My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Merebut Kembali Cinta dan Kepercayaan


__ADS_3

Sesudah baca please sempetin like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya πŸ™πŸ™..


Happy Reading 😊😊


πŸ’•πŸ’•


Abi terlihat frustasi mendengar tiap penjelasan yang diberikan Leonard tentang istrinya. Kini akibat ulahnya, Hana harus kembali menjalani pengobatan panjang padahal sebelum kejadian memilukan empat bulan lalu itu, Hana telah banyak berubah. Hana telah menjadi sosok perempuan yang ceria, yang sudah mulai melupakan tragedi masa kecil yang selalu menghantui Hana.


"Lalu apa lagi Dok?" Tanya Abi dengan wajah sendu, ia tak bisa menutupi lagi kesedihannya.


"Jika tidak ditemukan penyakit fisik, Hana akan dirujuk ke psikiater atau psikolog, yang dilatih secara khusus untuk mendiagnosis dan merawat gangguan mental.Β Β Mereka menggunakan wawancara dan alat penilaian yang khusus dirancang untuk mengevaluasi seseorang memiliki gangguan disosiatif atau tidak. Terlebih Hana memiliki masalah mental yang sudah dia derita sejak kecil membuat kemungkinan besar mempengaruhi kondisi Hana saat ini!" Jawab Leonard dengan helaan nafas yang begitu berat, tak pernah bisa ia bayangkan perempuan semuda Hana harus mengalami hal berat semacam ini.


Rasa bersalah Abi dibuat semakin besar setelah mendengar penjelasan yang baru saja Leonard tuturkan.


"Jika kelak ingatan Hana tentang saya telah kembali, apa kemungkinan yang akan terjadi? Mengingat bahwa sayalah penyebab dirinya harus melalui masa berat ini?" Tanya Abi dengan wajah pasrah.


"Kemungkinan buruk yang bisa saya perkiraan adalah Hana tidak akan semudah seperti saat ini di dekati Mas Abi mengingat perlakuan yang Mas Abi perbuat pada Hana memungkinkan Hana memiliki trauma berat terhadap Mas Abi. Perjalanan Hana masih sangat panjang Mas Abi untuk membuat Hana sembuh seperti sedia kala atau kemungkinan tidak sama sekali!".


"Maaf jika saya harus berkata demikian, saya hanya ingin agar Anda bisa mempersiapkan diri Anda!" Ucap Leonard lagi.


***


Abi berjalan gontai menuju kamar perawatan istrinya, fikirannya tentang semua penjelasan yang Leonard ungkapkan tengah berkecamuk di dalam otaknya saat ini.

__ADS_1


Terlebih rasa penyesalan yang semakin besar membuat Abi sangat terguncang karena dengan tangannya sendirilah ia membuat sang istri harus kembali merasakan rangkain perawatan panjang yang pernah sang istri jalani juga ketika masih kecil.


Rasanya permintaan maaf pun tak akan pernah cukup untuk menebus rasa bersalahnya terhadap Hana yang telah membuat sang istri menjadi sosok lemah kembali.


Sesampainya di kamar Hana, Abi menatap sang istri yang tengah terlelap. Ia juga melihat ke arah kedua Ibunya yang tengah menatapnya penuh tanda tanya dan menuntut penjelasan dari Abi tentang kondisi Hana.


"Papa dan Kakek kembali ke mansion, tapi tadi Papa sempat belikan sarapan untuk kita semua. Sekarang lebih baik kamu sarapan dulu Bi, cuma kamu yang belum sarapan. Mau Mamah hangatkan?" Tawar Kinan.


"Aku enggak lapar Mah..!" Sahut Abi kembali menatap wajah Hana dengan sendu.


"Jangan seperti itu, nanti kamu bisa sakit. Hana sedang membutuhkan kamu Nak. Makanlah dulu mumpung Hana sedang tidur, kamu tau sendiri kan kalo dia udah bangun bawel banget, manja banget. Apa saja dia suruh kamu kerjain!" Rayu Irma kali ini membuat Abi tersenyum getir mendengarnya.


Meski Hana tak mengingat Abi, namun Hana tak pernah sungkan meminta Abi untuk melakukan apa yang diinginkannya.


