My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Jatuh Hati


__ADS_3

Malam hari setelah Angga datang menggantikan Hana di rumah sakit, Kinan dan Hana pulang ke rumah Kinan. Hana memang berniat untuk menemui Kakek Hafidz yang pagi tadi memintanya untuk datang.


"Ka Abi ada di rumah Tante?", tanya Hana ketika di dalam mobil yang dikendari Kinan.


"Enggak ada sayang, Abi tuh jarang banget pulang ke rumah. Dia udah lama tinggal sendiri di apartemennya, paling beberapa kali aja dia nginep di rumah dalam sebulan", jawab Kinan.


"Dia pasti sibuk banget ya Tan?".


"Banget. Makanya dia lebih milih tinggal di apartemennya, lebih leluasa katanya. Bebas mau pulang jam berapa atau pun gak pulang juga gak akan ada yang ngomelin dia", jawab Kinan dengan senyum yang dipaksakan.


"Resiko jadi artis ya Tante..!", ucap Hana.


"Iya .. Makanya Kakek tuh mau Abi cepet-cepet nikah, Kakek pengen banget punya cicit, pengen ngerasain diperhatiin cucu-cucunya, gak sering ditinggal-tinggal kaya sekarang", sahut Kinan.


Hana hanya tersenyum mendengar ucapan Kinan.


"Waktu kamu dateng kemarin tuh Kakek langsung jatuh hati sama kamu. Beliau seneng banget, makanya kamu suruh dateng lagi sama Kakek".


"Tunggu, tunggu.. jatuh hati? Maksudnya gimana ini? Masa Kakek jatuh cinta sama gw?", ucap Hana dalam hati.


Melihat Hana tiba-tiba gelisah, Kinan menjadi penasaran apa yang sedang dipikirkan teman beda generasinya itu.


"Kamu kenapa kok tiba-tiba gelisah gitu?", tanya Kinan heran.


"Oohh enggak Tante, Hana gak apa-apa", jawab Hana gugup.


"Kalo ada sesuatu yang mengganjal di hati omongin aja biar gak jadi beban pikiran kamu Han..!", saran Kinan yang hanya diangguki oleh Hana.


Sesaat kemudin mobil merek telah sampai, pagar yang menulang tinggi perlahan terbuka. Mobil mereka pun kemudian memasuki perkarang rumah yang luas itu.


"Masih jam delapan Kakek pasti belum tidur. Kita temuin Kakek langsung aja ya Hana", ajak Kinan. Hana pun mengangguk mengiyakan ajakan Kinan.


Beberapa asisten rumah tangga menyambut kedatangan mereka, mereka mengucapkan selamat malam seraya menundukkan kepalanya sopan.


"Kakek udah tidur belum Mbak?", tanya Kinan pada salah satu asisten rumah tangganya.


"Belum Nyonya. Tuan Besar sedang berada di ruang baca sekarang", jawab asisten itu sopan.

__ADS_1


"Oohh ya udah kalo begitu saya sama tamu saya langsung ke ruang baca, kamu tolong siapkan teh hangat tiga cangkir sama beberapa makanan ringan ke ruang baca ya!", perintah Kinan.


"Assalamualaikum Pih", sapa Kinan setibanya di ruang baca. Begitu juga Hana mengucapkan salam yang sama dengan Kinan kemudian mereka menghampiri Kakek yang duduk di sofa besar dengan buku tebal di tangannya. Setelah menutup buku tebalnya, Kakek menyambut uluran tangan Kinan dan Hana yang ingin mencium punggung tangannya.


"Walaikumsalam..", sahut Kakek ramah.


"Papi udah makan?", tanya Kinan. Hafidz hanya mengangguk mengiyakan, namun tatapan matanya terus tertuju kepada Hana. Hana yang terus ditatap Hafidz merasa kikuk.


"Oohh ya sudah kalo begitu Kinan ke kamar dulu, mau bersih-bersih badan dan ganti baju. Hana tolong teman Kakek dulu sebentar yaa!", ucap Kinan kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangan itu.


Kini tinggalah Hafidz dan Hana di ruangan itu, Hana sibuk dengan pikirannya hingga tak sadar jika Hafidz sudah duduk di sebelahnya.


"Kamu apa kabar? Ibu kamu gimana keadaannya?", tanya Hafidz mengejutkan lamunan Hana.


"Ooh.. Ehh.. Itu Kek.. Ehh.. Hana, Hana baik. Ibuuuu.. I..Ibu juga bagus keadaannya", jawab Hana gugup.


"Gak usah gugup begitu sama saya, anggap saja saya ini Kakek kamu sendiri", ucap Hafidz yang tau jika Hana sedang gugup berhadapan dengannya.


"Kakek sendiri? Beneran Kek Hana cuma boleh nganggep Kakek, Kakek Hana sendiri? Gak lebih?", tanya Hana kegirangan.


"Iya tadi Tante Kinan bilang sama Hana, kalo Kakek jatuh hati sama Hana. Hana pikir jatuh hati tuh semacem Kakek jatuh cinta pada pandangan pertama gitu", jawab Hana blak-blakan.


