
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Maaf Mas saya terpaksa memutus sepihak sambungan video tadi, saya harus menenangkan Hana secepat mungkin" Satu jam setelah sambungan video mereka terhenti, akhirnya Diana kembali menghubungi Abi melalui sambungan telfon biasa.
"Bagaimana dengan istri saya sekarang, Dok?" Tanya Abi benar-benar ingin tau.
"Sekarang Hana sudah baik-baik saja, sudah tidur!" Jawab Diana.
"Apa yang terjadi dengan istri saya Dok tadi?" Abi benar-benar tak bisa menahan rasa penasarannya.
"Tadi Hana mengalami serangan panik ketika Mas Abi bilang mau datang ke rumah sakit. Dan seperti biasa jika Hana berhadapan dengan Mas Abi, dia pasti pee di tempat. Bedanya sekarang Hana menyadari jika ia pee dia akan merasa malu, tidak seperti dulu" Jawab Diana.
"Sampai kapan Dok Hana akan seperti ini berhadapan dengan saya?" Abi benar-benar merasa frustasi dengan keadaan sang istri jika berhadapan dengan dirinya.
"Saya tidak bisa memastikannya Mas Abi, trauma yang dialami Hana cukup berat. Saya hanya bisa meminta Mas Abi bersabar dan terus mencoba melakukan pendekatan pada Hana sehalus mungkin agar Hana bisa kembali menerima kehadiran Mas Abi, karena kalo saya lihat sebenarnya ia ingin sekali berada di dekat Mas Abi, tetapi traumanya seakan membuat alam sadarnya agar membentengi dirinya dengan diri Anda. Ini berat Mas Abi untuk Hana!" Penjelasan Diana begitu membuat Abi terpukul.
"Tapi sejauh ini keseluruhan kondisi Hana sudah sangat membaik dan dia siap kita pindahkan ke Amerika jika memang keluarga ingin membawa Hana!" Lanjut Diana lagi.
"Baik Dok, akan saya bicarakan dengan keluarga nanti. Terima kasih untuk semua yang sudah Dokter lakukan pada istri saya selama ini, terima kasih untuk telah tulus menyayangi Hana Dok!" Sahut Abi.
***
Malamnya seperti biasa Abi akan mendatangi Hana yang sudah terlelap, dia juga selalu menghabiskan waktu 2-3 jam untuk sekedar melepas penat di samping istrinya.
"Malam Sayang!" Sapanya lirih, kemudian mengecup sekilas pipi sang istri yang tengah berbaring miring.
__ADS_1
Abi terus menerus menatap lekat sang istri, mwngobati rindu yang tidak seluruhnya terobati. Karena rindu yang akan benar-benar terobati adalah ketika Hana akan selalu menyambut kedatangannya dengan begitu hangat dan senyuman lepas tanpa sama sekali terlihat gugup atau pun takut.
"Sampai kapan Sayang? Kapan waktu itu akan dateng, waktu dimana kamu menyambut kepulanganku dengan pelukan hangat serta binar bahagia. Aku kangen sama kamu, kangen sekali!" Ucap Abi lirih duduk di sebelah ranjang sang istri.
***
Dan siang ini, seminggu setelah mengurus segala keperluan Hana untuk pindah ke Amerika suasana cukup riuh, karena semua telah berkumpul di ruang perwatan Hana, tentu tanpa kehadiran Abi yang memilih menunggu di luar kamar perawatan Hana sambil sesekali menengok ke dalam untuk melihat sosok cantik istrinya.
"Harus ya Hana ke sana?" Tanyanya sendu.
"Kakek sama Nenek yang di sana mau kenal sama Hana, Hana kan belum terlalu kenal sama Kakek-Nenek yang di sana. Nenek masakannya enak banget lho, pasti Hana suka dan betah tinggal di sana!" Jawab Kinan.
"Ibu ikut?" Tanya Hana kali ini melihat ke arah Ibunya.
