My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Menghancurkan Mereka


__ADS_3

Dengan wajah kusut Abi pulang ke apartemen, hari ini dirasanya sangat berat dan juga melelahkan. Kini jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, ia yakin pasti saat ini istrinya tengah menantinya di ruang tengah seperti biasa jika ia terlambat pulang.


Benar saja, saat ia baru saja masuk dan menutup pintu apartemen, Hana berlari dan langsung menubruk tubuhnya. Hal yang tak aneh lagi oleh Abi, bahkan dengan sigap Abi langsung mengangkat tubuh sang istri untuk menggendongnya setelah menyerahkan tas kerjanya untuk dipegang oleh istrinya.


"Lembur terus nih Pak Direktur, macem ngejar setoran aja. Enggak kangen sama istri, huh?" Goda Hana mencium pipi suaminya, mendengar godaan sang istri Abi langsung tergelak.


"Kangen lah, makanya diusahain pulang. Kalo gak kangen mah mending nginep di kantor, capek, ngantuk!" Sahut Abi sambil tetap sigap menggendong tubuh sang istri menaiki tangga menuju kamar mereka.


"Idih, ngelunjak nginep-nginep di kantor! Emang enggak ada yang nungguin apa di apartemen?" Salak Hana kesal membuat Abi kembali tergelak.


Sesampainya mereka di kamar, Abi langsung mendudukkan istrinya di atas ranjang, memanggut sekilas bibir ranum yang selalu ia rindukan.


"Kamu sekarang makin berat, pinggang aku langsung berasa pegel tiap ngegendong kamu!" Ledek Abi menggoda istrinya.


"Yee, enak aja! Bukan akunya yang makin berat, kamunya aja yang mulai menua jadi gampang pegel-pegel!" Salak Hana tak terima, lagi-lagi membuat Abi tertawa.


"Kakak laper enggak?" Tanya Hana membelai wajah lelah suaminya.


"Enggak, tadi udah sempat makan malem sama Daniel! Kamu sendiri udah makan belum?". Abi yang bersimpuh di hadapan Hana pun juga membelai wajah cantik dan teduh sang istri.


"Udah dong, aku gak bisa laper sekarang!" Jawaban Hana lagi-lagi membuat Abi tertawa.


"Makan pake apa?" Tanya Abi lagi.


"Tadi Bi Imah buatin meatloaf sama mac and Cheese. Kata Bi Imah itu makanan favorit Kak Abi, hampir setahun nikah aku baru tau makanan kesukaan Kakak!" Jawab Hana dengan cengir khasnya, membuat Abi ikut tersenyum.


"Enak dong, jadi pengen!" Ucap Abi.


"Kakak mau? Kalo mau aku angetin, masih ada kok!" Sahut Hana semangat.


"Enggak deh, aku masih kenyang. Aku ke toilet dulu ya, mau bersih-bersih badan dulu, lengket enggak enak!" Izin Abi yang diangguki oleh Hana.


***


Di tempat lain, tepatnya di sebuah president suite room salah satu hotel mewah Jakarta. Arthur dan Raya baru saja menyelesaikan pergumulan panas mereka, untuk merayakan keberhasilan mereka dalam rencana untuk menjebak Abi.

__ADS_1


"Kamu selalu menganggumkan Dear, masih sama seperti pertama saya menyentuhmu!" Puji Arthur.


"Terima kasih Daddy, aku senang bisa nyenengin Daddy" sahut Raya dalam dekapan pria paruh baya yang lebih pantas menjadi ayahnya tersebut.


"Jadi kamu akan benar-benar menghancurkan mantan kekasihmu itu?" Tanya Arthur sambil membelai lembut kepala Raya.


"Iya Dad, aku akan menghancurkan mereka berdua. Aku gak akan mundur lagi, tekad aku sudah bulat. Aku sakit hati dengan mereka dan akan aku balas rasa sakit hatiku itu! Terima kasih Daddy udah mau bantu aku, Daddy selalu ada setiap aku butuh!" Raya langsung mengecup bibir lelaki tua yang masih terlihat gagah tersebut.


"Daddy akan selalu ada buat kamu, selama kamu mau menuruti kemauan Daddy!" Ucap Arthur dengan tatapan menggoda.


"Pasti Daddy, pasti! Mulai saat ini aku akan menuruti apa mau Daddy!" Sahut Raya tak kalah menggoda.


"Jadi apa bisa kita lakukan lagi? Saya begitu merindukan kamu, merindukan tubuh kamu! Semenjak kamu berhubungan dengan Abi, rasanya saya ingin gila tak mendapatkan kenikmatan tubuh kamu lagi Raya! Dan sekarang saya ingin kamu memuaskan kerinduan saya!" Pinta Arthur penuh hasrat.


