My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Terlena


__ADS_3

Pesta pernikahan pun berakhir. Seluruh keluarga sudah menempati kamar hotel masing-masing tak terkecuali Hana dan Abi.


Abi yang merasa lelah langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sedang Hana masih terkagum-kagum dengan kamar yang akan ia tempati saat ini.


Kamar mewah yang didekorasi sebegitu indahnya layaknya kamar pengantin di cerita-cerita drama yang sering ia tonton selama ini.


Hana kemudian duduk di depan meja rias, membuka satu persatu perintilan di tubuhnya, ia terlihat sulit melepaskan hiasan kepalanya. Abi yang melihat Hana kesulitan pun mendekat untuk membantu Hana.


"Mau gw bantuin?" Tawar Abi.


"Boleh Ka, susah banget ini. Aku pengen cepet-cepet mandi terus tidur!" Sahut Hana.


Abi pun dengan teliti membuka hiasan-hiasan di kepala Hana, setelah hiasan di kepala Hana terlepas semua kini Abi membuka hijab yang dikenakan Hana. Sesekali Abi melihat wajah Hana yang terpantul di cermin, Hana pun demikian, ia terus menerus memperhatikan Abi yang serius dengan pekerjaannya saat ini.


Selesai dengan bagian kepala, Hana tanpa ragu meminta Abi untuk membuka resleting belakang gaunnya. Abi yang mendengar permintaan Hana terdiam sesaat.


"Lo yakin Han?" Tanya Abi ragu.


"Tangan aku gak nyampe Ka, jadi tolong diturunin reseletingnya!" Jawab Hana tanpa beban.


Abi pun mau tidak mau menuruti ucapan Hana, ia membuka reseleting gaun Hana dengan tangan yang gemetar.


Setelah terbuka sempurna, Abi menelan salivanya melihat pemandangan di depan matanya. Punggung putih Hana terpampang jelas dimatanya membuat pikirannya traveling bebas, meski Abi sadar bahwa dipunggung istrinya itu seperti ada goresan panjang tak sama sekali mempengaruhi imajinasinya terhadap tubuh sang istri.


Hana yang sadar tubuhnya diperhatikan oleh Abi pun berdiri dari duduknya. Ia membalikkan tubuhnya ke arah Abi, menangkup wajah Abi dengan kedua tangannya.


"Dijaga Ka Matanya, tubuh aku boleh Kaka jamah kalo Kaka udah ada rasa sama aku. Oke!" Goda Hana kemudian meninggalkan Abi yang masih mematung ke kamar mandi.


"Yaa kalo gitu jangan mancing gw dong Han, kalo kelakuan lo begitu mah sama aja nyiksa gw. Jangan salahin gw kalo lo begitu terus lama-lama gw perkosa lo!" Teriak Abi kesal, Hana hanya tertawa mendengar kekesalan dan ancaman Abi dari dalam kamar mandi.


Sambil menunggu giliran mandi, Abi berselancar di dunia maya. Berita pernikahannya menjadi tajuk utama dimana-mana. Ia pun melihat foto pernikahannya yang dijepret oleh para wartawan. Senyum terus mengembang dari bibirnya, apalagi jika ia melihat foto Hana.


"Cantik juga nih bocah" puji Abi lirih.


Karena saking lelahnya, Abi tertidur sambil memegang ponselnya. Ia masih memakai pakaian pengantinnya lengkap. Setelah hampir satu jam Hana pun sudah selesai dengan kegiatan mandinya, ia memakai jubah mandi dan sedang mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk di tangan mendekati Abi untuk memintanya gantian membersihkan diri.


"Bangun Ka, mandi dulu sana!" Hana menggoyang tubuh Abi, namun tak ada reaksi apapun.


"Ka ayoo dong mandi dulu, gak enak tau tidur badan masih lengket gitu. Bangun Ka!" Sekali lagi Hana mencoba membangunkan Abi lebih keras.


Abi pun mulai mengerjapkan matanya, ia kemudian duduk untuk mengumpulkan kesadarannya. Melihat Hana dengan wajah yang polos dan lebih segar juga rambut yang masih basah membuat Abi mengembangkan senyumnya. Ia kemudian mendekati Hana, "wangi banget sih lo Han" puji Abi mencium sela leher Hana.

__ADS_1


"Kaka mau ngapain? Jangan macem-macem!" Gertak Hana kemudian memundurkan posisi duduknya.


"Macem-macem sama istri sendiri gak apa-apa kali Han!" Abi pun menarik tangan Hana yang ingin berdiri menghindarinya.


Karena tarikan Abi cukup kuat, Hana pun terjatuh lagi di atas ranjang, kali ini posisi mereka lebih dekat.


"Ka Abi jangan macem-macem ya!" Sekali lagi Hana memperingati suaminya dengan tatapan tajam.


"Enggak macem-macem kok, satu macem doang" ledek Abi.


Abi kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Hana, tangan kirinya menarik pinggang Hana dan menahannya, sedangkan tangan kanannya kini sudah berada di tengkuk Hana.


"Cium doang boleh ya, gw janji gak lebih kok sampe lo siap nanti" pinta Abi memohon. Hana yang mendengar permintaan Abi dan sadar posisi mereka berdua begitu dekat hanya mengangguk dengan wajah yang sudah bersemu merah.


Melihat anggukan Hana membuat Abi begitu senang, ia pun tak menyia-nyiakan kesempatannya. Abi langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Hana, mengecup pelan bibir Hana berulang-ulang, hingga kecupan-kecupan itu berubah menjadi ciuman.


Abi yang melihat Hana membalas ciuman nya pun semakin berani untuk menyesap dan mel*mat bibir mungil Hana, ia kemudian merebahkan tubuh Hana dan mengungkung Hana di bawah tubuhnya tanpa melepas ciuman mereka.


