
Dua minggu sudah Abi di Paris mengurusi mantan kekasihnya membuat Hana selalu marah-marah setiap bertelfonan dengan suaminya.
Sama halnya seperti saat ini, Hana tak henti-hentinya mengomel pada sang suami.
"Emang dia belum mendingan? Masih hidup kan? Udah sih balik aja!" Gerutu Hana dengan wajah ditekuk.
"Udah, seminggu yang lalu udah keluar dari rumah sakit kan. Tapi kondisinya masih labil sayang, masih belum bisa diajak ngomong serius, aku takutnya dia kambuh lagi!" Ucap Abi terkekeh berusaha menenangkan istrinya.
"Ya udah gak usah diajak ngomong aja, pokoknya aku mau Kaka pulang. Masa aku kudu ngelakuin hal yang sama kayak dia supaya Kaka pulang ke Indonesia?" Ancam Hana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hush, sembarangan. Jangan bertindak bodoh kamu! Ya udah nanti malem aku akan coba ngomong sama Raya dan aku langsung cari penerbangan ke Indonesia secepatnya. Semoga besok atau lusa aku udah balik!" Janji Abi membuat Hana tersenyum kegirangan.
"Bener ya Ka, aku gak mau ya denger alesan apa-apa lagi yang bikin Kaka harus tinggal di sana lebih lama!" Ucap Hana memasang wajah cemberutnya yang menggemaskan.
"Cantik amat sih kalo lagi cemberut gitu, bikin tambah kangen deh ah!" Goda Abi.
"Makanya cepet pulang, aku tuh juga kangen sama Kaka" sahut Hana lirih dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
"Kamu kok cengeng banget sih?" Tanya Abi saat melihat air mata Hana lolos dari pelupuknya.
"Kangen..!" Lirih Hana kemudian menyembunyikan wajahnya di lutut yang ia tekuk.
"Hanum kenapa pulang?" Tanya Abi mengalihkan obrolan mereka.
"Udah lama nginep, gak enak katanya. Padahal akunya gak apa-apa malah seneng kalo ada dia jadi gak terlalu kepikiran kamu!" Jawab Hana tersedu.
"Sebentar lagi aku pulang kok, kamu sabar ya. Jangan nangis terus, akunya jadi gak tenang di sini!" Rayu Abi.
"Aku gak tenang dari awal Kaka pergi, makin ke sini makin gak tenang takut Kaka kepincut lagi sama dia!" Sindir Hana membuat Abi tergelak.
"Enggak lah, ya udah kamu bobo siang yaa besok kan mulai ujian jadi jangan sampe kamu kurang istirahat.
"Aku sayang sama Kaka, jaga diri. Jangan lupa sholat!" Pesan Hana yang diangguki oleh Abi.
"Aku juga sayang sama kamu, jangan nangis terus yaa. Aku usahain pulang secepetnya. Kamu jangan telat makan, jangan terlalu capek. Siapin tenaga buat nyambut aku pulang..!" Ucap Abi dengan mengerlingkan matanya genit.
"Tau banget deh aku maksudnya apa?" Gumam Hana.
"Cieee yang udah ngerti!" Goda Abi membuat Hana berdecih kesal.
Setelah melakukan ritual seperti biasanya, mereka pun mengakhiri sambungan video call mereka.
__ADS_1
Namun sebelum beranjak melakukan kegiatan selanjutnya, Abi menelfon Daniel untuk mencarikan tiket kembali ke Indonesia.
Dia sudah bertekad apapun yang terjadi ia akan secepatnya kembali ke Indonesia, terlebih saat melihat wajah sedih istrinya benar-benar membuatnya gelisah.
***
Malam hari sesuai rencananya, ia mengajak Raya untuk menghabiskan waktu keluar. Kondisinya memang sudah jauh lebih baik, bahkan sudah kembali seperti sedia kala.
