My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Mas Angga


__ADS_3

Selesai melaksanakan shalat subuh Hana beranjak ke dapur untuk melihat Ibunya, seperti hari-hari biasanya, Ibunya sibuk mempersiapkan dagangannya. Dia bersiap mulai dari jam tiga pagi, selesai melaksanakan shalat malam, dia bergegas membuat dagangan. Berhenti sejenak untuk melaksanakan kembali shalat subuh. Biasanya Ibu Irma akan selesai sebelum pukul 6 pagi, lalu pergi ke kiosnya dibantu oleh Hana.


"Bu..!", sapa Hana. Hana terlihat sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Udah rapi Han?", tanya Ibu Irma basa-basi.


"Iya Bu, Hana baru selesai sholat dan ngecek buku pelajaran yang mau Hana bawa. Ada yang mau Hana bantu Bu?", tanya Hana.


"Kamu rapiin pastel ini aja ya Han, semua udah selesai kok. Ibu mau mandi, mau siap-siap dulu".


Hana pun mengangguk kemudian memasukan pastel-pastel tersebut ke box berwarna putih bening berukuran tidak terlalu besar.


Hana sering berfikir, betapa lelahnya sang Ibu setiap hari dengan rutinitasnya. Rasanya Hana ingin menggantikan sang Ibu mencari nafkah agar Ibunya dapat beristirahat. Namun apalah daya Hana masih berkewajiban sekolah dan tidak banyak tempat yang mau menerima anak sekolah bekerja.

__ADS_1


Maka dari itu dia berjanji pada diri sendiri bahwa dia akan tekun belajar, dia akan menjadi orang yang berhasil, dia ingin membahagiakan Ibunya. Dia sadar Ibunya begitu keras berjuang untuk dirinya. Semenjak kematian sang Ayah Hana tau betul jatuh bangun Ibunya merawat Hana.


Setelah sang Ibu rapi dan dagangannya juga sudah disusun mereka bergegas menuju kios.


"Ibu besok libur dagang Han, mau nyiapin pesenan Ibu Kinan. Ibu juga udah minta tolong sama Bu Tatik sama Mbak Ina buat bantu-bantu Ibu. Nanti kamu sekolah aja gak usah khawatir", ucap Ibu saat mereka di dalam taksi online yang membawa mereka ke kios kue mereka.


"Iya Bu, Hana hari Rabu juga kayanya libur Bu, kelas Hana mau dipake sama anak kelas 12 try out. Jadi mungkin hari Senin Hana baru mulai masuk lagi", sahut Hana memberitahukan.


"Lah emang Mas Angga gak kerja Bu?", tanya Hana heran. Setau Hana memang Angga harusnya bekerja.


Angga adalah teman rumah Hana, meski perbedaan umur mereka lumayan jauh, tetapi mereka cukup akrab. Selain Ibunya, Hana cukup nyaman berbagi cerita kepada Angga yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri.


"Udah beberapa hari Angga gak kerja. Katanya mau ada interview di tempat kerja lain yang lebih baik, jadi dia udah gak ngantor di tempatnya yang lama", jawab Ibu panjang lebar. Hana mengangguk tanda mengerti ucapan Ibunya.

__ADS_1


Selama ini Angga sering bercerita kalo dia tidak betah bekerja di kantornya. Sering telat memberikan gaji dan sering lembur. Hana mengerti betul kondisi Angga. Dia sering berkeluh kesah tentang tempat kerjanya pada Hana.


Tidak terasa mereka sudah sampai di kios mereka. Setelah mengeluarkan kotak-kotak dagangan dan membayar ongkos taksi online nya. Mereka bergegas merapikan dagangannya.


"Sudah Han, Ibu saja, kamu sana berangkat nanti kamu telat lagi", perintah Ibu sambil terus tangannya sibuk merapikan dagangan. Hana mengangguk menyetujui perintah Ibunya, kemudian mencium punggung Ibunya berpamitan pergi.


Sang Ibu memberikan uang sebesar dua puluh ribu dan sekotak kecil berisikan kue-kue untuk dia makan makan bersama dengan Hanum nanti di sekolah.


Hana pun mengucapkan salam dan lekas pergi ke halte bis tidak jauh dari kios Ibunya. Dia memang biasa menggunakan bis umum dari kios Ibunya untuk menuju ke sekolahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Terima kasih untuk terus membaca karyaku, gak lupa aku juga minta maaf kalau-kalau masih banyak kekurangan dalam penulisannya. Jangan lupa like, comment dan votenya, supaya aku terus semangat nulisnya. 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2