My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Pacaran


__ADS_3

Abi begitu bersemangat untuk pulang ke mansion, dia bahkan sudah berencana memberikan bunga serta semua makanan yang disukai istrinya.


Selama Abi melakukan pekerjaannya, fikirannya terus saja ke tingkah dan wajah sang istri semalam.


Tak pernah menyangka jika hanya untuk membuat dirinya terus teringat istrinya, Hana dengan cukup berani menampilkan sosok yang berbeda tadi malam, sosok yang berani dan menantang.


Meskipun subuh tadi Hana terlihat salah tingkah dengan prilakunya yang berani, tapi itu membuat Abi benar-benar terbayang-bayang Hana, sekali lagi Hana berhasil untuk lagi mengalihkan dunianya.


"Dimana?" Tanya Abi sebelum menstarter mobilnya.


"Di kamar, Kakak udah selesai pemotretannya?" Jawab Hana yang saat ini tengah berdandan selesai ritual mandi sorenya.


"Mau malam mingguan?" Tawar Abi penuh semangat.


"MAUUUU..!" Jawab Hana tak kalah bersemangat.


"Aku jemput yaaa, dandan yang cantik. I'm on the way, okay!" Perintah Abi, kemudian mematikan sambungan telfonnya.


Sepanjang perjalanan Abi terus saja tersenyum membayangkan wajah bahagia istrinya, ia benar-benar tak sabar untuk segera sampai di mansion dan bertemu istri kecilnya. Entahlah hari ini ia begitu merindukan sosok mungil itu.


Tak lupa ia sempat berhenti untuk membelikan sang istri bunga, hari ini ia benar-benar ingin memanjakan istrinya.


Pilihannya jatuh pada Bunga tulip merah memiliki simbol cinta yang dalam, kasih sayang yang sempurna kepada orang yang dicintai.


***


Sesampainya di mansion Abi langsung berlari ke kamarnya untuk menemui sang pujaan hatinya, tak lupa bunga cantik yang ia beli untuk sang istri begitu ia bawa dengan hati-hati.


"Udah siap?" Tanya Abi saat melihat Hana duduk di tepi ranjang menanti kedatangannya.


"Udah..!" Jawab Hana semangat.


"Ini buat kamu..!" Abi menyerahkan bunga cantik itu pada istrinya.


"Cantik banget bunganya Kak, Hana suka!" Hana langsung menciumi bunga pemberian suaminya.


"Cantikan kamu..!" Puji Abi membuat Hana merona.


"Idihh, gaje kamu sekarang, lebay!" Hana memukul lengan suaminya melihat Abi yang semakin pintar menggombalinya.


"Hari ini aku tuh kangen banget sama kamu, enggak tau kenapa? Wajah kamu tuh terus-terusan di pelupuk mata aku, rasanya pengen cepet pulang ketemu kamu!" Ucap Abi mengusap wajah cantik istrinya dengan kedua ibu jarinya.


Hana hanya tersenyum dan menatap begitu dalam wajah suaminya. Tak tahan dengan tatapan Hana, Abi pun menghujami Hana dengan kecupan-kecupan di wajah sang istri.


"Ihhh, udah ah Kak cium-ciumnya. Aku mau kelihatan cantik hari ini!" Keluh Hana menghentikan kelakuan suaminya.


"Berangkat sekarang? Kamu mau kemana nih?" Tanya Abi yang harus rela menghentikan kegiatannya.


"Aku pengen nge mall aja, pengen ngerasain dating di mall. Nonton, makan, jalan-jalan, belanja-belanja!" Jawab Hana exited.


"Yakin mau ke mall doang?" Selidik Abi.


"Iya, Kak. Aku tuh pengen ngerasain pacaran di mall kayak temen-temen aku SMA, mau ya Kak?" Sahut Hana.


"Kita ini suami istri Hana, bukannya pacaran-pacaran lagi!" Gerutu Abi dengan ide istrinya yang menurutnya tidak dewasa.


"Idihhh, emang salah kita pacaran pas udah jadi suami istri? Lagian kan emang aku belum pernah tuh ngerasain pacaran sama Kakak, ya kan? Mau ya Kak?" Pinta Hana.


"Iya deh oke, kita jalan sekarang?" Ajak Abi mengalah.

__ADS_1


"Ayo!" Hana langsung mengapit lengan suaminya, sebelumnya ia meletakan bunga pemeberian sang suami di vas dekat ranjangnya.