"Enggak Sayang, Ibu tunggu di sini aja, Ibu tunggu Hana pulang aja ya. Nanti Mamah Kinan kan ikut sama Hana, di sana juga ada Juna, ada Nara, ada Hanum. Hana kangen kan sama mereka?" Irma tahu betul jika puterinya sangat berat untuk pergi.
"Hana kangen sih sama mereka, tapi nanti kalo Hana kangen sama yang di sini gimana?" Hana terlihat begitu sendu.
"Emmhh.. Itu.. ehhhhh __!" Hana menatap satu per satu seluruh keluarga yang berkumpul di kamarnya, ia seakan ingin mengutarakan sesuatu namun terlihat begitu ragu-ragu.
"Hana mau nanyain Kak Abi?" Tebak Kinan tersenyum yang diangguki oleh Hana dengan wajah tersipu.
"Kak Abi ada di depan, Hana mau ketemu?" Tawar Kinan, ia pun sangat berharap Hana mulai berani berinteraksi dengan sang suami.
"Hana mau, tapi Hana takut!" Suara Hana begitu lirih, ia juga menundukkan kepalanya dengan raut wajah sedih.
"Enggak usah takut Cantik, di sini kan banyak orang. Lagian Mas Abi enggak jahat kok, dia banyak berubah sekarang. Dia cinta sama Hana, Hana harus percaya itu!" Rayu Diana yang juga berada di sana.
Hana kembali menatap satu per satu keluarganya, seakan ingin mencari kekuatan serta mencoba memberikan kepercayaan pada dirinya sendiri jika apa yang dikatakan Diana benar adanya.
__ADS_1
"Hana ma, mau ketemu Kak Abi. Tapi Kak Abinya jangan dekat-dekat Hana!" Sahut Hana gugup.
"Kalo gitu Ibu Dokter panggilkan ya.." Diana pun keluar ruangan dan menemui Abi yang berdiri di depan pintu mengamati suasana kamar sang istri dari kaca kecil di pintu.
"Hana mau ketemu Mas Abi..!" Ucap Diana ketika ia sudah di depan Abi.
"Ap.. Apa.. Dokter?" Tanya Abi seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Diana.
"Iya Mas Abi, Hana mau ketemu sama Mas Abi. Tapi ia meminta supaya jangan terlalu mendekat. Apa tidak apa-apa Mas?".
"Alhamdulillah ya Allah, tidak apa-apa Dok saya mau!" Abi begitu bersyukur dengan keajaiban yang baru saja dia terima.
Dan dengan perasaan bahagia yang meluap-luap, Abi melangkah masuk ke dalam kamar perawatan Hana. Dan begitu sampai di dalam kamar ia langsung menghentikan langkahnya hingga berjarak beberapa meter dari Hana yang duduk di atas ranjangnya.
Abi tersenyum hangat ketika Hana menatapnya dengan gugup, setelah beberapa saat hanya saling menatap Hana memberanikan diri untuk menyapa sang suami.
"Kak, Kak Abi apa kabar?" Tanya Hana terbata-bata.
"Baik Sayang, aku baik banget. Kamu apa kabar?" Abi masih bisa melihat jika Hana berusaha menepis kepanikannya berhadapan dengan dirinya.
"A..Aku.. aku juga baik. Emh.. aku mau berangkat ke Amerika!" Hana hanya menatap sekilas-sekilas ke arah suaminya.
"Iya Sayang aku tau!" Sahut Abi, sungguh saat ini Abi sangat ingin mendekati Hana dan memeluknya dan juga menghujami wajah Hana dengan kecupan-kecupan.
"Doakan Hana ya Kak..!" Pinta Hana.
Selama Hana dan Abi berinteraksi, seluruh keluarga merasakan haru yang teramat sangat. Sungguh kemajuan pesat untuk Hana bisa kembali berhadapan dengan suaminya, meskipun masih terlihat kepanikan dan kegugupan pada diri Hana.
"Selalu Sayang, tanpa diminta pun aku akan selalu mendoakan kamu. Cepat sembuh ya, cepat pulang. Aku bakal selalu nunggui kamu, kita semua nungguin kamu!" Sahut Abi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=