
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Selamat malam semua" sapa Daniel saat tiba di ruang makan.
"Malam, betah banget kamu di kamar Abi?" Tanya Kinan.
"Sebenernya gak betah Tante, tapi apa boleh buat namanya juga bawahan. Yang ada entar aku dipotong gaji kalo gak nurut sama Boss Besar!" Jawab Daniel mengerlingkan matanya ke arah Hana yang menatapnya.
"Jadi kalian dari tadi ngebahas kerjaan?" Pekik Kinan menggelengkan kepalanya.
"Iya Tante, kami juga ada virtual meeting sama anak-anak yang di Bali buat ngebahas proyek Abi dan Kakeknya" Jelas Daniel yang mulai menyendokkan beberapa menu makanan di atas piringnya.
"Mantap nih makan malam hari ini konsepnya makanan Padang, udah lama aku gak makan Padang!" Ucap Daniel sumringah yang mengambil daging rendang sebanyak tiga potong.
"Ya udah dinikmatin makan malamnya ya, gak usah malu-malu. Tadi Hana bilang pengen makan malam pake menu Padang, ya udah Tante masakin aja. Moga suka, maklum bukan orang Padang jadi takut rasanya beda!" Seloroh Kinan.
"Enak kok Mah..!" Sahut Hana yang telah menyelesaikan suapan pertamanya.
"Kak Abi udah dianterin belum ya makan malamnya? Dia biasanya suka sama gulai ikan, tapi jangan dikasihin malam gini, santan soalnya. Mending ayam bakar aja!" Hana terlihat gusar dengan makanan untuk suaminya.
"Belum kayaknya sih, baru disiapin sama mbak di belakang." Mendengar jawaban Kinan, Hana langsung buru-buru ke belakang melihat menu yang akan diantarkan ke suaminya.
Benar saja Hana langsung membrengut ketika asisten rumah tangga menyiapkan gulai ikan untuk suaminya.
"Jangan dikasih gulai ikan buat suami saya, itu kan santan. Gak baik malam-malam begini!" Sembur Hana yang langsung menarik piring gulai ikan tersebut.
"Maaf Non, tadi Den Abi sendiri yang minta!" Abi memang menelfon dapur untuk menanyakan menu makan malam ini dan langsung memilih gulai ikan sebagai lauknya.
"Nanti bilang aja ke Kak Abi, aku yang ngelarang dia makan gulai ikan. Sekarang ganti aja pake ayam bakar!" Perintah Hana tegas.
__ADS_1
"Baik Non!" Sahut asisten rumah tangga itu sopan.
Hana kemudian kembali ke meja makan, ia sedikit tersipu ketika semua yang berada di meja makan terkekeh melihat tingkahnya.
"Kak Abi itu suka sembarangan makan, gak inget efeknya buat perut. Masa malam gini makan kuah santan?" Ucap Hana gerogi.
"Si Abi pasti girang nih ngelihat kamu se posesif ini sama dia!" Goda Daniel terkekeh.
Mereka pun kini makan dalam tenang, meskipun terlihat beberapa kali Hana terlihat gusar. Ia pasti membayangkan betapa kesepian suaminya makan malam seorang diri.
"Kak Daniel, abis makan mau langsung pulang?" Tanya Hana.
"Kerjaan aku udah kelar, kayaknya sih mau langsung balik ke apartemen. Kenapa?".
"Emhh .. Kak Abi juga langsung ikut Kak Daniel?" Terlihat Hana begitu berat hati mempertanyakan hal tersebut.
"Katanya sih dia enggak jadi nginep di apartemenku, mau di sini aja nyetalkingin istrinya yang cantik katanya" jawab Daniel menggoda Hana.
Terlihat wajah Hana langsung berbinar bahagia ketika tahu jika sang suami tetap tinggal di mansion.
"Lama juga bisa kok!" Jawab Daniel mantap membuat Hana tersenyum lega.
***
"Mau ngobrol dimana?" Tanya Daniel ketika mereka sudah menyelesaikan makan malam mereka.
"Di gazebo depan aja mau Kak?" Tawar Hana yang diangguki oleh Daniel.
