My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Memandang Kagum


__ADS_3

"Berenang yukk!" Ajak Abi sesaat tiba di villa mereka. Sedangkan jam sudah menunjukan pukul 10 malam membuat Hana enggan menerima ajakan suaminya.


"Malem terakhir ini Sayang!" Rayu Abi lagi.


"Udah malem Ka, dingin ah. Sakit nanti!" Tolak Hana.


"Nanti habis berenang aku angetin kamunya!" Mendengar ucapan mesum suaminya, Hana memilih langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Benar saja 15 menit Hana asyik membersihkan dirinya, ketika keluar ia melihat sang suami yang tengah asyik berenang. Kolam berenang pribadi di villa tersebut berada tepat di samping kamar tidur mereka. Tidak terlalu besar, tapi cukup menyenangkan jika hanya berenang saja. Di sebelah kolam terdapat jacuzzi, jika penat berenang bisa langsung berendam, merelaksasikan tubuh di dalamnya.


Hana terus menerus memperhatikan suaminya yang asyik berenang bolak balik di kolam itu dari balik pintu kaca sebagai penyekat antara kolam renang dan kamarnya, memandang kagum pada suaminya.


Tubuh atletis, tinggi yang di atas rata-rata, kulit putih dan wajah yang tampan membuat Hana begitu terkesima. Ia benar-benar baru sadar memiliki suami yang luar biasa tampan.


Tanpa Hana sadari ternyata Abi tengah menghampiri dirinya.


"Eheemmmmm..!" Abi berdehem saat ia di depan pintu yang menghubungkan ke kamarnya, bersuara sedikit keras untuk menyadarkan Hana karena istrinya masih terus memperhatikan dirinya.


"Segitu terpesonanya yaa!" ucap Abi dengan senyum meledek membuat Hana tersadar.


"Apa sih? Biasa aja kok, aku cuma lagi mikir apa kamu gak kedinginan malem-malem nyemplung ke kolam!" Sahut Hana gugup.


"Dingin sih, tapi kan udah ada yang bisa ngangetin!" Goda Abi membuat Hana mendelikan matanya.


Mendengar ungkapan mesum suaminya dan melihat tubuh basah suaminya di depan matanya saat ini membuat fikiran Hana tiba-tiba kembali ke kejadian beberapa hari lalu saat mereka bercinta. Nafasnya tiba-tiba terasa berat, bahkan ia sangat kesulitan menelan salivanya. Bayang-bayang malam pertama mereka membuat tubuh Hana meremang dan jujur ia ingin sekali mengulanginya tapi terlalu malu untuk memintanya.


"Kok bengong? Kamu lagi pengen ya, ngeliatin aku dari ujung kepala sampe ke ujung kaki terus-terusan gitu?" Goda Abi membuat Hana makin salah tingkah, bahkan wajahnya kini sangat merah.


"Pe.. pengen apaa? Ngaco Kaka, a.. aku cuma mau ingetin Kaka supaya.. supaya jangan ke kamar dalam kedaaan basah gitu, nanti.. nanti lantai nya licin semua!" Hana begitu gugup menyahuti keisengan suaminya, bahkan tangannya sedari tadi terus memilin kaos yang ia kenakan dan tatapan yang selalu mencari objek lain selain wajah suaminya.


"Ya udah kalo gitu ambilin aku minum dong, aku haus banget!" Abi berusaha menahan tawanya saat melihat istrinya salah tingkah.


Tanpa menjawab apapun, Hana langsung menuju ke dapur untuk mengambilkan suaminya air.


Setibanya di dapur Hana langsung mengatur nafasnya, memegang dadanya yang terus-menerus berdegup kencang, bahkan ia dengan tanpa sadar meminum habis air mineral satu botol sedang untuk mengurangi rasa gugupnya.


"Gila, gila.. kenapa gue jadi mesum gini sih?" Gerutu Hana mengusap wajahnya kasar.


