
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Pukul delapan malam, Abi baru saja tiba di suite room hotel dimana sang istri berada saat ini. Sebenarnya Abi sudah menyelesaikan pekerjaannya seusai Maghrib, akan tetapi tiba-tiba sang istri meminta dirinya mencarikan makanan yang luar biasa aneh bin ajaib.
Bagaimana tidak, Hana mengatakan ingin sekali menyantap bakso dengan kuah soto, bukan dengan kuah kaldu bakso.
Mau tidak mau, Abi pun berjuang keras merealisasikan ngidam sang istri yang terbilang unik.
Bisa dibayangkan, bagaimana laki-laki tampan itu berusaha keras mencari tukang bakso dan tukang soto dalam waktu bersamaan.
Beruntung, saat mengendarai mobilnya tak jauh dari gedung perkantoran miliknya ada deretan pedagang kaki lima yang begitu lengkap. Ada banyak penjual makanan berderetan di sana, termasuk penjual soto dan penjual bakso yang bersebelahan.
Abi yang hanya terfokus untuk membeli makanan yang sedang diinginkan si istri, langsung saja keluar dari mobil tanpa menggunakan masker.
Sontak kehadiran mantan super star itu menyedot perhatian orang-orang di sana, beberapa orang bahkan berani meminta foto bersama dengan dirinya. Tanpa bisa menolak sama sekali, Abi pun menuruti permintaan mereka.
"Mbak Hana apa kabar Mas Abi?" tanya seorang Ibu sambil mengarahkan kameranya ke Abi.
"Alhamdulillah, baik Bu. Minta doanya aja supaya istri dan calon anak-anak saya sehat!" jawab Abi ramah.
Berbagai pertanyaan lainnya pun terlontar dari orang-orang yang mengerubunginya, membuat Abi bingung sendiri agar terlepas dari situasi tersebut untuk segera membelikan pesanan sang istri.
Melihat Abi yang seperti sungkan untuk menyudahi jumpa fans dadakan tersebut, penjaga bakso dimana Abi sedang berdiri sekarang ini langsung berinisiatif untuk meminta orang-orang membubarkan diri.
"Udah ya udah, Mas Abinya kayaknya sedang buru-buru. Mungkin ditunggu istrinya sekarang!" ucap pedagang bakso sambil menarik Abi ke dalam tenda tempatnya berjualan.
"Makasih Pak!" ucap Abi tulus karena merasa sangat terbantu oleh pedagang tersebut.
"Sama-sama Mas Abi, sama-sama! Mas Abi mau beli bakso?" tanya pedagang bakso tersebut ramah.
"Iya Pak, tapi maaf sebelumnya. Tadi istri saya pesan beli bakso, mienya campur tapi enggak usah dikuahin karena dia minta baksonya pake kuah soto!" jawab Abi tertunduk malu memberitahukan pesanan istrinya.
"Oalah, ngidamnya ajaib banget Mas Abi. Iya gak apa-apa. Mau berapa bungkus baksonya?" tanya pedagang tersebut dengan logat Jawa yang begitu kental.
__ADS_1
"Satu aja Pak!" pedagang itu pun mengangguk, untuk kemudian meracik bakso pesanan Abi.
Selesai meracik pesanan sang superstar, pedagang bakso itu pun berteriak ke tenda soto sebelahnya untuk membungkuskan kuah soto sesuai permintaan Hana.
"Berapa Pak semuanya?" tanya Abi setelah menerima pesanannya.
"Sudah Mas Abi enggak usah, bawa aja buat Mbak Hana!" jawab pedagang itu menolak uang yang disodorkan oleh Abi.
"Loh enggak bisa gitu dong Pak!" ucap Abi sambil terus menyodorkan uang pecahan seratus ribu rupiah pada sang pedagang.
"Enggak apa-apa Mas, bawa aja. Jarang-jarang ada orang penting mampir ke tenda saya!" ujar pedagang tersebut masih terus menolak.
Akan tetapi Abi adalah Abi, dia justru kembali membuka dompetnya untuk mengeluarkan selembar uang pecahan seratus ribu lagi kemudian menyelipkannya di tumpukan mangkuk bakso, "nitip sekalian untuk Mas penjual soto. Makasih banyak ya Pak!" ucap Abi kemudian segera beranjak pergi.
***
"Dapet pesenan aku, Kak?" tagih Hana menyambut kedatangan suaminya.