"Apa?", tanya Hafidz makin dibuat bingung dengan jawaban yang dilontarkan Hana.


"Emmhhh.. maksud Hana, Hana kira Kakek jatuh cinta sama Hana terus berniat mau memperistri Hana", jawab Hana lirih menundukkan wajahnya. Seketika terdengar suara tawa yang begitu nyaring di ruangan itu. Yaa saat ini Hafidz benar-benar dibuat terpingkal-pingkal dengan gadis di sebelahnya itu, Hana pun memberanikan diri mengangkat wajahnya dan menatap sosok pria tua yang kini sedang tertawa lepas.


"Emang kamu mau sama Kakek?", tanya Hafidz menggoda Hana di sela-sela tawanya.


"Ya enggak lah Kek. Umur kita kan jauh Kek, mana bisa?", jawab Hana polos.


"Loh kenapa gak bisa?", tanya Hafidz kembali menggoda Hana.


"Yaa gak bisalah Kek, aku mah pantesnya jadi cucu Kakek. Toh Hana juga gak ada rasa sama Kakek", jawab Hana masih dengam kepolosannya.


"Kalo saya masih muda kamu mau?", goda Hafidz lagi.


"Hana lihat sih Kakek diusia sekarang ini masih gagah lah dan Hana yakin banget pasti Ka Abi gantengnya turunan dari Kakek. Jadi kalo Kakek masih muda yaaa bisa Hana pertimbangkanlah!", ucap Hana kembali membuat Hafidz tertawa.

__ADS_1


"Tapi sayangnya Kakek gak cinta sama kamu, Kakek masih setia sama Almarhumah Nenek", sahut Kakek setelah menguasai tawanya.


"Wahhh bagus tuh Kek, Hana kan jadi lega juga kalo begitu. Soalnya kalo Kakek bener-bener jatuh cinta sama Hana, Hana bakalan bingung nolaknya. Kualat nanti", ucap Hana lagi kemudian mengembangkan senyumnya selebar mungkin.


Saat asik berbicara seorang asisten masuk membawakan teh dan beberapa makanan ringan, selesai meletakkan teh dan makanan ringannya asisten tersebut keluar.


"Minum tehnya mumpung masih hangat", pinta Kakek pada Hana.


"Hana minum ya Kek, Hana gak malu-malu lagi nih Kek soalnya tenggorokan Hana kering banget ini nahan gugup sama Kakek", sahut Hana kemudian meminum tehnya perlahan. Kakek pun mengambil cangkirnya kemudian menyeruput pelan tehnya.


"Teh orang kaya emang beda, lebih enak! Apa karena gelasnya ya yang mahal jadi ngaruh ke rasa tehnya?", batin Hana berkomentar.


"Enak..?", tanya Kakek.


"Enak banget Kek..", jawab Hana malu-malu.


"Jadi minggu depan kamu udah mulai syuting sama Abi ya?".


"Insya Allah Kek, tadi Tante Kinan bilang begitu ke Hana. Semoga sampai hari H nya gak ada halangan apa-apa, pas syuting diberi kelancaran. Aamin".


"Apa jadi artis itu mimpi kamu?", tanya Kakek lagi.


"Mimpi sih bukan Kek, cuma keinginan ada buat jadi artis karena sebenernya mimpi Hana, Hana bisa ngebahagiain Ibu, Hana cuma mau punya pekerjaan yang bayarannya besar biar bisa gantiin Ibu Hana cari uang. Apapun itu pekerjaannya asalkan tidak melanggar norma dan diridhoi Ibu Hana siap, buat Hana yang penting Hana bisa ngebahagiain Ibu Hana", jawab Hana jujur.


"Gimana kelak kalo misalkan karier kamu sedang di atas dan datang jodoh kamu apa yang akan kamu lakukan?", tanya Kakek lagi kemudian menyeruput pelan tehnya.


"Yaaa berarti jodoh Hana udah datang, kalo nanti calon Hana bilang Hana masih boleh berkarier Hana bakal terus berkarier. Tapi kalo calon Hana gak bolehin Hana buat berkarier ya Hana harus nurut dong sama suami Hana".


"Tapi karier kamu lagi bagus-bagusnya saat itu misalkan, apa kamu gak sayang?", tanya Kakek lagi.


"Kakek tau dulu Hana selalu berharap jika kelak saat Hana menikah Hana pengen banget menjalani rumah tangga seperti yang Ibu dan Almarhum Ayah jalani. Kami hidup dalam kesederhanaan tetapi kaya akan kebahagiaan. Itu mimpi Hana yang lain Kek dan Hana berusaha akan mewujudkannya", jawab Hana yakin membuat Hafidz tersenyum puas mendengarnya.


"Yaa kamu benar, kebahagiaan sesungguhnya bukan seberapa tinggi karier kamu tapi seberapa besar kamu bersyukur dengan apa yang kamu jalani dengan ikhlas", ucap Kakek. Hana yang mendengarnya menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Kakek.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like, comment sama vote nya. biar aku terus semangat nulisnya. Gak bosen juga aku buat minta maaf kalau masih banyak kekurangannya, maklum masih belajar menulis. Semoga syukaaaas yaaaa.. 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2