My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Double Grand Prize


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Abi cukup terkesima melihat bagaimana Hana makan, benar yang Imah katakan jika istrinya akan berselera makan jika makanannya cocok dengan apa yang dia inginkan.


"Pelan-pelan Sayang, laper banget emangnya hm?" tanya Abi yang sedikit khawatir dengan cara makan Hana yang seperti tergesa-gesa.


"Aku laper banget, lagian masakan Bibi juga enak banget!" jawab Hana setelah menelan makanan di mulutnya.


Abi terkekeh melihat bagaimana rakusnya sang istri, kali ini Hana terlihat berbeda. Biasanya Hana akan makan dengan pelan hingga menghabiskan waktu cukup lama, tapi kali ini dia makan dengan cepat dan tentu banyak.


Ya, Abi mengerti jika kini sang istri tak hanya sendirian ada buah cinta mereka di dalam sana yang juga butuh asupan makanan bergizi dan dia yakin kali ini Hana akan kuat melewati masa kehamilannya melihat bagaimana sang istri begitu berselera makan.


"Kamu kenapa belum ke Dokter Riana?" meskipun Abi sudah tahu jawabannya, akan tetapi dia ingin sekali mendengar langsung dari istrinya.


"Kakak tau aku belum ke dokter?" bukan menjawab Hana justru balik bertanya.


"Tau, tadi sebelum pulang aku sempetin ketemu sama Dokter Riana. Konsultasiin kondisi kehamilan kamu dan Dokter malah baru tau dari aku kalo kamu hamil" jawab Abi kemudian menyesap air minumnya.


"Emhh, aku maunya ke Dokter Riana diantar Kak Abi. Tapi karena Kak Abi masih marah, yaa aku tunggu Kak Abi reda dulu marahnya!".


"Setelah makan, kita ke Dokter Riana mau ya?" ajak Abi yang diangguki penuh semangat oleh Hana.


"Aku udah kenyang!" ucap Hana kemudian menyesap sedikit demi sedikit air perasan jeruk buatan suaminya yang dia tahu jika itu buatan Imah, "tumben, enak banget air jeruk bikinan Bibi?".


"Itu aku yang buat!" sahut Abi cepat.


"Oohh ya? Wahh aku bakal ketagihan nihh sama air jeruk bikinan Kakak!".


"Tinggal ngomong aja kalo kamu pengen, nanti pasti aku buatin!" Abi begitu enteng mengucapkannya, ia tak tahu jika keinginan seorang Ibu hamil tak terbantahkan.


"Kalo nanti aku kepengennya pas kamu lagi di kantor gimana, hayoo?" cibir Hana dengan mimik menggemaskan.

__ADS_1


"Aku bikinin, apa sih yang enggak buat istri dan anakku?" sahut Abi dengan kerlingan menggoda ke arah istrinya, sedang Hana hatinya langsung menghangat ketika mendengar ucapan suaminya.


"Kakak makannya udah selesai? Kok sedikit?" tanya Hana sambil merapikan bekas makanan mereka.


"Kenyang ngelihat makan kamu!" ledek Abi terkekeh, karena memang Abi baru melihat Hana yang begitu rakus melahap makanannya. Pantas saja Imah menyediakan ekstra piring nasi karena ternyata Imah mengerti jika Hana akan menambah porsi makannya.


"Emang Kakak enggak balik ke kantor lagi, kok mau nganter aku periksa? Katanya mau makan malem sama klien?".


"Bohong, aku beberapa hari ini sebenernya enggak begitu sibuk. Tapi aku sengaja menghindari kamu, aku enggak mau kita bertengkar!" jawab Abi jujur namun membuat Hana mendengus kesal.


"Tega, padahal aku di sini mellow banget gara-gara sikap Kakak juga!".


"Maaf Sayang, sebagai gantinya seharian ini aku turutin mau kamu apa!" sahut Abi dengan cengiran menyebalkannya.


"Ya udah tunggu aku siap-siap dulu ya Kak!".


Abi dibuat cukup heran dengan Hana kali ini, bagaimana tidak Hana yang biasanya tak terlalu memusingkan penampilan justru kali ini terlihat begitu heboh mempersiapkan dirinya padahal mereka hanya akan memeriksakan kandungnya saja.


Hana bahkan harus tiga kali mengganti pakaiannya hanya ingin supaya terlihat cukup sempurna menurut dirinya.