Hana membawa minuman dan makanan ringan ke gazebo depan mansion mereka untuk menemani mengobrol membuat Daniel terkekeh dengan persiapan berlebihan yang dilakukan istri sahabatnya itu.
"Emang mau ngobrol lama banget sampe harus bawa minuman dan makanan sebanyak ini? Kita kan habis makan Hana, masih kenyang banget!" Goda Daniel.
"Hehe .. Maaf Kak kebiasaan kalo kumpul-kumpul sama Juna dan Nara" cengir Hana yang mendudukan diri berhadap-hadapan dengan Daniel.
__ADS_1
"Kamu apa kabar?" Tanya Daniel sungguh ingin tahu, karena setibanya di mansion Abi ia sama sekali belum berkesempatan menanyakan kabar Hana sama sekali.
"Aku, Alhamdulillah baik. Kak Daniel sendiri apa kabar?".
"Alhamdulillah baik juga" jawab Daniel tersenyum hangat, ia begitu senang masih bisa melihat Hana seperti saat ini, membayangkan kejadian memilukan beberapa bulan kemarin tak pernah menyangka saat ini bisa kembali bertemu dengan Hana dalam kondisi sangat baik.
"Kamu mau nanya tentang Abi?" Melihat Hana malu-malu, Daniel pun inisiatif bertanya lebih dahulu.
"Iya..!" Jawab Hana malu-malu.
"Mau tanya apa?".
"Selama enggak ada aku, Kak Abi bagaimana menjalani hidupnya Kak?" Tanya Hana.
"Selama gak ada kamu ya, dia ngejalani hidupya seperti biasa. Cuma mungkin dia lebih menjadi work holic sejak kamu koma malahan, menenggelamkan penyesalannya ke kerjaan dan itu akhirnya sampe sekarang. Makanya perusahaan dia sama perusahaannya sendiri lumayan progress nya, saking totalitasnya dia itu jarang banget di Jakarta, keseringan bolak balik Jakarta-Bali atau enggak Jakarta-Amerika buat nengokin kamu!" Jawab Daniel panjang lebar.
"Kak Abi sering ke Amerika?" Tanya Hana bingung.
"Iya, tiap tiga minggu untuk beberapa hari dia tinggal di sana!".
"Kok aku enggak tau?" Protes Hana kesal, karena sepengetahuannya sang suami baru kali kemarin saja mengunjunginya.
"Mungkin karena tau kondisi kamu, jadi dia diem-diem datang ke sananya" sahut Daniel.
"Nyebelin banget, padahal aku kangen sama dia. Dia malah dateng diem-diem" gertutu Hana semakin kesal saja.
Daniel hanya terkekeh mendengar gerutuan Hana, tapi tak dipungkiri juga kalau hatinya terasa miris menyaksikan kondisi Hana dan sahabatnya yang sama-sama merindukan satu sama lain namun tak bisa untuk saling mengungkapkannya.
Hingga obrolan pun terus berlanjut membahas tentang penjebakan yang dilakukan Raya, bagaimana Abi tenggelam dalam penyesalan, bagaimana Abi menyeret orang-orang yang menjebaknya sampai pada Abi yang juga ke psikiater untuk meredam sifat pemarahnya.
"Kak Abi ke psikiater?" Tanya Hana memastikan.
"Hmm, sampe sekarang malahan. Asal kamu tau Hana, sejak Abi melakukan kekerasan terhadap kamu, dia enggak pernah tidur nyenyak. Rasa bersalah dia selalu terbawa dalam mimpinya, pernah malahan sampe dua hari dua malam dia gak bisa tidur yang akhirnya ngebuat dia memutuskan ke psikiater agar bisa diberikan obat penenang supaya bisa tidur dan itu dia konsumsi sampe sekarang!" Hana langsung meneteskan air mata mendengar cerita sahabat suaminya itu.
__ADS_1
"Kamu tau, banyak perubahan yang terjadi pada Abi. Bagaimana dia mulai bisa mengontrol emosinya setiap berhadapan dengan orang lain, bagaimana dia lebih hati-hati terhadap orang-orang baru yang hadir dalam hidupnya. Abi menjadi sosok yang lebih baik sekarang!" Lanjut Daniel lagi melihat Hana masih saja menyusut air matanya tanpa berucap apapun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=