
Puas bercerita dengan Ibunya, Hana pun kembali ke kamarnya. Hatinya sudah benar-benar lega. Ia memantapkan diri untuk tak terpengaruh apapun yang akan dilakukan atau dikatakan oleh Raya. Dia harus percaya jika hati suaminya kini telah dimilikinya.
"Ka..!" Sapa Hana saat masuk ke dalam kamarnya yang masih terang menandakan bahwa suaminya belum tidur. Namun dilihatnya sekeliling kamar tak ada sosok suaminya.
Ia pun melangkahkan kakinya ke tempat biasa suaminya menghabiskan malam. Jantungnya berdegup kencang, ia takut jika suaminya tengah asyik bertelfon ria dengan Raya di balkon seperti hari-hari lalu.
Hana menghembuskan nafas lega setelah melihat Abi duduk manis di kursi sambil memainkan ponsel milik Hana.
"Ka, ngapain sama hape Hana?" Tanya Hana kemudian duduk di sebelah suaminya.
"Lama banget di bawah, ngobrolin apa sama Ibu?" Bukan menjawab Abi justru balik bertanya.
"Banyak, masalah perempuan. Hana kan kangen sama Ibu, gak apa-apa kan Hana lama-lama sama Ibu? Ka Abi belum jawab, ngapain Ka Abi sama hape Hana?" Bukan marah hanya heran saja Abi yang tak pernah berminat dengan benda pipih milik istrinya justru sekarang tengah asyik memainkannya.
"Raya masih suka neror kamu? Kok gak cerita?" Abi meletakan ponsel Hana di meja kemudian menarik tubuh Hana untuk duduk di pangkuannya.
"Buat apa cerita, toh aku gak peduli dia mau ngapain kek. Anggap aja dia belum bisa nerima keputusan Kaka mutusin dia makanya aku yang dijadiin pelampiasan sama dia. Biarin aja..!" Jawab Hana.
"Kamu gak sakit hati, banyak kata kasarnya lo dia?" Tanya Abi menahan kesal karena membaca umpatan-umpatan dan hinaan kasar dari Raya untuk istrinya.
"Sakit hatilah, tapi biarin aja lah nanti dia capek sendiri kalo gak aku tanggepin!" Jawab Hana dengan mimik kesal.
"Maaf ya.." Ucap Abi sambil menyelipkan rambut Hana yang tergerai di belakang telinga Hana, "cantik" ucapnya lagi membuat Hana merona.
"Maaf buat apa?" Tanya Hana bingung.
"Maaf, gara-gara aku kamu jadi dihina-hina sama Raya!" Jawab Abi penuh sesal.
"Gak masalah, aku gak ambil pusing kok. Yang penting aki tau sekarang Mbak Raya udah gak ada di hati Kaka lagi, tapi aku yang di sini, iya kan?" Ucap Hana sambil menyentuh jari telunjuknya di dada Abi.
"Gak asik banget yaa aku cepet banget jatuh cintanya sama kamu!" Goda Abi membuat Hana terkekeh.
"Karena aku tulus..!" Sahut Hana kemudian mengecup bibir Abi sekilas.
Abi yang tak puas dengan kecupan saja, langsung menarik tengkuk Hana untuk mencium bibir mungil istrinya.
__ADS_1
"Manis..!" Puji Abi sesaat melepaskan ciumannya kemudian ia kembali mel*mat bibir istrinya. Lama mereka berciuman, Hana langsung menghentikan kegiatan mereka membuat Abi sedikit kecewa.
"Tidur yuk aku capek..!" Ajak Hana menggandeng tangan suaminya. Hana bukan tak ingin, namun karena belum bisa memberikan lebih ia takut Abi akan kembali marah seperti waktu itu.
***
Hana masih meringkuk di ranjang king size di suite room kamar hotel yang ia sewa selama tinggal di Bali. Pengalaman pertama Hana menaiki pesawat nyatanya membuat kondisi Hana langsung drop, sepanjang hari setelah naik pesawat Hana terus menerus muntah.
"Masih enggak enak ya?" Tanya Abi khawatir, di dalam kamar itu juga ada Angga dan Daniel juga beberapa tim mereka.
Hana hanya mengangguk, ia terus menerus menangis karena merasa tak nyaman dengan kondisinya.
"Mau dipanggilin dokter?" Abi memberi usul sambil terus menggosokkan punggung istrinya yang masih tertutup kaos dengan minyak angin, Hana yang mendengar usulan suaminya menggeleng.
