My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Kekagumannya ..


__ADS_3

Abi begitu terkagum-kagum dengan penampakan apartemennya sekarang, karena ini kali pertamanya Abi kembali setelah beberapa minggu tinggal di mansion.


Bukan ia tak tahu juga jika sang istri mulai merubah apartemennya karena Hana sendiri selalu meminta izin jika ingin membeli sesuatu kebutuhan apartemennya atau saat mereka tengah bercerita sesaat sebelum tidur, Hana akan dengan semangat melaporkan perkembangan dekorasi ulang apartemen mereka.


Atau ketika ia teringat ucapan lugu istrinya ketika akan membeli sesuatu, "aku mau beli ini ya Kak, Kakak udah gajian belum, punya uang enggak? Kalo enggak pake uang aku aja belinya atau kita patungan?", membuat Abi tersenyum lucu mengingatnya. Sombong sekali istri kecilnya itu sejak ia memberitahu jika tabungannya habis untuk membayar pinalti pembatalan kontrak sepihaknya.


"Jangankan cuma beli itu aja, mau sekalian beli pabriknya aku masih sanggup?" Kadang Abi membalas karena saking gemasnya dengan celoteh Hana.


"Idihh belagu banget, palingan ngebon dulu sama Papa kalo gak Kakek" cibiran Hana tersebut berhasil membuatnya tertawa ketika mengingatnya.


"Kamu kenapa ketawa sendiri gitu?" Pertanyaan Hana sontak membuatnya terlonjak kaget karena ia baru sadar jika Hana berjalan di belakangnya.


"Ini beneran kamu yang desain interiornya? Kamu juga yang dekorasi isi apartemen kita, Hana Almaira Puteri kamu keren?" Tanya Abi tak bisa menyembunyikan kekagumannya.


"Masih dibantu Om Danu Ka?" Jawab Hana merendah.


"Om Danu?" Abi mengrenyitkan dahinya bingung.


"Teman Ayah di kantor dulu, Om Danu masih suka pesan kue dari Ibu sampe sebelum Ibu sakit waktu itu. Om Danu juga sering ngasih aku santunan karena aku anak yatim. Lagian kan waktu itu aku juga pernah minta izin sama kamu pas ngajak Om Danu ke sini buat ngelihat apartemen kita biar bisa nentuin konsep yang pas dan sesuai kemauanku!" Jawab Hana panjang lebar.


"Masa sih? Kok aku enggak inget!" Tanya Abi lagi, ia benar-benar lupa apakah istrinya pernah meminta izinnya.


"Idihh kebiasaan nih Kakek Abi, lupaan!" Ledek Hana.


"Udah yuk kita lihat ruangan lain!" Ajak Hana bangga menarik lengan suaminya.


Benar saja setiap ruangan membuat Abi berdecak kagum atas karya sang istri.


"Suka enggak?" Tanya Hana bergelayut manja pada lengan suaminya.


"Kamu bener-bener berbakat tau enggak?" Puji Abi mencium dalam puncak kepala istrinya.


"Sekaraaaaang, kita ke kamar kita yuk!" Lagi dengan bersemangat dan berbangga hati Hana kembali menarik tangan suaminya ke kamar tidur mereka di lantai dua.

__ADS_1


Sebelum masuk ke dalam kamar, Hana meminta Abi untuk menutup matanya.


"Biar surprise!" Bisik Hana membuat Abi terkekeh.


"Awas jangan coba-coba ngintip!" Hana memperingati suaminya dengan suara mengancam namun tetap tersenyum sambil membuka pintu kamar mereka.


"1,2,3 ..... Kak Abi boleh buka mata. Taraaaaaaa.. Ini kamar kita yang baru, semoga Kak Abi juga suka ya?" Ucap Hana bersemangat saat mereka sudah sampai di dalam kamar mereka.


Benar saja, kesan ceria namun elegant membuat Abi kembali kagum dengan bakat istrinya. Bahkan ia dengan sungguh-sungguh memperhatikan detail kamar mereka hingga ke kamar mandi, walk in closet serta balkon semua dirubah Hana dengan begitu mengagumkan.


Hana terus mengikuti langkah suaminya yang sedang asyik mengagumi hasil karyanya.


"Furniture nya kamu nge desain sendiri juga?" Tanya Abi saat sadar furniture mereka tak pasaran.


"Iya biar exclusive, tapi tetep masih dibantu Om Danu. Hehe..!" Jawab Hana bangga.


"Kamu suka kan Ka?" Tanya Hana yang mengikuti langkah suaminya ke arah tempat tidur.


"Suka, suka banget. Boleh lah aku kenalan sama Om Danu itu sekalian mau ngucapin terima kasih!" Ucap Abi tulus.


Mereka sempat berciuman sesaat, kemudian menarik Hana ke dalam dekapannya. Abi mendudukan Hana membelakanginya sehingga ia bisa meletakan dagunya di pundak Hana.


