
"Nak Abi..!" Panggil Irma saat menghampiri Abi yang masih terdiam di luar rumah. Abi yang agak terkejut pun menengok ke arah suara yang memanggilnya.
"Ibu..?" Hanya itu kata yang terucap dari mulutnya.
"Kok kaget gitu kenapa?" Irma heran dengan respon yang ditunjukkan Abi.
"Enggak apa-apa Bu, Ibu udah lama di sini?" Abi benar-benar tak enak jika Irma melihat bahwa ia tengah melakukan panggilan dengan Raya.
"Baru aja kok, Ibu cuma mau manggil kamu buat makan. Ibu udah siapin makanannya, takut dingin enggak enak nanti!" Ucap Irma.
"Oh iyaa, mari Bu masuk!" Sahut Abi.
Irma menyiapkan makanan di meja tamu agar Hana juga bisa makan bersama tanpa harus pindah ke meja makan. Dilihatnya, nasi, sayur sop ayam yang masih mengepul, ayam dan tempe goreng, lalapan serta sambal, tidak lupa buah apel dan pir yang sudah dipotong kecil.
"Nak Abi gak apa-apa kan makan makanan seperti ini?" Irma sedikit tak percaya diri ketika Abi terus menerus menatap makanan yang ia hidangkan.
"Emang makanannya kenapa Bu? Saya lihat enak kok, malah saya takut bakal ngabisin semuanya Bu" Sahut Abi kemudian duduk dan mulai mengambil nasi, menuangkan sayur, ayam, tempe dan sambal dalam satu piring.
Hana terlihat takjub dengan yang dia saksikan saat ini, seorang Abimanyu bisa juga makan dengan cara merakyat seperti ini, mencampur semua makanan menjadi satu dalam piringnya. Senyum pun tersungging dari bibir Hana dan Irma.
"Makan Bu, Hana.. Jangan marah kalo nanti saya nambah. Saya kangen masakan rumahan kayak begini" tawar Abi kemudian mulai memakan makanannya.
"Tambah yang banyak Nak Abi, dihabiskan juga boleh.. Ibu tinggal dulu ya ke kamar. Kalian makan yang tenang, Hana habis makan jangan lupa diminum obatnya!" Irma pun meninggalkan Hana dan Abi berdua.
"Enak gak Ka?" Tanya Hana basa basi.
"Maknyuss..!" Jawab Abi sambil mengedipkan sebelah matanya. Hana tersipu melihat tingkah Abi, ia pun memilih untuk fokus memakan makannya.
Dan benar saja, Abi tak hanya menambah makanannya sekali tetapi dua kali. Ia benar-benar menikmati makanan yang disuguhkan Irma.
Selesai meminum obatnya, Hana hendak merapikan bekas makan mereka berdua. Abi yang melihat pergerakan Hana pun menahan lengan Hana .
"Mau kemana?" Tanya Abi.
"Aku mau rapiin ini, mau aku taro di dapur!" jawab Hana menunjuk meja yang berantakan.
"Biarin gw aja, dapurnya di sana kan?" Tunjuk Abi ke salah satu pintu, Hana pun mengangguk. Abi pun dengan cekatan merapikan meja bekas mereka makan. Hana semakin dibuat kagum dengan tingkah Abi. Tak berapa lama meja sudah rapi.
__ADS_1
"Han, gw numpang tidur ya sebentar. Gw ngantuk banget, capek!" Pinta Abi kemudian membuka kaosnya.
"Ya Allah, Ka Abi ngapain buka kaosnya?" teriak Hana.
"Panas Han di sini, gw gak biasa pake kipas doang!" sahut Abi.
"Ka Abi tidur di kamar Hana aja kalo gitu, di kamar ada AC nya!" Usul Hana.
"Terus lo?" Tanya Abi bingung.
"Ya aku tetep di sini lah..!" Jawab Hana memalingkan wajahnya karena malu melihat tubuh bagian atas Abi yang sudah tak mengenakan apapun.
"Gw kira mau bobo bareng!" Lagi Abi dengan keusilannya menggoda Hana.
"Ngaco!! Belum halal kita!" Kesal Hana melemparkan bantal sofa ke arah Abi.
Abi pun terkekeh, ia kemudian memakai kaosnya lagi dan beranjak ke kamar Hana. Sesampainya di kamar, Abi disuguhkah pemandangan kamar yang rapi. Beberapa poster dirinya terpasang di dinding kamar Hana membuat Abi menyimpulkan senyumnya.