***


Benar saja Abi menuruti semua permintaan istrinya malam ini, menyambangi salah satu mall mewah di Jakarta, berkeliling, menonton bioskop, makan makanan cepat saji begitu membuat Hana bahagia.


Bahkan Abi yang seharusnya beristirahat sehabis pemotretan seharian ini tak merasakan sedikit pun lelah setiap melihat binar bahagia istrinya.


Keinginan sederhana yang membuat Hana tak berhenti tersenyum menjadi kebahagiaan sendiri untuk Abi yang setia mengikuti kemana pun sang istri inginkan.


Menggunakan dresa floral hitam bermotif v neck, Hana terlihat sangat manis membuat Abi tak jenuh memandang lekat istri mungilnya.


"Kita ke sana yuk Kak!" Ajak Hana ke sebuah toko pakaian yang menjual semua serba couple.


"Jangan bilang kamu mau beli baju couple?" Tanya Abi curiga.


"Kita kan belum punya baju couple, gak salah kan kalo kita beli!" Cengir Hana menarik paksa tangan suaminya agar mau merealisasikan keinginannya.


"Terlalu kekanak-kanakan Hana!" Keluh Abi yang terpaksa mengikuti istrinya.


"Enggaklah Kak, biar keliatan kompak kita. Mau ya? Aku yang bayar, Kakak kan belum gajian!" Ledek Hana, membuat Abi terkekeh.


"Kalo cuma buat beli baju couple aja sih mah aku masih mampu Hana, toko-tokonya pun kalo mau aku beliin nih sekalian!" Balas Abi yang terus menggenggam erat tangan istrinya ketika memasuki toko pakaian yang Hana inginkan.


"Idih, sombong!!" Cibir Hana menaikan salah satu sudut bibirnya ke atas membuat Abi makin tertawa gemas.


Hana begitu antusias saat memilih baju couple keinginannya, jiwa remajanya memang masih sangat kuat meskipun dirinya kini telah menyanding gelar seorang istri.


Hana memutuskan untuk membeli sepasang hoodie couple berwarna hitam untuk pria dan putih untuk wanita dengan bentuk hati di tengahnya.


"Gak terlalu norak kan?" Tanya Hana menunjukan hoodie pilihannya pada sang suami.


"Aku tuh tau banget selera Kakak kayak gimana, gak mungkinlah aku pilihan yang model unyu-unyu yang jauh banget dari karakter Kakak!" Sahut Hana dengan bangga.


"Berarti mau yaa ambil ini?" Tanya Hana sekali lagi memastikan.


"Ayo kita bayar!" Ajak Abi.


"Kakak yang bayar nih?" Ledek Hana.


"Mau beli selusin?" Tawar Abi menyombongkan diri.


"Idihh, sombong amat!" Cibir Hana sekali lagi membuat keduanya kemudian tertawa.


"Abimanyu..!!" Panggil seseorang ketika mereka berdua berjalan hendak keluar dari mall ke parkiran.


Abi yang dipanggil pun menghentikan langkahnya dan menengok ke arah suara yang meneriaki namanya.


"What's up Bro?" Tanya laki-laki tampan bermata sipit itu.


"Baik Kev, lo apa kabar?" Abi menyambut tangan kenalannya itu kemudian memeluknya.


"Gue baik, tumben Ngemall nih?" Tanya laki-laki bernama Kevin itu.


"Biasa Nyonya minta pacaran di mall katanya!" ledek Abi mengedipkan sebelah matanya ke arah Hana.


"Mumpung kalian ke sini, mampir yukk ke toko kue istri gue. Tadi siang sih pembukaannya, istri gue pasti seneng nih kedatangan kalian!" Tawar Kevin.


Tapi kita udah mau balik nih Kev, udah kelamaan juga di sini!" Abi mencoba menolak undangan temannya itu.

__ADS_1


"Ayolah, mumpung kalian di sini. Sekalian biar Hana kenalan sama Cleo istri gue!" Rayu Kevin.


"Ayo Kak, aku juga lagi pengen makan makanan manis!" Kini Hana yang merayu penuh harap membuat Abi tak mampu lagi untuk menolak keinginan istrinya.


Di dalam toko kue bergaya elegant, setelah berkenalan dengam Cleo. Hana langsung menuju ke etalase yang memajang deretan cake cantik dan menggugah selera.


Mata Hana begitu berbinar melihat pemandangan yang ada di depan matanya, bahkan jika Hana tidak di tempat umum liurnya sudah dipastikan akan membajiri toko tersebut.