Setelah cukup menangkan diri, Hana langsung menyiapkan minuman untuk suaminya. Orange juice kemasan ia masukan ke dalam dua gelas, satu untuk suaminya, satu untuk Hana sendiri juga salad buah yang siang tadi ia belum sempat makan.


"Ka..!" Sapa Hana saat kembali dari dapur masih melihat suaminya duduk di tepian kolam.


"Lama banget!" Keluh Abi membalik tubuhnya.


"Iya maaf..!" Tak ingin berdebat Hana memilih meminta maaf.

__ADS_1


"Sini duduk di samping aku!" Perintah Abi, Hana pun menghampirinya, meletakan nampan berisi jus dan salad yang dia bawa di antara mereka.


Abi langsung mengambil jus dan meneguknya, sedang Hana langsung menikmati saladnya.


"Laper?" Tanya Abi melihat Hana begitu menikmati saladnya.


"Enggak cuma lagi pengen ngemil aja!" Jawab Hana jujur.


"Mau doang coba. Aaa..!" Abi membuka mulutnya agar disuapi Hana.


Mereka mengobrol ringan sambil menikmati salad mereka hingga tanpa terasa salad di wadah berukuran sedang telah mereka habiskan.


"Udah malem Ka, udah sana mandi nanti sakit!" Pinta Hana setelah merapikan gelas dan wadah salad yang sudah kosong.


"Sekali lagi Han!" Jawab Abi kemudian kembali masuk ke dalam kolam.


Hana yang masih berada di pinggir kolam, hanya menonton lenggak lenggok suaminya di dalam kolam renang.


"Sexy amat suami gue!" Puji Hana lirih tanpa sadar.


Bahkan dia menggigit bibir bawahnya membayangkan tubuh suaminya berlenggak lenggok di atas tubuhnya.


"Astaghfirullah Al Adzim!" Teriak Hana tiba-tiba saat tersadar dari fikiran kotornya. Abi yang mendengar teriakan istrinya langsung berhenti berenang dan menghampiri sang istri.


"Ak.. aku.. gak.. gak apa..apa..!" Jawab Hana gugup dengan pipi yang terasa panas, bahkan Abi juga sadar jika rona pipi wajah istrinya memerah.


"Kamu sakit?" Abi langsung naik dan duduk di sebelah Hana, menyentuh dahi istrinya takut-takut jika Hana demam.


Hana tak menjawab pertanyaan Abi, ia terus memandangi wajah dan tubuh suaminya, sesekali Hana menelan salivanya berat. Sadar istrinya sedang memandang dirinya dengan tatapan penuh ingin, Abi tersenyum lebar.


Abi kemudian kembali masuk ke dalam kolam, namun kali ini ia menarik tangan Hana hingga Hana ikut terjerembab masuk ke dalam kolam.


"Kaka apa-apa an sih? Kan dingin?" Gertak Hana saat kepalanya kembali menyembul ke atas.


Sedang Abi langsung mendorong Hana ke dinding kolam dan menguncinya dengan tubuh kekarnya.


Hana yang saat itu menggunakan kaos putih, memperlihatkan branya yang berwarna hitam akibat tubuhnya yang basah. Abi melepaskan ikatan rambut Hana, hingga Hana terlihat semakin menggoda dengan rambut panjang terurai dan dalam keadaan basah.


Tanpa berkata-kata lagi, Abi langsung mencium bibir Hana, menyesap serta mel*matnya penuh nafsu. Walaupun sedikit terkejut di awal, namun kini Hana membalas dan mengimbangi ciuman suaminya.


Menghentikan sejenak ciuman panas mereka, Abi menatap ke dalam manik mata berwarna cokelat muda milik Hana, mata indah yang selalu memancarkan keteduhan dan ketenangan. Mata yang dari awal bertemu membuat Abi merasa nyaman.


Abi kemudian tersenyum dan mengecup kedua mata Hana, mendapat perlakuan selembut itu membuat Hana begitu bahagia, ia pun membalas menciumi seluruh wajah suaminya.


