My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Akan Selalu Ada


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


"Hari ini Hana cantik apa kabar? Ibu Dokter dengar, Hana Cantik udah ingat sama Kak Abi ya?" Pertanyaan Diana sontak langsung membuat Hana berubah tegang.


"I..iya.. Hana udah inget orang jahat itu!" Jawab Hana penuh amarah.


"Hana cantik lupa kah selama ini yang jagain Hana Cantik itu Kak Abi?" Tanya Diana lagi.


"Inget, Hana inget. Untung aja di rumah sakit jadi Hana aman enggak dijahatin lagi sama dia, kalo Hana dirawat di apartemen mengerikan itu, dia pasti setiap hari cambukin aku terus. Iya kan? Hahaha..!" Jawab Hana tergelak.


"Enggak juga, Kak Abi udah banyak berubah kok sekarang. Enggak mungkin dia nyakitin kamu lagi, Cantik" Hibur Diana yang melihat perubahan wajah Hana dari tertawa menjadi murung seketika.


"Dulu Hana fikir juga begitu, Kak Abi gak akan pernah balikan lagi sama Raya, tapi ternyata aku malah ngelihat dia berzinah sama mantan pacarnya itu!" Sahut Hana kesal.


"Dan Ibu Dokter tau enggak, dia yang ngelakuin kesalahan fatal, tapi Hana yang kena hukuman. Ini tuh enggak adil tau enggak?" Geram Hana.


"Okey Cantik, okey.. calm down! Sekarang Hana cantik maunya gimana?" Tanya Diana membelai surai indah Hana seraya mencoba menenangkan Hana.


"Aku gak mau ketemu dia lagi..!" Jawab Hana tanpa ragu.


"Hana enggak sayang sama Kak Abi?" Tanya Diana menatap manik mata Hana yang sendu, ia tau jika Hana begitu mencintai suaminya, namun rasa sakit hati, kecewa dan marah membuat ego Hana menolak mentah-mentah perasaan cinta pada suaminya.


"Karena dia gak sayang sama Hana!" Jawab Hana menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Kok Hana tau, Kak Abi gak sayang sama Hana?".


"Kalo dia sayang sama aku gak mungkin dia siksa aku.. Pokoknya aku benci sama dia Ibu Dokter, aku gak mau lagi ngelihat dia. Aku takut..!" Hana mulai berteriak lagi.


"Terus kenapa Hana juga takut sama Dokter Leonard?" Leonard memang menceritakan jika Hana juga histeris ketika melihat dirinya.


"Hana gak takut sama Pak Dokter, tapi Hana takut sama Kak Abi. Bahaya kalo Kak Abi lihat Pak Dokter dekat-dekat Hana, nanti Kak Abi punya alasan lagi buat jahatin Hana!" Jawaban Hana sontak membuat Diana, bahkan Abi dan Kinan yang sedari tadi mendengarkan dari balik pintu.


"Hana mau tidur?" Tanya Diana mengalihkan pembicaraan.


"Hana enggak ngantuk..!".


"Terus Hana mau ngapain sekarang?" Hana menggelengkan kepalanya, ia sendiri bingung harus melakukan apa.


"Biasanya kalo Hana belum ngantuk, Hana ngapain?".


"Okey kalo begitu Ibu Dokter temani Hana sebentar lagi ya..!" Jawab Diana.


Hampir setengah jam Diana menemani Hana tanpa membicarakan tentang Abi, ia pun menghubungi Kinan agar masuk.


"Udah curhat-curhatannya?" Tanya Kinan mendekati menantunya.


"Udah, mamah enggak bawa apa-apa buat aku?" Wajah Hana berubah cemberut mendapati Kinan tak membawakan apapun untuknya, karena memang Kinan tak kemana-mana, hanya berdiri di balik pintu kamar menantunya.


"Cafetarianya udah tutup Sayang, Mamah tadi cuma jalan-jalan aja!" Jawab Kinan beralasan.


