My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Manuver


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Hana dan Abi masih terlelap ketika jam sudah menunjukkan pukul sebelas pagi waktu Amerika. Bagaimana tidak, mereka berbalas pesan hingga waktu subuh menjelang yang membuat mereka dengan terpaksa menghentikan kegiatan mereka untuk kemudian melaksanakan kewajiban mereka di kamar masing-masing.


Setelahnya baru lah mereka tertidur.


Rasa rindu yang besar diantara mereka berdua membuat mereka begitu keasyikan dengan kegiatan mereka semalam, banyak hal yang mereka bahas entah yang penting atau pun tidak. Namun hal tersebut mampu membuat mereka saling melepaskan rindu meskipun belum sepenuhnya.


Dan setelah membersihkan diri, Abi langsung bergegas menuju rumah utama untuk pergi ke dapur hendak mencari makanan untuk mengisi perutnya yang sudah sangat kelaparan.


Abi begitu awas dan sangat berhati-hati ketika melangkahkan kakinya, ia tak mau sama sekali bertatap muka dengan istrinya yang bisa dipastikan akan membuat panik sang istri.


Namun langkahnya harus berhenti ketika melewati taman yang memisahkan rumah utama dengan rumah kedua yang ia tinggali karena ia melihat Hana tengah asyik memainkan gitarnya bersama dengan Nara dan Juna.


Beruntung Hana membelakangi posisi Abi saat ini, hingga Abi bisa menikmati suara istrinya yang tengah bernyanyi sambil memetik gitarnya dengan sangat indah.


Juna yang sadar kehadiran Abi hanya menatap iba sang Kakak yang saat ini berdiri mematung dengan tersenyum memperhatikan sang istri.


"Mas Abi juga baru bangun tuh, kalian tidur jam berapa semalem?" Juna menunjuk ke arah dimana Abi sedang berdiri.


Hana langsung menengok sekilas ke arah belakang untuk sekedar melihat suaminya sebentar saja.

__ADS_1


"Dia pasti laper, emh .. Nara tolong siapin makan untuk Kak Abi dong, aku tadi sempet bikinin Kak Abi sandwich tuna. Kamu angetin aja sekalian bikinin kopi ya, Kak Abi gak terlalu suka manis jadi gulanya satu sendok teh aja!" Pinta Hana pada adik iparnya.


"Siap Boss, kalo gitu aku ke dapur dulu ya. Aku ladenin Mas Abi dulu!" Sahut Nara ceria.


"Iya sana, sekalian lo belajar ngurus laki entar, belajar ngeladenin Daniel!" Ledek Juna yang langsung dihadiahi capitan panas ke arah pinggangnya oleh Nara.


Kemudian dengan wajah yang bersemu merah Nara beranjak ke dapur diiringi suara tawa Kakak keduanya.


"Itu beneran Nara suka sama Daniel?" Tanya Hana penasaran.


"Daniel tuh cinta pertama plus cinta monyetnya si Nara Bie!" Jawab Juna.


"Ooh baru tau aku!" Ucap Hana.


***


"Iya. Laper aku!" Jawab Abi lembut pada adik cantiknya itu.


"Aku dapet titah dari Kakak ipar suruh nyiapin makan dan kopi buat Mas Abi!" Ajak Nara menggandeng manja Abi.


Abi yang gemas dengan tingkah manja sang adik pun langsung mengacak-acak puncak kepala adiknya. Mereka kemudian berjalan bergandengan ke dapur.


"Hana udah bangun dari tadi?" Tanya Abi saat mendudukan diri di table cafe menunggu Nara menyiapkan makanannya.


"Belum lama sih, kita juga baru aja duduk-duduk di taman pas Mas Abi dateng!" Jawab Nara yang mulai memasukkan dua potong sandwich tuna ke dalam microwave.

__ADS_1


"Mas Abi sama Kak Hana chattingan sampe jam berapa semalem, sampe kompak bangunnya siang?" Kini Nara yang bertanya sambil mengeluarkan sandwich yang sudah cukup hangat untuk kemudian menyajikannya pada Abi.