"Kenapa Kak, kemenoran ya? Bajunya jelek yang aku pake?" tanya Hana memutar-mutar tubuhnya di depan meja riasnya.


"Enggak kok, kamu cantik. Tumben aja sih kamu All out gini mau ke Dokter aja?".


"Enggak tau juga, aku lagi pengen kelihatan cantik aja!" Hana terlihat malu-malu menjawab pertanyaan suaminya.


"Nah, sekarang kan udah cantik, bajunya juga udah cocok banget. Siap buat berangkat?" tanya Abi mengulurkan tangannya untuk menggandeng sang istri.


Hana pun dengan senang hati menerima uluran tangan suaminya dan mnggandengnya mesra.


***


Sesampainya mereka di rumah sakit tempat Dokter Riana praktek, mereka disambut dengan hangat oleh Dokter Riana.


"Apa kabar Hana?" tanya Dokter Riana ramah.

__ADS_1


"Baik Ibu Dokter, Alhamdulillah!" jawab Hana tak kalah ramah.


Untuk kemudian Dokter Riana langsung mempertanyakan beberapa pertanyaan, diawali tenang kapan terakhir dia menstrusi, tentang keluhan-keluhan yang dialami Hana di awal trimester pertama.


Terlihat Dokter Riana tersenyum puas mendengar semua penjelasan Hana.


"Sekarang kita lihat yuk, si dedek!" ajak Dokter Riana mempersilahkan Hana untuk berbaring dan bersiap melakukan USG pertamanya. Setelah suster memberikan gel di atas perutnya, Dokter Riana langsung menggerakan probe (alat pemindai) di atas permukaan kulit perut Hana.


Senyum Dokter Riana mengembang ketika mengetahui kondisi janin Hana, "double grand prize sepertinya ini!".


Hana dan Abi mengernyitkan dahinya bersamaan karena bingung dengan apa yang dimaksudkan oleh sang dokter.


Melihat ekspresi kebingungan keduanya, Dokter Riana semakin terkekeh dibuatnya. Namun karena tak ingin berlama-lama membuat keduanya kebingungan, sang dokter pun cepat-cepat menjelaskan, "Mas Abi dan Hana bisa lihat ke monitor! Lihat deh! Sepertinya janin yang dikandung Hana kembar karena ada dua janin yang tumbuh sehat di sana!" Dokter Riana menunjukkan kedua janin yang dimaksudnya.


Penjelasan Dokter Riana sontak membuat Hana dan Abi langsung meneteskan air mata haru, terlebih ketika mereka melihat janin yang mulai. terbentuk dari layar monitor dan pernyataan jika kedua janin tumbuh dengan sehat dan semestinya.


"Ada riwayat kembar kah di keluarga Hana atau Mas Abi?" tanya Dokter Riana setelah menyelesaikan tugasnya.


"Saya kembar Bu Dokter!" jawab Hana antusias.


Mendengar jawaban Hana, Dokter Riana tersenyum kemudian menjelaskan tentang kehamilan kembar, juga tentang kondisi Hana dan janinnya saat ini yang usianya sembilan Minggu dalam keadaan sehat.


Setelah diberikan serentet nasehat dan vitamin-vitamin, kini mereka telah berada di dalam mobil untuk kembali ke rumah.


"Langsung pulang?" tanya Abi yang mulai melajukan mobilnya.


"Aku mau ke Mansion Kak, tapi sebelumnya muter-muter sebentar ya. Abi itu cari pecel ayam, aku mau makan pecel ayam kayaknya!" pinta Hana dengan air liur yang seakan-akan membanjiri mulutnya membayangkan daging ayam goreng yang lembut disiram sambal khas pecel ayam memenuhi mulutnya.


"Siaaappp Nyonya, today is yours!" seloroh Abi membuat keduanya tertawa.


Sepanjang perjalanan, Hana terus saja bercerita dengan semangat tentang kehamilannya. Terkadang diselingi tangisan haru, karena tak pernah menyangka ia akan mendapatkan kepercayaan seindah ini dari Tuhan.


Ia pun terus-menerus menyelipkan doa disela ia bercerita, membuat Abi juga mengamini setiap untaian doa yang diucapkan istrinya.


Abi pun tak kalah bahagia dan bersyukur, dia juga berjanji akan menjaga istri dan anak-anaknya juga memberikan kebahagiaan pada mereka bertiga mulai sekarang.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2