My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Sesi Wawancara


__ADS_3

Hari ini keluarga Abi secara resmi datang melamar Hana, dia membawa seserahan untuk Hana. Acara lamaran sederhana namun hikmat.


Suasana berbeda terasa di rumah Hana malam ini, banyak awak media yang meliput acara lamaran Abi dan Hana yang terkesan tiba-tiba, karena sebelumnya memang tak pernah ada kabar apapun dari seorang Alexander Abimanyu Raffan tentang dengan siapa ia menjalin hubungan.


Rumah sederhana yang biasanya sepi, tiba-tiba sangat ramai. Hafidz sengaja mengekspos lamaran cucunya sesuai janjinya.


Di dalam rumah setelah acara lamaran digelar, Hana tiba-tiba mengajukan sebuah syarat. Dia ingin setelah menikah Ibunya bersedia tinggal di rumah Hafidz agar Hana tenang dalam menjalani rumah tangga bersama Abi dan meminta kesediaan keluarga besar Raffan untuk menerima sang Ibu.


Irma sempat menolak karena merasa tak enak hati, tapi Hana mengancam jika Ibunya tak mau menuruti permintaannya lebih baik pernikahannya dibatalkan saja. Sedangkan keluarga Raffan sendiri sebenarnya dengan senang hati menerima Irma di tengah-tengah meraka. Mau tidak mau karena ancaman Hana, Irma pun menyetujui permintaan Putrinya.


Acara yang sederhana itu akhirnya diakhiri dengan konfrensi pers oleh Abi dan Hana. Mereka berdua menemui awak media yang dari tadi masih setia menunggu Hana dan Abi di luar rumah.


Riuh tepuk tangan pun menyambut kedatangan Abi dan Hana, bermacam pujian pun terlontar untuk Hana dan Abi. Di depan rumah sudah disediakan bangku untuk Hana dan Abi duduk selama sesi wawancara berlangsung.


"Sebelumnya kami awak media mengucapkan selamat atas acara lamaran kalian berdua. Kalo kita semua boleh tau nih Mas Abi, berapa lama kalian pacaran sampai akhirnya memutuskan untuk melamar Mbak Hana?" Tanya seorang awak media dari salah satu televisi.


"Sebenernya Hana ini anak temen Mamah, awal ketemu kita beberapa bulan yang lalu. Dan ternyata Hana ini adalah penggemar berat saya. Pas kita ketemu kita langsung klik, bisa dibilang kita saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Karena sama-sama udah cocok yaaa lebih baik kita langsung ke tahap yang lebih serius" jawab Abi santai.


"Daebak.. kemampuan aktingnya luar biasa, gw yang tau dia pura-pura aja tetep percaya omongan dia" ucap Hana dalam hati, sambil menatap ke arah Abi takjub dengan kata-kata yang dilontarkan calon suaminya.


"Yang kita tau nih Mas Abi, Mbak Hana kan masih SMA. Apa iya benar rumor yang mengatakan kalo pernikahan kalian yang tiba-tiba ini karena Mbak Hana sudah berbadan dua?" Tanya seorang wartawan lainnya.


Hana yang terkejut dengan pertanyaan wartawan itu langsung berdiri menjawab pertanyaan itu dengan menggebu-gebu.


"Dapat kabar darimana Mas hah? Sembarangan aja, maaf ya Mas, Mas punya bukti apa kalo saya udah berbadan dua? Diapa-apain aja belum saya, masa udah berbadan dua aja? Saya ini masih gadis Mas, masih perawan jadi jangan bikin berita yang aneh-aneh!" Kesal Hana membuat semua yang hadir ternganga, sedangkan Abi tertunduk dengan menutup tangan di wajahnya karena malu dengan ucapan Hana yang lepas begitu saja.


Hana yang masih kesal tetap berdiri melipatkan kedua tangannya di bawah dadanya dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


Abi kemudian menarik lengan Hana untuk kembali duduk, saat sudah duduk Abi pun berbisik ke Hana, "lo bisa gak anggun dikit? Jangan langsung mencak-mencak gini, pake lo bawa-bawa lagi keperawanan lo!".


"Ya haruslah Ka, biar mereka gak sembarangan bikin berita" sahut Hana juga berbisik.


"Gak perlu juga kali, toh nanti kita gak sampe punya anak kok dalam pernikahan kita nanti" ucap Abi lagi, membuat Hana terdiam


Raut wajahnya tergambar luka yang teramat sakit dengan perkataan yang baru saja dilontarkan Abi.


