Hana!" Lanjut Abi panjang lebar.


"Hana mau lo gak pergi saat ini juga berarti sebenernya dia ngizinin lo buat pergi juga kan di lain waktu? Kenapa begitu?" Tanya Daniel bingung.


"Karena dia ngerasa dia kayak pel*cur yang udah puas gue nikmatin setelah itu gue tinggal demi perempuan lain! Pemikiran yang aneh kan?" Jawab Abi dengan tersenyum miris.


"Jadi kalian udah..?" Tanya Daniel ragu-ragu untuk meneruskan kata-katanya.

__ADS_1


Abi yang mengerti maksud pertanyaan sahabatnya pun hanya berdehem mengiyakan.


"Enggak aneh sih pemikiran Hana, perempuan mana yang mau ditinggal setelah ngelakuin malem pertamanya. Wajarlah..!" Ucap Daniel mulai mengerti arah pertengkaran antara sahabatnya dengan istrinya.


"Tapi kan gue pergi juga terpaksa Niel bukan suka rela!" Geram Abi merasa tak ada seorang pun yang membenarkan keputusannya.


"Ngerti gue Bi, cuma lo bayangin aja kalo di posisi Hana. Lo inget Mikaila mantan cewek gue?" Tanya Daniel yang diangguki oleh Abi.


"Mika, perempuan terakhir yang gue tidurin Bi. Waktu itu dia masih virgin, dan setelah gue sama dia ngelakuin hal itu, gue bisa ngelihat betapa kesakitannya dia. Bahkan untuk bergerak ngerubah posisi dia tidur aja kayaknya tuh sakit banget, dia sering meringis nahan sakit. Mau gak mau selama 2 hari gue nemenin dia, ngurusin keperluan dan kebutuhan dia. Bisa lo bayangin Hana sekarang sendirian di sana, ngerasain sakit. Mungkin yang bikin dia gak mau lo langsung pergi adalah karena dia mau lo memprioritaskan dia setelah apa yang udah dia kasih ke lo, wajarlah Bi Hana kekeh mau lo ada buat dia saat ini!" Daniel memcoba memberi pengertian pada Abi.


Sejenak Abi berfikir, ia ingat saat Hana memaksakan dirinya untuk berdiri, ia begitu kesakitan. Ia juga ingat bagaimana Hana setia dengan posisi tidurnya yang cukup lama setelah lelah bercinta.


"Gue harus apa?" Tanya Abi lirih.


"Balik Bi, temenin istri lo. Jangan sampe ia berfikiran kalo dia itu perempuan rendahan, buktiin kalo lo itu tulus sayang sama dia. Urusan Raya, gue yakin dia udah ditangani dengan baik, lo bisa ke sana 2-3 hari lagi!" Bujuk Daniel.


"Gimana Raya?" Tanya Abi tanpa basa basi saat sambungan telfonnya sudah terhubung.


"Untuk sekarang kondisinya udah stabil, tapi belum sadar. Lo jadi kan ke sini Bi?" Balas Lina.


"Ya gue ke sana tapi gak bisa sekarang ini, mungkin 2-3 hari lagi gue terbang ke Paris. Tolong lo info in terus perkembangan Raya ke gue!" Abi tak ingin bernegosiasi lagi, ia sudah mengambil keputusan untuk bersama dengan istrinya.


"Gue balik yaa Niel, thanks buat nasehatnya!" Ucap Abi setelah mematikan sambungan telfonnya dengan Lina.


"Ayo gue anter, lo ke sini tadi naek taksi kan?" Usul Daniel, Abi pun mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


***


Sesampainya di villa, Abi langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya. Ia benar-benar ingin memeluk istrinya, menciuminya dan mengucapkan maaf sebanyak-banyaknya atas apa yang sudah ia lakukan.


Di dalam kamar, Abi melihat tubuh yang meringkuk di atas lantai dengan berbalut mukenah. Abi dengan perasaan yang teramat sangat khawatir langsung mendekati sosok yang sudah dipastikan adalah istrinya itu.


"Sayang.." Ucap Abi menjongkokkan tubuhnya untuk menyentuh tubuh Hana.


"Ka Abi!" Hana yang mendengar suara suaminya langsung membuka matanya, dan duduk menghadap ke arah suaminya.


"Ka Abi gak jadi pergi?" Tanya Hana lagi yang seketika melupakan rasa marah dan sakit hatinya akibat perlakuan suaminya tadi hanya dengan melihat sosok yang diharapkan kembali padanya.


"Enggak sayang, maafin aku yaa..!" Ucap Abi kemudian menciumi wajah cantik Hana yang masih terbalut mukenah.


Hana langsung menghambur ke pelukan suaminya, merasa sangat bersyukur bahwa sang suami akhirnya lebih memilih dirinya.


Dungu, mungkin sebagian orang akan menganggapnya demikian. Tapi untuk Hana yang memiliki rasa cinta yang tulus pada suaminya, keberadaan suaminya saat ini adalah yang diinginkannya.


Setelah dia melepas sesuatu yang berharga untuk suaminya, ia hanya ingin memastikan bahwa keputusannya adalah benar. Namun saat Abi memutuskan pergi demi untuk permpuan lain, Hana terluka. Tapi tidak sekarang, sekarang ia percaya bahwa apa yang ia lakukan sudah benar, karena Abi lebih memilih dirinya meskipun harus dengan pertengkaran yang sengit.


"Makasih yaaa Ka, Kaka balik lagi. Hiks..!" Ucap Hana di sela tangisnya dalam dekapan sang suami.


"Aku minta maaf udah nyakitin kamu, aku minta maaf gak ngertiin kamu sayang. Aku yang bodoh..!" Sahut Abi membelai kepala istrinya.


"Emang Kaka bodoh, tapi aku udah maafin kok..!" Ucap Hana yang membuat Abi terkekeh.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2