
"Jangan marah nyet, becanda doang gw semalem.." ucap Abi pada Daniel ketika mereka berada satu mobil pergi ke lokasi syuting.
Daniel tidak menanggapi ocehan sahabatnya itu, ia terus saja fokus dengan kemudinya.
"Idihh.. dicuekin gw! Songong lo emang!" Kesal Abi kemudian memilih memainkan ponselnya hendak menggoda calon istrinya.
"Good morning calon istri, belajar yang rajin yaa sayang di sekolah jangan banyak ngelamunin aku" isi pesan Abi pada Hana. Abi tak mengaharapkan balasan karena dia tau Hana pasti sedang belajar.
"Makasih calon suami, calon istrimu ini selalu rajin kok tenang aja" balas Hana.
"Bandel yaaa lagi belajar malah mainan hape" balas Abi lagi.
"Lagi gak ada guru, tugas ku juga udah selesai. Makanya aku bisa pegang hape, Ka Abi udah dilokasi?" Tanya Hana.
"Lagi otewe..!" Jawab Abi singkat.
"Ya udah hati-hati aku sama Hanum mau ke perpus dulu, mau pinjem buku buat tugas selanjutnya" tulis Hana.
Abi hanya tersenyum membaca pesan yang dikirimkan Hana tanpa membalasnya lagi.
***
Sore menjelang, Hana baru saja datang ke lokasi. Ia pun langsung bersiap.
"Ehemmm.." seperti biasa Abi akan menghampirinya jika Hana datang.
Hana hanya tersenyum melihat Abi datang.
"Tau gak Han, ada yang ngodein gw minta kelon lho!" Abi mulai dengan keisengannya.
"Oh yaa? Siapa? Mbak Raya?" Sahut Hana jengah.
"Bukan.." jawab Abi.
"Terus? Pacar baru?" Tanya Hana mulai penasaran.
__ADS_1
"Emhh.. bisa dibilang begitu sih!" Jawab Abi mengetuk-ngetukan jari telunjuknya di ujung bibirnya.
Hana yang lupa kejadian semalam sama sekali tidak tau jika yang dimaksud Abi adalah dirinya.
"Cewek jaman sekarang rata-rata begitu kali ya, baru pacaran langsung ngajak kelonan. Gak ngerti lagi aku sama mereka, kok gak ada harga dirinya sama sekali!" Kesal Hana.
"Betul Han, gw setuju sama omongan lo" timpal Abi mengiyakan ucapan Hana.
"Ka Abi juga bener-bener, tau udah mau nikah masih aja berpetualangan mencari cinta. Gak kepikiran sama si dia?" Sindir Hana membisikan kata dia di telinga Abi. Abi faham betul yang dimaksud dia adalah Soraya.
"Abis gimana yaa Han, pesona gw gak bisa diragukan lagi sih. Gw gak perlu susah-susah ndeketin cewek ehh mereka dengan suka rela nawarin diri mereka ke gw. Gw cuma gak mau bikin mereka kecewa aja!" Ucap Abi membanggakan diri.
Hana yang mendengar kenarsisan calon suaminya itu hanya menaikan bola matanya malas.
"Dia juga bilang suka sama ciuman gw Han!" Lanjut Abi masih berusaha membuat Hana penasaran.
"Udah ciuman juga?" Sahut Hana terkejut, Abi pun mengangguk.
"Lo gak penasaran Han, siapa tuh cewek?" Tanya Abi.
"Gw punya videonya lho Han!" Ucap Abi mengeluarkan ponselnya.
Hana hanya melirik ke arah ponselnya, rasa penasarannya begitu besar tapi dia tak mau memperlihatkannya pada Abi, takut-takut jika Abi akan berfikiran jika dirinya cemburu meskipun kenyataannya seperti itu.
"Emhh, sini lihat. Hana mau tau tampang cewek gatel yang ngajakin kelonan calon suami orang, jadi nanti aku bisa tau pelakor-pelakor yang berusaha ngerusak rumah tangga aku selain Mbak Raya!" Sahut Hana memajukan tangannya meminta ponsel Abi.
Abi berusaha menahan tawanya, ia pun memberikan ponselnya ke tangan Hana. Hana kemudian menekan tombol play untuk memutar video itu.
Mata Hana terbelalak sempurna saat ia memperhatikan video itu secara seksama. Bagaimana tidak video yang menampilkan dirinya itu begitu gamblang terpancing omongan jahil Abi. Terlebih lagi Hana justru menjelek-jelekan dirinya sendiri tadi.
