
"Mamah tinggal ke hotel dulu ya, enggak enak kalo tiba-tiba harus ngebatalin. Kamu jaga Hana di sini!" Ucap Kinan ketika hendak pergi menuju hotel yang telah disewanya untuk acara pernikahan Abi.
"Hana sayang, Mamah tinggal gak apa-apa ya? Nanti biar Abi yang nemenin kamu" pamit Kinan pada Hana.
"Mamah gak apa-apa pergi sendirian? Maaf ya Mah, Hana malah nyusahin!".
"Enggak apa-apa sayang, udah gak usah mikir macem-macem. Inget apa yang tadi Dokter bilang. Mamah pergi dulu yaa, nanti kalo sempet Mamah ke rumah!" pamit Kinan, kemudian mencium kedua sisi pipi Hana.
"Hati-hati ya Mah..!" Ucap Abi dan Hana berbarengan.
"Seneng ngeliat kalian kompak gitu, Mamah jalan ya. Assalamualaikum.." pamit Kinan sekali lagi.
"Wa'alaikumsalam..!" Sahut mereka lagi bersamaan.
"Masih pusing?" Tanya Abi basa basi.
"Sedikit" jawab Hana kemudian berusaha mengangkat kepalanya, ia tak ingin berbaring. Abi dengan cekatan membantu membetulkan posisi Hana agar duduk dengan nyaman.
"Lo kok bisa sakit?" Pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Abi membuat Hana memincingkan matanya.
"Lah emang kenapa gak bisa Ka? Emang Hana manekin yang gak bisa sakit?" Jawab Hana sewot.
"Maksud gw apa gara-gara kita berantem semalem?" Kali ini Abi meralat pertanyaannya.
"Enggak sih, pulang syuting kemarin emang Hana udah ngerasa gak enak badan. Tapi bisa jadi pertengkaran kita semalem salah satu yang ngebuat kondisi Hana makin parah!" Jawab Hana seakan ingin membuat Abi merasa bersalah.
"Pinter banget sih bikin gw ngerasa bersalah" ejek Abi mencubit kedua pipi Hana.
"Sakit tau Ka!" Kesal Hana.
"Maaf ya Hana, gw udah bikin lo nangis semalem" ucap Abi mengelus tangan Hana.
"Awalnya Hana berniat buat gak kelihatan lemah di depan Kaka. Hana udah tau apa yang sebenernya bakal Hana alami setelah memutuskan buat nerima lamaran Kaka, tapi ternyata rasanya bener-bener sakit Ka. Sekuat tenaga Hana buat gak nangis di depan Ka Abi tapi Hana gak bisa. Hana gak sekuat itu ternyata buat memperjuangkan Ka Abi, rasanya sesak Ka sama perasaan Hana sendiri. Tapi Hana gak mau ngecewain
semua yang sudah naro harapan sama kita terlebih kakek, hiks" Sahut Hana yang membuat air matanya luruh lagi.
Abi begitu terenyuh oleh setiap kata-kata yang terucap dari bibir mungil calon istrinya itu. Dia sadar dia telah memperlakukan Hana secara tidak adil, tapi ia tak bisa mengecewakan Raya wanita yang teramat dia cintai.
"Tapi Hana bertekad gak bakal nyerah begitu aja, Hana akan buat Ka Abi jatuh cinta sama Hana, Hana akan menyingkirkan Mbak Raya dari hati Kaka. Hana akan buat Ka Abi menangis jauh lebih pedih dari tangisan Hana sekarang, supaya Kaka tau mencintai itu gak selalu menyenangkan tapi juga menyebalkan!" Ucap Hana lagi sambil mengusap air matanya dan berusaha tersenyum agar menunjukan bahwa dia baik-baik saja.
"Oke, gw persilahkan lo buat bikin gw jatuh cinta sama lo, singkirkan Raya dari hati gw. Bikin gw nangis jauh lebih pedih dari tangisan lo saat ini. Tapi satu hal yang gw minta dari lo sediakan jutaan maaf kalo gw mungkin nyakitin lo!" Sahut Abi, Hana hanya menatap ke dalam mata Abi, mencari kesungguhan dari tiap kata-katanya dari manik mata Abi.
__ADS_1
Abi kemudian bangkit dari duduknya, mendekati Hana dan memeluk erat tubuh lemah itu. Tangis pun kembali pecah saat Abi memeluknya, rasa damai namun sesak menjadi satu di hati Hana saat ini.
"Berhenti lah nangisnya, cengeng amat sih!" Ledek Abi masih di posisi memeluk Hana, Hana hanya memukul-mukul punggung Abi.
"Cairan infusnya bentar lagi habis, berarti aku bisa pulang kan Ka?" Tanya Hana memperhatikan cairan infusnya.
"Iya..!" Jawab Abi.
Dering ponsel Abi berbunyi, dia cukup bingung ketika terpampang nama Soraya di layar ponselnya. Rasanya saat ini dia hanya ingin menjaga perasaan Hana, akhirnya Abi menolak panggilan itu, ia kemudian mematikan ponselnya.
"Kenapa, kok gak diangkat?" Tanya Hana heran.
"Gak apa-apa, lagi males aja. Nanti aja di rumah!" Jawab Abi, Hana pun mengangguk.
"Gw panggil suster dulu ya, biar nyabut selang infus lo. Cairannya tinggal sedikit!" Pamit Abi, kemudian beranjak keluar ruangan. Tak berapa lama Abi datang bersama dengan seorang perawat.
