My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Cemburu


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


"Ternyata kami sedang sama-sama melalui masa sulit ya Kak Daniel" desis Hana sambil menyusut air matanya.


"Dan sudah saatnya buat kalian berdua sekarang memulai lembaran baru Hana, percaya sama aku Abi banyak sekali berubah dan dia berubah memang buat kamu, dia pengen menjadi sosok suami yang lebih baik lagi buat kamu. Kamu harus yakin kalo suami kamu itu udah gak sepemarah seperti dulu, kalo kamu udah numbuhin keyakinan itu di diri kamu percaya deh sama aku pasti kamu gak bakal takut lagi sama dia!" Ucap Daniel yang diangguki oleh Hana.


"Aku sedang coba Kak..!".


"Kak Abi sendiri gimana kesehariannya Kak?" Tanya Hana lagi yang sudah mulai bisa menenangkan dirinya.


"Aduuhh Hana, Abi susah diajak menikmati hidup sekarang. Kesehariannya cuma buat kerja dan kerja, dia malah sering banget lembur pake ngajakin aku segala lagi tiap lembur. Bahkan nih ya Han, weekend aja dia masih ngajakin aku ngantor. Ya walaupun uang lembur lancar sih cuma kan aku juga pengen punya waktu buat me time biar gak sumpek sama kerjaan lagi, kerjaan lagi!" Keluh Daniel seakan seperti mengadukan nasibnya pada istri boss nya.


"Masa sih?" Tanya Hana terkekeh.


"Serius, malah kalo aku udah bener-bener males nih aku bakal nekat gak nurutin dia. Biar aja dia lembur sendiri, kerja di weekend sendirian. Ehh enggak sendirian juga sih paling minta sekretaris barunya buat nemenin!" Jawab Daniel.


"Sekretaris baru? Mbak Rena kemana?" Hana seketika berubah masam, membuat Daniel memiliki ide untuk menjahili Abi, hitung-hitung untuk sedikit membalas dendam karena telah terus menerus membuatnya berkutat pada pekerjaan.


"Udah lama resign, semenjak menikah dia gak dibolehin suaminya kerja. Beuhh Hana, sekretarisnya Abi yang sekarang cantik parah, sexy banget. Mantan model, kerjaannya juga bagus. Makanya kemana-mana Abi selalu ngajak Irene, kalo soal kerjaan mantap tuh sekretaris, bisa sangat diandalkan!" Goda Daniel.


"Kak Abi sering lembur berdua sama sekretarisnya?" Selidik Hana penuh kekesalan.


"Enggak sering, cuma beberapa kali aja. Itu juga enggak berduaan, lembur bareng karyawan lain juga. Cuma kalo ketemu klien mereka sering pergi berdua" ralat Daniel tak mau menciptakan huru hara yang besar pada rumah tangga sahabatnya.


"Tapi tetep aja mereka sering ngabisin waktu berduaan!" Cebik Hana penuh kecemburuan.

__ADS_1


"Makanya Hana, kamu harus cepet welcome sama suami kamu. Saingan kamu banyak, enggak cuma sekretarisnya aja. Beberapa klien perempuan banyak yang menggilai suami kamu, bahkan ada yang terang-terangan deketin suami kamu. Kamu lihat sendiri pesona Abi sekarang, kalo perempuan-perempuan nekat di luar sana gak ngelihat Abi ngegandeng kamu lagi, pasti deh makin nekat mereka ngedeketin suami kamu nya!" Daniel semakin memanas-manasi istri sahabatnya yang mulai gusar itu.


"Udah ah ngobrolnya, aku mau tidur. Kak Daniel kalo mau pulang, pulang aja. Makasih udah nemenin aku ngobrol!" Ketus Hana yang langsung meninggalkan Daniel yang sedari tadi menahan tawanya melihat kecemburuan di wajah istri sahabatnya.


Daniel memilih mengikuti Hana dari belakang berniat untuk berpamitan pada seluruh keluarga, tetapi sepertinya Hana benar-benar tengah kesal hingga saat berbalik menatapnya, Hana langsung menyemburnya tanpa ampun.


"Ngapain ngikutin aku, bukannya pulang sana udah malem juga?".


"Aku mau pamitan dulu Hana, kok kamu jadi marah-marah ke aku?" Daniel benar-benar menikmati kekesalan Hana saat ini.


"Siapa yang marah-marah? Aku tuh kesel sama Kak Daniel, kalo jadi bawahan tuh harus patuh sama atasan. Kalo disuruh lembur ya lembur, bukannya malah ngebiarin suami aku lembur sama sekretarisnya!" Sembur Hana.


