My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Mengungkapkan Rasa


__ADS_3

"Kaka yakin baik-baik aja? Yakin mau berangkat ke Bandung?" Sore itu Hana sedang mengepak pakaian suaminya yang akan pergi ke Bandung untuk sebuah acara.


"Iya gue baik-baik aja! Gue harus Han ke Bandung, kan gue udah tanda tangan kontrak, bisa kena pinalti gue kalo mangkir!" Jawab Abi sambil merapikan penampilannya.


"Masalah sama Mbak Raya gimana Ka?" Tanya Hana ragu-ragu.


"Entahlah, gue masih bingung. Gue mau konsen kerja dulu, masalah sama dia nanti-nanti aja dibahasnya!" Jawab Abi kemudian menghampiri Hana yang duduk bersimpuh di lantai saat merapikan bawaannya ke dalam koper.


"Lo kapan selesainya Han?" Tanya Abi berbisik.


"Udah selesai kok, nih semua udah rapi!" Hana menunjuk koper yang tadi ia rapikan.


"Bukan itu Oon, bulanan lo kapan selesainya?" Abi pun memperjelas pertanyaannya.


Blussshhhh..


"Masih lama Ka, semingguan lagi!" Jawab Hana memalingkan wajahnya yang memerah.


"Kasih gue bekel dong!" Pinta Abi seraya menarik tubuh Hana untuk duduk di pangkuannya.


"Kaka mau apa?" Hana enggan menatap wajah suaminya, jantungnya benar-benar berdegup kencang saat ini.


"Cium, gue takut kangen di sana nanti!" Ucap Abi, ia makin mendekatkan wajahnya ke wajah Hana yang semakin merona.


Tanpa ba bi bu lagi, Abi kemudian melancarkan aksinya, ia menciumi wajah Hana mulai dari kening, kedua mata, hidung, pipi, dagu dan bibir pastinya.


"Lo cantik tau gak! Gue suka pipi lo kalo lagi merona gini, bikin gemes!" Puji Abi membuat Hana semakin tersipu.


Abi menangkup wajah mungil Hana dengan kedua telapak tangannya, ia mulai mencium, menyesap dan melum*at bibir mungil istrinya.

__ADS_1


Hana yang memang gampang terbuai perlakuan suaminya sudah tak malu-malu lagi membalas ciuman sang suami. Ia melingkarkan tangannya di leher Abi, memperdalam ciuman mereka.


Dan lagi ..


"Oh, wow.. wow.. kebiasaan deh gak pernah ngunci pintu kalo ber hot-hot ria!" Ledek Daniel untuk kedua kalinya memergoki Hana dan Abi beradegan panas.


Hana langsung berdiri dari pangkuan suaminya, jangan ditanya lagi bagaimana wajahnya saat ini, malu teramat sangat malu.


"Lo tuh yang songong, masuk ke kamar orang maen masuk aja tanpa ngetok dulu!" Geram Abi kemudian bangkit dari duduknya.


"Sorry deh, kebiasaan gue maen slonang-slonong aja! Gue cuma mau bilang udah siap oteweh kita! Hayoo!" Sahut Daniel tak mau disalahkan.


"Ya udah sono duluan, sekalian nih bawa koper gue ke bawah!" Perintah Abi, Daniel pun hanya menurutinya meski hatinya dongkol.


"Gue manajer lo nyet, bukan babu lo!" Ketus Daniel namun tak ditanggapi oleh Abi.


"Jangan nakal ya selama gue tinggal, jadi istri yang baik, jangan keluyuran kemana-mana kalo gak penting-penting amat. Kalo bosen, minta suruh jemput supir buat bawa lo ke mansion. Di sana kan rame, jadi lo gak kesepian!" Nasehat Abi kemudian mencium pucuk kepala istrinya.


"Aku di sini aja, kalo di mansion takut kebayang-bayang Nara sama Juna malah sedih akunya!" Sahut Hana melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya.


Hana begitu bersyukur, kini Abi memperlakukan dirinya seakan-akan bahwa ia adalah istri yang dinikahi karena cinta, sedang Abi sendiri masih bingung mengapa ia begitu peduli pada Hana akhir-akhir ini. Ia masih menyangkal jika hatinya telah tertambat pada istri kecilnya, menurutnya ini semua ia lakukan karena rasa kasihan dan kepeduliaan saja, tak lebih.


Hana mengantarkan Abi hanya sampai pintu saja, ia enggan untuk ikut ke basement parkiran. Sekali lagi Abi mengecup pucuk kepala Hana seraya berpamitan, Daniel yang melihat perlakuan Abi pada istrinya merasa yakin jika Abi telah jatuh cinta dengan Hana.


"kayaknya hubungan lo sama Hana udah banyak kemajuan, lo udah nerima dia sebagai istri lo Bi?" Tanya Daniel saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Entahlah Niel, yang jelas gue ngerasa kasihan sama dia aja gak lebih. Gue gak mau nyakitin dia dengan sikap cuek, paling enggak bentuk perhatian gue ini gak bakal ngelukain dia, meskipun gue tau beberapa kali dia sering nangis gara-gara sikap gue. Terlebih kalo nyenggol masalah Raya!" Jawab Abi.