Abi kemudian melepas kaos yang dikenakan Hana, hingga Abi bisa menikmati tubuh basah istrinya. Hana hanya diam dan pasrah dengan yang dilakukan oleh Abi.

__ADS_1


Abi kemudian mencium bibir Hana lagi, sedang tangannya terus berpetualang di dada istrnya hingga tanpa Hana sadari Abi sudah berhasil membuka bra Hana.


Ciuman Abi semakin lama semakin turun ke bawah, hingga ia saat sedang asyik ******* puncak dada Hana, Hana menghentikan kegiatannya.


"Stop Ka, jangan di sini!" Dengan nafas yang terengah-engah Hana sambil menarik rambut suaminya agar menjauh dari dadanya.


"Jadi kamu lanjut nih?" Goda abi dengan senyum jahilnya membuat Hana tertunduk malu.


Abi kemudian mengangkat tubuh Hana dari kolam renang sebelum dia naik ke atas.


Hana yang bertelanjang dada berusaha menutup dadanya dengan tangannya, sedang Abi mengambil handuk untuk diberikan ke istrinya.


Setelah memberikan handuk untuk istrinya, Abi membuka satu-satunya kain yang melekat di tubuhnya dan sedikit mengeringkan tubuhnya. Dirasa sudah tak terlalu basah, Abi melilitkan handuk di pinggangnya.


Ia pun menghampiri istrinya, menyuruh Hana berdiri dan membantu istrinya memgeringkan rambut dan tubuhya.


"Buka gih celana kamu!" Perintah Abi yang membuat Hana kaget.


"Kamu mau masuk ke kamar dengan celana basah kamu?" Melihat istrinya yang bingung Abi pun memberi penjelasan yang logis.


"Kaka jangan liatin, aku malu!" Rengek Hana.


"Cih, gue udah liat semua-semuanya kali Han, ngapain masih malu sih?" Ledek Abi yang membuat Hana mau tak mau membuka celananya di depan suaminya, ia malas untuk berdebat. Sungguh.


Setelah membuat Hana tak memakai sehelai pakaian pun, Abi langsung melilitkan handuk ke tubuh Hana dan menggendongnya ala bridal style.


"Kita lanjut di dalem yuk!" Ajak Abi penuh semangat.


Di dalam kamar kembali Abi melancarkan aksinya, mengabsen inchi demi inchi tubuh istrinya untuk memancing gairah sang istri.


Hingga dirasa siap, mereka pun melakukan penyatuan. Suara desahan mengisi heningnya malam di kamar pengantin mereka.


Hingga setelah beberapa lama, suara erangan mereka berdua terdengar bersamaan menandakan bahwa mereka sudah sama-sama mencapai pelepasan meraka.


"Makasih ya..!" Ucap Abi tulus kemudian mencium dahi istrinya, ia kemudian beranjak dari atas tubuhnya dan langsung memposisikan kepalanya di atas perut rata Hana, "Semoga langsung jadi Dedek, Aamiinn!" Doanya kemudian mencium perut Hana membuat Hana tersenyum.


"Istirahat sebentar, abis itu kita mandi air anget biar gak sakit!" Ajak Abi kemudian menarik tubuh Hana ke dalam pelukannya, membelai rambut istrinya dengan penuh kasih sayang.


Senjenak Abi teringat ponselnya ia pun mengambil sebentar ponselnya untuk mengeceknya, beberapa panggilan dan pesan dari Raya terpampang di layar ponselnya. Abi sengaja men-silence ponselnya setibanya ia di villa.


Maaf aku baru sampe villa, kerjaan aku numpuk banget. Sekarang aku capek banget, besok aku hubungi kamu ya. Kamu istirahat. Lusa aku berangkat ke Paris ..


Abi memilih mengirimi Raya pesan dan kembali men-silence ponselnya dan kembali mendekap tubuh kecil istrinya yang sepertinya sudah terlelap.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2