
"Boss, Nico siapa?" Tanya seorang anak buahnya ketika tengah meretas isi ponsel Raya pada suatu pagi saat Abi tengah bersiap pergi ke kantornya.
"Kenapa?" Abi pun balik bertanya
"Gue nemuin history chattingan antara Soraya dan Nico, mereka ngebahas tentang pengguguran kandungan Raya. Raya pernah hamil anak lo, Boss?" Sontak penjelasan anak buahnya tersebut mengejutkan Abi, Abi pun meminta sang anak buah mengirimkan file chattingan antara Nico dan mantan kekasihnya tersebut.
Tanpa menunggu lama, sebuah email masuk ke dalam ponselnya, Abi pun langsung membuka email tersebut dan membacanya dengan seksama.
Abi benar-benar dibuat terkejut dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui, merasa benar-benar dipecundangi oleh Raya. Rasa marah, sakit hati, dendam semakin mengungkung hatinya.
Tak pernah menyangka bahwa ia pernah menitipkan benih di rahim sang mantan kekasih, namun harus dihilangkan tanpa ia pernah mengetahuinya.
"Bodoh!!" rutuknya pada diri sendiri.
"Ternyata lo bener-bener perempuan kejam Ray, gak pernah nyangka lo bakal sekejam ini. Lo tega ngilangin nyawa makhluk kecil yang gak berdosa!! Lo bener-bener udah narik gue ke kubangan dosa paling mengerikan Ray!" Umpat Abi penuh amarah.
__ADS_1
Ingatan Abi kini membawanya pada saat Raya yang ia curigai tengah mengandung, ia pun tersenyum miris menyadari kecurigaannya waktu itu ternyata benar. Tetapi ia terlalu bodoh yang mempercayai ucapan-ucapan Raya ketika menyangkal semua kecurigaannya tersebut.
"Terlalu banyak hidup orang lain yang lo mainkan Ray, setelah hidup bayi yang sengaja lo hilangkan, dan calon bayi gue sama Hana yang harus keguguran akibat ulah lo juga hidup Hana yang lo buat di ujung tanduk saat ini. Meskipun gue tau Hana terluka akibat perbuatan gue, tapi semua terjadi bersumber dari balas dendam kotor lo! Udah saatnya lo nerima pembalasannya Ray, udah saatnya lo ngerasain sakit yang sama bahkan lebih!" Abi benar-benar diliputi amarah dan dendam.
Saat Abi tengah meredam gejolak panas hatinya, ponselnya kembali berbunyi membuatnya buru-buru mengangkatnya.
"Boss, apa perlu kita cari keberadaan Nico? Dan klinik aborsi yang tertera di chattingan mereka apa harus di blow up juga?" Tanya sang anak buah.
"Lakukan yang menurut kalian baik, buat efek jera emang lebih baik klinik itu kita seret agar paling enggak kita bantuin pemerintah buat menghilangkan praktek aborsi ilegal, lagian juga kalo kita menyeret klinik tersebut dalam pusaran masalah Raya, ini akan memberatkan Raya kan? Gue pengen Raya merasakan kehancuran yang menyakitkan dalam hidup dia" Jawab Abi dengan tersenyum iblis membayangkan sang mantan kekasih dalam kondisi hancur.
Setelah memutus telfonnya, Abi menatap istrinya yang saat ini terbaring miring ke arahnya. Wajah Hana yang bersinar membuatnya terlihat sangat cantik, Abi pun tersenyum.
"Wa'alaikumsalam, Ibu yang dateng?" Sahut Abi kemudian menghampiri Ibu mertuanya untuk mencium punggung tangan sang mertua.
"Iya, Mamah kamu sedang ada perlu nanti siang Beliau menyusul ke sini. Kamu belum berangkat?".
__ADS_1
"Ini mau berangkat, tadi sempet terima telfon dulu!" Abi pun permisi untuk menghampiri istrinya.
Dan seperti biasa, ia akan membisikan doa, kata penyemangat serta kata cinta sebelum ia pergi meninggalkan sang istri untuk bekerja.
Ia pun menyempatkan diri untuk mengganti posisi sang istri untuk tidur telentang sesuai anjuran Dokter agar setiap beberapa saat sekali posisi Hana dirubah.
"Ada Ibu di sini buat nemenin kamu, kamu pasti seneng. Bangun ya, temenin Ibu ngobrol jangan tidur terus nanti Ibu bosen di sini sendirian gak ada temen ngobrol!" Goda Abi membuat Irma tersenyum mendengarnya, meski tak dipungkiri kesedihan masih kuat melingkupi hatinya.
"Aku berangkat kerja dulu, jangan ngambek ya kalo aku pulang telat. Kamu mau dibawain apa pulang dari kantor nanti?" Meskipun hanya sekedar obrolan sepihak, Abi tetap membawakan sesuatu untuk sang istri setiap ia kembali dari kantor meskipun pada akhirnya ia atau pun yang lainnya yang memakan oleh-oleh Abi untuk sang istri.
"Aku sayang sama kamu, kangen banget sama kamu. Semoga hari ini pas aku di kantor ada yang nelfon ke aku terus bilang kalo kamu udah sadar, udah bangun!" Lanjut Abi lagi penuh harap.
Ia kemudian menatap dalam wajah sang istri kemudian mengecupi seluruh wajah istrinya membuat Irma yang melihat interaksi menantunya pada sang putri begitu dalam, terlebih sepanjang Abi berbicara Irma bisa melihat mata sang menantu berkaca-kaca terkadang ketika Abi tak bisa menahannya, air matanya luruh di sudut matanya.
"Bu titip Hana, kalo ada apa-apa jangan menghubungi aku. Nanti sore aku sempetin ke sini buat bersihin Hana!" Izin Abi seperti biasa.
__ADS_1
Setelah sang istri membaik luka-lukanya, memang Abi lah yang bertugas membersihkan tubuh sang istri setiap pagi dan sore. Meskipun sibuk di kantor, ketika waktunya sang istri dibersihkan Abi akan menyempatkan diri untuk membersihkan istrinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=