My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Rapat


__ADS_3

"Mau kemana?", tanya Kinan saat melihat Abi sudah rapi. Abi pun menghampiri Mamahnya yang sedang memotong buah, duduk di sebelahnya kemudian memakan potongan buah tersebut.


"Mau ke apartemen Mah, mau ambil beberapa barang Abi", jawab Abi kemudian memasukan potongan buah apel ke mulutnya.


"Kenapa diambil? Kamu berniat tinggal di sini?", tanya Kinan semangat.


"Bolehkan Mah?", ucap Abi balik bertanya.


" Bolehlah, kenapa enggak? Malah Mamah seneng banget kamu di sini. Emhh.. Tadi pas kamu nemenin Kakek sarapan, Kakek ngomong apa aja?".


"Mamah tau enggak kalo Kakek punya ide nikahin aku sama Hana?", ucap Abi balik bertanya.


"Tau, semalem Papah kamu cerita sama Mamah. Mamah setuju sama ide Kakek, Hana anak baik, periang pasti dia bisa menjadikan kamu orang yang lebih baik lagi", sahut Kinan menyakinkan Abi.


"Ahh, Mamah mah sama aja sama Kakek!", keluh Abi.


"Kenapa? Kamu masih berharap sama Raya?", selidik Kinan.


"Aku tuh sayang banget sama Raya Mah, gak salah kan aku masih berharap sama Raya? Gimana menurut Mamah?", tanya Abi.


"Mamah enggak setuju, Raya perempuan ambius Bi. Mamah yakin kalo pun dia menikah dengan kamu rumah tangga kalian gak akan tentram, kamu lihat sendiri kan tadi malam gimana dia tetep dengan pendiriannya. Lebih baik kamu ikutin mau Kakek, cobalah kamu menerima Hana?".


"Ya Ampun Mah, Hana masih kecil gitu. Mamah fikir dia bakal bisa ngurus rumah tangga, ngadepin ujian semester aja aku yakin dia panik apalagi ngadepin aku?", keluh Abi.


"Ya berarti kamu jangan terlalu keras sama dia, kamu harus jadi sosok suami yang ngemong, apalagi istri kamu masih muda", ucap Kinan menasehati.


"Mamah mau jadiin aku suami apa baby sitter sih?", gerutu Abi membuat sang Mamah tertawa.


"Coba kamu fikirin matang-matang Bi permintaan kami. Jangan kecewain kami lagi terlebih Kakek", pinta Kinan.


"Yaa, nanti Abi fikirin lagi. Kalo gitu aku jalan dulu Mah, mungkin aku pulang telat soalnya ada meeting terakhir sebelum syuting film baruku mulai", pamit Abi kemudian mencium punggung tangan Kinan dan mengecup pipi sang mamah. Ia pun berdiri, beranjak pergi. Namun sebelum pergi Kinan kembali memanggilnya.


"Bi, jangan lupa shalat ya Nak. Wassalamualaikum", pesan Kinan, Abi yang mendengar ucapan Kinan berhenti dan berbalik memandang sang Mamah.

__ADS_1


Sudah lama memang Abi meninggalkan kewajibannya. Bahkan salam pun sudah tidak lagi menjadi kebiasaannya.


"Wa'alaikumsalam.. Abi berangkat Mah", sahut Abi kemudian kembali beranjak pergi.


***


Sesampainya di apartemen, Abi langsung menuju ke kamarnya. Saat dia membuka kamarnya, ia dikejutkan oleh keberadaan Raya yang tengah rebahan di ranjangnya.


Raya yang melihat kedatangan Abi, langsung berlari menghambur ke pelukan mantan kekasihnya, sedang Abi hanya terpaku tanpa membalas pelukan Raya.


"Semalem dari rumah kamu, aku langsung ke sini. Aku kira kamu bakal dateng, tapi ternyata enggak jadi aku putuskan buat bermalam di sini", ucap Raya.


"Mau apalagi?", tanya Abi ketus.


"Kok kamu begitu Bi?", ucap Raya balik bertanya dengan nada kecewa.


"Terus mau kamu apa? Aku harus gimana Ray? Bukannya tadi malam kamu udah ngambil keputusan buat ngelepas aku hah? Aku ikutin Ray mau kamu, jangan fikir ini gak berat buat aku. Berat Ray, tapi sayangnya ambisi kamu lebih besar daripada rasa cinta kamu buat aku", sahut Abi dengan nada tinggi.


