My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Waktu Yang Akan Menjawab


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


"Mas Abi..!" Panggil Hana saat baru saja ia terbangun.


"Udah bangun Sayang, butuh sesuatu?" Tanya Abi menghampiri ranjang Hana.


"Haus, aku mau minum!" Pinta Hana mendudukan dirinya.


Abi pun segera menyodorkan gelas kepada istrinya yang langsung disambut oleh Hana yang segera menyesapnya hingga tandas.


"Haus banget ya? Habis mimpi lari marthon, hmm?" Goda Abi menerima gelas yang telah kosong dari tangan Hana.


"Tadi Dokter Leonard ngomong apa aja Mas?" Tanya Hana.


"Cuma bilang kamu harus lebih lama lagi dirawat di rumah sakit karena Dokter mau melakukan serangkaian pemeriksaan ulang untuk mencari tau masalah yang kamu alami ini. Gak apa-apa kan kamu enggak jadi pulang sekarang? Dan kemungkinan kamu butuh waktu lebih lama lagi untuk tinggal di sini" Terlihat raut sedih dan kecewa meskipun Hana menganggukan kepalanya.


"Kenapa aku cuma lupa sama Mas doang? Kenapa aku gak lupa sama yang lain? Dokter ngasih tau enggak kenapa bisa begitu?" Tanya Hana penasaran membuat Abi tersenyum getir.


"Sebelum aku jawab pertanyaan kamu, boleh enggak aku tanya beberapa hal ke kamu?" Hana mengangguk mengiyakan permintaan Abi.


"Menurut kamu selama aku berada di sisi kamu, aku ini orang seperti apa? Kamu nyaman atau takut selama aku berdekatan sama kamu?" Tanya Abi dengan raut wajah dipenuhi kekhawatiran.


"Aku suka dekat Mas Abi, tapi anehnya kadang dada aku kayak tiba-tiba sesak, nyeri tapi aku enggak tau alasannya apa. Aneh kan? Sejauh ini aku gak pernah ngerasa takut kok sama Mas Abi. Kok Mas Abi nanyanya begitu?" Hana tersenyum penasaran menjawab pertanyaan suaminya tersebut.

__ADS_1


"Enggak apa-apa Sayang. Aku cuma mau bilang sama kamu kalo suatu saat kamu udah inget semua tentang aku, tentang kita aku harap kamu masih mau tetap berada di sisiku karena aku bener-bener cinta dan sayang sama kamu Hana. Maaf pernah menyakiti kamu sedemikian rupa, tapi aku enggak bisa jauh terpisah dari kamu!" Ucap Abi dengan mata berkaca-kaca membuat Hana menatapnya bingung.


"Mas Abi kenapa sebenernya?".


"Enggak apa-apa Sayang, aku cuma mau bilang begitu ke kamu kok!" Abi langsung mendekap tubuh istrinya begitu erat.


"Tadi Mas Abi belum jawab, kenapa aku cuma lupa sama Mas Abi aja, sedang sama yang lain enggak?" Hana kembali mengulang pertanyaannya.


"Aku pernah melakukan hal buruk, buruk sekali ke kamu. Hingga memori kamu tentang aku terblokir ngebuat kamu akhirnya enggak bisa mengingat aku sama sekali. Tapi tenang aja Dokter Leonard bilang ingatan kamu akan kembali lagi kok!" Jawab Abi diselingi kecupan yang ia berikan di pucuk kepala istrinya, karena saat ini Abi duduk di atas ranjang di belakan tubuh istrinya.


"Aku pengen banget tentang Mas Abi, aku penasaran sama kehidupan pernikahan kita. Aku yakin banget hidup yang aku jalani sama Mas Abi pasti bahagia banget, perempuan mana coba yang enggak bahagia dapat suami macam Mas Abi yang cinta banget sama istrinya. Aku yang belum sama sekali inget Mas Abi aja ngerasa kayaknya aku gak bisa jauh-jauh dari Mas Abi, kangen sama Mas Abi!" Ucap Hana dengan senyuman khasnya, senyuman yang selalu Abi rindukan.


