My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Keegoisannya


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Hana terus saja menampilkan wajah kesalnya semenjak kepergian Abi ke Bali membuat Kinan dan Irma terkekeh lucu dengan kelakuan Hana saat ini.


"Kamu ngapain di dapur kalo diem aja begitu? Mending masuk kamar sana, istirahat!" Irma mencoba mengalihkan kekesalan putrinya saat ini.


"Aku mau bantuin Mamah sama Ibu masak kok!" Jawab Hana.


"Bantuin masak tapi cuma diem aja sambil cemberut gitu!" Ledek Irma membuat Kinan tertawa.


"Apaan sih Ibu ini!" Kesal Hana semakin membuat Irma dan Kinan tertawa.


"Suami kamu kan ke Bali buat kerja bukan buat jalan-jalan, jangan dicemberutin gitu dong, enggak baik Sayang!" Ucap Irma menasehati.


"Tadi kata Abi mau ngajak kamu, tapi kamunya enggak mau. Padahal abi bilang tadi kalo kamu mau, Abi pasti perpanjang waktu di Bali buat sekalian bulan madu katanya!" Goda Kinan yang langsung membuat Hana salah tingkah dengan wajah memerah.


"Hana belum berani deket sama Kak Abi!" Lirih Hana sedih.


Kedua ibunya pun langsung melihat ke arah Hana yang mulai terdengar sedih.


"Ibu sama Mamah kecewa ya ngelihat Hana masih aja seperti ini?" Tanya Hana memberanikan diri menatap kedua ibunya bergantian.


"Enggak lah Sayang, Mamah malah bangga sama Hana yang mulai berani pelan-pelan dekatin Abi lagi" jawab Kinan mencoba menenangkan menantu kesayangannya itu.


"Hari ini kita masak apa Mah-Bu?" Tanya Hana yang tak ingin larut dalam kesedihan, jujur ia sendiri sangat kecewa pada dirinya sendiri karena belum juga bisa lepas dari traumanya terhadap suaminya.


"Hari ini kita masak kesukaan kamu ya buat menghibur kamu yang ditinggal kerja suaminya!" Goda Kinan lagi membuat Hana tersenyum malu.


"Kesukaan aku banyak Mah, emang yang mana?" Tanya Hana mendekati Ibu mertuanya.


"Opor ayam, sambal goreng sama kerupuk udang. Kata Bi Imah, kalo Bibi lagi masak itu semua, pasti Hana makannya banyak. Apalagi kalo lagi sedih dan gak mau makan, tapi kalo menunya ini nih beuhhh langsung lupa deh sedihnya!" Goda Kinan terkekeh, terlebih melihat Hana semakin tersipu dan salah tingkah.

__ADS_1


***


Malamnya, Hana terus saja menggenggam ponselnya menunggu sang suami menghubungi. Mereka sebenarnya sempat bertelfonan ketika Abi baru saja mendarat dan berjanji akan kembali menelfonnya malam hari, karena setibanya di Bali Abi langsung disibukkan dengan agenda kerjanya.


Dering ponsel yang berbunyi pun membuat Hana langsunv melebarkan senyumannya, akhirnya sang pujaan hati yang ditunggu-tunggu menelfonnya juga.


"Assalamualaikum, cepet banget diangkatnya" sapa Abi saat panggilan telfonnya sudah terhubung.


"Iya, aku emang sengaja megang hape buat nungguin telfon dari Kakak" jawab Hana jujur membuat Abi mengulas senyum dengan sifat polos istrinya yang tak pernah berubah.


"Sibuk banget kayaknya, baru bisa telfon?" Tanya Hana memecah keesunyiaan karena sempat beberapa saat mereka hanya saling diam.


"Lumayan, aku pengen cepet selasaiin kerjaan di sini biar cepet balik ke Jakarta. Emhh.. berani coba video call?" Sungguh Abi sangat merindukan wajah cantik istrinya saat ini.


"Tapi kalo aku gugup terus langsung aku putus sambungan videonya jangan marah ya?" Tanya Hana.


"Iya Sayang, yang kamu harus inget posisi aku sekarang jauh banget aku gak mungkin bisa ngelukaiin kamu, deket pun aku juga enggak akan pernah nyakitin lagi kok!" Jawab Abi mencoba memberi keyakinan pada sang istri.


Abi sengaja menunggu Hana mengalihkan panggilan telfonnya ke panggilan video, ia tahu istrinya butuh waktu untuk benar-benar mempersiapkan dirinya agar berani bertatap wajah.