"Sus, pelan-pelan yaa saya takut" pinta Hana.
"Jangan tegang ya Mbak, kalo Mbak tegang malah kerasa sakit nanti" ucap suster itu menasehati.
Setelah berbagai drama ketakutan Hana akhirnya jarum infus itu bisa dicabut. Karena terlalu tegang, justru membuat Hana mengeluarkan darah dari tangannya.
Suster sudah membalut lukanya, selesai mengurus pembayaran Abi memapah Hana keluar menuju mobil. Mobil Abi telah Abi pindahkan ke parkiran klinik dari parkiran kantor WO.
Abi dengan sabar membantu Hana untuk memasang seatbeltnya.
"Pusing ya?" Tanya Abi melihat wajah pucat Hana penuh keringat.
"Banget Ka" jawab Hana tetap memejamkan matanya.
"Aku bener-bener gak suka sakit" ucapnya lagi.
"Ya sabarlah. Kalo gitu kita pulang ya!" Abi pun mulai melajukan mobilnya membelah jalanan Jakarta, sesekali ia melihat Hana yang sekarang duduk meringkuk di kursinya.
***
Sesampainya di rumah, Hana langsung merebahkan dirinya di sofabed ruang tengah. Kinan sudah mengabari kondisi Hana, sehingga Irma sudah mempersiapkan semua keperluan Hana di ruang tengah.
"Nak Abi udah makan?" Tanya Irma.
"Belum sempat Bu!" Jawab Abi jujur.
__ADS_1
"Makan di sini ya, Ibu siapkan!" Tawar Irma.
"Boleh Bu kalo gak merepotkan" sahut Abi sedikit sungkan.
"Enggak lah, sebentar Ibu siapkan dulu!".
"Laper ya Ka?" Tanya Hana.
"Banget Han, gw tadi pagi sarapan cuma sedikit. Lo makan juga ya!".
"Maaf ya Ka, gara-gara aku Ka Abi jadi kelaperan!" Ucap Hana sedih.
Abi hanya tersenyum menanggapi ucapan Hana. Abi teringat jika ia mematikan ponselnya, dia pun kemudian cepat-cepat mengaktifkannya kembali.
Sederet panggilan dari Raya dan Kinan dan banyak pesan mereka langsung terpampang di layar ponselnya.
Abi pun langsung berinisiatif untuk menghubungi Kinan, memberitaukan Mamahnya jika mereka telah berada di rumah Hana. Selesai memgabari sang Mamah, tak lama ponsel Abi berdering. Lagi-lagi panggilan video call dari Raya. Abi enggan untuk mengangkatnya, tapi dia juga tau Raya tak akan pernah berhenti menghubunginya jika panggilannya tidak dijawab juga.
"Angkat aja Ka telepon dari calon mantan kamu. Aku gak apa-apa kok, santai aja. Cuma sesek-sesek dikit doang kok!" Ucap Hana saat sadar Abi ragu untuk mengangkat telepon Raya.
"Kalo gitu gw angkat di luar yaa, gak apa-apa kan?" Izin Abi kemudian ia keluar setelah melihat anggukan Hana.
"Lagi dimana sih kamu? Kenapa panggilan aku gak kamu jawab-jawab malah kamu non aktifin hape kamu, kamu lagi asyik-asyikan sama cewek barbar itu hah?" Omel Raya ketika panggilan terhubung.
"Apa sih Ray, Hana tuh sakit. Tadi dia pingsan, makanya aku sibuk tadi bawa dia ke klinik. Sekarang aku lagi di rumahnya!" Sahut Abi tak kalah kesal.
"Wahhh perhatian banget ya kamu sekarang sama dia. Baru tadi malam lho Bi, kamu janji sama aku buat jaga jarak sama dia ehhh sekarang malah berperan jadi pasangan yang setia nemenin tunangannya yang lagi sakit. Mulai jatuh cinta kamu Bi sama dia?" Gertak Raya.
"Kamu apa-apaan sih Ray? Dia tuh lagi sakit, Ray dan wajarkan kalo aku ada buat dia. Dia sakit gara-gara aku Ray, semalem aku bertengkar hebat sama dia. Aku ngerasa bersalah banget!" Sahut Abi penuh sesal.
"Wahh hebat, sekarang kamu bisa ngerasa bersalah sama dia. Aku gak peduli ya Bi sama perasaan dia dan kamu juga harusnya jangan pake perasaan ke dia. Dia tuh harus sadar diri siapa dia diantara kita, posisi dia apa diantara kita. Kalo kamu terus-terusan pake perasaan kamu, aku yakin kamu bakal jatuh cinta sama dia!".
"Cukup Ray cukup! Kamu perempuan, dia perempuan harusnya kamu bisa ngerti perasaan dia apalagi dia masih lugu Ray, jangan terlalu jahatlah sama Hana. Kamu nuntut aku buat begini buat begitu, itu semua semata-mata bukan karena kamu takut aku jatuh cinta sama dia, tapi karena kamu gak pernah percaya sama aku Ray, sama perasaan aku ke kamu!" Bentak Abi jengah.
"Kamu bentak aku Bi? Kamu bentak aku gara-gara perempuan itu? Kamu keterlaluan Bi!" Kesal Raya dan langsung memutuskan sambungan video call mereka.
"Arghhhhhh, shit..!!" Umpat Abi kesal.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
...Author kok seneng yaaa lihat Abi sama Raya berantem 😈😈😈...
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and votenya yaaaaa 😘😘