"Ak__!" Belum sempat Daniel meneruskan ucapannya, lagi-lagi Hana menyelaknya dengan nada kesal.


"Aku mau tanya sama Kak Daniel, sebenernya Kak Daniel itu posisinya sepenting apa sih? Kok ya bisa-bisanya suami aku justru sering ketemu klien bareng sekretaris barunya dinimbang bareng Kak Daniel?" Sinis Hana.


"Atau jangan-jangan Kak Daniel sengaja ya ngasih kesempatan mereka berdua buat makin deket?".


"Apa?" Pekik Daniel terkejut, tak menyangka jika Hana mampu berfikiran sejauh itu.


"Ishh, udah ah. Aku males ngomong sama Kak Daniel lagi. Kalo besok-besok Kak Daniel beralasan lagi kalo diajak lembur suami aku awas aja! Ehh enggak deh, aku gak bakal ngebolehin Kak Abi lembur-lembur lagi, enak aja!".


Jujur Daniel kehabisan kata-kata menghadapi kecemburuan Hana saat ini, jadi ia memilih diam sambil terus tersenyum. Ia pun kembali melangkahkan kakinya di belakang Hana masuk ke dalam mansion untuk berpamitan pada semua anggota keluarga.


***


Di dalam kamar Abi, Abi yang baru saja menyelesaikan makan malamnya dan tengah sibuk mengkroscek beberapa file kerja di emailnya dikejutkan dengan dering ponsel yang terpampang nama dan foto istrinya.


Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang, Abi langsung beralih dari laptopnya untuk mengangkat panggilan telfon istrinya tersebut.

__ADS_1


"Kak Abi kok enggak bilang kalo Mbak Rena udah resign dan sekarang udah ganti sama sekretaris yang baru?" Sembur Hana begitu panggilan telfonnya ia angkat.


"Apa?" Pekik Abi kebingungan.


"Kenapa Kak Abi bisa-bisanya lembur bareng sekretaris baru Kakak? Kenapa malah sering ngajak sekretaris baru Kak Abi buat ketemuan sama klien?" Hana terdengar mulai terisak.


"Hah?" Jujur Abi benar-benar dibuat bingung dengan pembicaraan istrinya saat ini.


"Kak Abi emang sengaja pendekatan sama Arine?" Tanya Hana disela isakannya.


"Maksud kamu Irene?" Abi membetulkan kesalahan penyebutan nama yang diucapkan istrinya tadi yang tanpa ia sadari justru makin menyulut amarah sang istri.


"Tuh kan sampe gak rela gitu aku salah sebut nama sekretaris baru kamu itu!" Salak Hana.


"Bukannya begitu Sayang, emang nama dia Irene bukan Arine!" Lagi Abi seperti tidak peka dengan kemarahan istrinya tersebut.


"Ahh aku gak peduli, mau namanya Irene kek, Arine kek, Norine kek bodo amat. Yang aku tau katanya Kak Daniel dia itu mantan model kan? Kak Abi tuh emang sukanya perempuan dari kalangan model ya hah?" Sembur Hana lagi membuat Abi semakin kebingungan.


"Daniel sialan!" Umpat Abi yang yakin telah membuat istrinya uring-uringan seperti sekarang, tetapi sedetik kemudian senyumnya mengembang tersadar jika sang istri tengah dilanda kecemburuan.


"Iya sih, mereka itu cantik-cantik banget. Body mereka juga tinggi sexy gitu, imbanglah sama kamu tinggi kekar. Sedangkan aku apa coba? Pendek, gak sexy, kayak anak kecil. Dulu aja tiap jalan aku selalu dianggap adek kalo gak ponakan kamu, ngeselin kan?" Hana makin terisak membandingkan dirinya.


"Irene itu adik sepupu aku yang tinggal di Jerman sama mantan suaminya dulu, sekarang dia udah bercerai dan kembali ke Indonesia sama anak satu-satunya yang umurnya tiga tahun. Dia emang model pas di Jerman, tapi pas balik ke sini ditawarin modeling lagi gak mau, yaudah karena kebetulan Rena resign aku tawarin posisi sekretaris yang ditinggalin Rena dan dia mau. Lagian Irene juga lagi deket kok sama salah satu aktor kita, denger-denger mau tahap buat nikah!" Jawab Abi menjelaskan sambil senyum yang terus dikulum membayangkan reaksi Hana saat ini.


"Kak Daniel rese ihh, nyebelin!" Gerutu Hana langsung mematikan sepihak sambungan telfon mereka.


Abi langsung tergelak mendengar umpatan istrinya untuk sang sahabat.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2