
"Okay Nyonya Raffan mau kemana kita?" Tanya Abi saat menytarter mobil mewahnya.
"Emhhh.. Katanya cari makan. Makan apa ya enaknya? Mau makan fast food?" Ucap Hana balik bertanya.
"Rame Han weekend begini, gak nyaman makannya kita nanti!" Sahut Abi mulai menjalankan mobilnya.
"Kita pesen dari drive thru aja Ka terus makan di mobil" usul Hana.
"Okelah, let's go!".
***
Setelah memesan beberapa makanan olahan di salah satu resto fast food mereka pun berkeliling mencari tempat yang dirasa nyaman untuk mereka menikmati makan malam mereka.
Mereka pun memilih berhenti di taman kota yang tak terlalu ramai pengunjung, Hana begitu bersemangat dengan makanannya. Ia memakannya dengan lahap.
"Perasaan gw yang laper, tapi lo yang nafsu gitu makannya Han!" Ucap Abi kemudian mulai memakan ayam goreng berlapis tepung yang super renyah itu.
"Hana juga laper kali Ka, belum sempet makan tadi. Pulang syuting, mandi, shalat maghrib terus tidur. Capek banget, kepala Hana juga agak nyut-nyutan" celoteh Hana.
"Lo sakit?" Tanya Abi memperhatikan Hana.
"Enggak kok, kecapekan doang" jawab Hana masih terus asyik menikmati makanannya.
"Seru ya ternyata" ucap Abi.
"Apanya?" Tanya Hana bingung.
"Pacaran begini. Kalo Raya mana mau begini, makan di pinggir taman. Makanan beginian pula paling anti dah dia!" Jawab Abi tersenyum miris.
"Emang biasanya pacaran Ka Abi sama dia gimana?" Akhirnya rasa penasaran Hana pun terluapkan.
Abi menatap ke arah Hana, "lo gak bakal ngertilah pacaran kaum jetset macem kita!" Narsis Abi membuat Hana jengah.
"Lo sendiri udah berapa kali pacaran?" Tanya Abi mulai tertarik dengan bahan obrolan mereka.
"Belum pernah" jujur Hana.
"Masa sih?" Tanya Abi tak percaya.
__ADS_1
"Serius Ka, Ka Abi tuh pacar pertama aku" jawab Hana polos.
"Wuiiihhh, tersanjung gw. Pacaran pertama kali sama gw, ciuman pertama sama gw, jadi gak sabar merawanin lo!" Goda Abi dengan tatapan mesumnya.
"Ishh, Ka Abi mah menjurus ke sana terus!" Kesal Hana.
"Gemes gw sama lo" ledek Abi mencubit pipi Hana.
"Sakit tau Ka ahh! Ka udah agak sepi nih!".
"Terus? Lo mau ngapain gw klo udah sepi? Jangan macem-macem ya Han, gw juga udah janji sama Ibu mulangin lo tetep dalam keadaan perawan. Jadi buang jauh-jauh keinginan mesum lo!" Ucap Abi sambil menyilangkan tangannya di dada.
"Apaan sih Ka? Ngaco tau gak! Maksud aku, keadaan udah agak sepi, ayo kita jalan-jalan sedikit biar makana kita turun!" Sahut Hana kesal.
"Oohh, gw kira lo ngajakin grepe-grepean!".
"Mesum..!!".
Mereka berdua pun berjalan beriringan menyusuri taman yang memang sudah lumayan sepi, hanya ada beberapa muda mudi yang masih asik menghabiskan akhir pekan mereka.
Meski tak bergandengan tangan, Hana begitu bahagia bisa menghabiskan waktu bersama dengan pujaan hatinya. Senyum bahagia terus terpampang di wajah cantik Hana, membuat Abi ikut tersenyum.
"Mau berasa pacaran beneran gak Han?" Tanya Abi, Hana pun mengangguk.
Abi kemudian mengeluarkan ponselnya untuk mengambil beberapa gambar mereka.
"Yang mesra kek Han, jangan kayak majikan sama pembantu gitu!" Ejek Abi, tak ayal cubitan pun menghampiri lengannya.
Hana kemudian mendekatkan tubuhnya ke tubuh Abi, tangannya melingkar di perut Abi dan menempelkan kepalanya di dada bidang Abi, tanpa diduga Abi mencium pucuk kepala Hana kemudian mengambil gambar dengan gaya itu.
Hana menatap Abi, tatapan yang sulit diartikan.
Abi hanya tersenyum, "supaya dapet feel nya kalo kita pacaran" ucap Abi seakan mengerti apa yang difikirkan Hana.
"Sekali lagi ya, gantian lo yang cium pipi gw!" Usul Abi, Hana pun mengiyakan. Ia mengambil posisi seperti apa yang Abi minta. Namun saat Abi akan meng klik foto mereka, Soraya menghubungi Abi via video call.
"Gw angkat dulu yaa..!" Ucap Abi kemudian meninggalkan Hana.
"Lagi dimana?" Tanya Raya.
__ADS_1
"Ditaman, jalan-jalan dikit abis makan tadi" jawab Abi.
"Sama Hana?".
"Hmm..!".
"Mesra ya sekarang?" Sindir Raya.
"Ya elah Ray, cuma makan sama jalan doang!" Jengah Abi.
"Tapi aku gak suka kamu ngabisin waktu berduaan sama dia, atau jangan-jangan apa yang dibilang Hana emang bener?" Ucap Raya memprovokasi.
"Maksud kamu?" Tanya Abi bingung.
"Dia gak bilang ke kamu kalo aku tadi hubungin kamu waktu ponsel kamu dipegang dia?".
"Enggak.." jawab Abi mulai kesal.
"Kamu tau apa yang dia bilang sama aku, dia bakal buat kamu lupain aku, dia akan buat kamu milih dia dibanding aku!" Kesal Raya.
"Ya ampun Ray, itu cuma omongan anak kecil aja ngapain juga kamu ambil pusing?" Sahut Abi tak kalah kesal.
"Berarti kamu tau dia pernah ngomong gitu?" Selidik Raya.
"Iya dia selalu ngomong kayak gitu ke aku, tapi gak pernah aku anggap serius Ray!" Sahut Abi.
"Kayak nya enggak deh Bi, ngeliat kamu dengan cueknya megangin hape kamu ke dia, rasanya anceman dia itu serius!" Ucap Raya.
"Ya ampun Ray, hape aku sama dia itu tadi karena.." Abi tak lagi meneruskan kata-katanya. Ia tau semua akan tambah buruk jika ia mengatakan alasan ponselnya ada di tangan Hana.
"Karena..?" Tuntut Raya agar Abi meneruskan ucapannya.
"Udahlah Ray, sekarang mau kamu aku gimana?" Tanya Abi mulai menyerah.
"Aku mau kamu jaga jarak sama dia, lakukan apapun sesuai skenario kamu jangan berlebihan. Gak perlu sok baik sama dia, ngelunjak dia nanti, kecuali kalo emang kamu mulai ada rasa sama dia. Aku gak akan pernah terima sampai kapan pun kalo kamu pada akhirnya jatuh cinta sama dia!" Perintah Raya kemudian memutuskan sambungan video call mereka.
Abi benar-benar dibuat frustasi dengan kemarahan Raya, ia mengusap kasar wajahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
...Belum aja ketauan busukmu Ray, Ray.....
Jangan Lupa yaaa readers kesayangan like, comment and vote di setiap chapternya. Terima Kasih 😘😘