My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Memberinya Dukungan


__ADS_3

Hari ini kamar Hana lebih ramai dari biasanya dikarenakan hampir semua anggota keluarga tengah berkumpul.


Bukan tanpa alasan, malam nanti Juna, Nara dan Hanum akan berangkat kembali ke Amerika.


Ada rasa sedih teramat sangat di hati mereka karena hingga saat-saat terakhir mereka berada di Jakarta, Hana tetap belum sadarkan diri.


"Kenapa gak mau bangun juga, Han? Lo beneran gak kangen sama gue, huh? Gue kangen Hana, kangen banget. Kado ulang tahun lo gue titip ke Kak Abi ya, cepet bangun, cepet dibuka kadonya dan semoga lo suka ya!" Ucap Hanum dengan suara tercekat menahan kesedihan.


"Iya Kak Hana bangun, cepet sehat lagi. Aku mau next time Kakak yang dateng ke Amerika, Kakek dan Nenek di sana nanyain Kak Hana terus. Maaf Beliau-Beliau belum bisa dateng jenguk Kakak, masih belum siap!" Sahut Nara dengan air mata yang tak bisa ia tahan lagi.


Sedang Juna hanya terdiam, ia terus menerus menatap sendu wajah cantik Kakak iparnya. Ia memperhatikan mata Hana yang membesar efek terlalu lama terpejam, namun dilihatnya juga Hana yang semakin cantik meski dengan kulit putih pucat.


"Udah makan siang Mas?" Tanya Juna pada Abi, ini kali pertama Juna buka suara pada sang Kakak semenjak kejadian membuat Abi juga yang lainnya terkejut.


"Belum?" Jawab Abi singkat setelah mengatasi keterkejutannya.


"Makan bareng gue, mau?" Tawar Juna dengan tatapan dinginnya.


Abi sangat faham bukan itu tujuan utama sang adik mengajaknya makan siang, tetapi ada yang ingin adiknya bicarakan dengannya. Abi pun mengangguk menyetujui ajakan adiknya.


Melihat anggukkan sang Kakak, Juna pun berjalan mendahului Abi. Sedang Abi langsung mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


Sesampainya di sebuah restauran, Juna memilih private room. Suasana masih hening ketika mereka menunggu makanan mereka datang, tak ada seorang pun diantara mereka berdua yang mau membuka suara terlebih dahulu.


Hingga makanan yang mereka pesan datang, tak seorang pun yang mau berbicara dan lebih memilih menikmati makanan mereka masing-masing.


Meski rasa makanan enak, namun saat menikmati dalam keadaan sangat kaku seperti saat ini membuat makanan yang mereka santap seakan hambar.


Ketika makanan mereka habis, Juna mulai menatap wajah sang Kakak. Diperhatikannya wajah tak terawat Kakaknya, wajah yang selalu bersih itu kini ditumbuhi janggut tipis, rambut yang disisir asal menambah kesan kacau pada Kakaknya.


"Hana mergokin gue ketika gue bercinta dengan Raya di apartemen dia..!" Ucap Abi memecah kesunyian diantara mereka berdua.


Sontak ucapan Sang Kakak, membuat rahang Juna mengeras dan mata memerah. Sekuat mungkin ia menahan gejolak amarah dihatinya, bahkan ia juga sekuat mungkin menahan dirinya untuk tidak menerjang tubuh Kakaknya untuk memberikan beberapa pukulan sebagai luapan kemarahannya.


Bukan tak tahu kronologis kejadian mengenaskan yang dialami Kakak iparnya karena sesungguhnya ia sudah mendengar dari Kinan sang Mamah. Namun mendengar langsung dari sang Kakak membuat darah Juna menjadi mendidih.


"Saat Hana mergokin gue, gue tau gue udah ngelukain dia sangat dalam. Gue lihat dia nangis histeris, bahkan gue juga lihat tubuh dia gemetar hebat. Dia juga sempet jatuh waktu dia lari keluar kamar, gue tau mental dia ambruk. Dia terguncang" Abi sempat menghela nafasnya berat ketika mengingat kejadian kelam malam itu.