Saat ini mereka berada di sebuah restaurant bernuansa romantis, terlihat Raya sangat menikmati kebersamaannya dengan Abi namun tidak dengan Abi karena ia terus berfikir bagaimana ia mengatakan apa yang memang harusnya ia katakan.
"Tumben kamu ngajak aku keluar?" Tanya Raya saat mereka sudah menyelesaikan makan malam mereka.
"Gak apa-apa, anggap aja perayaan kecil kesembuhan kamu!" Jawab Abi kemudian meneguk jus jeruknya
"Perayaan kembalinya hubungan kita kayaknya lebih pas deh Bi!" Ucap Raya yang langsung membuat tersedak.
"Kok kamu kaget gitu Bi?" Raya begitu bingung dengan respon yang diberikan oleh Abi.
"Hubungan apa? Kamu jangan salah faham ya Ray, hubungan kita tetep gak berlanjut. Oke kalo kita mulai hubungan pertemanan, tapi kalo kamu mengharapkan hubungan yang kayak dulu, enggak Ray!" Jawab Abi tegas.
"Terus maksud kamu apa dateng ke sini, perhatian kamu selama ini kalo bukan karena kita udah balikan lagi?" Tanya Raya mulai menuntut.
Belum sempat Abi untuk menjawab pertanyaan Raya, ponsel Abi berdering. Ia pun langsung menjawabnya tanpa memperdulikan Raya yang saat ini sedang menuntut penjelasan darinya.
"Kamu balik besok? Kenapa mendadak?" Raya dibuat tambah bingung dengan sikap mantan kekasihnya.
"Aku udah dua minggu Ray di sini, kamu juga udah sembuh, udah sehat. Gak ada alesan lagi buat aku di sini lebih lama, ada Hana yang nungguin aku di sana!" Jawab Abi kemudian memanggil waitress untuk membayar makanan mereka.
Mendengar jawaban dari Abi, Raya langsung berdiri meninggalkan Abi yang sedang melakukan transaksi pembayaran, setelah selesai Abi buru-buru mengejar Raya.
"Kenapa sih kamu kebiasaan selalu pergi seenaknya, gak bisa sabar apa hah?" Gertak Abi saat berhasil menyusul Raya, namun tak diindahkan oleh Raya sama sekali.
Setelah berada di dalam mobil, Abi langsung melajukannya untuk kembali ke apartemen mereka. Tak ada obrolan apapun selama di perjalanan.
Sesampainya mereka di apartemen, Abi langsung mengantarkan Raya ke unitnya dan kembali ke unit milik tunangan Mike.
"Jangan pulang dulu, kita ngobrol sebentar!" Pinta Raya, mencekal tangan kekar Abi. Merasa memang ada yang harus dibicarakan, Abi pun menuruti permintaan Raya.
"Kita ngobrol di kamar aku?" Ajak Raya.
"Enggak Ray, di sini aja!" Tolak Abi dan lebih memilih mengobrol di ruang tengah dimana saat ini mereka sedang berada.
__ADS_1
"Lin lo bisa keluar dulu, gue mau ngobrol dulu sama Abi!" Pinta Raya kali ini pada Lina yang memang saat ini sedang berada di ruang tengah.
"Enggak usah Lin, lo di sini aja!" Cegah Abi saat melihat Lina hendak berdiri dan meninggalkan mereka berdua.
"Tapi Bi....?" Protes Raya, namun langsung dipotong oleh Abi, " Gue udah nikah Ray, gak baik berduaan sama perempuan lain dalam satu ruangan!".
Raya tersenyum meremehkan ketika mendengar ucapan Abi.
"Jadi sekali lagi kamu mempermainkan aku Bi? Buat apa kamu dateng ke sini kalo pada kenyataannya kita gak bisa kembali ke hubungan kita kayak dulu?" Raya benar-benar tak menyangka dengan perubahan mantan kekasihnya saat ini.
Bagaimana bisa Abi yang dulu tergila-gila dengannya, sekarang justru dengan mudah melepaskannya.
