My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Cantik


__ADS_3

Pagi hari Abi dan Mamah Kinan sudah bersiap untuk pergi ke kios kue milik Hana.


"Nanti Abi langsung balik ke apartemen ya Mah, Mamah gapapa kan Abi gak temenin?", tanya Abi kepada Mamah Kinan.


"Iya gapapa nanti Mamah biar naik taksi aja pulangnya", jawab Mamah sambil memasangkan seat belt ke tubuhnya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, sesekali terdengar obrolan dan candaan dari dua orang di dalam mobil itu.


Sesampainya di depan kios kue tersebut, Mamah langsung turun dari mobil Abi. Dia tidak lupa berpesan agar Abi hati-hati mengendarai mobilnya, dan mengabarinya kalo sudah sampai di apartemennya.


Setelah mendengar rentetan pesan mamah Kinan Abi pun melajukan mobilnya.


"Permisi..!", sapa Mamah Kinan pada Ibu Irma.


"Iya Bu, silahkan .. mau. pesan apa Bu?", sahut Ibu Irma mempersilahkan dengan ramah.


"Ibu pemilik kios ini?".


"Iya saya sendiri Bu..".


"Jadi begini Bu apa saya bisa memesan beberapa kue untuk hari Rabu, sekitar dua ratus piece?", tanya Mamah Kinan. Ibu Irma yang mendengar hal tersebut langsung langsung menyambutnya dengan mata berbinar.


"Bisa ,Bu, bisa sekali. Untuk hari Rabu ya Bu? Ibu mau pesan kue apa saja?", ucap Irma bersemangat.


"Iya Bu untuk hari Rabu. Saya mau pesan lemper ayam, pastel sayur dan telur, Kue Sus sama bolu pandannya, masing -masing lima puluh piece ya Bu. Kalo boleh tau per piece nya berapa ya Bu?", tanya Mamah Hana.

__ADS_1


" Semua saya jual per satu piece nya empat ribu rupiah Bu", jawab Bu Irma sambil mencatat kue-kue yang akan dipesan pembelinya tersebut.


"Baik Bu, kalo begitu tolong ditotal saja berapa semuanya ya!", pinta Mamah Irma ramah.


"Baik Bu sebentar saya total dulu berapa semuanya".


Saat Ibu Irma sibuk mentotal pesanan pembelinya Hana datang dengan dua buah kantong di tangannya. Ia pun mengeluarkan isi kantong tersebut yang ternyata adalah nasi kuning yang sudah ditata di dalam mika kecil.


"Jadi total semuanya 800 ribu rupiah Bu. Kalo boleh tau mau diantar kemana dan jam berapa ya bu?".


Mamah Kinan pun menyebutkan jam berapa dan alamat kemana kue itu akan diantar. Dia juga meminta kepada Ibu Irma nomor ponsel Ibu Irma agar mempermudah mereka berkomunikasi. Ibu Irma pun mencatat dengan teliti alamat yang pembelinya katakan, dan mencatat jam berapa harus diantarkan pesanannya itu agar tidak lupa, kemudian menyebutkan nomor ponselnya agar dicatat si pembeli.


"Ibu buat nasi kuning juga?", tanya Mamah Kinan setelah melihat susunan nasi kuning dalam mika kecil yang tadi dirapikan oleh Hana.


"Iya Bu, hanya di hari Sabtu dan Minggu saja. Kalo di hari biasa saya hanya menjual jajanan pasar, karena anak saya sekolah dan tidak ada yang membantu saya kalo anak saya sekolah", jawab Ibu Irma menjelaskan.


"Iya Bu, ini anak saya namanya Hana", jawab Ibu Irma memperkenalkan. Hana pun mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. Mamah Kinan pun menyambut uluran tangan Hana.


"Cantik..!", hanya kata itu yang terucap dari mulut Mamah Kinan saat bersalaman dengan Hana. Hana yang mendengar pujian Mamah Kinan hanya tersipu malu.


"Bu.. kebetulan saya belum sarapan. Jadi saya fikir saya mau sarapan nasi kuning buatan Ibu, tapi apa boleh Bu saya meminta Hana untuk menemani saya sarapan!", pinta Mamah Kinan.


"Boleh Bu. Ibu silahkan ke dalam, di sana ada meja dan bangku Ibu bisa sarapan di dalam. Nanti biar anak saya siapkan nasi kuningnya, silahkan tunggu di dalam Bu", sahut Ibu Irma mempersilahkan dengan ramah.


Mamah Kinan pun masuk ke dalam dan menunggu Hana menyiapkan nasi kuningnya. Tak berapa lama Hana datang membawa nasi kuning dan Teh manis hangat untuk si pembeli.

__ADS_1


"Kamu gak sarapan Hana?", tanya Mamah Kinan saat melihat Hana hanya membawa 1 nasi kuning dan 1 gelas teh.


"Enggak Bu, tadi Hana udah sarapan", jawab Hana sopan.


Hana pun menemani sang pembeli sarapan, dia pun dengan sopan menjawab semua pertanyaan si pembeli. Terkadang terdengar suara tertawa mereka. Mereka begitu cepat untuk mengakrabkan diri, mungkin sifat dan sikap Mamah Kinan yang rendah hati dan ramah membuat Hana nyaman, sehingga Hana pun mudah mengakrabkan dirinya.


Selesai sarapan, Mamah Kinan kembali menemui Ibu Irma untuk membayar pesanannya juga sarapannya tadi. Dia juga menanyakan apa Bu Irma juga bisa menerima pesanan catering.


"Ibu, tadi Hana cerita katanya Ibu juga biasa menerima pesanan catering ya Bu?".


"Iya Bu ..".


"Kalo begitu apa saya bisa sekalian pesan nasi box sebanyak dua puluh lima box untuk hari Rabu sekalian Bu?", tanya Mamah Kinan memastikan.


"Bisa Bu, bisa.. Ibu mau nasi box dengan lauk apa?", tanya Ibu Irma bersemangat. Mamah Kinan pun menjelaskan lauk-lauk apa saja dia inginkan dalam nasi box pesanannya dan bertanya berapa total semuanya.


"Nasi box nya per box saya jual tiga puluh lima ribu rupiah Bu jadi total delapan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah ditambah delapan ratus ribu untuk kuenya jadi total 1.675 ribu rupiah Bu",jawab Ibu Irama sopan.


"Baik Bu, saya beri satu juta dulu ya Bu,. saya tidak banyak bawa uang cash, nanti kekurangannya saya kasih pas pesenan saya diantar. Oh ya nasi kuning dan tehnya tadi berapa Bu?" .


"Nasi kuning dan teh nya gak usah Bu, anggap saja itu ucapan terima kasih saya karena Ibu sudah mau mempercayakan pesanan Ibu kepada kios saya", ucap Ibu Irma tersenyum kemudian memberikan kwitansi pembayaran uang muka pesanan pembelinya.


Setelah melakukan transaksi, Mamah Kinan pun pamit pulang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Terima kasih untuk terus membaca karya saya. Mohon maaf jika masih banyak kekurangannya, dan jangan lupa buat like, comment dan vote supaya aku tambah semangat nulisnya 🙏🙏😘😘


__ADS_2