
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Wah rombongan ini?" tanya Dokter Riana yang telah sampai di rumah sakit saat Abi menghubunginya ketika masih di mansion tadi.
"Iya nih Dokter, kita semua enggak mau ketinggalan momen menyambut dua jagoan kami!" sahut Hafidz bersemangat, membuat semuanya mengulum senyum.
Mereka kini telah berada di ruang perawatan VIP, Hana sendiri sudah membaringkan dirinya di atas ranjang untuk diperiksa oleh Dokter Riana.
"Jadi dari semalem udah ngerasa mules?" tanya Dokter Riana sambil terus melakukan pemeriksaan.
"Iya Ibu Dokter, aku sih ngerasanya mungkin karena aku salah makan jadi perut aku sakit. Tapi makin ke sini makin sering mules!" jawab Hana disela ringisannya.
"Kalo gitu sekarang kita periksa dalam dulu ya!" titah Riana, untuk kemudian seorang suster langsung mendekatinya kemudian mengarahkan Hana dan membuka ****** ********.
"Rileks ya jangan tegang biar enggak sakit!" perintah Riana lagi yang sudah mengenakan sarung tangannya dan melakukan prosedur periksa dalam yang Hana sendiri sebenarnya tak mengerti bagaimana.
"Aduuuhhh!!" pekik Hana mencengkram erat tangan suaminya karena sedikit merasakan ngilu pada bagian paling sensitifnya.
"Wahh, sudah pembukaan tujuh ternyata!" ucap Riana berbinar.
"Artinya apa Dok?" tanya Abi yang sama tak mengertinya dengan Hana tentang apa itu pembukaan tujuh.
"Artinya pembukaan mulut rahim Bundanya sudah tujuh centimeter, tinggal menunggu sampai pembukaan lengkap yaitu pembukaan sepuluh untuk dedek-dedeknya lahir. Mungkin setelah Dzuhur pembukaannya lengkap!" jelas Dokter Riana.
__ADS_1
"Apa bisa kehamilan kembar melakukan persalinan secara normal, Dok?" tanya Abi penuh dengan kekhawatiran.
"Insya Allah Hana bisa, dilihat dari posisi Dedek sama placenta si kembar terpisah bukan satu placenta untuk dua janin membuat kemungkinan Hana lebih besar bisa melahirkan secara normal. Terlebih kondisi Hana bagus dan siap melakukan proses persalinan normal, kita bantu doa dan semangat buat Bunda hebat satu ini ya!" jawab Dokter Riana menyemangati.
Abi dengan setia menemani sang istri melewati kontraksinya yang semakin sering dirasakan, terkadang Hana berjalan-jalan memutari kamar perawatannya, terkadang duduk-duduk juga kembali berbaring ketika merasakan kontraksi yang semakin kuat.
Sesekali Abi terlihat frustasi saat melihat istrinya mendesis dan berucap istighfar dengan suara sangat pelan saat sedang merasakan gelombang cinta (kontraksi) nya datang menghampiri sang istri.
"Pinggang aku pegal banget, panas!" rintih Hana yang saat ini berada di pelukan suaminya yang setia mengelus dan memijat lembut pinggang belakang sang istri.
"Makan dulu ya, tadi Hana belum sempat sarapan kan di rumah?" tawar Kinan membawa nampan berisikan menu sarapan untuk sang menantu.
"Hana enggak lapar Mah, perut Hana bener-bener sakit banget!" tak hanya meringis, bahkan kini lelehan air mata sudah membasahi wajah pucat Hana.
"Sabar ya sayang, banyak doa, dzikir dan istighfar kalo mulai kerasa sakit lagi. Jangan teriak ya nanti tenaga Hana malah habis!" ucap Kinan menasehati.
"Sekarang makan ya, biar nanti ada tenaga buat ngeluarin para jagoan!" bujuk Kinan sekali lagi yang kali ini langsung diangguki oleh Hana.
***
Waktu menunjukkan pukul sebelas siang, kontraksi yang Hana alami pun semakin sering dan semakin kuat. Bahkan saat ini Hana sudah dipindahkan ke ruangan tindakan untuk melahirkan normal.