"Biarin istirahat aja dulu, coba cari obat mabuk kendaraan siapa tau mendingan!" Usul Daniel.
"Obat begituan kan diminum pas mau jalan Niel, bukan pas nyampe!" Keluh Abi.
"Yaa siapa tau aja kan bisa mengurangi mabok kendaraan bini lo, kita coba aja!" Sahut Daniel.
Mendengar usulan sahabatnya, Abi pun meminta tolong salah satu asistennya mencari obat tersebut.
"Maaf ya Ka, Hana jadi nyusahin semuanya!" Dengan suara lirih, Hana menyesali apa yang terjadi.
"Gak apa-apa, semuanya juga pada ngerti kok, Santai aja. Mending sekarang kamu istirahat biar besok mendingan, kita juga bisa mulai syutingnya! Aku ke bawah yaa, meeting sama mereka. Mereka pasti udah pada nungguin, kamu gak apa-apa kan aku tinggal sebentar?" Abi sebenarnya tak tega meninggalkan Hana seorang diri, tapi ia juga tak bisa absen dari meeting.
***
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam yang artinya sudah 2 jam Abi meninggalkan Hana untuk meetingnya.
Selesai meeting ia langsung beranjak ke kamarnya, ia sangat mengkhawatirkan kondisi sang istri.
Masuk ke dalam kamar hotel, Abi melihat istrinya tengah lelap. Wajah Hana tak sepucat saat ia tinggalkan tadi, itu membuat Abi bisa sedikit lega.
Abi memutuskan untuk membersihkan dirinya dan membiarkan Hana untuk tetap lelap dalam tidurnya.
__ADS_1
Setelah setengah jam Abi pun keluar dari kamar mandi, tubuhnya dirasa lebih segar.
"Kok bangun? Laper?" Tanya Abi saat melihat Hana sudah duduk di atas ranjang.
"Gimana udah mendingan?" Abi menghampiri Hana seraya menyentuhkan telapak tangan di dahi istrinya.
"Aku kan gak demam Ka, cuma mabuk udara doang. Sama norak karena baru pertama naik pesawat terbang. Hehe..!" Kelakar Hana membuat Abi tersenyum lega mengetahui istrinya sudah kembali seperti biasa.
"Laper? Mau makan?" Tawar Abi.
"Iya, aku laper banget!" Jawab Hana sambil memegangi perutnya.
"Mau makan apa?" Tanya Abi lembut.
"Apa aja yang Ka Abi pilih pasti aku makan kok!" Jawab Hana, kemudian bangkit dari ranjangnya untuk ke kamar mandi.
"Jangan mandi malem-malem, nanti sakit!" Teriak Abi selesai memesan makanan dari restauran hotel melalui layanan room service.
"Enggak, aku cuma mau pipis, cuci muka sama gosok gigi aja kok!" Sahut Hana dari dalam kamar mandi.
Sambil menunggu Hana selesai dengan kegiatannya di kamar mandi, Abi mengganti piyama mandinya dengan baju santai. Memeriksa beberapa pesan di ponselnya.
Tak berapa lama, Hana keluar dengan wajah yang lebih segar. Ia pun langsung mengambil piyama tidurnya dan mengenakanya.
"Sini..!" Perintah Abi saat Hana telah selesai merapikan dirinya. Ia menepuk ranjang agar Hana duduk di dekatnya.
"Foto yukk!" Ajak Abi kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri. Mereka berdua memasang wajah menggemaskan saat mengklik foto tersebut. Selesai mengklik foto, seperti biasa Abi akan mengupdatenya di sosial media juga status whatsup nya.
Kelebihan kerja bareng bini sendiri, syuting pun bisa sekalian honeymoon. Rezeki suami soleh .. Cheers up everyone 🥂🥂.
Begitulah bunyi caption nyeleneh Abi di sosmednya yang selalu berhasil membuat instagramnya selalu ramai.
"Suami soleh, cheers up nya pake wine?? Please deh!" Cibir Hana yang melihat unggahan suaminya, sedang Abi hanya terkekeh kemudian mencium pipi Hana.
Makanan yang mereka pesan pun datang, Abi yang juga lapar memesan menu nasi goreng sama seperti yang ia pesankan untuk sang istri dan beberapa hidangan pemdamping kesukaan istrinya.
__ADS_1
Selama makan malam, mereka berdua membahas hasil meeting selama hampir 2 jam tadi. Terkadang tak hanya pekerjaan, tapi juga diselingi oleh candaan selama mereka makan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=