"Kamu bener-bener berbakat lho Sayang jadi designer interrior. Kuliah ya mau? Biar bisa mendalami ilmu interrior kamu!" Tawar Abi sambil sesekali menciumi sela leher Hana.


"Iya, nanti. Kakak beneran suka kan penampilan apartemen baru kita?" Tanya Hana yang asyik memainkan jari-jari panjang suaminya.


"Suka..!" Jawab Abi singkat masih terus menyesap leher Hana yang ia rasa semakin manis.


"Kayaknya aku mau ngerayain keberhasilan aku deh udah bikin Kak Abi suka sama karya aku, aku..!" Kalimat Hana menggantung di udara karena dengan gerakan cepat Abi membalikan tubuh Hana menghadap dirinya.


"Yupz kamu bener kita emang harus ngerayain ini!" Ucap Abi dengan tatapan menggoda, Hana yang masih mencerna ucapan suaminya justru terkejut saat sang suami memulai aksinya.


"Kakak lepas ihh, bukan begini maksud aku tapi perayaan macem syukuran!" Hardik Hana berusaha melepaskan diri dari suaminya yang terus mencoba memancing burahinya.

__ADS_1


"Itu nanti bisa kita omongin, sekarang kita rayain dengan cara kita dulu. Perayaan penuh cinta!" Sahut Abi dengan suara parau dan dengan keahlian yang sudah sangat terlatih kini mereka berdua tengah menikmati perayaan versi mereka dengan penuh gairah.


Abi masih mengungkung dan terus menciumi wajah istrinya meskipun ia dan Hana sudah mendapatkan pelepasan mereka.


"Kak Abi udah ihh, nyingkir dari badan aku sih, engap ini!" Perintah Hana kesal.


Dengan terpaksa Abi menyingkir dari atas tubuhnya ia pun langsung mendekap tubuh polos istrinya dan lagi-lagi menghujani wajah mulus Hana dengan kecupan.


"Kak Abi kenapa? Ada apa?" Tanya Hana menatap lembut manik mata hazel suaminya sambil terus mengusap wajah kokoh bersimbah keringat Abi.


"Entahlah, aku cuma ngerasa terus-terusan kangen sama kamu!" Jawab Abi yang juga melakukan hal yang sama seperti yang istrinya lakukan , mengusap wajah mungil Hana yang juga basah karena keringat.


"Hahaha.. Kan tiap hari kita sama-sama terus masa kangen?" Ucap Hana sedikit geli dengan tingkah suaminya.


Abi tak menyahuti ucapan istrinya, ia justru kembali mencium bibir istrinya dalam.


"Kak Abi kebiasaan deh ahh kalo diajak ngobrol pasti nyium begini!" Gerutu Hana, ia pun membalikkan tubuhnya membelakangi Abi namun tetap menjadikan lengan suaminya sebagai bantal dan memeluk tangan suaminya satu lagi yang melingkar di perutnya.


"Aku tuh enggak mau kita sering-sering begini Kak, aku takut nanti Kakak bosen sama aku. Tiga hari yang lalu dua pegawai mua aku terlibat obrolan tentang masalah ranjang, mereka bilang kalo bisa jangan sering-sering nanti aku atau kamu bosen. Aku gak mau kejadian begitu menimpa kita!" Curhat Hana, ia meletakan telapak lebar dan hangat suaminya di pipinya.


"Enggak begitulah, malah justru aku semakin kangen sama kamu. Kamu tuh nagih tau gak? Rasanya pusing kalo kangen sama kamu, kerjaan aku masih numpuk. Pengennya langsung pulang aja ngerjain kamu!" Ucapan absurd sang suami berhasil membuat Hana menyikut ulu hati suaminya dan membuat Abi mengaduh cukup kencang.


Sejenak mereka saling diam meskipun gerakan tubuh mereka tetap aktif, Hana yang masih asyik memeluk lengan suaminya, sedang Abi yang masih terlena menghirup aroma tubuh istrinya.


"Aku tuh seneng banget posisi kayak gini Kak, dipeluk dari belakang sama kamu. Rasanya aku tuh kayak dijagain banget sama kamu, dilindungi banget. Ngerasa aman dan nyaman!" Ucap Hana kemudian menengok sebentar ke wajah suaminya untuk memberikan senyum tulus pada sang suami.


Namun hal itu tak bertahan lama, karena sekarang Hana justru mendelik tajam ke arah suaminya dengan tatapan kesal.


"Kamu mah mau posisi kayak gimana juga tetep ngacauin suasana!" Sungut Hana.


"Kenapa sih?" Tanya Abi bingung.


"Itu si Perkasa ngapain bangun lagi?" Sembur Hana membuat Abi terbahak-bahak.

__ADS_1


"Once again (Sekali lagi)!" Ucap Abi dengan lihai membalikan tubuh istrinya dan kembali mengungkung Hana di bawah tubuh kekar Abi. Dan semua kembali ke awal, menikmati siang erotis mereka dengan penuh cinta.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2