
Abi telah sampai di lokasi syuting, terlihat Hana sedang di ruangannya merapikan barang-barangnya, kali ini dia masih ditemani oleh salah satu asisten perempuan karena ia takut kejadian waktu itu akan terulang lagi.
"Han.." sapa Abi.
"Iya Ka, Hana udah selesai beres-beresnya. Ayo kita pulang!" Ajak Hana.
Asisten bernama Lea itu pun pamit untuk pulang. Setelah Lea pulang, kini Hana dan Abi berdua saja di ruangan. Hana agak kikuk sebenarnya terlebih lagi Abi terus menerus memperhatikannya.
"Ngapain sih ngelihatin Hana terus?" Omel Hana kesal.
"Emang salah ngelihatin calon istri sendiri?" Ucap Abi balik bertanya. Seketika pipi Hana merona mendengar ucapan Abi.
"Seneng tuhh.." goda Abi sambil menunjuk-nunjuk ke arah Hana.
"Biasa aja.." sahut Hana cuek.
"Lah itu pipinya merah.." goda Abi lagi.
"Aku tuh kalo lagi gerah, kecapekan tuh emang begini" sahut Hana kesal.
"Iya deh iya deh, jangan ngomel terus ntar keriput lho. Yuk kita balik" ajak Abi membantu membawakan perlengkapan Hana.
"Baik banget sih calon suami" goda Hana ketika Abi mau bersusah payah membawakan beberapa barang bawaannya. Abi pun dibuat tersenyum mendengarnya.
"Ya Allah senyum calon laki gw, ganteng amat" puji Hana dalam hati.
Di dalam mobil Abi terus berkonsentrasi mengendarainya, sedang Hana terus-menerus mencuri-curi pandang ke arah Abi. Sebenarnya Abi sadar hanya saja ia membiarkan Hana melakukannya.
"Emhh.. Gimana Mbak Raya, udah berangkat?" Tanya Hana memecah keheningan.
"Udah, dari bandara tadi gw langsung jemput lo" jawab Abi.
"Lah bukannya tadi Ka Abi pulang syuting jam duaan, kok lama banget?" Tanya Hana heran untuk apa Abi beralasan mengantar Raya saat pulang tadi tapi ternyata Raya baru saja berangkat.
"Ya biasalah, 'ngasih bekel' dulu biar gak kangen-kangen amat" jawab Abi dengan senyum yang tidak bisa diartikan.
"Ngasih bekel? Bekel apa?" Tanya Hana tidak mengerti.
"Lo gak ngerti? beneran gak ngerti?" Tanya Abi menatap heran ke arah Hana sekilas. Hana pun menggelengkan kepalanya, seketika tawa Abi meledak. Ia tertawa sangat keras sampai-sampai mengeluarkan air matanya, Hana semakin dibuat bingung oleh kelakuan calon suaminya itu.
"Gak jelas.." gerutu Hana dengan mimik sangat kesal.
"Yang gw maksud bekel itu se.." ucap Abi tidak meneruskan kata-katanya karena dia teringat jika Hana mengetahui tidak cuma akan membuat Hana sakit hati, tapi bahaya jika Hana sampai mengadukannya pada keluarganya.
__ADS_1
Hana yang sudah sangat menanti jawaban Abi dibuat bingung ketika Abi tidak melanjutkan kata-katanya.
"Se..?" Tuntut Hana agar Abi mau melanjutkan ucapannya.
"Udah lupain aja, lo gak bakal ngerti!" Perintah Abi karena bingung mencari-cari ungkapan yang pas. Hana terlihat kecewa ia kemudian memalingkan wajahnya, melemparkan pandangannya keluar jendela mobil dan berusaha untuk menikmati pemandangan sepanjang perjalanan mereka.
"Angga belum nemenin lo hari ini di lokasi?" Tanya Abi mencoba mencari topik pembicaraan setelah beberapa saat sunyi.
"Belum, tadi ada urusan yang gak bisa ditinggal di rumah sakit, jadi Mas Angga stay terus di rumah sakit" jawab Hana menoleh ke arah Abi yang hanya menyahuti oo saja.
Tiba-tiba fokus penglihatan Hana tertuju pada leher Abi yang ada tanda merah akibat ulah Raya, meski tidak besar namun jika diperhatikan dengan seksama akan terlihat. Hana teringat bahwa tanda seperti ini pernah ia miliki ketika dikerjai oleh Andi. Hana pun menjulurkan tangannya, menyentuh leher Abi yang terdapat tanda merah itu.
Abi yang disentuh tiba-tiba oleh Hana sangat terkejut, ia menatap Hana bingung.
"Tanda ini sama persis kayak yang dibuat Andi waktu itu di leher aku!" Ucap Hana membuat kikuk Abi kemudian langsung bercermin melalui cermin di atas dashboard mobilnya.
"Shit.." umpat Abi dalam hati.
"Bedalah, ini tuh dari kemarin udah ada. Gw digigit serangga, mungkin lo nya aja yang baru ngeh kali Han" jawab Abi berbohong. Hana sebenarnya tidak puas dengan jawaban Abi, tapi dia tak mau ambil pusing.
Mobil pun tiba di depan rumah Hana, karena saat dijemput tadi Hana ingin langsung di antar ke rumah. Abi mendahului Hana turun dari mobil untuk mengambil barang-barang Hana dan meletakannya di depan pintu rumah Hana.
"Makasih ya Ka.." ucap Hana.
"Lo gak mau gitu ngajak gw masuk dulu, minum dulu?" Tanya Abi.
"Ya udah kalo gitu gw balik ya Han. Lo hati-hati di rumah sendiri, jangan lupa kunci pintu dan jendelanya. Selamat beristirahat, besok gw jemput ya!" Ucap Abi.