Namun ungkapan perasaan yang Hana ucapkan justru membuat hati seorang Abi berdenyut nyeri, apakah Hana juga akan merasakan hal yang sama ketika ingatannya kelak kembali.


"Kalo begitu mah lebih baik aku gak usah inget aja lah sekalian, aku terlanjur nyaman sama kamu Mas. Rasanya aku sendiri enggak sanggup jauh dari kamu!" Hana kembali memberikan senyumannya ke arah Abi membuat Abi balas tersenyum.


"Aku tetep pengen kamu bisa ingat tentang aku, tentang kita Sayang dan aku berharap jima kelak ingatan kamu kembali kamu tetap bersedia untuk terus di sisiku dan melupakan hal yang sangat menyakitkan yang pernah aku lakukan padamu!" Ucap Abi.


"Separah apa perbuatan kamu sih Mas, sampe kamu harus berulang kali bilang ke aku? Apa ini berhubungan dengan luka-luka di sekujur tubuh aku?" Tanya Hana membuat Abi mendelikkan matanya terkejut.


"Aku beberapa kali tanya ke suster perihal luka-luka yang ada di bagian depan tubuhku dan aku juga sempat melihat luka di belakang tubuh aku dari cermin lebih parah daripada yang di depan. Apa luka-luka ini Mas Abi yang buat?" Melihat Abi yang terkejut dan terdiam cukup lama, Hana pun kembali menanyakannya.


"Aku minta maaf__!" Ucap Abi tertunduk, bahkan ia telah meneteskan air matanya.


"Apa aku pernah melakukan sesuatu yang sangat keterlaluan yang ngebuat Mas Abi begitu marah?" Tanya Hana penuh kekecewaan juga kesedihan.

__ADS_1


"Enggak, enggak sama sekali. Kamu enggak ada kesalahan sekecil apapun, ini murni kebodohanku!" Jawab Abi meremas erat rambutnya.


"Aku tau Mas Abi nyesel banget ya, aku maafin Mas Abi kok. Lagian aku juga enggak ngerasain sakitnya lagi atau lebih baik aku lupa aja, kita mulai dari awal aja. Numbuhin cinta kita dari awal, aku sih tau Mas Abi cinta sama aku, tinggal akunya aja yang numbuhin perasaan aku ke kamu lagi!" Seloroh Hana dengan cengiran khasnya.


Abi yang merasa tersentuh langsung mengapit wajah istrinya dengan kedua telapak tangannya yang lebar dan hangat itu untuk memberikan kecupan bertubi-tubi ke wajah cantik istrinya.


Karena rasa rindu yang membuncah Abi refleks mencium bibir Hana, membuat Hana menegang karena terkejut.


Sadar jika Hana terkejut akibat perbuatannya, Abi langsung menghentikan kegiatannya. Ia juga langsung menjatuhkan kepalanya di pangkuan sang istri.


"Maaf aku kangen banget sama kamu..!" Lirih Abi.


Hana yang faham dan mulai bisa mengatasi keterkejutannya tersenyum kemudian membelai lembut rambut suaminya.


"Aku tetep pengen kamu inget tentang aku, tentang kebersamaan kita. Jika nanti kamu menolakku, aku akan berjuang keras untuk membawa kamu kembali ke sisi aku lagi!" Ucap Abi yakin, mendongakan wajahnya untuk menatap wajah cantik istrinya.


"Dan kelak jika semua kembali aku tetep ada di sisi Mas Abi, tak ada alasan aku untuk menjauh dari Mas Abi!" Sahut Kasih membelai lembut rahang kokoh suaminya.


"Aamiinn, semoga Sayang, semoga..!" Abi kembali mengecupi wajah Hana.


Meskipun tak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Hana tentang masa depan mereka mengingat apa yang telah dilakukannya terhadap sang istri, tapi Abi masih tetap berharap apa yang dikatakan istrinya menjadi sebuah kenyataan.


Ia hanya tinggal menunggu waktu yang akan menjawabnya dan ia akan tetap mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2