"Sampe subuh, abis itu kita putusin buat sholat dan langsung tidur!" Jawab Abi mulai menyuapkan sandwich ke dalam mulutnya, sedang Nara kini mempersiapkan kopi sesuai petunjuk Kakak iparnya tadi.


"Pantesan, kompak bener berdua bangunnya siang!" Ledek Nara yang sudah menyajikan kopi untuk Abi, sedang Abi hanya tersenyum mendengar ledekan adiknya.


"Kak Hana suka cerita apa tentang Mas Abi, Dek?" Tanya Abi penasaran.


"Enggak banyak sih, dia cuma sering bilang ke aku sama Juna kalo kangen banget sama Mas Abi. Pengen banget rasanya dia meluk Mas Abi, kangen deketan sama Mas Abi katanya!" Jawab Nara.


"Sering juga Kak Hana sampai nangis kalo lagi bener-bener kangen sama Mas, malah pernah dia sampe histeris kesel sama dirinya sendiri kenapa terus-terusan kebayang malam dimana Mas Abi emh__!" Nara sedikit ragu untuk meneruskan ceritanya, terlebih melihat raut wajah Abi yang berubah sendu.


"Iya, Mas ngerti. Terus?".


"Dia bilang dia bener-bener tulus udah maafin Mas Abi, enggak ada lagi rasa marah atau pun dendam di hati dia sama apa yang udah terjadi. Dia pengen kembali sama Mas Abi kayak dulu, tapi dia bingung harus dimulai dari mana sedangkan setiap ngelihat Mas Abi aja dia ketakutan. Kak Hana bilang tiap ngelihat Mas Abi, kenangan dimana Mas Abi emh__ ngerti kan? Bayang-bayang mengerikan itu langsung hadir lagi ngebuat dia ketakutan!" Nara benar-benar merasa tak enak hati karena telah mengingatkan Kakaknya lagi tentang malam memilukan waktu itu, terlebih melihat raut wajah sang Kakak yang terlihat semakin sedih.


"Mas faham banget kalo trauma Hana begitu dalam, apa yang pernah Mas perbuatan terhadap Hana begitu mengerikan. Jangankan Hana yang menjadi korban kebodohan Mas, bahkan Mas yang melakukannya pun gak pernah bisa lupa dan tenang. Mas selalu dibayang-bayangi rasa takut dan bersalah dengan apa yang pernah Mas perbuat terhadap Hana!" Sahut Abi jujur, karena memang sesungguhnya Abi tak pernah sama sekali hidup dengan tenang setelah kejadian tersebut, bahkan setiap malam ia harus beberapa kali terbangun karena memimpikan malam mengerikan tersebut.


Bahkan tanpa seorang pun tahu, Abi pun mengkonsumsi obat penenang untuk membantunya agar bisa tidur nyenyak. Itu semua ia lakukan karena ia mengemban tanggung jawab yang besar dengan pekerjaannya, begitu banyak pegawainya yang menggantungkan hidup mereka di perusahaan miliknya dan ia tak ingin masalah pribadinya berdampak pada perusahaan juga para karyawannya.


"Gak apa-apa Mas Abi, yang terpenting kan Mas tau kalo Kak Hana udah maafin Mas Abi dan dia juga masih cinta banget sama Mas Abi. Jadi daripada Mas Abi berlarut-larut dalam penyesalan, mending Mas Abi mulai buat manuver buat kembali bikin Kak Hana nyaman sama Mas Abi!" Usul Nara tersenyum ceria.


"Caranya..?" Tanya Abi bingung.


"Serahin aja sama Nara dan Juna, Mas Abi tenang aja!" Jawab Nara bersemangat.

__ADS_1


"Sama kamu sih Mas percaya, tapi kalo sama Juna apa iya bisa diandalkan?" Cibir Abi membuat keduanya tergelak karena memang ide-ide yang keluar dari adik laki-lakinya itu selalu saja aneh, meskipun tak dipungkiri terkadang ide aneh adiknya juga sering berhasil.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2