Sepanjang sesi wawancara berlangsung Hana lebih banyak diam, ia berusaha sekeras mungkin agar tidak menangis saat ini, meskipun dadanya terasa amat sesak.


Selesai wawancara, Hana langsung masuk ke dalam rumah terlebih dahulu, disusul Abi dari belakang. Abi menyadari perubahan mood Hana berusaha untuk memberi penjelasan kepada Hana namun panggilannya tak sama sekali diperdulikan Hana.


"Hana gw mau ngomong" ucap Abi menahan langkah Hana dengan memegang tangannya.


"Aku capek banget Ka, maaf! Besok aja kita ngobrolnya" sahut Hana tanpa mau melihat ke arah Abi.


"Bu, Mah, Pa, Kakek, Mas Angga, Hanum dan Ka Daniel maaf Hana tinggal duluan ya ke kamar. Hana capek banget, kepala Hana agak pusing, Hana mau istirahat dulu di kamar" pamit Hana kemudian langsung masuk ke kamarnya.


Di dalam kamar Hana langsung melucuti semua perhiasan dan kebayanya, ia berganti dengan piyama tidurnya. Ketika membersihkan riasannya, Hana menatap kaca besar meja riasnya, mengasihi dirinya sendiri.


"Dasar cewek gak tau diri, bisa-bisa nya lo lupa kalo dia gak pernah nganggep serius hubungan ini. Tapi kenapa dia harus bersikap manis sih selama ini, ngebuat gw makin jatuh cinta aja? Apa gw nya yang ke pede an?" Keluh Hana sambil terus berderai air mata.


Malamnya saat semua sudah pulang, Irma mengetuk pintu kamar Hana. Hana yang masih belum tidur enggan untuk membukakan pintunya. Ia tau Ibunya datang hanya untuk mengintrogasinya, jadi Hana lebih memilih mengabaikan kedatangan Ibunya, ia berharap Irma berfikir jika Hana sudah tidur.


Irma pun sepertinya menyerah, tak terdengar suara ketukan lagi. Hana melanjutkan perselancarannya di sosmednya.


Hana berhenti scrolling ketika melihat akun milik Abi meng upload beberapa foto lamarannya tadi. Hatinya sempat berbunga-bunga, namu seketika ingatannya kembali pada saat Abi mengucapkan kata-kata yang menyakiti hatinya, ia pun langsung keluar dari aplikasi ig nya.

__ADS_1


***


Esok harinya, Hana telah rapi dengan seragam putih abu-abu dan ranselnya. Ia pun keluar kamar hendak sarapan sebelum berangkat sekolah.


Hana sempat kaget mendapati Abi yang suduh duduk manis mengunyah roti selai coklatnya. Pandangan mereka bertemu, Hana mencoba untuk masa bodo tapi tidak dengan Abi ia tersenyum senang seakan-akan tidak pernah melakukan kesalahan.


Hana menarik kursi sebelah Abi dengan kasar seakan-akan ingin menunjukan kekesalannya.


"Kamu kenapa sih Han, judes gitu sama calon suami kamu?" Tanya Irma tidak suka dengan sikap yang ditunjukkan Hana.


"Gak kenapa-kenapa" jawab Hana santai kemudian meminum susu coklatnya.


"Ngambek dia Bu, minta cepet punya momongan tapi aku nya belum mau" sahut Abi jahil yang membuat Hana memelototkan matanya ke arah Abi.


"Nikah aja belum udah mau langsung punya momongan, ngaco kamu Han" ucap Irma.


"Enggak kok Bu, jangan dengerin Ka Abi. Dia mah ngaco!" Sahut Hana mencebikan bibirnya.


"Dengerin lah, aku kan mantu kesayangan Ibu" Abi membanggakan dirinya.


"Geli ih! Udah ah Hana mau berangkat, takut telat" ucap Hana kemudian menghampiri Ibunya dan mencium punggung tangannya seraya berpamitan.


"Kaka anter ya calon istri" goda Abi, Hana tak sama sekali menggubris Abi. Ia terus berjalan keluar rumah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...**Ngeselin ya Abi, gak peka banget. Kan kasihan Han terus-terusan dibikin sakit hati, sabar yaaa Hana, sabar.....

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote nya di tiap chapternya ya. Masukin juga di list favorite kamu, terima kasih untuk yang terus membaca karya pertama aku ini 😘😘**


__ADS_2