My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Pendaratan Darurat


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Abi : "Hati-hati ya Sayang, sampai bertemu lagi di Jakarta 😘😘!".


Isi pesan Abi saat Hana lebih dahulu berangkat, ia sendiri tengah bersiap juga untuk pergi ke bandara diantar oleh Juna.


"Siap Mas?" Tanya Juna dari balik pintu kamarnya.


"Yups, siap!" Jawab Abi yang langsung berdiri menghampiri adiknya.


"Jalan sekarang kalo gitu ya?" Juna pun meminta persetujuan Kakaknya tersebut.


"Ketemu Omma sama GrandPa dulu, oh ya Juna thanks ya udah mau jagain Hana selama ini. Makasih udah bantu dia buat pemulihan mentalnya. Gue bener-bener hutang budi sama elo, Nara, Omma dan Grandpa!" Ucap Abi tulus.


"Jiahhh, kayak sama siapa lu pake utang budi segala!" Ledek Juna tersenyum geli melihat tingkah berlebihan kakaknya tersebut.


"Serius gue, makasih tiap saran yang elo kasih supaya gue bisa berdekatan lagi sama bini gue!"Kali ini Abi tak tahan lagi untuk tak memeluk adiknya itu.


"Geli gue sebenernya, tapi okelah. Sama-sama Mas Abi, sebagai balasannya gue tunggu kabar baik dari kalian berdua!" Goda Juna membalas pelukan Kakaknya.


"Kabar baik?" Tanya Abi bingung.


"Bersemayamnya keponakan gue di rahim Kakak ipar gue!" Jawab Juna yang langsung membuat keduanya tergelak.


"Amin, semoga Hana bisa cepet gue bajak!" Seloroh Abi kembali membuat keduanya terbahak-bahak.


"Tapi serius Mas, waktu kita ke mall gue, Hanum sama Nara mau beliin dia baju dianya nolak. Terus gue isengin suruh ambil lingere, awalnya dia nolak juga tapi pas detik-detik terakhir dia akhirnya beli beberapa!" Sahut Juna menjelaskan.


"Brengsek lo!" Umpat Abi yang mulai membayangkan istrinya berbalut pakaian laknat tersebut.

__ADS_1


"Ehhh serius gue. Bahkan nihh ya dia juga beli parfum yang wanginya menggoda, dia bilang kelak kalo dia udah siap dia mau mempersembahkan sesuatu yang istimewa buat elo!" Lanjut Juna lagi, membuat Abi tersenyum.


Setelah berpamitan dengan Kakek-Neneknya dan juga Nara-Hanum, Abi pun langsung berangkat ke Bandara diantar oleh adiknya.


Ia sengaja memilih diantar sang adik daripada diantar oleh seorang driver karena banyak hal yang ingin mereka bahas tentang Hana.


"Mas, sesampainya di Jakarta lo jangan langsung hubungi orang rumah atau pun Hana, tapi langsung hubungi gue ya. Ada yang mau gue kasih tau ke elo!" Pinta Juna sesempainya mereka di bandara.


"Kenapa enggak sekarang aja sih?" Tanya Abi bingung.


"Enggak bisa, pokoknya sesampainya lo di Jakarta langsung telpon gue jangan yang lain dulu!" Jawab Juna memerintah.


"Bikin penasaran aja tau enggak lu!" Gerutu Abi yang hanya dibalas cengiran menyebalkan adiknya tersebut.


***


Setelah belasan jam perjalanan, kini Hana telah sampai di mansion keluarga Abi. Penyambutan luar biasa ia terima saat kembali menginjakkan kakinya di mansion yang ia rindukan.


Ia pun menyalami, memeluk serta mencium satu per satu anggota keluarga terlebih pada sang Ibu.


Tak hanya Hana dan Irma yang larut dalam tangis bahagia, bahkan semua anggota keluarga tak terkecuali Imah dan Dewi larut dalam tangis haru menyambut kepulangan gadis mungil kesayangan semuanya itu.


Tak pernah menyangka jika mereka bisa kembali melihat sosok Hana yang pulang dalam keadaan sama seperti sebelum kejadian naas menimpanya.


