
Di sini lah mereka saat ini, di apartemen milik Abi. Setelah mendapat izin dari Papanya, sepulang sekolah Hanum diantar Hana ke rumahnya untuk mengambil pakaian dan keperluan selama tinggal bersama Hana.
"Emang berapa lama laki lo di Paris?" Tanya Hanum saat merapikan barang-barangnya di ruang tidur tamu.
"Enggak tau, dia cuma bilang secepetnya balik!" Jawab Hana.
"Lo kenapa sih Han ngizinin laki lo pergi? Gak takut gitu?" Hanum mendekati Hana yang saat ini sedang duduk di atas ranjang.
"Takut, takut banget malahan. Gue pun juga gak tenang Num, gue gelisah. Siapa sih yang tenang ngeliat lakinya nemenin mantannya, jauh dari pengawasan lagi. Tapi enggak tau kenapa sewaktu gue berantem hebat, otak gue malah ngasih pilihan supaya ngebolehin dia pergi tapi gak pas saat gue sama Ka Abi baru aja .. emh..!" Hana sedikit bingung untuk menyebutkan kegiatan malam pertama mereka.
"Iya gue ngerti maksud lo! Alesan dia mau nemuin Raya apa?".
"Dia takut ngerasa bersalah kalo sesuatu yang buruk terjadi sama Raya, dan Ka Abi juga bilang setelah Raya membaik dia bakal ngomong dari hati ke hati kalo emang mereka gak bisa sama-sama lagi!" Jawab Hana yang saat ini sudah merebahkan tubuhnya.
"Dan lo percaya?" Selidik Hanum.
Hana hanya menatap bingung ke arah sahabatnya, ia sendiri sebenarnya tak tahu apakah ia juga mempercayai suaminya.
"Oke, mungkin lo percaya sama Abi, tapi gimana dengan Raya. Lo yakin dia gak akan bertingkah gitu?" Lagi Hanum membuat Hana diliputi keraguan dan kegelisahan.
"Gue bilangin ya Han, minta laki lo balik ke Indonesia. Gak perlu nunggu tuh perempuan bener-bener membaik. Makin lama laki lo sama tuh perempuan, makin membahayakan hubungan lo sama laki lo!" Saran Hanum tegas.
"Gue harus gimana?" Tanya Hana dengan gugup, ucapan Hanum benar-benar memperngaruhi fikirannya saat ini.
__ADS_1
"Ya suruh dia balik lah, secepetnya! Bodoh..!" Jawab Hanum kesal.
***
Malam di Paris..
Abi merebahkan tubuhnya di atas ranjang setelah melakukan video call dengan istrinya, kepalanya terasa pening mengingat bagaimana Hana memintanya untuk secepatnya kembali ke Indonesia, meskipun sebenarnya dirinya menginginkan hal yang sama.
"Kenapa lo Bi?" Tanya Mike menghampiri Abi yang tengah asyik menatap langit-langit kamarnya.
"Hana minta gue balik secepetnya!" Jawab Abi menoleh sekilas ke arah Mike yang sudah ikut berbaring di sebelahnya.
"Lagian lo ada-ada aja deh ah, ogeb banget. Ngapain juga lo masih peduli sama mantan lo?" Mike sudah mengetahui garis besar masalah yang terjadi pada temannya itu, bahkan tentang pernikahan antara dirinya dan Hana sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada istrinya.
"Gak sepenuhnya salah lo juga kali, salah dia juga lah. Kalo emang dia sayang sama lo, gak bakal dong dia tega selingkuh di belakang lo apapun alesannya bahkan gue ngiranya dia beneran udah putus sama lo and udah move on dari lo ngeliat gimana intimnya dia sama tuh cowok!" Jelas Mike mengingat beberapa kali bagaimana dia memergoki aksi Raya dan Nico.
Sejenak Abi terdiam mencerna kata-kata temannya itu, menelaah apakah keputusannya benar dengan datang menemui mantan kekasihnya.
"Kemaren gue ciuman sama Raya!" Lirih Abi penuh sesal.
"What the f*ck??? Lo gila Bi?" Geram Mike dengan suara yang menggelegar, ia pun menatap tajam ke arah Abi yang saat ini sedang memejamkan matanya.
"Gue bingung kemaren Mike, dia tiba-tiba histeris, mukul-mukul dirinya sendiri. Gue kalut gue tarik aja dia, gue cium dia biar dia tenang!".
__ADS_1
"Emang harus gitu lo cium?" Kesal Mike.
"Yaa karena awalnya gue nolak dia, dia jadi histeris. Tapi lo tau gak Mike, pas abis kejadian itu gue nelfon bini gue dan dia bilang dia kebangun karena mimpi buruk, see segitu kuatnya batin dia!".
"Lo bilang ke bini lo kalo lo nyium Raya?" Tanya Mike penasaran.
"Ya enggak lah, gila kali! Tapi gue ngerasa bersalah banget sama Hana, gue bingung Mike!" Abi mendesah berat.
"Mungkin feeling istri lo kuat banget Bi makanya dia minta lo balik secepetnya! Gue kasih saran nih ya Bi, mending lo jujur aja sama Hana, minta maaf sama dia. dan cepet-cepet deh tuh lo balik ke Indonesia!" Saran Mike.
"Gue enggak sanggup ngeliat wajah kecewa dia Mike!" Desah Abi.
"Tapi lo udah bener-bener ngecewain dia Bi, lo kudu tegas sama pendirian lo. Mau sampe kapan lo nyakitin istri lo terus Bi, cewek semuda Hana lho Bi kuat banget ngadepin kalian cuma bermodalkan cinta sama lo. Antara bodoh dan polos Hana itu!" Mike tersenyum miris membayangkan seorang Hana.
"Ya gue harus tegas Mike, lo bener. Setelah Raya membaik gue pastikan buat tegas sama dia kalo gue udah selesai dan pengen hidup tenang sama Hana. Untuk saat ini gue belum tega sama Raya, apalagi Dokter bilang dia masih sangat labil dan masih bisa ngulangi tindakan bodoh dia. Gue gak mau Mike tenggelam dengan rasa bersalah kalo sesuatu yang buruk terjadi sama dia!" Ucap Abi.
"Dan lo rela memperlakukan Hana kayak gini? Lo gak merasa bersalah gitu udah khianati Hana? Lo sendiri gak suka kan dikhianati tapi apa yang lo lakuin sekarang adalah salah satu bentuk pengkhianatan ke istri lo!" Telak Mike.
"Cuma sampe Raya membaik, dan gue enggak mau lagi berurusan sama dia. Gue pastikan itu!" Sahut Abi yakin.
"Terserah lo Bi, gue udah coba ngingetin. Setelah 2 minggu gue balik lagi ke Indonesia, kalo lo masih lama pake aja apartemen ini selama lo mau! Gue balik ke kamar dulu!" Ucap Mike kemudian meninggalkan Abi yang masih termenung dengan ucapan-ucapan Mike.
"Maaf sayang, sabarlah sebentar lagi dan aku janji setelah ini aku gak akan ngecewain kamu lagi!" Batin Abi saat wajah Hana hadir di pelupuk matanya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=