"Enggak ada yang mempermainkan lo sama sekali Ray dan gue dateng ke sini karena gue ngerasa bersalah sama lo. Oh ya satu lagi, gue minta maaf sama lo Ray karena gak bisa megang omongan gue buat gak jatuh cinta sama Hana karena jujur gue bener-bener udah jatuh cinta sama dia!" Abi sangat berharap jika Raya dapat mengerti keputusannya, tetapi ..
PLAKKK..
"Jahat kamu Bi, tega kamu sama aku. Hiks.. Apa semua yang aku lakukan gak bisa menyentuh hati kamu? Aku cinta Bi sama kamu, hubungan kita pun udah terjalin lama masa semudah itu Bi kamu berpaling. Hiks..!" Raya mencoba mengungkapkan perasaannya di sela-sela tangisnya.
"Gue minta maaf Ray, tapi gue enggak bisa ngebohongi perasaan gue sendiri kalo gue udah jatuh cinta sama istri gue, bahkan mungkin sebenernya gue udah jatuh cinta sama dia sebelum gue nikahi dia!" Ucap Abi lirih masih berharap pengertian dari mantan kekasihnya.
"Semudah itu Bi?" Raya semakin memprotes ucapan Abi membuat Abi mendengus kesal, namun memilih untuk diam.
"Kamu gak mandang pengorbanan aku Bi?" Lanjut Raya semakin meluruhkan air matanya.
"Pengorbanan?" Abi berdecih merendahkan ucapan mantan kekasihnya itu.
"Di sini aku selalu makan hati Bi, ngebayangin kamu ngabisin waktu berdua sama pel*cur kecil itu, terlebih kamu sering memasang foto dia di medsos kamu dengan kata-kata yang manis ngebuat aku cemburu Bi, bahkan sekali pun kamu gak pernah memasang foto aku?" Lagi Raya mencoba untuk mengeluarkan isi hatinya.
"Lo lupa Ray? Bukannya lo sendiri yang maksa gue buat nutupin hubungan kita dulu? Mungkin saat kita sama-sama dulu lo mau terbuka sama media, gue juga bakal pasang foto lo bahkan mungkin pernikahan gue sama Hana gak pernah terjadi!" Sindir Abi membuat Raya seketika panik.
"Tapi bukan berarti kamu seenaknya masang-masang foto dia dong, harusnya kamu tuh jaga perasaan aku!" Sahut Raya dengan mata yang terus menatap tajam ke arah Abi.
"Terus gimana sama lo sendiri, huh? Apa lo udah ngerasa ngejaga perasaan gue, hah? Jangan lupa Ray, di sini bukan cuma gue doang yang berkhianat, tapi lo juga. Bahkan pengkhianatan lo jauh lebih menjijikan!" Lagi Abi seperti ingin meluapkan kemarahannya dengan mata yang sudah menyala penuh amarah.
"Aku khilaf Bi, udah berapa kali aku bilang kalo dia cuma pelampiasan aku aja, gak lebih! Dan aku akan tinggalin dia, aku berharap kita bisa memperbaiki hubungan kita lagi Bi. Tolong kasih kesempatan aku sekali lagi!" Rengek Raya.
"Enggak bisa Ray, kita udah punya hidup masing-masing. Gue enggak peduli lo mau lanjut sama selingkuhan lo itu apa enggak, yang jelas gue udah jatuh cinta sama istri gue, Hana!" Elak Abi yakin.
"Kamu jahat Bi, kamu tega. Cuma gara-gara pel*cur kecil itu kamu ninggalin aku" teriak Raya.
"Stop Raya, dia istri gue. Lo gak berhak menghina dia! Gue rasa tugas gue selesai di sini, besok gue balik ke Indonesia dan gue berharap lo enggak ngelakuin hal bodoh kayak gini lagi karena gue enggak akan bisa dateng lagi, di sana ada hati yang harus gue jaga!" Ucap Abi kemudian meninggalkan Raya yang mulai histeris mengumpatinya dan Hana juga ancam-ancaman yang masih bisa Abi dengar.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=