My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Bukan Up, Hanya Memperkenalkan Karya Baru


__ADS_3

Hai-hai semua, ini karya kedua aku yang aku harapkan lebih baik dari karya pertama aku. Semoga terhibur ya readers tersayang semua dan aku harap kalian enggak pelit buat meninggalkan jejak like, komen dan vote nya. Aku berterima kasih banget kalo kalian mendukungku melalui like, komen dan vote kalian biar aku semakin semangat menulis.


Enjoy yaaaaa, happy reading 😘😘😘



Kasih, waktunya sarapan Sayang. Ayo cepat nanti kamu terlambat!" Teriak Bude Ranti.


"Iya Bude, Kasih turun. Sebentar lagi sisiran!" Sahut Kasih yang tengah mematutkan diri sekali lagi di cermin, memastikan bahwa dirinya telah rapi.


Ya, Kasih gadis belia yang cantik itu semenjak lulus sekolah dasar ia memang tinggal bersama Budenya dikarenakan kedua orang tua Kasih yang telah tiada sejak kelas enam sekolah dasar.


Bunda Kasih lebih dahulu menghadap Sang Pencipta karena sakit, tak berselang lama sang ayah menyusul mungkin karena larut dalam kesedihan yang mendalam atas kehilangan sang istri.


Kasih anak satu-satunya, hingga ketika kedua orang tua Kasih meninggal Kakak dari Sang ayah? memutuskan untuk merawat sang keponakan.

__ADS_1


Ranti, Bude dari Kasih memboyongnya dari Jogja ke Jakarta ketika ia telah lulus sekolah dasar.


Ia dengan tulus merawat gadis cantik yatim piatu itu, beruntung Kasih anak yang penurut dan tidak rewel juga tidak menyusahkan bahkan Kasih juga termasuk anak yang rajin membantu.


Dan yang membuat Ranti sangat, sangat bersyukur adalah Kasih dianugerahi kecerdasan yang luar biasa, hingga ia sedikit terbantu ketika tidak perlu mengeluarkan biaya sekolah Kasih, karena Kasih selalu mendapatkan beasiswa.


"Cieee, Kasih~an jadi anak SMA sekarang, SMA nya para anak high class lagi. Moga lo dapet jodoh salah satu anak konglomerat di sana!" Ledek Sadewa, anak dari Ranti.


Dihhh, ngedoainnya mah jangan begitu Mas Dewa. Mas Dewa tuh kudunya ngedoain Kasih biar Kasih lulus dengan nilai terbaik terus kuliah di universitas terbaik pilihan Kasih dan Kasih bisa menggapai cita-cita Kasih. Gitu!" Gerutu Kasih dengan bibir yang mengerucut yang membuatnya justru semakin menggemaskan.


"Iya, iya gue ngedoainnya juga begitu. Cuma kalo dipikir-pikir bukannya bagusan kalo gue ngedoain elo dapet jodoh salah satu anak orang kaya di sana, supaya lo gak pusing-pusing ngejar beasiswa buat kuliah elo, suruh aja laki lo biayain kuliah lo. Iya kan?" Ledek Dewa lagi.


"Udah Dewa, makan sarapan kamu jangan godain Kasih terus!" Gertak Kinan yang jengah dengan kelakuan sang anak yang begitu senang menggoda keponakannya.


Ibu ini nyebelin deh kalo bikin nasi goreng pasti enggak pedes. Eneg tau Bu!" Keluh Dewa.

__ADS_1


"Kamu kan tau Wa kalo Kasih enggak suka pedes, lagian kan Ibu udah siapin sambel terasi kemasan. Kamu campur aja ke nasi goreng kamu!" Sahut Ranti.


"Sambel kemasan gak enak Bu, rasanya jadi ngaco kalo dicampur!" Dewa semakin mengeluh.


"Ya berarti makan aja yang ada atau besok kamu bikin sarapan kamu sendiri aja. Jangan banyak ngeluh!" Kesal Ranti membuat Kasih tertawa melihat ketidakberdayaan Kakak sepupunya itu.


"Ini yang anak kandung Ibu sebenernya aku apa si Kasih~an sih Bu? Kok aku ngerasa kayak anak tiri Ibu malahan?" Gerutu Dewa membuat Kasih justru terbahak-bahak.


"Seneng lu!" Dewa langsung mendorong dahi Kasih dengan ujung jari telunjuknya saat ditertawai oleh gadis cantik itu.


"Asal noyor aja Mas Dewa ihh, aset penting ini!" Keluh Kasih kesal sambil memegang dahinya.


"Aset penting, aset penting. Ada aset yang jauh lebih penting yang seharusnya lo tonjolin dinimbang kepintaran otak lu sebagai perempuan!" Kasih dibuat mengernyitkan dahinya bingung mendengar ucapan Kakak sepupunya itu.


"Aset apa? Otak aku udah yang paling penting ini!" Sahut Kasih bangga.

__ADS_1


"Tuh, dada lo terlalu rata sebagai perempuan! Buat apa otak pinter, tapi aset penting perempuan gak menonjol gitu!" Ledek Dewa membuat Kasih mendelikkan matanya tajam.


"MASSSSS DEWAAAAAAA, MESSSSUUUMMM IHHH..!" Teriak Kasih memukulkan sendoknya ke kepala Kakak sepupunya yang super jahil itu, sedangkan si pembuat onar tertawa terbahak-bahak karena telah berhasil membuat korbannya kesal.


__ADS_2