
"Bilang gak tertarik, baru nempel gitu aja udah terpesona!", sindir Daniel di sela-sela makannya.
"Apaan sih lo??", dengus Abi kesal sambil kemudian meminum sodanya.
"Cantik banget ya dari deket?", sindir Daniel lagi.
"Iya cantik banget, mulai oleng nih gw sama tuh bocah. Puas lo?", hardik Abi makin kesal.
"Eitssss.. Jangan dong, gw bilangin Raya lo ntar!", ancam Daniel menggoda sahabatnya itu.
"Udah ah gw mau balik, capek banget gw. Ayo cepet anterin gw!!", titah Abi.
"Yahhh Bi gw belum abis makannya, masih laper ini. Tega amat!!", keluh Daniel yang tak dihiraukan Abi. Abi pun berpamitan kepada semua orang yang berada di sana untuk terlebih dahulu pulang, mereka pun mengiyakan.
Kinan yang tau kalo Abi dan Daniel akan pulang meminta mereka untuk mengantarkan Hana, Hana yang terkejut berusaha menolaknya karena merasa canggung pada Abi. Hana menjelaskan jika dia ingin pulang bersama sama Kinan saja. Kinan tetap kekeh dengan perintah yang dia berikan pada Abi dan Daniel untuk mengantarkan Hana terlebih dahulu.
Setelah beberapa saat adu argumen akhirnya Hana menuruti permintaan Kinan, Hana pun berpamitan pada Kinan dan semua yang di sana.
Mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju parkiran mobil. Hana memilih berjalan sebelah Daniel karena menurutnya Daniel lebih bersahabat dibandingkan Abi.
Di dalam mobil suasana sepi menemani perjalanan mereka. Daniel fokus pada jalanan di depan mereka, sedangkan Abi asyik dengan benda pipih di tangannya sambil sesekali tersenyum sendiri. Dan Hana sendiri memilih duduk di belakang kursi kemudi, karena menurutnya dari posisi tersebut Hana bisa lebih jelas memperhatikan Abi.
Hana yang merasa bosan memutuskan mengeluarkan ponselnya, ia berniat berselancar di dunia maya untuk mengusir kebosanan. Entah ide dari mana tiba-tiba Hana berniat untuk mengambil foto Abi diam-diam.
Saat dia mengarahkan kamera ke arah Abi dan mengambil fotonya dia lupa jika lampu flash ponselnya dalam mode nyala.
"Mampus gw....!!", ucap Hana dalam hatinya.
Abi dan Daniel yang terkejut sama-sama menoleh ke arah Hana, Hana yang masih memejamkan matanya dan merutuki kesalahannya di dalam hati tidak berani membuka matanya.
Daniel tersenyum melihat tingkah konyol Hana, kemudian kembali fokus mengemudi, sedangkan Abi masih terus memperhatikan Hana seakan-akan meminta penjelasan Hana apa yang baru saja Hana lakukan.
Hana pun membuka matanya, menatap ke arah Abi dan mulai mengambil nafas dalam.
"Maaf Ka Abi, maksud Hana tadi mau ambil foto selfie Hana sendiri, pas Hana mau usap layar Hana ke mode selfi gak sengaja malah nge klik foto dari kamera belakang ponsel Hana. Hana bener-bener gak bermaksud kok ambil foto Ka Abi diem-diem".
Mendengar penjelasan Hana, Abi Hanya mendengus kesal tanpa mengucapkan sepatah kata pun kemudian kembali memposisikan duduknya ke arah depan. Walaupun sebenarnya Abi sendiri merasa lucu dengan tingkah Hana.
__ADS_1
Hana memukul-mukul kepalanya sendiri, bibirnya terus menerus mengomel tanpa suara. Kelakuan Hana tak luput dari perhatian Daniel melalui kaca di atas dashboard nya. Daniel begitu gemas melihat tingkah Hana.
Suasana kembali sepi setelah kejadian yang cukup memalukan untuk Hana. Kini Hana hanya menatap keluar jendela mobil, berusaha menikmati perjalanan yang sebenarnya dia sendiri ingin cepat sampai di rumahnya.
Hana dan Abi dibuat bingung ketika Daniel membelokan mobilnya ke dalam area supermarket khusus menjual aneka buah-buah an dan kue-kue.
"Mau ngapain ke sini?", tanya Abi bingung.
"Ada yang mau gw beli. Lo tunggu sebentar di sini. Hana gak apa-apa ya Kaka masuk dulu ke dalam, ada yang mau Kaka beli!". Hana yang mendengar Daniel berucap menganggukan kepalanya.
Kini tinggal mereka berdua tanpa obrolan apapun. Abi masih tetap asyik dengan ponselnya, sedang Hana semakim dibuat canggung dan lebih memilih memainkan ponselnya juga.
"Aduuuhh jangan lama-lama ya Ka Daniel belanjanya, rasanya badan gw mulai membeku. Dingin banget nih orang laganya", gerutu Hana lirih.
"Lo bilang sesuatu?", tanya Abi tiba-tiba.
"Aahhh.. eehh.. engh.. enggak kok Ka. Hana gak, gak bilang apa-apa", jawab Hana gugup.. Mendengar jawaban Hana, Abi kembali mengarahkan pandangan ke ponselnya.