"Berarti perlakuan lo selama ini ke dia cuma sekedar karena kasihan? Cihhh.. lo sadar gak, kalo sifat dan sikap lo yang begini seakan-akan lo itu lagi kayak lagi ngumpulin kepingan-kepingan kehancuran dia nantinya? Lo bayangin aja, mungkin sekarang ini Hana udah berfikiran kalo lo itu udah jatuh cinta sama dia, dia jadi punya harapan lebih besar sama pernikahan kalian, padahal lo cuma sekedar kasihan aja sama dia. Bi, kalo boleh gue kasih saran sama lo, lebih baik lo bersikap sewajarnya aja, jangan buat dia punya harapan lebih atas hubungan kalian. Percaya sama gue perlakuan lo selama ini ke dia tuh akan membuat Hana jauh lebih hancur suatu saat nanti, beda kalo lo memperlakulan dia sesuai dengan konsep pernikahan lo awal, mungkin dia akan sakit ngejalaninya, tapi perasaannya gak akan semakin hancur karena lo gak pernah ngasih harapan apa-apa ke dia!" Meskipun diliputi kemarahan, Daniel tetap mencoba menasehati sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kalo gue boleh jujur, makin ke sini gue semakin nyaman sama dia. Dia tuh kayak booster gue tau gak, secapek apapun atau sekesel apapun hari yang gue jalani setelah ngeliat dia senyum, meluk, dia, nyiumin dia kayak ngebalikin mood gue aja. Bahkan saat ngelonin dia tidur tuh rasa capek gue seketika ilang. Ada rasa kayak pengen jagain dia, ngelindungin dia Niel. Gue kayak gak rela ngeliat dia nangis, sedih atau pun kecewa dan gue selalu kangen setiap gue berjauhan sama dia!" Abi mulai mengungkapkan semua rasa di hatinya, meskipun ia masih berusaha menyangkal perasaannya sendiri bahwa kepeduliaannya pada Hana adalah rasa cinta yang mulai tumbuh di hatinya.


Daniel tak menjawab ucapan sahabatnya itu, ia hanya mengembangkan senyumnya. Ia tau sahabatnya telah jatuh hati pada perempuan yang dinikahinya, hanya saja egonya masih mati-matian menolak perasaannya sendiri.


"Gimana Raya?" Satu nama langsung membuat Abi mengingat cerita kelamnya semalam. Melihat Abi tak merespon pertanyaannya membuat Daniel melirik ke arah sahabatnya itu sekilas kemudian kembali fokus mengendarai mobilnya.


Setelah menghela nafas berat, Abi pun menceritakan apa yang semalam di ceritakan oleh Mike. Ia bahkan menceritakan pertengkarannya dengan Raya, juga semua kejadian di apartemennya setelah pertengkarannya dengan Raya juga bagaimana Hana mengurusi dan menyemangatinya saat ia terpuruk.


"Buka mata lo Bi, istri lo itu wanita hebat. Gue enggak ngerti lagi deh terbuat dari apa hati istri lo itu, kuat banget dia ngurusin lakinya yang terpuruk gara-gara permpuan lain. Gue yakin pasti dia sendiri juga nangis tanpa lo tau!" Sindir Daniel kesal.


Abi kemudian membuka ponselnya, ia ingin melihat cctv kamarnya yang hanya dirinya sendiri yang bisa mengaksesnya. Ia ingin memastikan ucapan Daniel dan benar saja, ia bisa melihat Hana yang duduk di sebelah ranjang yang dirinya telah tertidur pulas sedang menangkup wajahnya. Pundaknya naik turun yang menandakan istrinya itu sedang menangis. Ada rasa sesak saat tau apa yang diucapkan sahabatnya itu benar.


"Lo lagi lihat apa?" Tanya Daniel penasaran melihat wajah sendu sahabatnya yang fokus menatap layar ponselnya, Abi hanya menggelengkan wajahnya kemudian menyimpan kembali ponselnya.


"Terus gimana cara lo nyelesain masalah lo sama cewek lo? Lo tau siapa cowok yang Mike ceritain? Gue yakin banget pasti tuh cowok orang yang ngajak dia ke Perancis, siapa namanya emhh.. Nico. Iya kan?" Satu tebakan Daniel membuat jantung Abi seketika bergemuruh, ia benar-benar tak berfikiran tentang laki-laki yang bersama kekasihnya.


"Kenapa gue gak kepikiran si Nico ya Niel?" Tanyanya.


"Coba aja lo kirim foto Nico ke Mike buat mastiinnya. Bener si Nico bukan?" Abi pun langsung mencari foto Nico di istagram kekasihnya, karena ia pernah melihat sang kekasih memasang foto berdua dengan laki-laki itu. Setelah ketemu ia langsung mengirimkan foto tersebut ke Mike untuk memastikan.


Bunyi notifikasi balasan pun berbunyi, Abi langsung cepat-cepat membuka pesan balasan dari Mike.


"Iya bener Bi, ini cowoknya! Gue yakin banget deh ah, karena gak sekali dua kali gue ngeliat mereka mesra-mesraan! Lo kenal sama cowok barunya Raya ini?".


"Anjing..!!" Umpat Abi kesal ketika membaca balasan pesan dari Mike. Entah mengapa, Daniel justru senang melihat sahabatnya sedang terpuruk saat ini.


"Sadar Bro, lebih baik lo ngejagain bener-bener berlian di rumah daripada berusaha mempertahankan batu kerikil yang gak ada artinya sama sekali!" Sindir Daniel dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2