Hana pun memelototi Abi yang saat ini sudah terbahak-bahak menertawai dirinya. Andai saja Hana tak ingat harga ponsel Abi ia pasti sudah melemparkannya, namun akal sehatnya masih bekerja, ia hanya meletakan ponsel Abi di atas meja riasnya kesal.
Abi yang sudah melihat gelagat Hana pun mulai berlari menghindari Hana keluar ruangan Hana, Hana tetap mengejarnya.
"Rese banget sih jadi orang, gak bisa yaa sehari aja gak ngisengin aku. Pokoknya aku gak mau yaa Ka Abi masuk-masuk lagi ke ruang ganti aku!" Kesal Hana sambil terus memberikan cubitan dan pukulan di tubuh Abi, sebisa mungkin Abi menghindari serangan Hana. Abi masih terus terpingkal-pingkal membuat Hana semakin menajadi-jadi menyerangnya.
__ADS_1
Kelakuan mereka menjadi pusat perhatian oleh semua yang ada di lokasi tak terkecuali Daniel yang sedang asyik merokok pun memperhatikan tingkah konyol mereka berdua.
"Belum pernah sama sekali gw ngelihat lo Bi ketawa lepas kayak gitu. Yakin gw bakal jatuh cinta beneran lo sama Hana!" Batin Daniel terus memperhatikan tingkah sahabatnya itu.
"Udah ahh, ampun. Janji gw gak bakal iseng, gak bakal jahil lagi. Sakit nih badan sexy gw lo cubitin terus!" Pinta Abi menahan tangan mungil Hana yang masih ingin menyiksa tubuh Abi.
Hana masih dengan tatapan kesalnya pun melepaskan pegangan Abi, kemudian berbalik badan meninggalkan Abi. Abi pun mengekorinya dari belakang.
Merasa diikuti Hana kemudian menghentikan langkahnya dan memutar badannya.
"Aku bilang jangan masuk-masuk ke ruang ganti aku lagi, kenapa masih ngikutin sih?" Kesal Hana.
"Yaelah Han, mau ambil hape gw!" Jawab Abi.
"Enggak boleh, nanti hapenya aku kasih kalo kelar syuting!" Ucap Hana kemudian meninggalkan Abi.
Abi pun pasrah dengan keputusan gadis yang sudah dibuatnya emosi tersebut. Ia pun kemudian kembali ke ruang gantinya tanpa bisa membawa ponselnya.
Hana masih benar-benar dibuat kesal oleh kelakuan Abi. Ia duduk dan mengambil ponsel Abi, memutar kembali video yang belum selesai ia tonton.
Terukir senyuman di wajah cantik Hana kala terus mengulang video hasil keisengan calon suaminya itu, bagaimana tidak, Hana memperhatikan bagaimana Abi melihat dirinya yang sedang tertidur dengan tatapan hangat yang jarang sekali Abi tunjukan padanya. Ada keyakinan di hatinya bahwa kelak Abi akan menerimanya dengan sepenuh hati.
Hana pun menggeserkan layar ponsel Abi untuk melihat foto-foto di galeri ponselnya. Matanya tertuju pada folder yang Abi namai 'LAMARAN'.
Satu per satu Hana lihat foto-foto yang Abi ambil saat lamaran waktu itu. Beberapa foto dirinya diambil Abi secara sembunyi-sembunyi. Ada kebahagian tersendiri melihat Abi menyimpan memori penting mereka.
"Manis banget sih calon laki" puji Hana.
Satu foto menarik perhatian Hana, foto di saat mereka berdiri berdua setelah memasangkan cincin pengikat di jari mereka. Hana tak memiliki foto itu ,ia pun berinisiatif untuk mengirim ke ponselnya. Hana pun mencari-cari kontak dirinya di ponsel Abi, betapa terkejutnya Hana saat tau nomor nya disimpan dengan nama "Hama Pengganggu".
"CALON LAKI KURANG AJARRRRR!!!" Teriak Hana membuat timnya terkejut dan menatapnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...Songong emang si Abi yaa, tapi gemesin 🤣🤣🤣 Gak sabar ih ngelihat mereka satu atap Pasti seru banget 😁😁😁...
__ADS_1
Jangan Lupa yaaa readers kesayangan like, comment and vote di setiap chapternya. Terima Kasih 😘😘