
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Abi langsung membicarakan rencananya untuk memulangkan Hana ke tanah air dan keluarga pun menyetujui rencana Abi terlebih mengingat kondisi Irma yang semakin hari semakin menurun, mereka tak mau membuat Hana semakin sedih karena mereka menyembunyikan kondisi sesungguhnya sang Ibu.
Lebih baik Hana secepatnya mengetahui kondisi Ibunya, meskipun akan menyakitinya tetapi ini lebih baik daripada Hana tahu setelah semuanya terlambat.
Dan malam ini, pukul 1 malam waktu Indonesia dan pukul 1 siang waktu Amerika Abi memberanikan diri untuk mengirimi istrinya pesan.
"Assalamualaikum Sayang lagi apa? Gak apa-apa kan aku kirim pesan ke kamu?" Abi sungguh tak yakin jika istrinya akan membalas pesannya.
"Wa'alaikumsalam, aku baru selesai makan siang. Iya gapapa, tapi jangan telfon atau pun video call ya Kak!" Balas Hana membuat Abi begitu senang.
"Iya Sayang aku enggak bakal telfon atau pun video call, berbalas pesan kayak gini aja aku udah seneng banget!" Balas Abi lagi.
"Ada apa Kak?" Tanya Hana.
"Aku cuma mau bilang ke kamu minggu depan Insya Allah aku ke sana, nongolin kepala buat kamu. Kamu siap-siap ya! Tenang aja aku bakal jaga jarak sama kamu sampe kamu sendiri yang dateng deketin aku!" Jawab Abi.
"Kakak kangen sama aku?" Abi bisa membayangkan wajah menggemaskan sang istri saat ini.
"Kangen, kangeeeeeeeeennnnnnnn bangettttttt..!" Tanpa Abi duga sama sekali setelah pesannya tersebut dibuka oleh Hana, istrinya tersebut langsung mengirimkan fotonya.
"Itu aku klik foto buat Kakak, biar obatin kangen Kakak. Maaf ya aku potong rambut gak izin sama Kakak, abis terlalu panjang. Udah dari dulu mau aku potong gak jadi-jadi, baru deh sampe di sini aku potong dianter sama Nara!" Balas Hana di bawah foto yang ia kirimkan.
"Iya gak apa-apa, kamu makin cantik kok dengan rambut pendek begitu. Makin gemesin! Sayang kamu kangenkan sama kita semua yang di Jakarta, apalagi sama Ibu pastinya. Emh.. kamu mau enggak pulang ke Jakata?" Abi memilih tak memberitahukan terlebih dahulu kondisi Sang Ibu, ia tak ingin membuat istrinya menjadi khawatir dan menambah beban fikiran Hana di sana.
__ADS_1
"Kangen, aku mau banget pulang ke Jakarta tapi aku masih takut sama kamu Kak. Maaf..!" Tak dipungkiri truma Hana terhadap Abi masih begitu besar meskipun kini mereka mencoba untuk saling berinteraksi.
"Aku udah ngejual apartemen terkutuk itu dan aku hanya akan tinggal di rumah kamu kelak jika kamu siap kita tinggal bersama-sama. Jadi nanti kalo kamu pulang, aku akan tinggal sama Daniel dan sesekali ke mansion cuma buat nongolin kepala aku dari jauh buat ngobatin kangen aku ke kamu!" Abi mencoba berkelakar berharap di seberang sana Hana tak tertekan.
"Aku mau..!" Balas Hana singkat membuat Abi tersenyum puas.
"Tunggu aku minggu depan ya!" .
***
Dan hari yang dinanti pun telah tiba, Abi menggunakan jet pribadi milik sang Kakek menuju ke negeri Paman Sam untuk menemui istri yang sangat ia rindukan.
Bahkan ia mengatur perjalanannya agar bisa tiba di sana pada malam hari, berharap saat ia tiba di sana sang istri tengah terlelap dan dia bisa dengan puas menyalurkan kerinduannya berada di sisi sang istri sedekat mungkin.
