My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Penggrebekan


__ADS_3

Sesampainya di kantor Abi sudah disambut oleh Daniel yang tiba terlebih dahulu dengan wajah sedikit kesal karena Abi datang cukup terlambat.


"Tumben telat banget?" Gerutu Daniel.


"Sorry, macet!" Jawab Abi asal, malas menanggapi kekesalan sahabatnya.


"Klasik banget alesan lo, gak ada alesan yang laen lagi apa?" Cemooh Daniel masih dengan wajah kesalnya.


"Lagian di sini atasannya gue apa lo sih hah? Kok lo jadi ngomel-ngomel gitu, bebas dong gue mau dateng jam berapa. Gue kan boss nya!!" Hardik Abi tersenyum sombong.


"Iye, iye gue tau lo Bossnya, tapi jangan seenaknya gitu juga kali. Tau banyak kerjaan penting yang harus kita selesaiin!" Geram Daniel.


"Gak ada yang lebih penting dari istri gue Niel!" Sahut Abi membuat Daniel terdiam.


"Lo tau enggak, dulu gue pernah nyurigain kalo Raya hamil kan?" Ucap Abi memecahkan keheningan setelah beberapa saat keduanya hanya terdiam.


"Terus?" Tanya Daniel penasaran, keduanya pun kini mendudukan diri di sofa.


"Ternyata bener Niel, Raya pernah hamil anak gue dan dia diem-diem gugurinnya dibantu sama si Nico!" Jawab Abi mendesah berat.

__ADS_1


"Gila tuh perempuan bener-bener berhati iblis! Lo kecewa Raya berbuat begitu Bi?".


"Gue kecewa Niel gak bisa jagain bayi itu, gak bisa nyelamatin bayi itu. Terima gak terima bayi itu tetep darah daging gue Niel, anak gue. Gue ngerasa dosa gue semakin gak terampuni setelah tau kenyataan ini!" Sesal Abi.


"Terus sekarang gimana?" Tanya Daniel.


"Gue mau lo atur supaya klinik tempat Raya aborsi digrebek pihak berwajib, menurut anak buah gue klinik itu sampe sekarang masih beroperasi. Cari bukti sedetail mungkin kalo Raya pernah aborsi di sana. Dan untuk konfrensi persnya, gue mau setelah lo kumpulin semua bukti tentang aborsi dia kita langsung adain. Gue mau semuanya cepet selesai Niel, gue mau fokus buat Hana!" Titah Abi, Daniel pun mengangguk.


"Raya gimana?" Tanya Abi menatap ke arah sahabatnya.


"Lusa dibawa sama kepolisian Indonesa setelah koordinasi sama kepolisian Singapura atas tersebarnya video pesta s*x yang terjadi di Apartemen Arthur. Karena menurut penyelidikan kepolisian Singapura Raya memang sengaja melakukan pesta s*x tersebut dan membayar para gigolo-gigolo partner s*x dia!" Jawaban Daniel membuat Abi tersenyum devil karena dia tau kenyataan yang sebenarnya.


"Dia pasti dateng!" Sahut Abi yakin.


***


Daniel memang pantas diandalkan, karena setelah titah yang diberikan Abi dia langsung bergerak melaksanakan terbukti sore ini berita tentang penggrebekan klinik aborsi ilegal yang berada di Bandung tersebut sudah disiarkan di berbagai media terlebih televisi. Dokter, perawat dan para karyawan yang bekerja di sana tertangkap semua tanpa bisa melarikan diri karena penggrebekan yang dilakukan secara tiba-tiba.


Kini Daniel yang masih berada di Bandung sedang berada di klinik tersebut. Daniel mencoba mencari bukti otentik semisal berupa video CCTV untuk menjerat Raya. Namun sayang di klinik dan seputaran klinik tersebut tak dipasang televisi.

__ADS_1


Namun mata jeli Daniel menangkap kamera CCTV yang berada di sebuah rumah pas di seberang klinik. CCTV tersebut pun mengarah tepat ke arah klinik membuat Daniel bergegas menghampiri rumah tersebut untuk meminta tolong agar diizinkan mengakses CCTV tersebut.


Beruntung sang pemilik rumah dengan senang hati mempersilahkan Daniel melakukan misinya, kini Daniel dan seorang seceruty rumah tersebut menemaninya mengakses CCTV tersebut.


Setelah mendapat jawaban dari Abi atas pertanyaannya tentang perkiraan kapan Raya menyambangi klinik tersebut Daniel memulai pekerjaannya.


Sayang Abi hanya mengingat bulan apa Raya dan Nico pergi ke Bandung saat itu, membuat Daniel mau tak mau mengakses tanggal demi tanggal pada bulan yang disebutkan sahabatnya tadi.


Dengan penuh kesabaran dan ketelitian, Daniel memperhatikan tangkapan video yang sedang diputar tersebut.


Sementara Daniel sibuk dengan pekerjaannya, di Jakarta seperti biasa ketika sore menjelang Abi akan menyempatkan diri untuk kembali ke rumah sakit membersihkan istrinya.


Abi memang ingin merawat Hana sepenuhnya terlebih menyangkut tubuh istrinya, ia tak ingin orang lain yang menyentuhnya. Terkecuali jika memang dia benar-benar tak bisa datang karena adanya rapat yang tak bisa diwakili dan wajib dirinya hadir baru ia mengizinkan perawat perempuan untuk membersihkan tubuh istrinya.


Setibanya di ruang ICU tempat sang istri dirawat hampir dua minggu ini, Abi melihat Irma dan Kinan tengah mengelilingi ranjang istrinya membuat degup jantung Abi berkejaran takut jika sesuatu yang buruk tengah terjadi pada sang istri. Abi pun buru-buru mendekati ranjang Hana, ingin tahu apa yang tengah terjadi.


"Kenapa dengan Hana?" Tanya Abi dengan mimik khawatir sambil menyentuh dahi istrinya, kelegaan pun terbesit di hatinya ketika Abi merasakan suhu tubuh istrinya dalam keadaan normal tidak demam.


"Kami hanya mengajak bercerita Hana, kamu kira kenapa, uhmm?" Jawab Kinan membuat Abi tersipu malu setelah menunjukkan reaksi berlebihannya tadi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2