My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Cinta Pada Pandangan Pertama


__ADS_3

"Kok Hana lama yaa? Apa terjadi sesuatu sama dia?", tanya Daniel khawatir, namun tak seorang pun menjawabnya. Saat Daniel bangkit dari duduknya untuk mencari Hana, Hana sudah tiba di depan pintu.


"Maaf Hana kelamaan ya?", ucap Hana.


"Kamu dari mana, kok lama banget?", tanya Daniel.


"Tadi ada sedikit masalah sama temen aku, tapi sekarang udah selesai kok. Maaf ya kalian jadi lama nunggu aku", jawab Hana merasa tak enak telah membuat mereka menunggu.


"Iya gapapa aku pikir kamu kenapa-kenapa, baru mau aku cariin tadi. Ya udah sekarang kita makan aja yuk!", ajak Daniel. Hana kemudian duduk di tempat duduknya, ia pun berdoa dalam hati sebelum menyuapkan makanannya.


"Emmhh.. Ka, setelah makan aku mau langsung pamit gak apa-apa kan ya? Aku gak enak nitipin Ibu lama-lama sama Mas Angga", ucap Hana.


"Boleh kok, abis ini kita semua juga mau pulang gak ada acara apa-apa lagi. Nanti biar aku anterin kamu ke rumah sakit ya", sahut Daniel.


Saat ini hanya Daniel yang berinteraksi dengan Hana, sedangkan Abi masih dengan mode dinginnya dan Raya dengan ketidak peduliannya.


Acara makan malam pun selesai, Raya pulang dengan supirnya, Abi membawa sendiri mobilnya kembali ke apartemennya dan Daniel mengantarkan Hana ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Hana hanya terdiam, begitu pula Daniel yang fokus mengendarai mobilnya. Merasa sepi Daniel mencoba memulai percakapan


"Enak gak tadi makanannya?", tanya Daniel basa-basi.


"Enak banget Ka, makasih ya udah milihin makanan seenak itu buat aku. Cocok Ka sama lidah aku", jawab Hana ramah.


"Syukur kalo kamu suka. Kamu masih sekolah ya? Kelas berapa?".


"Masih Ka, aku baru naik kelas dua belas".


"Wahhh tinggal setahun lagi dong ya kamu lulus. Rencananya mau kuliah dimana?", tanya Daniel lagi.


"Belum tau Ka, belum kepikiran juga sih..", jawab Hana jujur.


"Oh iya tadi kamu bilang kamu ada masalah sama temen kamu di restauran, kalo boleh tau siapa?", tanya Daniel yang memang dari tadi sudah gemas ingin menanyakan pertanyaan itu.


Sejenak Hana diam, memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan pada Daniel.


"Macan betina Ka, galaknya minta ampun hahaha..!", jawab Hana asal sambil tertawa. Daniel yang baru pertama kali melihat Hana tertawa begitu terpesona.


"Kamu makin cantik kalo tertawa", puji Daniel tanpa sadar membuat Hana terdiam dan tersipu malu.


"Kaka bisa aja, belum lihat aja aku kalo gak pake make up. Lagian ini aku masih mode malu-malu karena baru kenal sama Ka Daniel, istilahnya apa tuh Ka Jaim ya Jaga image. Hahahah..!", sahut Hana lagi yang membuat Daniel ikut tertawa.

__ADS_1


Hana berusaha menutupi kegelisahan hatinya dengan terus menerus melemparkan candaan pada Daniel. Saat ini sebenarnya Hana ingin cepat sampai ke rumah sakit dan langsung memeluk Ibunya. Sudah menjadi kebiasaannya saat ia merasa tersakiti ataupun terpuruk ia akan memeluk Ibunya untuk mencari kenyaman.


Mereka pun akhirnya sampai, Daniel mengantarkan Hana hingga di depan loby rumah sakit.


"Makasih ya Ka udah mau nganterin Hana, sayang ini udah malem, udah bukan jam besuk lagi jadi Hana gak bisa ngajak Kaka ke dalem buat kenalan sama Ibu", ucap Hana sebelum keluar dari mobil Daniel.


"Iya gak apa-apa aku ngerti kok, lagian aku juga gak enak kalo mampir gak bawa apa-apa", sahut Daniel.


"Emang harus bawa apa?", tanya Hana.


"Yaaa.. Bawa buah, kue atau semacamnya gitu", jawab Daniel.


"Oohh aku kira mau bawa orang tua Kaka sama bawa seserahan. Hahahaa..", goda Hana membuat Daniel sedikit terkejut dengan candaan Hana kali ini.


"Emang mau?", balas Daniel gantian menggoda Hana.


"Enggak.. Hahahahaa..!", jawab Hana singkat membuat mimik muka Daniel berubah seketika.


"Emang kenapa gak mau?", tanya Daniel kecewa.


"Yaa kan aku masih sekolah..!", jawab Hana.


"Berarti kalo udah lulus mau dong?", tanya Daniel semangat.


"Lah kenapa lagi emangnya?", tanya Daniel kesal.


