
Sempat berdebat sengit di dalam mobil ketika Abi meminta langsung kembali ke Jakarta, sedang Hana meminta kembali ke penginapan saja. Namun dengan pertimbangan bahwa Hana ingin mengambil barang-barangnya, Abi pun mengalah dan mengikuti kemauan sang istri untuk kembali ke penginapan.
Dan di sini mereka, masih dengan perdebatan sengit yang belum sama sekali usai atau pun sedikit mereda.
"Kak Abi tuh ya, kalo belum tau kejadian sebenernya tuh jangan asal tuduh kenapa sih?" Geram Hana.
"Asal nuduh gimana? Jelas-jelas aku lihat sama mata kepala aku sendiri kalian pelukan kok, siapa yang gak emosi coba?" Sahut Abi tak kalah geram.
"Aku emang pelukan, tapi gak pelukan yang kayak ada di otak Kakak!" Salak Hana.
"Emang ada pelukan lain selain yang otak aku fikirin? Gila yaa, kemaren malem tuh aku gak bisa tidur, tadi kelar meeting langsung jalan ke sini maksud hati pengen bikin kejutan buat kamu, ehh malah akunya yang terkejut! Aku bela-bela in langsung ke sini karena aku gelisah jauh dari kamu, ehh kamunya malah asyik peluk-pelukan. Ngenes gak tuh, hah?" Cecar Abi dengan mata menyalang.
"Ya Allah Kak, bukan begitu! Biarin aku jelasin dulu, baru deh terserah kamu mau ngejudge aku sama Nugie gimana?" Suara Hana terdengar melemah.
"Aku tau usia kita terpaut jauh, aku mungkin gak bisa sepemikiran sama kamu, gak punya bahan obrolan seseru kamu sama dia karena perbedaan usia kita, aku..!" Lagi, Abi kembali merasakan krisis kepercayaan dirinya.
"Kak, please..!" Potong Hana yang mulai jengah dengan sikap Abi akhir-akhir ini.
"Okey, okey! Sekarang silahkan jelasin kenapa kamu bisa peluk-pelukan sama cowok sialan itu?!".
"Tadi tuh aku hampir ketimpa lampu shooting, untung aja ada Nugie yang sigap narik tangan aku kalo telat sepersekian detik aja mungkin aku udah enggak sama kamu di sini. Nih lihat betis aku kena sayatan-sayatan kaca dari lampu shooting yang jatuh!" Ucap Hana sambil menunjukan beberapa luka sayatan di kakinya.
"Kak Abi tau kan kalo aku ketakutan, kaget selalu gemetaran hebat maka dari itu tadi Nugie meluk aku berusaha nenangin aku. Aku yang masih panik, masih takut yaa diem aja dipeluk gitu!" Lanjut Hana lagi.
"Aku yakin kamu pasti nikmatin pelukan temen kamu itu, oohh atau mungkin pacar rahasia kamu itu?" Sindir Abi membuat Hana membelalakan matanya.
"Ya ampun Kak Abi, penjelasan panjang lebar aku tadi gak bisa ya dicerna sama otak cerdas kamu?" Cibir Hana kesal.
"Emang harus gitu pelukan buat nenangin kamu?" Tanya Abi menuntut.
__ADS_1
"Anggap aja Nugie itu kamu yang waktu itu juga berusaha nenangin Raya dengan ciuman!" Sindir Hana membuat Rahang Abi semakin mengeras.
"Untung cuma pelukan yang aku terima bukan ciuman!" Lagi Hana menyindir Abi tanpa melihat perubahan wajah Abi yang semakin emosi.
"Oohh jadi ceritanya kamu mau bales dendam gitu?" Tanya Abi tertawa miris.
"Bukan begitu Kak, aku cuma mau bilang ke kamu kalo apa yang Nugie lakuin tuh spontan. Sama kayak yang kamu jelasin ke aku waktu kamu cium Raya" Jawab Hana.
"Tetep aja aku gak bisa terima Hana tubuh kamu dipeluk laki-laki lain!" Gertak Abi penuh kecemburuan.
"Oohh jadi Kak Abi lebih terima aku ketimpa lampu shooting itu? Harusnya mah begitu aja lah, kalo aku ketimpa lampu itu kan kamu gak perlu kesel ngebayangin tubuh aku dipeluk cowok lain, padahal dia cuma berniat nenangin aku aja yang saat itu tuh aku beneran ketakutan dan pasti Kakak lebih terima lihat tubuh aku terbujur kaku, jadi mayat. Gitu?" teriak Hana kesal dengan kecemburuan suaminya.