Abi kemudian menceritakan semuanya sampai pada saat kejadian ia menyiksa istrinya hingga Hana harus dalam koma sampai sekarang.


"Semua di luar kendali gue Juna, tubuh gue enggak bisa ngontrol efek obat itu Jun dan gue juga enggak bisa ngontrol ketakutan gue kehilangan Hana, gue gak sanggup ngebayanginnya. Di saat frustasi banget gue justru ngelihat Hana sama Nugie dalam posisi yang gak menguntungkan yang ngebuat gue salah faham. Gue akuin gue bodoh Juna, tanpa tau kebenarannya justru gue ngehukum Hana sedemikian rupa sampe ngebuat dia kayak sekarang ini!" Abi mulai terisak, ia bahkan tak malu menumpahkan air matanya di depan sang adik.


"Apa pemberitaan yang santer saat ini ada campur tangan lo Mas?" Tanya Juna curiga, namun Abi tak menjawab.

__ADS_1


"Gue udah ngumpulin bukti-bukti penjebakan gue dan gue akan sesegera mungkin menguak fakta yang sebenarnya ke publik. Gue pengen semua cepet berakhir, gue pengen fokus sama Hana!" Ucap Abi.


"Apa yang bakal lo lakuin kelak kalo Hana sadar Mas?" Tanya Juna penasaran.


"Apapun yang Hana inginkan gue akan lakuin, sekalipun dia minta sebuah perpisahan gue akan turutin dan gue udah sering bisikin ke dia!" Jawab Abi lemah.


"Lo bisikin kata-kata perpisahan ke Hana Mas?" Tanya Juna heran, Abi hanya menjawabnya dengan anggukkan.


"Lo bodoh apa gimana sih Mas? Lo bener-bener gak kenal Hana ya Mas?" Hardik Juna kesal.


"Maksud lo?" Tanya Abi bingung.


"Lo itu sadar enggak sih kalo lo itu udah ngehancurin Hana sehancur-hancurnya dan teganya lo malah bisikin perpisahan ke dia. Gue rasa lo belum bener-bener kenal Hana deh! Gimana coba perasaan dia disaat dia masih berjuang antara hidup dan mati, lo justru terus menerus bisikin perpisahan ke dia!" Kesal Juna.


"Gue.. gue cuma mau gak bebani dia Juna untuk terus bertahan sama gue yang udah nyakitin dia begitu dalam! Gue tau gue gak termaafkan dan gue pasrah dengan keputusan dia kelak!" Sahut Abi.


"Ya tapi lo gak harus ngomongin perpisahan disaat kondisi Hana masih begini dong Mas, lo tau kan dia masih kekanak-kanakan yakin deh gue pasti dia mikir lo tuh sengaja ngehancurin dia terus setelah hancur lo tinggalin gitu aja. Kalo pun dia emang pengen pisah dari lo, biar dia yang menyatakannya. Gak perlu lo yang ngomongin!" Juna begitu jenah dengan pemikiran sang Kakak.


"Lebih baik lo bisikin kata-kata cinta, penyemangat, ungkapan maaf daripada kata perpisahan!" Usul Juna.


"Udah setiap kali gue lakuin. Gue pengen dia cepet bangun, jujur gue berharap masih ada kesempatan buat gue. Gue pengen jadi suami yang lebih baik, gue pengen ngebahagiain dia, gue pengen minta maaf seumur hidup gue asalkan dia tetep di sisi gue selamanya. Gue enggak sanggup ngebayangin pisah sama Hana, gue sayang banget sama Hana, sayang banget!" Ucap Abi tulus.

__ADS_1


"Gue cuma bisa ngedoain lo Mas, ngedoain hubungan kalian supaya baik-baik aja. Gue tau lo salah, sangat salah tapi gue juga berharap lo belajar dari kesalahan itu. Apapun yang lagi lo lakuin saat ini, jika itu buat memperbaiki hubungan lo dan Hana, gue dukung! Sekarang lo fokus sama kesembuhan Hana Mas dan nyelesaiin masalah-masalah lo. Gue enggak bisa bantu apa-apa, cuma gue selalu di belakang lo!" Dukung Juna membuat Abi bersyukur jika kini sang adik memberinya dukungan bukan memusuhinya lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2