Sebuah cermin setengah bundar menarik perhatiannya, ia pun mengambilnya. Membawanya ke ranjang. Setelah menyalakan AC, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang Hana, memainkan cermin yang dia ambil dari atas meja rias Hana.
"Eh ada tombolnya, buat apaan cermin ada tombolnya?" Abi yang penasaran pun menekan tombol itu, dan seketika tawa Abi meledak saat tombol yang ia tekan ternyata berfungsi menyalakan lampu di sisi cermin, namun yang membuatnya tertawa adalah ketika foto dirinya muncul dari dalam cermin tersebut.
"Gak apa-apa, gw cuma ngetawain kelakuan fans gw!" Sahut Abi dari dalam kamar. Hana pun tak ambil pusing lagi, ia merebahkan dirinya di sofabed, badannya masih terlalu lemas.
***
Abi mengerjapkan matanya yang masih enggan untuk terbuka. Dia begitu nyaman tidur di atas ranjang Hana, masih berusaha untuk mengumpulkan nyawanya, Abi pun bangun dan menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang Hana. Mata Abi menangkap sosok yang khusyuk berdoa membelakangi dirinya dengan dibalut mukenah coklat, yaa dia pasti Hana. Senyum Abi pun tersungging melihat Hana yang sedang beribadah.
"Jam berapa?" Tanya Abi saat Hana sudah dirasa selesai dengan doanya.
"Astaghfirullah, kaget aku!" jerit Hana menoleh ke arah Abi.
"Segitu kagetnya? Emang gw setan apa?" Gerutu Abi.
"Tadi Ka Abi masih pules pas aku tinggal sholat, mana aku tau ternyata Ka Abi udah bangun!" Sahut Hana, ia pun kemudian berdiri membuka mukenah dan merapikannya.
"Jam berapa?" Tanya Abi sekali lagi.
__ADS_1
"Jam delapan malem, aku baru selesai sholat Isya" jawab Hana.
"Apa jam delapan??? Udah berapa lama gw tidur Han?" Tanya Abi kaget.
"Tadi Ka Abi tidur dari jam tigaan, jadi kira-kira Ka Abi tadi tidur sekitar lima jam an" jawab Hana sembari menghitung jari-jarinya.
"Ya Tuhan lama banget, gw harus balik ini. Mamah tadi ke sini gak?".
"Iya ke sini tadi jam lima an. Dia juga coba bangunin Ka Abi, tapi Kaka gak bangun-bangun jadi mau gak mau Mamah pulang pake taksi online lagi".
"Ya udah kalo gitu gw pulang ya, eh iya lo udah mendingan?" Tanya Abi ketika teringat kondisi Hana.
"Iya, aku udah mendingan kok. Kalo gitu Ka Abi balik sana, aku mau tidur di kamar!" Usir Hana.
"Ibu mana?".
"Ada di depan!".
Hana dan Abi pun keluar dari kamar menghampiri Irma yang tengah asyik menonton televisi.
"Maaf saya ketiduran Bu, saya mau pamit pulang dulu!" pamit Abi, kemudian mencium punggung tangan Irma.
"Enggak makan dulu Nak Abi?" Tawar Irma.
"Enggak usah Bu, Abi makan di rumah aja. Kalo gitu Abi pamit pulang ya Bu, Assalamualaikum!" Ucap Abi kemudian keluar diantar oleh Hana menuju mobilnya.
"Gw balik ya Han, jangan lupa diminum obat sama vitaminnya. Inget minggu depan kita nikah, jaga kondisi. Jangan sampe drop, oke!" Abi kemudian mengecup dahi Hana secara tiba-tiba membuat Hana kaget bukan main.
"Apaan sih Ka?" Ketus Hana.
"Ya elah Han, gladi resik suami istri-suami istrian doang. Ntar kan kita begini pas udah nikah kalo gw mau berangkat kerja, lo nganter gw ke mobil terus gw nyium lo kayak tadi deh!" Goda Abi membuat Hana tersipu.
"Udah sana pulang!" Usir Hana dengan wajah yang pipinya sudah memerah karena malu dengan tingkah Abi.
"Ya udah gw balik ya!" Abi kemudian mengelus pucuk kepala Hana, Hana pun semakin dibuat tersipu.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
...Gladi resik dong gaesss π π π ...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like, komen dan vote nya.. Semangat menulisku lagi menurun iniβΉβΉ