"Ka Abi juga hati-hati nyetirnya, kabarin Hana kalo udah sampe di rumah nanti!" Sahut Hana.
Tiba-tiba Abi mengecup dahi Hana, tak ayal Hana pun langsung dibuat terkejut dengan tindakan Abi. Ia menatap ke wajah Abi antara kaget, senang dan bingung.
Abi menjulurkan tangannya berharap Hana mau mencium tangannya seperti Hana mencium tangan kedua orang tua dan kakeknya, Hana pun mengerti. Tak mau mengecewakan ia menyambut uluran tangan Abi dan menciumnya.
"Gw balik yaa.." pamit Abi kemudian membalikkan badannya.
"Ka, Assalamualaikum.." ucap Hana membuat Abi kembali menengok.
"Oh, ehh iya. Assalamualaikum.." sahut Abi sedikit kikuk.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati" ucap Hana lagi senang. Ia kemudian masuk ke dalam rumah setelah Abi melajukan mobilnya.
Setelah meletakkan barang-barangnya di kamar, Hana segera membersihkan dirinya. Ia pun memesan makanan via aplikasi online karena saat di lokasi tadi ia melewatkan makan malamnya. Tak mau jika saat tengah asyik makan Abi datang menjemput. Ia paling gak suka membuat orang lain menunggu, karena Hana sendiri gak suka jika diminta untuk menunggu.
__ADS_1
Lumayan lama Hana menunggu pesanannya, tak lama kemudian pintu diketuk. Hana pun buru-buru membuka pintunya, sesuai tebakannya yang datang adalah ojol yang membawakan pesananya.
"Akhirnya.." ucap Hana senang mendapati Mas ojol berdiri membawa tentengan di tangannya.
"Maaf ya lama Mbak!" Ucap Mas Ojok karena telah membuat Hana lama menunggu.
"Gak apa-apa Mas, ini uangnya. Kembaliannya buat Mas aja sama plastik yang satu buat Mas nya juga" sahut Hana, ia memang biasa memesan dua makanan yang sama. Satu untuk dirinya dan satu untuk driver yang mengantarkannya.
"Ya Allah, makasih ya Mbak. Semoga Allah melancarkan rezeki Mbaknya, panjang umur, selalu diberi kesehatan, kelancaran" ucap driver dengan sederet doa yang diamini oleh Hana.
"Maaf, Mbak itu Mbak Hana kan?" Tanya sang driver lagi yang mengenal Hana.
"Iya Mas.." sahut Hana ramah.
"Wahhhh ketemu artis dong saya. Ya Allah Mbak Hana udah cantik baik pula. Boleh minta foto?" Pinta sang driver, Hana pun mengangguk kemudian mendekat dan bergaya ketika si driver sudah siap dengan kameran ponselnya.
"Saya update di sosial media boleh ya Mbak? Mau pamer ke ojol laen" izin Mas Ojol dengan logat betawi yang kental, Hana pun mengangguk mengiyakan.
"Makasih ya Mbak, selamat menikmati makanannya. Jangan lupa bintang lima nya ya buat saya".
Setelah kepergian si ojol, Hana pun lekas membuka plastik makanannya dan menyajikannya di piring. Ia memesan mi tek-tek favoritnya.
Saat sedang asyik menikmati makanannya sambil memainkan ponselnya. Abi menghubunginya via video call. Hana sangat senang, ia pun cepat-cepat mengangkat panggilan itu.
"Cepet banget ngangkatnya, nungguin yaa?" Goda Abi seperti biasanya.
"Sembarangan, aku tuh lagi makan sambil main hape jadi pas Ka Abi video call langsung aku angkat" sahut Hana kemudian menyuapkan mi ke dalam mulutnya lagi. Ponsel ia letakan di atas meja dengan penahan sehingga tak perlu repot-repot memegangnya di saat dia makan.
"Anak gadis malem-malem makan, gendut lho!" Ledek Abi, ia terus memperhatikan Hana yang terus asyik dengan makanannya.
"Tenang aja Ka Abi, badan aku tuh gak gampang gendut biar pun makan aku banyak" sahut Hana dengan mulut masih mengunyah makanannya.
Abi begitu gemas melihat tingkah Hana, tanpa sadar ia terus menerus tersenyum selama panggilan berlangsung.
"Iya, tapi jangan mentang-mentang gak gampang gendut lo seenaknya makan apa aja tiap malam. Kasihan lambung lo, malem-malem harus bekerja keras nyerna makanan lo. Ini udah jam 10 lho. Siapin buah, salad atau kalo enggak roti gandum, jadi tiap kali lo laper pas malem, cukup makan itu aja jangan makanan berat!" Nasehat Abi.
Hana mendengarkan Abi dengan seksama.
"Ka Abi tau, semakin Ka Abi perhatian sama Hana kayak gini ngebuat Hana semakin jatuh cinta sama Ka Abi. Jadi jangan salahin Hana, kalo Hana gak akan pernah ngelepasin Ka Abi apalagi ngebiarin Mbak Raya buat ngerebut Ka Abi, Hana akan pertahanin Kaka apapun resikonya. Suka atau pun gak suka!" Ucap Hana menegaskan.
Keduanya saling diam, saling menatap satu sama lain melalui layar ponsel masing-masih. Mereka kini sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
......**Baik ya Hana? Semoga kebaikan dan ketulusan Hana, menjadi senjata Hana untuk memenangkan hati Abi yaa........
Dukung terus karya aku dengan meng-like, komen, vote dan juga masukin novel aku ke list favorit kalian yaaa 💖💖 Terima kasih 😘😘**