Sepuluh menit kemudian Daniel kembali dengan membawa satu parsel besar berisi aneka macam buah-buahan yang dihias dengan sangat cantik dan sekotak kue tart yang dibungkus dengan box transparan. Daniel kemudian menitipkan bawaannya kepada Hana di kursi belakang, meminta Hana untuk menjaganya agar tidak terjatuh atau pun rusak.
Mobil kembali melaju ke jalan raya. Setelah bertanya pada Hana dimana alamat rumahnya, Daniel pun mulai mengarahkan kemudinya untuk pergi ke rumah Hana terlebih dahulu.
Hana keluar terlebih dahulu, mengetuk kaca mobil untuk berpamitan pada mereka berdua. Tapi tak kunjung dibukakan kaca mobilnya, karena kedua pemuda tersebut sedang asyik beragumen.
"Ke dalem dulu yuk!", ajak Daniel.
"Ngapain ke dalem?", tanya Abi heran sekaligus malas.
"Kita jenguk Ibunya Hana, gw kan belum pernah njenguk Ibunya Hana sekalian mau kenalan. Ayo Bi!", ajak Daniel lagi.
"Ogah ahh males amat. Lo yang mau PDKT gw juga yang kudu repot. Udah lah lo aja sana yang masuk, gw nunggu di sini aja. Awas jangan lama-lama!", tolak Abi lagi.
"Aahhh gak enak lah Bi sama Hana, ntar dia mikir apa kalo lo gak ikut masuk. Masa jenguk nyokapnya aja lo gak mau. Ayolah Bi, janji deh bentaran doang!", rengek Daniel. Abi pun tak kuasa menolak permintaannya, ia pun menyetujui ikut asalkan perjanjiannya tak boleh lama.
"Hana kita berdua boleh yaa mampir sebentar. Kaka kan belum pernah jenguk Ibu kamu waktu di rumah sakit, jadi gak ada salahnya kan kalo Kaka jenguk Ibu kamu sekarang", izin Daniel.
"Oohh boleh banget Ka, boleh. Ayo silahkan masuk, tapi maaf rumah Hana gak bagus, takut kalian kurang nyaman", ucap Hana.
__ADS_1
"Ahhh jangan begitu, dari depan aja rumah kamu udah kelihatan rapi kok, sejuk lagi. Ooh iya mobil gapapa di parkir di sini?", sahut Daniel.
"Gak apa-apa Ka, di sini emang sering buat parkir kok. Ya udah yuk Ka mari masuk!", ajak Hana.
"Assalamualaikum.. Bu Hana pulang!", sapa Hana ketika tiba di dalam rumah, Ibunya kemudian keluar dari kamarnya seraya membalas salam yang diucapkan Hana.
"Lho Nak Abi mampir?", sapa Irma saat melihat sosok Abi berdiri di belakang Hana.
"Iya Bu, sekalian mampir!", jawab Abi ramah.
"Itu siapa?", tanya Irma lagi melihat Daniel yang berdiri di sebelah Abi kerepotan dengan bawaan di tangannya.
"Saya Daniel Bu, manajernya Abi temannya Hana. Emmhh .. ini buat Ibu saya taro dimana ya?", jawab Daniel mendekati Ibu Irma.
"Ya Allah Nak Daniel pake repot-repot segala. Taro saja di meja, makasih ya..".
Daniel pun meletakan bawaannya di atas meja kemudian menghampiri Irma lagi untuk bersalaman memperkenalkan diri.
"Ya sudah kalian duduk di sini biar Ibu buatkan minum dulu", ucap Irma mempersilahkan.
"Hana aja Bu yang buat minum", pinta Hana kemudian masuk ke dapur untuk membuatkan minum. Hana juga membawa parcel buah dan kotak kue ke dalam dapur.
"Makasih yaa kalian udah mau repot-repot nganter Hana. Pasti capek banget, abis syuting langsung nyempetin nganter Hana", ucap Irma.
"Gak ngerepotin kok Bu, toh kita searah jadi sekalian nganter Hana aja. Maaf ya Bu selama di rumah sakit saya belum pernah jenguk Ibu", sahut Daniel.
"Iya gak apa-apa, Nak Daniel pasti sibuk banget. Ngomong-ngomong ternyata syutingnya lama juga ya, dari pagi sampai sekarang baru pulang?".
"Ini termasuk cepet kok Bu, malah kadang ada yang sehari gak selesai-selesai. Tapi Hana benar-benar punya bakat Bu, nurut jadi cepet kelar deh", puji Daniel.
"Waaahhh masa' sih Hana berbakat? Baru tau Ibu, kirain bakatnya cuma ngedumel doang", ledek Irma membuat Daniel tertawa.
Abi sama sekali tidak ikut dalam obrolan mereka, dia lebih asyik bermain benda pipih kesayangannya, hanya beberapa kali saja menjawab jika Irma bertanya padanya.
Tak berapa lama Hana membawa nampan berisikan minuman dan menyajikan di atas meja tamu, ia pun kembali ke dapur untuk mengambil beberapa buah dan beberapa potongan kue untuk disajikan pada tamunya.
Ia pun kemudian ikut bergabung dengan mereka, mengobrol dan bersenda gurau. Daniel lebih mendominan dibanding Abi yang hanya sekedarnya dalam menjawab.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, comment sama vote nya. biar aku terus semangat nulisnya. Gak bosen juga aku buat minta maaf kalau masih banyak kekurangannya, maklum masih belajar menulis. Semoga syukaaaas yaaaa.. 🙏🙏😘😘