"Hana..!" Ucap Abi lirih.
Ucapan istrinya tiba-tiba mengingatkannya pada mimpi-mimpinya akhir-akhir ini yang dialaminya ketika melihat sang istri selalu dalam keadaan menangis dan kesakitan.
Tiba-tiba dengan tatapan sendu, Abi langsung menarik tubuh Hana ke dalam dekapannya. Hana yang tengah terisak pun hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
"Iya, maaf aku udah gak percaya sama kamu" ucap Abi tulus.
"Besok Kakak harus minta maaf sama Nugie!" Perintah Hana mengadahkan wajahnya untuk melihat wajah suaminya yang saat ini juga tengah menunduk melihatnya.
"Lho, minta maaf buat apa?" Tanya Abi bingung.
"Buat apa gimana? Kamu itu gak ngerasa apa abis menganiaya Nugie?" Geram Hana.
"Enggak bisa lah, dia emang pantes dapetin itu semua dari aku!" Elak Abi masih merasa benar dengannya caranya memukuli teman istrinya itu.
"Pantes gimana sih, hah? Masa kamu mukulin orang yang habis nolongin istri kamu, kamu bilang pantes sih?" Salak Hana semakin kesal.
__ADS_1
"Kamu gak denger tadi dia bilang apa? Dia bilang kalo dia siap kapan pun kamu capek sama sikap dan sifat aku dia mempersilahkan kamu buat dateng, berarti dia ada rasa! Sialan!" Umpat Abi mengingat kata-kata yang dilontarkan teman istrinya itu.
"Ya ampun Kak, aku bingung harus ngomong apa lagi?" Desah Hana.
"Okey aku bisa ngucapin makasih dia udah nolongin kamu, tapi aku enggak akan pernah minta maaf atas apa yang udah aku lakuin ke dia karena dia emang pantes dapetinnya!" Tegas Abi.
"Terserah kamu lah!" Hana pun menyerah dengan kekeras kepala an suamimya. Ia memilih untuk berlalu ke toilet membersihkan dirinya.
"Setelah kamu bersihin diri, kita pulang!!" Ucap Abi menghentikan langkah Hana.
"Pulang gimana? Syutingnya belum selesai, aku harus profesional lah!" Gertak Hana.
"Mau syuting gimana dengan wajah babak belur gitu!" Sindir Abi.
"Semua itu gara-gara Kakak tau gak sih, gak bisa kalem dikit ngadepin masalah langsung main hajar aja. Kelak kalo kamu selalu nyelesaiin masalah dengan asal main pukul pasti ada saatnya kamu menyesali cara kamu itu!" Ucap Hana kemudian melanjutkan langkahnya untuk ke toilet.
***
Benar saja apa yang dibilang Abi, mau tak mau syuting mereka tunda karena kondisi yang tidak memungkinkan yang dialami oleh Nugie yang saat ini tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit terdekat.
Hal tersebut disampaikan oleh Robby pada Hana, Angga dan Abi yang saat ini tengah duduk di salah satu cafe dekat rumah sakit dimana Nugie dirawat.
"Tolong bilangin makasih ke dia udah mau nolongin istri gue, bilang juga ke dia gue enggak bakal minta maaf sama apa yang gue lakuin, dia emang pantes gue gebukin supaya mulutnya bisa direm kalo ngomong, jangan ... Aduh, sakit Hana!" Ucapan Abi tak selesai karena lengannya buru cubit oleh Hana.
"Jangan dengerin dia Bang Robby, mending Abang anter aku ke kamar rawat Nugie, aku mau lihat keadaannya. Kamu mau ikut apa di sini aja?" Tawar Hana pada suaminya.
"Aku nunggu di sini aja, otak aku masih panas kalo ngeliat muka temen kamu itu, takut khilaf!" Sahut Abi.
"Ish.. Kak Abi ini!" Desis Hana kesal kemudian meninggalkan Abi dan Angga yang juga memutuskan untuk tidak mengikuti Hana, karena ia memang sudah sempat menjenguk Nugie tadi.
__ADS_1
"CEPETAN, JANGAN PAKE LAMA!" Teriak Abi yang sama sekali tak dipedulikan oleh Hana yang tetap melangkahkan kakinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=