Dan Hana paling menyukai jika Abi memijat dirinya, tiada hari Hana tak meminta sang suami untuk memijat dirinya. Melihat Hana begitu suka dengan pijitannya, Abi pun meminta sang fisioterapis yang merawat Hana untuk mengajarinya tekhnik sedarhana memijat tubuh istrinya agar ia bisa membantu sedikit untuk mempercepat pemulihan sang istri.


Pernah sekali waktu, ia yang baru saja tiba dari kantor sekitar pukul 10 malam langsung disambut wajah cemberut istrinya, membuat Abi bingung dengan tingkah sang istri.


Hana yang kesal dengan keterlambatan suaminya, enggan untuk disentuh oleh sang suami, menolak ketika Abi hendak menciumi wajahnya.


Abi yang penasaran pun bertanya pada Kinan yang saat itu bertugas menjaga Hana dan Abi langsung tergelak ketika Kinan memberitahukan alasan Hana merajuk.


Yaa, Hana marah karena seharian ini tak mendapati suaminya di ruangan. Karena setelah ia melaksanakan sholat subuh Hana kembali terlelap, hingga ketika ia bangun hampir pukul 8 pagi ia sudah tak mendapati suaminya yang telah berangkat bekerja.

__ADS_1


"Jadi seharian ini dia ngambek gak ketemu aku?" Tanya Abi.


"Lebih tepatnya sih dia ngambek seharian ini gak dipijet sama kamu!" Jawab Kinan tergelak lucu.


Abi, Kinan dan Irma tergelak lucu mengingat tingkah Hana saat itu.


Penjelasan Leonard sebenarnya membuat rasa lapar di perut Abi seketika menghilang, namun mengingat perkataan sang Ibu mertua akhirnya memaksa Abi untuk mengisi perutnya.


Dia tak ingin sakit, ia ingin selalu ada di sisi istrinya. Ia bertekad selama Hana belum bisa mengingatnya ia ingin merebut kembali cinta istrinya, membuat istrinya nyaman akan kehadiran hingga kelak jika Hana sudah ingat semua, Hana tetap berada di sisinya.


Setelah menghabiskan sarapannya, Kinan dan Irma yang menunggu Abi menjelaskan apa-apa saja yang Leonard katakan pun dengan penuh perhatian tertuju pada Abi yang saat ini sedang menjelaskan kembali semua yang dikatakan sang Dokter.


Abi bisa melihat raut wajah sedih pada kedua Ibunya terlebih pada Ibu mertuanya. Abi sadar sekali lagi ia telah melukai Ibu mertuanya dengan harus menerima kenyataan yang puterinya harus alami untuk kedua kalinya.


"Maafin aku Bu, kesalahan aku terlampau besar terhadap Ibu dan Hana. Aku __!" Ucap Abi terhenti.


"Sudah jangan diingat-ingat lagi kejadian yang sudah lalu, terlebih lagi kejadian itu terlalu menyakitkan untuk terus diungkit lagi dan lagi! Yang Ibu minta dari kamu sekarang, tolong temani puteri Ibu sampai ia kembali sehat, kembali menjadi Hana yang ceria. Ibu yakin kamu bisa!" Sahut Irma memohon.


"Tanpa Ibu meminta pun aku akan selalu menemani Hana Bu, meskipun kelak jika ia telah mengingat semua tentang diriku dan menolak kehadiranku. Aku akan tetap berusaha keras untuk kembali merebut perasaan nyamannya untuk terus berada di sisiku, aku mencintai Hana Bu, sangat!" Ucap Abi mendekap tubuh Irma tulus.


"Ibu titip Hana Nak sekali lagi, jaga dia, cintai dia dengan tulus jangan sakiti dia lagi. Ibu percaya kamu sudah berubah, Ibu percaya kamu bisa menjadi orang yang lebih baik lagi, menjadi suami yang lebih baik lagi. Bersabarlah menghadapi Hana, semoga Allah senantiasa mempermudah perjuanganmu merebut kembali cinta dan kepercayaan istrimu. Ibu akan mendoakan kalian!" Ucap Irma penuh doa dan ketulusan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2