"Kalo gitu Ibu Doktet pamit ya Cantik, kan ada Mamah sekarang yang menemani kamu. Gak apa-apa ya Dokter tinggal?" Pamit Diana.

__ADS_1


"Makasih Ibu Dokter malam-malam udah nemunin Hana!" Sahut Hana yang tengah dipeluk oleh Diana.


Di luar kamar Hana, Abi masih setia menunggu sang Dokter keluar karena ia benar-benar ingin tahu keadaan istrinya.


"Kita ngobrolnya di ruangan saya saja ya Mas Abi!" Ajak Diana yang langsung diangguki oleh Abi.


***


"Jadi seperti apa kondisi istri saya yang sebenarnya Dok?" Tanya Abi setibanya mereka di ruangan Diana.


"Seperti dugaan saya, ingatan Hana tentang Mas Abi yang telah kembali justru membuat Hana tertekan secara mental! Ia mulai sering merubah moodnya secara tiba-tiba. Seperti tadi dia sempat dengan begitu marah ketika saya mulai mengajak dia membicarakan Mas Abi, tapi tak lama ada pembicaraan dia tentang Mas Abi tetapi sambil tersenyum seakan memang dia tidak bermasalah dengan Mas Abi. Beruntung Hana masih bisa nyambung diajak berbicara, hanya saja saya tetap butuh waktu untuk meng observasi lebih kondisi sesungguhnya pada diri Hana. Untuk saat ini Hana masih saya anggap normal, tapi tetap akan saya pantau beberapa hari ke depan!" Jelas Diana yang diangguki oleh Abi.


"Tapi dia begitu takut terhadap saya Dok awal dia mulai mengingat saya?".


"Itu hal yang wajar, mengingat apa yang Hana alami dengan Anda adalah hal yang begitu menyakitkan dan Anda juga harus tau riwayat kejiwaan istri Anda yang sebelumnya juga sudah mengidap PTSD akibat kecelakaan masa kecilnya dan kini kembali Hana harus merasakan hal traumatis lainnya yaitu kekerasan fisik yang cukup berat membuat Hana seperti kembali mengalami masalah yang sama dan mungkin lebih parah dari sebelumnya. Mas Abi perjalan Hana untuk kembali sembuh akan sangat panjang, bahkan seperti memulai dari awal lagi. Saya harap Mas Abi bersabar, temani dia selalu karena saya bisa melihat cinta pada Mas Abi dari matanya, tetapi ketakutan terhadap Mas Abi membuatnya membentengi diri dan menolak habis-habisan kehadiran Mas Abi!" Penjelas Diana membuat hati seorang Abi semakin hancur, ia yang mengangkat Hana dari keterpurukan masa lalunya, justru ia juga lah yang meneggelamkan Hana kembali dengan rasa sakit yang sama bahkan lebih.


"Saya akan selalu ada untuk istri saya Dokter, akan saya temani dia sampai dia kembali sembuh selama apapun waktu yang dia butuhkan!" Jawab Abi yakin, dan obrolan mereka pun berlanjut cukup lama membahas tentang semua proses pengobatan yang akan Hana jalani.


Abi melangkahkan kakinya kembali ke kamar sang istri dengan langkah gontai, rasa bersalah, penyesalan, amarah pada diri sendiri serta rasa kasihan untuk sang istri kini berkecamuk di dalam hati dan fikirannya.


Sesampainya di depan pintu kamar, Abi kembali mengintip ke dalam kamar Hana, dilihatnya sang istri telah kembali terlelap, begitu pula Kinan yang juga sudah terlelap di tempat yang biasa ia tiduri.


Dengan perlahan Abi mendekati ranjang Hana, ditatapnya wajah cantik dengan kulit putih pucat yang tengah terlelap.


"Maafin aku sayang, aku akan nemenin kamu sampai sembuh Sayang, aku akan menebus dosa besarku terhadap kamu. Aku sayang Hana sama kamu, aku cinta sama kamu..!" Lirih Abi kemudian mengecup dalam dahi istrinya.


"Selamat malam Sayang, tidurlah yang nyenyak!".

__ADS_1


__ADS_2