"Dapet dong!" sahut Abi mengacungkan plastik bening ke depan wajah cantik istrinya.
"Enggak jauh sih sebenernya, tapi tadi keluar mobil aku lupa pake masker. Alhasil aku dikerubungi banyak orang yang pada minta foto, pada nanya-nanya!" jawab Abi menghela nafasnya, sedang Hana hanya tersenyum mendengar cerita suaminya.
Abi kemudian berjongkok untuk menciumi serta mengusap-usap perut buncit istrinya, "Anak-anak Ayah nakal enggak nih selama Ayah tinggal kerja, hm?".
"Abis shalat Ashar tadi mereka aktif banget, lumayan sakit perut aku kalo dua-duanya aktif tapi seneng juga berarti mereka sehat!" sahut Hana, mengelus-elus puncak kepala suaminya yang masih saja asyik menciumi perutnya.
"Kamu udah sholat Isya?" tanya Abi mendongakkan kepalanya.
"Udah dong!".
Abi langsung berdiri untuk menciumi wajah istrinya, "kalo gitu aku mandi dulu ya, terus sholat isya. Kamu makan dulu bakso kamu, jangan banyak-banyak ngasih sambelnya. Mau aku bantu hangatkan dulu?".
"Enggak usah, aku bisa sendiri kok. Kak Abi mandi aja terus sholat!".
***
Hana dan Abi memutuskan menginap di hotel, dan pagi ini mereka masih bermalas-malasan di atas tempat tidur sambil menikmati sarapan pagi mereka.
__ADS_1
"Kak Abi enggak ngantor?" tanya Hana melihat sang suami masih begitu santai padahal jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Ngantor, abis nganter kamu ke Dokter Riana!" jawab Abi kemudian asyik lagi menyantap sarapannya.
"Aku enggak sabar deh ngelihat anak-anak kita, pengen tahu jenis kelamin mereka. Pasti happy banget deh andai kata bayi kita sepasang alias cowok dan cewek!" ucap Hana dengan wajah penuh binar bahagia.
"Aku mah apa aja, yang penting kalian bertiga sehat, dikasih kelancaran pas lahiran nanti tanpa kurang satu apapun!" sahut Abi, karena memang sungguh kehamilan Hana kali ini masih membuat Abi was-was meskipun sebenarnya Hana terlihat sehat dan bahagia menjalaninya.
***
"Apa kabar Bunda cantik?" tanya Dokter Riana pada Hana.
"Alhamdulillah sehat Bu Dokter, Ibu Dokter sendiri apa kabar?".
"Saya Alhamdulillah baik. Gimana kabar si kembar nih? Ada keluhan tidak?".
"Makin aktif Ibu Dokter, cuma perut aku suka nyeri banget kalo dua-duanya lagi aktif banget!" jawab Hana sambil meringis teringat betapa luar biasanya ketika kedua bayinya sedang aktif.
"Wahhh, sehat ya si kembar. Sekarang kita periksa yuk, terus kita tengokin si kembar lagi apa!" ajak Dokter Riana.
"Kemarin siang sama tadi malem udah saya tengokin juga Dok!" seloroh Abi yang langsung dipukul Hana lengannya.
"Kak Abi malu-maluin ihh!" salak Hana kesal, tapi tidak dengan Abi, Dokter Riana juga beberapa suster yang berada di ruangan tersebut yang justru tertawa mendengar guyonan mesum Abi.
"Emmhhh, Ibu Dokter kalo Hana mau lihat jenis kelamin Dedek udah bisa?" tanya Hana saat bersiap untuk melakukan USG.
"Udah bisa kok, semoga si Kembar posisinya lagi bagus ya biar bisa dilihat jenis kelaminnya!" jawab Dokter Riana yang sudah memutar alat pemindai di atas permukaan perut Hana.
Dokter Riana terus menampilkan senyumannya selama melakukan kegiatannya, "wahhhh, sepertinya Hana bakal jadi yang tercantik nihhh. Bakal dijagain tiga lelaki jagoan. Satu Ayahnya, dua jagoan kecilnya!".
"Jadi si kembar dua-duanya cowok Dok?" tanya Abi bersemangat.
"Iya Mas, dua-duanya jagoan nih!" jawab Dokter Riana yang langsung disambut ucapan penuh syukur dari Hana dan Abi.
"Alhamdulillah ya Allah..!".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1