"Ka Daniel bukan selera Hana. Haahaha.. becanda yaa Ka. Udah ahhh, Hana pamit ya. Sekali lagi makasih yaa udah mau nganterin sama jemput Hana tadi", ucap Hana kemudian keluar dari mobil Daniel, sebelum melangkah ke dalam rumah sakit, Hana melambaikan tangannya dan tersenyum membuat Daniel reflek membalas senyuman dan lambaian tangan Hana.


"Gadis cantik yang baik dan riang. Kayaknya gw jatuh cinta pada pandangan pertama sama dia", batin Daniel berucap. Ia pun kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


***


Di dalam kamar rawat Irma, Irma telah tertidur sedangkan Angga masih asyik bermain game di ponselnya.


"Assalamua'laikum..!", sapa Hana.


"Wa'alaikum salam..!", sahut Angga, kemudian mematikan game di ponselnya untuk menyambut kedatangan Hana.


"Belum tidur Mas?", tanya Hana.


"Belum, Mas belum ngantuk", jawab Angga.

__ADS_1


"Maaf ya Mas Hana gak bawa apa-apa, mau mampir beli makanan Hana enggak enak sama yang nganter Hana tadi. Mau beliin di restauran tempat Hana ketemu sama Ka Abi Hana enggak sanggup belinya Mas", ucap Hana polos. Angga yang mendengar ucapan Hana tertawa.


"Iya gak apa-apa, tenang aja tadi Mas udah beli nasi goreng kok masih kenyang", sahut Angga.


"Mas Angga mau pulang sekarang, mumpung belum terlalu malem", suruh Hana.


"Kamu ngusir?", tanya Angga dengan wajah yang pura-pura dibuat kesal.


"Bukan begitu Mas, Hana enggak enak soalnya Mas Angga udah dari kemarin jagain Ibu tanpa pulang ke rumah, pasti Mas Angga capek banget, kurang istirahat", jawab Hana.


"Emang kamu gak apa-apa jagain Ibu sendirian?".


"Insya Allah gak apa-apa Mas, toh lusa Ibu juga udah pulang. Lagian Hana juga kangen mau tidur bareng sama Ibu".


"Ya udah kalo begitu Mas pulang dulu ya, nanti kalo kamu butuh apa-apa jangan sungkan telepon Mas", ucap Angga kemudian mengucakan salam dan keluar.


Setelah ditinggal Angga, Hana menghampiri Ibunya dan duduk di kursi. Ia meremas pakaian yang menutupi dadanya, rasa sesak yang ia tahan seketika ia keluarkan melalui tangisannya saat menatap wajah Ibunya. Ada rasa sakit, rasa marah dan rasa benci saat ini di dadanya. Hanya dengan menatap wajah sang Ibu Hana berharap dapat menghapus semua rasa yang tidak mengenakkan itu.


Sayup-sayup suara tangisan tertahan dari Hana membangunkan Irma dari tidurnya.


"Kamu kapan sampai sayang?", tanya Irma membuat Hana terkejut dan cepat-cepat menghentikan tangisnya dan mengusap air matanya.


"Maaf Bu Hana ganggu tidur Ibu ya?".


"Kamu nangis? Ada apa sayang?", tanya Irma mulai khawatir.


"Enggak-enggak apa-apa Bu, Hana enggak apa-apa. Hana cuma kangen sama Ibu. Emmhhh.. Hana boleh tidur di sebelah Ibu?".


"Naik sini sayang..!".


Hana pun segera membaringkan tubuhnya di sebelah Irma, Hana memilih tempat yang tangan Ibunya tidak terpasang infus.


"Hana kangen sama Ibu. Hana janji Bu Hana akan berusaha keras buat Ibu bangga, Hana akan bekerja keras sampai Hana jadi orang yang berhasil, Hana enggak akan membiarkan seorang pun menghina kita lagi. Doakan Hana Bu dan Hana juga berdoa supaya Ibu cepat sembuh, supaya Ibu terus nemenin Hana sampai Hana berhasil. Hana mau kita sama-sama menikmati keberhasilan Hana kelak Insya Allah", ucap Hana lirih kemudian membenamkan wajahnya ke lengan Irma.


Irma sudah faham betul kebiasaan putrinya, meski tidak secara langsung mengatakan apa yang telah terjadi tapi Irma faham bahwa ada telah ada seseorang yang telah menghinanya, telah menyakiti putrinya meskipun Hana tidak secara terang-terangan menceritakannya.


"Iya sayang, Ibu akan sembuh, Ibu akan selalu mendoakanmu Nak. Kita akan sama-sama menikmati keberhasilan kamu kelak. Kamu semangat yaa, jangan dengarkan hinaan orang. Ibu yakin kamu akan jadi anak yang berhasil. Kamu udah sholat Isya?".


Hana menggelengkan kepalanya, ia pun kemudian duduk dan mengusap air matanya. Menatap wajah sang Ibu yang saat ini tersenyum padanya.


"Hana mandi dulu ya Bu, terus sholat Isya. Abis itu Hana boleh ya Bu tidur di sebelah Ibu lagi", ucap Hana, Irma pun menganguk mengiyakan permintaan anaknya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like, comment sama vote nya. biar aku terus semangat nulisnya. Gak bosen juga aku buat minta maaf kalau masih banyak kekurangannya, maklum masih belajar menulis. Semoga syukaaaas yaaaa.. 🙏🙏😘😘


__ADS_2