My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Berdetak Kencang


__ADS_3

Dirasa sudah jauh lebih tenang Abi mengajak Hana untuk keluar ruangan menuju mobilnya. Sebelum itu Abi memakaikan jaketnya ke tubuh Hana yang tadi belum sempat terpasang karena Hana langsung memeluknya.


Saat memakaikan jaketnya Abi melihat wajah Hana yang memar dan sudut bibir yang masih ada darahnya, leher dan dada yang terdapat cap merah hasil perbuatan Andi, lengan serta pergelangan tangan yang juga memar akibat cengkaraman manusia biadab itu.


Terlintas di fikiran Abi betapa takutnya Hana tadi, terlihat dari tubuh Hana yang masih terus menerus gemetar dan tatapan mata yang kosong.


Merasa tak mampu berjalan bahkan untuk sekedar berdiri saja kaki Hana seakan kehilangan kekuatannya, ia kembali mendudukan tubuhnya.


"Maaf Ka, tunggu sebentar lagi Hana gak kuat buat berdiri dan jalan" pinta Hana lirih.


Beberapa kru masuk ke dalam ruangan, mereka mendapati Hana dan Abi duduk di sudut ruangan dan Andi yang masih belum sadarkan diri.


"Ada apa Mas Abi?" tanya salah seorang kru.


"Kalian seret orang itu keluar, gw gak mau ngelihat dia lagi" perintah Abi, semua kru pun mengangguk dan memapah Andi keluar ruangan. Hana yang melihat Andi dipapah langsung memalingkan wajahnya, ia benar-benar takut melihat Andi.


Abi kemudian mencoba untuk menggendong Hana, Hana sempat terkejut fikirannya langsung merespon kejadian yang baru saja ia alami. Reflek Hana memberontak dan berteriak histeris, takut akan kejadian tadi terulang lagi. Abi pun segera mengurungkan niatnya untuk menggendong Hana ketika melihat Hana kembali histeris.


"Tenang Hana, tenang! Ini gw Abi, gw cuma mau gendong lo ke mobil. Lo mau terus-terusan di sini?".


Hana pun melihat Abi, "maaf" ucapnya singkat.


"Jangan takut ya, kita balik sekarang ya!" pinta Abi kemudian kembali akan menggendong Hana, kali ini Hana tidak memberontak, ia hanya memejamkan matanya, mengeratkan tangannya ke leher Abi yang menggendongnya ala bridal style.


Sesampainya di mobil, Abi memberikan air untuk diminum Hana. Hana menerima botol air mineral itu dengan tangan yang masih gemetar. Hana mencoba meminumnya meskipun agak tumpah-tumpah.


Abi meminta seorang kru untuk mengambil barang-barang Hana.


FLASHBACK ON


Saat baru sampai di rumah sakit, Abi langsung dicecar pertanyaan oleh Kinan.


"Kamu pulang bareng Hana kan?" tanya Kinan.


"Sendiri Mah, Hana masih ada beberapa adegan yang belum selesai" jawab Abi.


"Yaa, kamu tungguin dong. Kamu kan tau Angga lagi jagain Ibunya!" ucap Kinan kesal.


"Tadinya Abi mau nungguin Mah, tapi dianya gak mau alesannya gak mau ngerepotin aku. Lagian kan dia masih sama timnya Mah, ngapain sih khawatir banget gitu" sahut Abi membela diri.


"Kamu itu susah banget dibilangin. Apa salahnya coba kamu nekat nungguin dia, toh kalian balik ke tujuan yang sama Bi. Udah sekarang kamu balik lagi ke lokasi kamu syuting, jemput dia. Mamah mau mulai sekarang kamu jagain dia, ngerti!" perintah Kinan.

__ADS_1


"Yaahhh Mah, Abi capek Mah" keluh Abi.


"Abi..!!" gertak Kinan memelototkan matanya.


"Iya, iya. Ahh elahh Mah.." sahut Abi kesal tapi tetap menuruti perintah Kinan. Ia pun berjalan, mengenakan jaketnya dan mengambil kunci mobilnya. Tak lupa sebelumnya mencium pipi sang Mamah dan Kakek yang sudah tidur pulas.


***


Sesampainya di lokasi syuting, Abi langsung menuju ke ruangan Hana. Ia melihat barang-barang Hana serta ponsel Hana yang tergeletak di atas meja rias, namun ia tak menemukan sosok gadis yang dicarinya.


Seorang kru menghampirinya, "Mas Abi cari Mbak Hana?" tanya kru itu.


"Iya, kemana dia?" ucap Abi balik bertanya.


"Tadi sih saya lihat dia sama Bang Andi ke arah ruang properti berduaan" jawab Kru itu.


"Ngapain mereka di sana?" tanya Abi mulai khawatir.