Hanyut dalam ciuman yang semakin panas, tangan Abi mulai membuka tali jubah mandi Hana dan menyingkapnya. Hana belum sadar dengan apa yang diperbuat Abi hingga pada saat tangan Abi mulai meremas dadanya, Hana langsung menghentikan ciumannya dan menahan tangan Abi yang masih asyik bergerilya di dadanya.


"Ka..!" Ucap Hana dengan nafas yang masih tersengal-sengal. Abi yang mulai sadar pun menghentikan tangannya dan menjatuhkan kepalanya di sisi kepala Hana, mereka berdua terdiam sambil mengatur nafasnya masing-masing.


Mereka saling diam tanpa menatap satu sama lain, Hana memegang erat jubah mandinya merasakan detak jantungnya yang berdetak kencang tak beraturan. Wajahnya sudah benar-benar memerah karena ini pertama kalinya seseorang menjamah tubuhnya.


"Gw mandi dulu, sekali lagi maaf" ucap Abi kemudian beranjak ke kamar mandi.


Sepeninggalan Abi, Hana langsung menjatuhkan tubuhnya lagi ke ranjang. Ia merutuki kebodohannya karena sempat terlena dengan aksi panas mereka.


Sedangkan Abi, di dalam kamar mandi ia terus menatap tangan yang baru saja melakukan petualang di 'gunung' Hana.


"Montok juga, lebih montok dari punya Raya. Mulai saat ini kita kudu kuat 'tong', kudu sabar menghadapi cobaan perawan!" Ucap Abi seakan berbicara pada kepemilikkannya. Ia pun menjatuhkan kepalanya di atas washtafel.


Hampir 1,5 jam Abi berada di kamar mandi membuat Hana sedikit khawatir. Ia pun melangkahkan kaki mendekati pintu kamar mandi, ingin rasanya mengetuk pintu tapi ia ragu. Hana pun hanya mondar mandir di depan pintu kamar mandi sambil mengepal-ngepalkan tangannya untuk mengurangi rasa khawatirnya.


"Cklek".


Suara pintu pun terbuka, Abi menyembul keluar dengan jubah mandi dan handuk di tangan yang mengelap-elap rambut basahnya.


"Ka Abi kok lama banget di kamar mandi? Ngapain sih? Aku khawatir tau?" Ucap Hana mendekati Abi.


"Solo karir!" Sahut Abi asal.

__ADS_1


"Solo karir? Apaan sih? Emang tadinya Kaka punya grup?" Tanya Hana bingung, ia terus mengekori Abi


"Iya duo grup, cuma sayang yang satu belum siap diajak duet. Alhasil gw kudu solo karir dulu sampai waktu yang belum jelas, kasihan kan gw?".


"Iya kasihan, lagian tega amat temen duet Ka Abi gak mau kerja sama!" Gerutu Hana yang memang tidak nyambung dengan arah omongan Abi.


"Bener, tega dia dan gak punya hati!" Sahut Abi dengan menatap tajam Hana. Ia pun kemudian mengganti jubah mandinya dengan piyama tidur yang sudah Hana siapkan sebelumnya.


Selesai memakai pakaiannya ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang disusul Hana yang sebelumnya membuat batasan dengan guling.


"Lo ngapain sih Han?" Tanya Abi heran dengan kelakuan istrinya.


"Bikin batas ranjang" jawab Hana merebahkan tubuhnya.


"Iya gw bisa lihat, tapi biar apa gitu?" Tanya Abi lagi.


"Sampai Ka Abi belum ada rasa sama Hana, kita gak boleh bersentuhan kayak tadi!" Jawab Hana dengan senyum yang menurut Abi mengesalkan.


"Cihh, kalo gitu lo tidur aja sana di sofa atau buka kamar baru!" Ucap Abi berdecih.


"Eitsss.. Jangan harap ya Ka, Hana bakal mau tidur di sofa atau di kamar yang berbeda. Kalo begitu nanti Ka Abi gak bakal numbuh rasa sama Hana. Sementara ini, begini aja Hana rasa cukup!" Sahut Hana membuat Abi kembali berdecih. Ia pun kemudian tidur membelakangi Hana menghindari pemandangan indah yang tercetak di balik piyama Hana.


"Kok Ka Abi tidurnya ngebelakangin Hana?" Tanya Hana kesal.


"Takut tegang!" Lagi-lagi jawaban absurd yang keluar dari mulut Abi.


"Tegang? Ka Abi dari tadi bahasanya aneh-aneh. Lagi audisi apa tegang. Hahaha..!" Sahut Hana tergelak.


"Tidur Hana, cerewet aja lo! Gak diem gw grepe lagi mau lo!" Ancam Abi membuat Hana seketika menghentikan tawanya dan membalik tubuhnya.


Abi yang merasakan pergerakan Hana di belakangnya setelah ia ancam tertawa lirih.


Setelah beberapa saat, Abi tak kunjung bisa tidur ia membalikan tubuhnya ke arah Hana yang ternyata sudah kembali menghadap ke punggungnya. Abi tersenyum melihat Hana yang sudah terlena dalam mimpinya, ia pun mengambil ponsel dan mengklik foto Hana diam-diam.


"Met tidur Nyonya Raffan, mimpi indah" tulis Abi pada caption foto Hana yang ia unggah di instagramnya.


Ia pun mulai memejamkan matanya menghadap ke arah Hana, tak lama Abi sudah ikut terlelap bersama sang istri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...yaaa readers kesayanganku, biar aku semangat nulisnyaaa 😘😘Tinggalkan jejak kalian...

__ADS_1


__ADS_2