
"Good morning suami..!" Sapa Hana saat melihat suaminya membuka mata dan menggeliatkan tubuhnya.
"Morning istriku sayang, udah cantik aja masih pagi!" Abi memuji ketika melihat Hana sudah terlihat cantik dan segar.
"Udah dong, aku bangun dari subuh tadi. Mandi terus sholat!" Jawab Hana.
"Kok tumben gak bangunin aku nyuruh sholat?" Tanya Abi heran.
"Sampe nangis aku bangunin kamu, kamunya gak bangun-bangun! Udah sana mandi, siap-siap kita harus sampe di bandara 2 jam an lagi!" Perintah Hana yang langsung dituruti Abi.
"Morning kiss..!" Sebelum beranjak ke kamar mandi, Abi menyempatkan diri untuk mencium sekilas bibir istrinya.
Hana pun langsung menyiapkan pakaian untuk suaminya saat suaminya sudah berlalu ke kamar mandi.
"Kamu udah rapiin semua barang-barang kita?" Tanya Abi saat keluar dari kamar mandi melihat tumpukan koper yang sudah tersusun rapi.
"Udah dong, kalo nunggu kamu bangun buat bantuin yang ada sampe sekarang belum kelar. Makanya aku inisiatif ngerapiin dari abis sholat tadi!" Jawab Hana.
"Ihh gercep dehhh istriku, tolong keringin rambut aku boleh?" Pinta Abi, lalu menyerahkan handuk pada istrinya.
Hana dengan senang hati melakukan perintah suaminya. Abi kini duduk anteng di depan meja rias, menikmati sentuhan tangan istrinya yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Kaka yakin balik dulu ke Jakarta baru berangkat ke Paris? Gak capek gitu?" Tanya Hana, Hana sudah mengetahui rencana Abi untuk berangkat ke Paris melihat kondisi Raya.
"Iya, aku worried sama kamu. Kamu kan gampang ngedrop kondisinya, mana tega aku ngebayangin kamu naik pesawat sendirian terus sakit kayak waktu awal kita ke sini!" Jawaban Abi membuat Hana tersenyum.
"Kaka berapa lama di sana?" Tanya Hana.
"Belum bisa dipastiin, maunya sih dateng ke Paris, ngeliat kondisi Raya, Raya gak apa-apa, terus aku ngomongin ke dia klo semua emang udah seharusnya berakhir antara aku dan dia, balik ke Jakarta, terus ngenak-enakin kamu lagi!" Jawab Abi asal yang berhasil dihadiahi jambakan keras di rambutnya oleh Hana.
"Mana bisa seenak mau Kaka begitu, siapa tau malah dia maksa Kaka nikahin dia, terus kalo Kaka gak mau dia bikin drama bundir episode dua!" Sindir Hana.
"Enggak lah, ngapain aku nikah sama dia. Kan istri aku cuma kamu, the one and only, sampe selama-lamanya!" Sanggah Abi menggebu-gebu membuat Hana tertawa.
__ADS_1
"Udah sana pake baju, ayo siap-siap berangkat nanti ketinggalan pesawat!" Perintah Hana kemudian memberikan pakaian salin untuk suaminya.
***
"Gimana? Lebih baik kan?" Tanya saat mereka sudah landing di Jakarta dan kini berada di sebuah restauran.
"Iya, cuma aku masih ngantuk" Hana memang meminum obat tidur untuk mengakali ketakutannya saat naik ke pesawat, awalnya Abi menolak ketika Hana meminta izin dirinya untuk mengkonsumsi obat tidur. Namun Hana berkata bahwa dirinya benar-benar merasa takut di dalam pesawat dan tak mau jika kondisinya drop seperti saat mereka baru saja tiba di Bali.
"Mau langsung pulang ke apartemen atau mau ke mansion aja?"Tawar Abi.
"Mansion aja, aku kangen sama semua!" Sahut Hana semangat.
"Ya udah diabisin makanannya, langsung kita balik ke mansion!" Perintah Abi yang langsung dituruti oleh Hana.
"Lo jadi besok berangkat bareng Mike?" Tanya Daniel yang masih setia mengikuti sepasang suami istri itu.