"Enggak tau Mas" jawab Kru itu mulai ketakutan.


"Lo gak coba ngecek ke sana?" tanya Abi lagi, matanya mulai memerah.


"Enggak Mas, saya takut sama Bang Andi lagian juga kerjaan saya banyak" jawab Kru itu makin ketakutan.


Sesampainya di depan pintu ruangan, ternyata ruangan itu terkunci. Sayup-sayup ia mendengar suara Hana berteriak minta tolong. Abi yakin ada sesuatu yang tidak beres terjadi di dalam. Ia pun berkali-kali mendobrak pintu itu, saat berhasil ia langsung masuk ke dalam.


Ketika sampai di dalam betapa marahnya ia mendapati Hana sedang 'dikerjai' Andi, tanpa aba-aba Abi langsung menarik Andi hingga Andi terjengkang ke belakang dan langsung menghajarnya habis-habisan.


FLASHBACK OFF


Barang Hana yang sudah diambil oleh salah seorang kru, kini berada di belakang mobilnya. Abi pun kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang perjalanan Abi sesekali memperhatikan Hana. Hana yang masih gemetaran, terkadang mengehela nafasnya berat, terkadang menangis namun cepat-cepat menghapus air matanya dan terkadang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kita ke rumah sakit?" tanya Abi membuka percakapan.


"Jangan Ka, nanti Ibu pasti khawatir ngelihat kondisi Hana kayak gini" jawab Hana.


"Terus kemana? Ke rumah lo?" usul Abi.


"Tapi Hana takut sendirian Ka.." jawab Hana lirih.

__ADS_1


"Gw temenin, tenang gw gak bakal ngapa-ngapain?" usul Abi lagi.


"Enggak bisa Ka, apa kata tetangga nanti? Terus kalo nanti ada yang bilang sama Ibu Hana pasti kena marah" sahut Hana.


"Kenapa gak lo telepon temen cewek lo aja buat nemenin lo?".


"Hanum lagi di Bandung Ka" jawab Hana lesu.


"Cuma dia doang temen lo?" tanya Abi lagi.


"Temen aku banyak, tapi yang deket cuma sama Hanum aja. Lagian aku gak mau ada orang lain yang tau kondisi aku sekarang" jawab Hana tertunduk.


"Ya udah kalo gitu kita ke apartemen gw aja ya. Deket kok dari sini. Tenang gw akan ngapa-ngapain lo" usul Abi lagi.


"Janji..?" pinta Hana.


"Janji.." sahut Abi.


***


Sesampainya di apartemen Hana diminta untuk duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Abi mengambil kotak P3K dan air hangat.


Ia kemudian membersihkan luka di wajah Hana dan mengobatinya. Saat mengobati luka Hana, posisi mereka sangat dekat. Hana dan Abi saling menatap satu sama lain. Ada getaran yang membuat jantung mereka berdua berdetak kencang.


Meskipun dengan wajah yang lebam tak mengurangi kecantikan yang dimiliki Hana. Mata Hana yang teduh seakan memberi kenyamanan bagi siapapun yang menatapnya, begitu pula Abi saat ini yang begitu terpesona oleh Hana.


Sedangkan Hana, hal ini sudah terbiasa jika ia berdekatan dengan Abi. Ditambah lagi, saat ini jarak mereka sangat dekat. Hana kemudian memutus tatapan matanya pada Abi, begitu pula Abi. Mereka berdua salah tingkah dengan apa yang baru saja mereka lakukan.


"Kenceng banget detak jantung lo, sampe kedengeran gitu" ucap Abi.


"Ka Abi juga kenceng, Hana bisa denger tadi" sahut Hana tak mau kalah.


"Udah sana masuk kamar, istirahat. Jangan lupa kunci pintunya. Gw juga cowok, takut khilaf" perintah Abi menunjuk sebuah pintu kamar yang akan Hana tinggali. Hana pun kemudian bergegas menuju kamarnya meskipun dengan berjalan pelan-pelan.


Setelah Hana masuk, Abi pun menuju ke lantai dua kamarnya, ia ingin membersihkan diri dan beristirahat. Tak lupa ia menghubungi Kinan, menceritakan apa yang terjadi dan meminta Kinan merahasiakannya pada Ibu Hana. Abi hanya berpesan jika mereka harus lembur syuting, dan jangan ada yang menghubungi dulu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ini karya pertamaku, maaf kalau belum sempurna dan mungkin banyak typo, aku sedang belajar menjadi penulis . Semoga kalian suka dengan novel pertamaku ini.


Jangan lupa vote, komen dan like nya yaaa biar aku tambah semangat nulisnya .

__ADS_1


Terima kasih 🙏🙏😘😘


__ADS_2