Senyum Abi mengembang saat pada akhirnya sang istri mengalihkan ke panggilan video dan tanpa menyia-nyiakan kesempatan Abi langsung mengangkatnya.


"Wa'alaikumsalam..!" Sahut Hana dengan suara tercekat.


"Jangan diputus, aku kangen sama kamu. Izinin aku egois buat ngelihat kamu dalam waktu lama!" Pinta Abi saat melihat gelagat Hana yang hendak memutus sambungan video mereka.


"Kak, aku__!" Hana benar-benar terlihat tak nyaman sama sekali, namun entah mengapa Abi ingin tetap melihat istrinya. Ia ingin mulai mengajarkan Hana untuk berani bertatapan dengan dirinya. Ia tak sanggup terbelunggu dalam keadaan yang seperti ini lebih lama lagi.


"Aku jauh Hana, aku gak bisa nyakitin kamu bahkan kalo pun dekat aku juga gak akan nyakitin kamu lagi. Lihat aku sayang, aku mohon!" Pinta Abi sungguh-sungguh karena Hana tak sama sekali melihatnya.


"Lihat aku sebentar aja!" Pinta Abi sekali lagi melihat Hana sama sekali tak mengindahkan ucapannya.


Pelan tapi pasti mata indah istrinya mulai melihat ke arahnya, membuat Abi mengulum senyuman.


"Everything gonna be alright, i'll never hurt you anymore. I promise..!" Ucap Abi tulus yang diangguki Hana dengan senyum yang terlihat dipaksakan.

__ADS_1


"Kamu lagi ada di kamar kita, hm?" Tanya Abi mencoba mencairkan suasana, meski hatinya perih melihat wajah pucat istrinya yang saat ini tengah gugup.


"I, iya..!" Jawab Hana mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, mencoba mengalihkan mengalihkan pandangannya karena jujur saat ini bayangan Hana kembali ke malam menyakitkan dulu, bahkan saat ini Hana seakan kembali merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


"Kak__!" Panggil Hana sebelum ponselnya terjatuh dari genggamannya, disusul tubuhnya yang luruh di atas karpet bulu tebal yang membuat ponselnya tak pecah seperti jika terjatuh langsung di atas lantai hingga mereka masih terhubung.


"Sayang?" Panggil Abi mulai dilanda kekhawatiran karena layar ponselnya hanya menangkap gambar langit-langit kamarnya, terlebih saat Abi hanya mendengar nafas Hana yang terdengar kesulitan dan rintihan suara yang terus memanggi satu nama berulang-ulang.


"Ib..u, Ib..u!".


Abi langsung mengambil ponselnya satu lagi untuk menghubungi Kinan, beruntung Kinan langsung mengangkat panggilannya.


"Mah, tolong ke kamar. Hana kolaps!" Pintanya langsung, Kinan pun dengan rasa khawatir yang teramat sangat langsung berlari menuju ke kamar Abi tanpa memperdulikan keingintahuan anggota keluarga lainnya.


Kinan terus berlari ke atas disusul suami dan ayah mertuanya dari belakang yang terus menerus menanyainya ada apa.


Betapa terkejutnya mereka mendapati Hana terbaring lemas dengan nafas yang tersendat.


"Hana Sayang!" Kinan langsung menarik tubuh Hana ia meletakan kepala di atas pangkuannya.


"Mah..!" Panggil Hana dengan suara lirih.


"Iya sayang, ini Mamah nak!" Sahut Kinan membelai lembut wajah pucat Hana.


"Obat..!" Pinta Hana.


"Dimana obatnya sayang?" Tanya Kinan terisak.


"Di meja rias Hana Mah" tunjuk Hana dengan nafas tersengal.


Rendra langsung mengambil obat yang ditunjuk oleh menantunya dan juga air di atas nakas lalu memberikannya pada Hana.


Setelah Hana meminum obat penenangnya, Rendra langsung membopong tubuh lemas menantunya ke atas ranjang.


"Ya Allah..!" Lirih Abi yang masih tersambung dengan video call ponsel istrinya yang tak disadari oleh satu orang pun.

__ADS_1


Bahkan Hana telah mempersiapkan obat penenang dan anti depresinya hanya untuk memenuhi keinginan sang suami yang ingin mencoba bertatap muka melalui panggilan video membuat Abi menyesali keegoisannya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2