"Mau coba yang mana Hana?" Tanya Cleo ramah.


"Kakak yang ngedisain cake-cake ini semua? Cantik-cantik banget!" Puji Hana tanpa bisa menutupi kekagumannya.


"Kapan-kapan aku ajarin buat cake cantik ini ya!" Ucap Cleo membuat Hana senang bukan main, ia pun mengangguk menyetujui ucapan Cleo.


"Sekarang kamu mau coba cake yang mana? Khusus untuk kamu, aku sendiri yang bakal kasih pelayanan khusus" Tawar Cleo lagi.


Hana langsung menunjuk blackforest cake berbentuk hati yang sedari tadi menarik perhatiannya, dengan senang hati Cleo langsung mengambilkan cake yang ditunjuk Hana, tak lupa ia juga menyiapkan minuman terbaik untuk Hana.


Setelah pesanannya siap, Hana langsung duduk untuk menikmati cake dan minumannya. Sedang sang suami tengah asyik mengobrol dengan Kevin di meja yang sedikit agak jauh dari tempatnya duduk.


Cleo sempat menemani Hana sebelum seorang kenalan menghampiri Cleo, Cleo meminta Hana untuk menikmati cakenya sementara ia menemani kenalannya itu untuk berkeliling.


"Apa kabar Hana, pelac*r kecil!" Sapa seserorang lebih ke menghinanya.


"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Hana ketus, menatap tajam Raya yang saat ini duduk dihadapannya.


"Ini kan tempat umum, bebas dong gue mau ke sini juga. Lagian kan ini toko sahaabat gue, wajar kalo gue mampir ke sini?" Sembur Raya dengan senyum merendahkan.


Hana yang tak mau terlibat dengan mantan kekasih suaminya itu memilih beranjak meninggalkannya.


"Gimana rasanya hidup sebagai Nyonya Raffan? Enak kan? Gadis miskin kayak lo diangkat jadi istri seorang yang mempunyai repurtasi dan kekayaan macam Abi pasti hidupnya udah tenang dan senang!" Sindir Raya sebelum Hana meninggalkannya.


"Sangat tenang dan senang, aku bahagia banget hidup sama Kak Abi sebagai istrinya. Dia gak pernah berhenti buat ngebahagiain aku!" Sindir Hana gantian.


"Silahkan nikmati kebahagian lo selagi lo bisa, karena sebentar lagi gue pastikan kalo kesengsaraan bakal segera menghampiri lo. Akan gue rebut Abi dari lo dengan cara yang teramat sangat menyakitkan!" Ancam Raya.


"Lo ngancem gue hah? Gak akan pernah gue biarin lo ngerebut Kak Abi dari gue, gue pastikan itu. Lo gak capek ya ngejar-ngejar suami orang? Lo gak capek ngemis-ngemis cinta dari laki-laki yang udah gak cinta lagi sama lo! Lo gak laku lagi hah?" Sembur Hana kesal.


"Jaga mulut lo ya pelac*r kecil! Abi itu cuma lagi cari pelarian aja atas rasa kecewanya sama gue, tapi gue bisa pastiin kalo suatu hari nanti dia bakal balik ke pelukan gue lagi!" Gertak Raya.


Hana yang memang masih dalam keadaan labil tanpa ba bi bu langsung menyiram minuman ke wajah Raya, membuat semua mengalihkan perhatiannya pada meja mereka.


Abi yang melihat adegan itu langsung berlari ke arah istrinya, begitu juga Kevin dan Cleo.


"Ada apa ini?" Teriak Abi.


"Tanya istri barbar kamu, aku heran kenapa kamu tahan sama perempuan yang gak punya manners macam dia!" Geram Raya.


"Dia yang datang ngancem-ngancem aku duluan!" Bela Hana dengan wajah kesal.


"Ayo kita pulang!" Perintah Abi pada istrinya.


"Tapi Kak, dia yang..!" Hana mencoba untuk menjelaskan kembali bahwa dirinya tak bersalah.


"Kalo aku bilang ayo kita pulang, kita pulang!" Gertak Abi dengan suara keras membuat Hana terkejut sekaligus malu karena tak didengarkan suaminya.


Dengan mata berkaca-kaca Hana langsung meninggalkan tempat itu, rasa sesak dan marah menggelayuti hatinya saat ini. Sedang Abi langsung meminta maaf pada Kevin dan Cleo atas kekacauan yang terjadi, ia juga memberikan tatapan menghunus ke arah Raya sebelum menyusul langkah istrinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2