Sosok ceria, sopan, penuh rasa sayang, cantik kini kembali menghiasi mansion mereka yang sepi semenjak kepergian Hana.


"Bibi masak spesial buat menyambut kepulangan Non Hana, makan dulu ya Non! Sudah jam makan malam juga, ya kan?" Ajak Imah menggelayuti lengan Hana, ia benar-benar merindukan majikan kecilnya tersebut.


"Emang Bibi masak apa?" Tanya Hana benar-benar ingin tahu.


"Bibi masak opor ayam kesukaan Non Hana, tadi Bu Irma sama Nyonya Kinan juga buat jajanan pasar buat Non Hana!" Jawab Imah disela isakan harunya.


Setelah menatap satu per satu wajah anggota keluarganya, Hana pun menganggukan kepalanya. Mereka pun langsung menuju ruang makan, selain untuk makan malam mereka juga ingin saling melepas rindu pada gadis cantik itu.

__ADS_1


***


Beberapa jam berselang, kini Abi juga sudah menginjakan kakinya di Jakarta dan sesuai janjinya Abi pun langsung menghubungi Juna, karena jujur permintaan Juna membuatnya tidak tenang sama sekali selama perjalanan.


"Gue udah sampe di Jakarta, elo mau ngomong apa tadi?" Tanya Abi langsung ketika sambungan telfonnya terhubung dengan sang adik.


"Orang rumah belum tau kan kalo lo udah sampe?" Bukan menjawab Juna justru balik bertanya untuk memastikan jika Kakaknya belum memberitahu siapapun perihal kedatangannya.


"Belum, cepetan ngomong elo mau bilang apa sesampenya gue di Jakarta bikin gak tenang aja!" Gerutu Abi yang hanya dibalas tawa cekikikan oleh adiknya membuatnya semakin kesal aja.


"Mas kalo bisa lo sekarang ke hotel aja jangan langsung balik ke mansion, biar gue bilang sama orang rumah pesawat lo ada masalah pas di atas akhirnya lo kudu puter balik buat mendarat darurat!" Perintah Juna.


"Gila lo! Lo mau bikin orang rumah khawatir, terlebih Hana hah?" Geram Abi dengan usulan nyeleneh adiknya itu.


"Emang itu tujuan gue, lo percaya aja deh sama gue! Gue cuma mau bikin si Barbie aja yang khawatir, orang rumah entar biar gue calling in!" Sahut Juna tanpa merasa berdosa sama sekali.


"Biar apa Juna?" Tanya Abi sekali lagi menghela nafasnya berat.


"Elo kangen kan sama Barbie, gue cuma mau ngobatin sedikit kerinduan lo ke istri lo. Tenang aja, percaya sama gue Mas!".


Meskipun membingungkan, Abi pun menuruti ide konyol adiknya itu. Dan dengan berat hati dan tubuh yang sudah sangat lelah, Abi memutuskan untuk menginap di hotel dekat bandara.


***


Benar saja pagi ini di meja makan, ketika semua tengah menikmati sarapan mereka Hana mempertanyakan keberadaan Abi. Dari semalam Hana sama sekali tak mendapat kabar dari suaminya, bahkan suaminya pun tak mengabarinya apapun membuatnya begitu mengkhawatirkan suaminya.


"Apa Kak Abi udah sampe di sini Papa-Mamah?" Tanya Hana lirih.


"Belum Sayang, harusnya sih udah sampe ya Pa tengah malam tadi?" Jawab Kinan, kemudian bertanya pada suaminya.


"Maaf Papa lupa kasih tau, semalem Juna nelfon Papa bilang kalo pesawat yang ditumpangi Abi ada kerusakan beberapa saat setelah lepas landas yang membuat pilot harus putar balik lagi untuk melakukan pendaratan darurat. Juna bilang sih, Abi baik-baik aja gak kenapa-kenapa cuma butuh waktu lebih buat kembali terbang. Mungkin sekarang Abi juga udah terbang lagi, ponselnya gak bisa Papa hubungi soalnya!" Semua langsung melihat Hana yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya sama sekali.


"Jangan khawatir Sayang, Abi pasti baik-baik saja!" Ucap Kinan mencoba menenangkan.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2