Saat dipindahkan tadi Hana sempat meminta maaf pada seluruh anggota keluarganya dan meminta agar mendokannya juga anak-anaknya.
Abi yang melihat istrinya kesakitan mulai merasa semakin frustasi, sungguh dia tidak tega melihat sang istri yang sedang berjuang saat ini. Dalam pikirannya pun sebenarnya dia berharap untuk bisa menggantikan rasa sakit yang tengah dirasakan sang istri saat ini.
"Aku minta maaf ya Kak, kalo selama ini aku udah jadi istri yang belum baik buat kamu!" ucap Hana disela isakannya.
__ADS_1
"Kamu istri terbaik sayang dan akan menjadi ibu yang baik juga pastinya untuk anak-anak" sahut Abi yang juga tak bisa menahan lebih lama air matanya.
Abi langsung menyatukan bibir mereka dengan penuh kelembutan berharap dapat mentransfer sedikit kekuatan untuk sang istri, "kamu pasti bisa, kamu perempuan kuat. Jadi jangan nangis lagi ya, sebentar lagi kita ketemu dua jagoan kita. Insya Allah!".
"Kita periksa dalam lagi ya cantik!" ucap Riana kembali memeriksa kesiapan Hana.
"Alhamdulillah sudah lengkap pembukaannya, nanti kalo terasa kontraksi lagi bilang ya cantik. Supaya kami bisa mengarahkan untuk mengejan. Sekarang atur posisinya dulu ya sayang!"perintah Dokter Riana mulai mengarahkan Hana.
Hana terus mwngejan sesuai arahan Dokter Riana, dan ketika untuk ketiganya kalianya akhirnya putera pertama mereka lahir, suara tangisan sang bayi yang begitu kuat membuat semuanya serempak mengucapkan rasa syukur, terlebih Abi dan Hana yang tak bisa membendung tangis haru mereka melihat putera pertama mereka.
"Istirahat sebentar dulu ya cantik!" Riana menekan-nekan lembut perut Hana seakan tengah membenarkan posisi putera kedua Hana ke arah jalan lahir, sedangkan putera pertamanya tengah dibersihkan dan dilakukan prosedur awal pasca dilahrikan.
"Mules lagi Bu Dokter!" rintih Hana mulai kepayahan membuat Abi dilanda kekhawatiran.
"Seperti tadi ya sayang, ikuti arahan Ibu ya cantik!" Riana mulai mengarahkan Hana kembali, dan sama seperti tadi saat ejanan yang ketiga putera kedua Hana dan Abi pun lahir dengan tangisan yang sama kuatnya dengan bayi pertama mereka.
"Alhamdulillah..!" syukur semua yang berada di ruang persalinan menyambut kelahiran anak kedua Hana dan Abi.
Seorang suster kemudian meletakan putera pertama mereka di atas dada Hana untuk melakukan inisiasi menyusui dini, begitu pula bayi kedua mereka setalah dibersihkan juga langsung diletakkan di atas tubuh Hana.
Kini kedua bayi berkulit merah, berambut tebal itu tidak menangis lagi, mereka sedang berusaha mencari-cari sumber kehidupan mereka.
Abi menatap takjub kedua putera tampannya tersebut, tak pernah menyangka dia baru saja melewati moment paling penting kehidupannya, menemani proses kelahiran kedua puteranya.
"Wahhhh jagoan-jagoan gantengnya pinter ya enggak butuh lama mencari sumber kehidupannya!" puji Riana saat melihat kedua bayi tampan tersebut sudah menyecap sumber kehidupan mereka.
"Terima kasih sayang, kamu udah berjuang untuk kami bertiga. Kamu istri terhebat, Ibunda terhebat, wanita terbaik. Aku mencintaimu!" ucap Abi tulus untuk kemudian menciumi puncak kepala istrinya.
__ADS_1
"Aku juga cinta sama Kakak, cinta sama anak-anak!" sahut Hana menatap lembut dan penuh cinta suaminya yang masih saja meneteskan air mata penuh haru.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=