"Iya, Mike juga udah bilang sama gue selama di sana gue sama dia tinggal di apartemen tunangannya!" Jawab Abi menjelaskan.
"Kalian tinggal bertiga nantinya?" Tanya Hana dengan nada protes.
Abi memang sengaja mengajak Mike untuk ikut dengannya, bukan untuk menjadi saksi atas perselingkuhan mantan kekasihnya tapi untuk menjadi penjaganya jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Dia tau betul siapa Raya dan ia tak mau mengambil resiko jika kemungkinan besar apa yang terjadi oleh Raya hanya akal-akalannya saja.
***
Paris, Perancis
Abi baru saja tiba di Paris dan langsung menuju ke rumah sakit dimana Raya dirawat. Sedang Mike, sesuai rencana ia akan muncul jika Raya meminta sesuatu yang di luar batas.
Setibanya di ruang perawatan Raya, Abi sedikit terenyuh melihat mantan kekasihnya yang terlihat pucat terbaring di atas tempat tidur.
"Raya..!" Panggil Abi mendekati brankar Raya.
__ADS_1
"Kamu udah dateng? Aku kangen sama kamu Bi.. Hiks..!" Raya langsung bangkit dari tidurnya dan memeluk erat tubuh Abi, Abi pun menyambut pelukan mantan kekasihnya itu. Membelai lembut rambut Raya.
"Landing, aku langsung ke sini. Kamu ngapain sih ngelakuin hal bodoh kayak gini?" Tanya Abi menjauhkan tubuh Raya dari tubuhnya untuk menatap wajah pucat Raya.
"Apa aja bakal aku lakuin Bi asalkan bisa bikin kamu balik lagi sama aku, aku cinta Bi sama kamu, sayang. hiks ..!" Jawab Raya dengan derai air mata yang deras.
Sedang Abi tak mampu berucap lagi, ia bingung harus bagaimana saat ini. Tapi sungguh hatinya kini sudah dikuasai oleh Hana seorang, tapi ia pun tak tega melihat mantan kekasihnya terpuruk.
"Nico kemana?" Tanya Abi teringat selingkuhan Raya.
"Ngapain kamu nanyain Nico?" Raya terlihat sangat terintimidasi dengan pertanyaan Abi.
"Dia kan pasangan kamu, harusnya ia ada di deket kamu kan dalam keadaan kayak gini?" Ucap Abi membuat Raya gugup.
"Dia bukan siapa-siapa aku. Demi Tuhan Bi aku khilaf, aku bener-bener resah Bi setiap mikirin kamu sedang apa dengan perempuan sialan itu, aku seakan butuh pelampisan dari rasa marah aku Bi, makanya aku berhubungan dengan Nico!" Ucap Raya menggebu-gebu.
"Hana istriku Ray, tolong jangan hina dia lagi!" Sahut Abi dengan penuh penekanan.
"Kamu bener-bener udah jatuh cinta Bi sam dia?" Selidik Raya.
"Udah kamu jangan mikir macem-macem. Sekarang lebih baik kamu istirahat sana, aku mau balik ke apartemen. Aku masih jetlag ini Ray, gak apa-apa ya. Nanti sore aku ke sini lagi!" Abi mencoba mengalihkan pbicaraan mereka.
"Kamu tinggal di mana?" Tanya Raya.
"Di gedung apartemen tempat kamu tinggal, temen aku minjamin aku apartemennya selama aku di sini!" Jawab Abi.
"Kenapa gak di unit aku aja Bi?" Tanya Raya penuh harap.
"Raya, aku lelaki beristri. Tolong kamu ngerti!" Sesuai dugaannya Raya akan merengek untuk memintanya tinggal bersama.
"Kamu berubah Bi!" Ucap Raya sedih.
"Udah kamu jangan banyak mikir macem-macem, aku akan di sini sampe kamu membaik!" Sahut Abi mengusap lembut pucuk kepala Raya.
__ADS_1
"Dan aku berharap gak pernah membaik, supaya kamu terus tinggal di sisi aku!" Ucap Raya menatap tajam manik mata berwarna hazel milik Abi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=