"Jadi menurut kamu ini semua gak berat Bi buat aku? Mana janji kamu yang bakal terus nunggu aku? Sebentar lagi Bi, sebentar lagi semua impian aku akan terwujud. Setelah itu kita menikah, kita akan punya anak, kita akan buat keluarga kamu bahagia dengan pernikahan kita", ucap Raya mencoba untuk menyakinkan Abi.


"Menikah? Terus aku gimana Bi?", tanya Raya panik.


"Aku harus gimana Ray, hah? Kalo kamu mau aku tetep sama kamu, menikahlah denganku Ray. Masih ada kesempatan, masih belum terlambat", jawab Abi meminta kepastian Raya.


Raya yang mendengar permintaan Abi berjalan mundur menjauhi Abi, Abi yang melihat respon Raya hanya tersenyum miris.


"Dengan siapa keluargamu akan menikahkanmu?", tanya Raya dengan tatapan tajam.


"Hana..", jawab Abi singkat. Hanya nama itu yang dipikiran Abi saat ini, meskipun ia sendiri tidak tau apakah pernikahan antara dirinya dan Hana akan terjadi atau tidak.


"Hana? Anak bar-bar itu? Dia itu bukan selera kamu Bi, aku tau betul!", ucap Raya.


"Ya kamu benar Ray, dia bukan selera ku. Tapi jika dengan menikahinya dapat menyembuhkan kekecewaan keluargaku, aku akan tetap menikahinya meskipun aku gak sama sekali ada perasaan dengannya", sahut Abi tegas.

__ADS_1


Raya yang mendengar ucapan Abi hanya tertunduk, ia menangisi keputusan Abi.


"Menikahlah..! Jika kamu benar-benar mencintaiku kamu akan kembali padaku. Nikahi dia, kelak aku akan datang untuk merebutmu dari dia. Kamu pernah berjanji bahwa hanya aku yang berhak bersanding denganmu dan kelak aku akan tagih janji itu. Aku gak akan ngebiarin gadis bar bar itu merebutmu dari ku Bi!", ancam Raya, kemudian pergi meninggalkan Abi yang masih terpaku di tempatnya berdiri.


"Shit..!", umpat Abi kesal menyadari keadaannya saat ini.


***


Rapat terakhir sebelum dimulainya syuting film yang melibatkan Hana, Abi dan Raya akan segera dimulai. Semua yang terlibat sudah berkumpul, hanya Raya yang belum terlihat.


Para penanggung jawab film tersebut mulai khawatir. Beberapa kali mereka mencoba menghubungi Raya atau pun manajernya, namun tak berhasil.


Mereka memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. Beberapa orang mengeluhkan profesionalitas artis besar macam Raya.


Sedang Abi, ia tak peduli. Ia terus asyik memainkan ponselnya sambil sekali-kali melirik ke arah Hana. Hana yang sadar kalo Abi sering meliriknya mulai gelisah.


"Pasti Kakek udah ngomong sama Kak Abi, mati gw!! Pasti dia mikirnya gw ngambil kesempatan dalam kesempitan. Lihat aja cara dia ngelirik gw, jijik gitu", keluh Hana dalam hati.


"Tak berapa lama seorang kru datang memberitahukan bahwa Raya memutuskan untuk mengundurkan diri dari proyek film tersebut karena beralasan bahwa Raya memilih untuk mengambil pekerjaan yang jauh lebih baik, yaitu tawaran pemotretan dari majalah asal Perancis yang cukup ternama.


Kegaduhan seketika terjadi di ruang rapat itu, beberapa umpatan pun terdengar. Kepanikan terjadi, dalam waktu singkat mereka harus menemukan artis untuk menggantikan peran Raya.


Tiba-tiba asisten sutradara mengusulkan Hana untuk menggantikan peran Raya, Hana pun kaget mendengar namanya disebutkan.


Namun usulan asisten sutradara itu disetujui oleh sutradara, penanggung jawab dan pemain lainnya.


"Bagaimana Bi? Apa kamu gak keberatan beradu akting dengan Hana?", tanya sang sutradara pada Abi.


"Aku sih oke aja, asalkan pemain itu profesional. Jangan melibatkan perasaan saat bekerja", jawab Abi lebih ke menyindir.


Hana yang mendengar sindiran Abi, memasang wajah kesal.


"Gw kira bisa main bareng sama dia adalah berkah ternyata musibah. Arogan banget jadi artis", gerutu Hana dalam hati namun tetap menatap tajam ke arah Abi, Abi yang sadar ditatap Hana hanya menyunggingkan senyumnya.

__ADS_1


Rapat pun dimulai dengan serius, beberapa perubahan harus mereka lakukan karena kepergian Raya yang mendadak.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2