"As your wish Daddy, as your wish..!" Sahut Raya kemudian menaiki tubuh kekar Arthur.


Sebelum bertemu Abi, Raya terlebih dahulu bertemu dengan Arthur dan menjalin cinta terlarang. Arthur yang memang seorang penikmat wanita serta Raya yang memang seorang perempuan ambisius yang menghalalkan segala cara untuk bisa meraih apapun yang ia inginkan termasuk membiarkan tubuhnya untuk dinikmati.


Namun, setelah pertemuannya dengan Abi, Raya mulai meninggalkan kebiasaannya untuk memberikan tubuhnya pada setiap laki-laki yang akan memberikannya kesuksesan termasuk oleh Arthur yang notabene seoarang yang berjasa mempertemukannya dengan Abi.


***


"Lagi capek aja begini, apalagi kalo gak lagi capek?" Gerutu Hana dengan nafas tersengal-sengal usai pertempuran dengan suaminya, sedangkan sang pelaku hanya menyengir puas.


"Lagian kamu mancing-mancing aku, salah sendiri! Tau kan kalo aku udah dipancing bringas nya kayak gimana?" Sahut Abi tak mau kalah.


"Iya deh iya! Aku lupa kamu kan dulu pernah bilang, kalo si Perkasa udah bangun dia galak!" Perkataan Hana sontak membuat Abi terbahak-bahak.


"Masih inget aja!".


"Ingetlah, pelec*han pertama kali terhadap tangan suci aku itu. Gimana aku bisa lupa coba!" Ucap Hana lagi memanyunkan bibirnya membuat Abi semakin tertawa gemas.


"Sayang aku mau ngomong sesuatu sama kamu! Tapi janji kamu jangan marah ya?" Abi semakin mengeratkan pelukannya.


"Kok perasaan aku gak enak ya?" Hana langsung menoleh dan menatap curiga suaminya, sedang Abi hanya tersenyum kecut mendengar kecurigaan istrinya.

__ADS_1


"Sehari setelah ulang tahun kamu aku diundang sama Pak Arthur!" Ucap Abi.


"Pak Arthur siapa? Diundang apa?" Tanya Hana penuh selidik dan masih terus menatap tajam suaminya.


"Pak Arthur owner pakaian dan perlengkapan olahraga yang aku sama Raya jadi brand ambasador nya. Dia ngundang aku buat pesta perpisahan, kamu tau kan tahun ini tahun terakhir aku ada kerja sama dengan mereka setelah bertahun-tahun aku terlibat kontrak sama mereka!" Jawab Abi semakin membuat wajah Hana masam.


"Itu artinya Raya juga ada?" Salak Hana tidak suka.


"Iya, dia ada!" Abi terlihat ketar-ketir menyahuti kekesalan istrinya.


"Kak Abi bilang gak mau berhubungan lagi sama dia?" Tanya Hana dengan nada menuntut.


"Dia dateng tapi aku janji gak bakal ngegubris dia nanti!" Abi benar-benar dibuat pening.


"Alah, sama ajalah dan gak mungkin juga gak bakal ada interaksi antara kamu sama dia!" Geram Hana.


"Aku gak enak sayang nolak undangan boss besar, apalagi selama ini beliau udah baik sama aku. Atau kamu ikut aja ya, gak lama kok!" Rayu Abi.


"Enggak, jangan harap aku mau tatap muka sama mantan jahat kamu itu! Kalo kamu pergi, pergi aja sendiri! Tapi inget bawa diri, jangan macem-macem dan jangan lama-lama!" Gertak Hana tegas.


"Siap Ibu Direktur, laksanakan!!" Sahut Abi mengeratkan pelukannya.


"Sana ah, mood aku anjlok gara-gara kamu! Ngeselin, pengen sayang-sayangan malah dapet kabar kayak gini, bikin panas hati sama fikiran aja!" Hana terus berkelit dari dekapan suaminya namun seperti biasa, sia-sia, Abi justru semakin mengeratkan pelukannya serta semakin menghujani ciuman di punggung istrinya.


"Aku ademin mau enggak?" Tawar Abi membuat Hana langsung menoleh.


"Maksudnya?".


"Once again please..!" Pinta Abi dengan tatapan menggoda.


"Enggak, aku udah enggak mood lagi! Tadinya sih pengen beronde-ronde tapi mood aku langsung down gara-gara kamu!" Tolak Hana kesal.


Tapi Abi adalah Abi yang tak pernah menerima penolakan, dengan seluruh keahlian yang ia punya kini ia berhasil membuat istrinya menggila di bawah kendalinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2