Bersyukur cuaca selama perjalanan udara yang ia lalui cerah hingga tak ada halangan berarti apapun.
Setelah melewati hampir 20 jam perjalanan, Abi telah tiba di kediaman Kakek Neneknya. Meski lelah, namun rasa rindu yang teramat sangat membuatnya masih bersemangat.
"Thank you for waiting for me (Terima kasih sudah menungguku)" Ucap Abi seraya menyalami dan memeluk kedua orang terkasihinya.
"How are you Omma-GrandPa? (Apa kabar Nenek-Kakek)?" Tanyanya kemudian setelah melepaskan pelukan pada Neneknya.
"We are good, how are you? How's the trip? And welcome again here! (Kami baik, kamu apa kabar? Bagaimana perjalanannya? Dan selamat datang lagi di sini!)!" Sahut Kevin, sang Kakek yang memiliki paras sangat mirip dengan Abi.
"Tiring trip (Perjalan yang melelahkan)" Seloroh Abi membuat keduanya tergelak.
"But for the sake of Hana, it's okay for you to go through that tiring journey, right? (Tetapi demi untuk Hana, tak masalah kan kamu melewati perjalanan melelahkan itu?)" Goda Kevin, kini gantian Abi yang tergelak.
"Yup, of course..!(Yup, tentu saja)" Sahut Abi penuh kebanggaan.
__ADS_1
"Temuilah istrimu di kamarnya, ia masih akan terlelap sampai nanti jam 5 pagi. Dia masih mengkonsumsi obat penenang agar bisa membantunya tertirdur pulas!" Ucap Qirani, sang Nenek.
"Baik Omma, Abi ke atas dulu. Terima kasih sudah mau menjaga Hana selama ini!" Sahut Abi kemudian kembali memeluk keduanya sebelum beranjak menuju kamar sang istri.
Abi langsung disuguhi pemandangan paling indah yang selalu ia rindukan. Rasa lelahnya pun langsung menguap entah kemana ketika ia semakin mendekati sang istri yang terbaring miring memeluk gulingnya.
"Assalamualaikum Istriku cantik, apa kabar? Aku kangen!" Ucap Abi sangat lirih kemudian dengan gerakan sangat halus menciumi wajah istrinya.
"Makin cantik aja sekarang kamu Sayang..!" Puji Abi karena memang sungguh Hana memang terlihat semakin cantik, bahkan sangat cantik.
Puas memandangi sang istri, Abi pun memutuskan untuk beristirahat di kamar yang biasa ia akan tempati jika sedang berkunjung ke rumah Kakek-Neneknya, kamar yang terletak di rumah yang berbeda namun masih berada di tanah yang sama.
Ini semua terpaksa ia lakukan untuk menghindari kemungkinan bertatap muka yang sudah bisa dipastikan akan membuat Hana histeris.
***
Saking lelahnya, siang hari Abi baru saja terbangun dari tidurnya. Sempat terbangun untuk menunaikan kewajibannya, Abi kembali tidur karena rasa lelah yang teramat sangat.
Dan setelah membersihkan diri, ia lantas mengecek ponselnya. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati beberapa pesan serta panggilan tak terjawab dari istrinya, nyatakah ini?.
"Kata Omma dan Grandpa Kak Abi udah dateng?".
"Kak Abi tongolin kepala Kak Abi dong, aku tunggu di bawah nih!".
Sayang pesan tersebut sudah Hana kirim dari beberapa jam yang lalu, membuat Abi berdecak kesal, menyesali diri sendiri karena terlalu lelap tertidur.
"Kak Abi masih tidur ya, capek banget ya?".
Tanpa terasa air mata Abi menetes saat membaca pesan-pesan yang dikirimkan istrinya. Tak pernah menyangka jika ia kembali bisa merasakan perhatian sang istri lagi. Terlebih ketika ia membaca satu kalimat yang semakin membuatnya terisak haru.
__ADS_1
"Padahal aku kangen, cepet bangun ya Kak. Tongolin kepala Kak Abi. Aku tunggu..!".