
"*WHAT DID YOU DO TO MY WIFE, YOU F*CKING BASTARD*!!" Gertak Abi sambil menghadiahi bogem mentah bergantian kepada dua bule yang telah mengganggu istrinya.
Sedang Hana, setelah tangannya berhasil lepas dari cekalan dua bule gila itu langsung ditarik oleh Daniel agar menjauh dari posisi tiga orang yang saling baku hantam. Abi yang pemegang sabuk hitam taekondow membabi buta menghajar dua bule itu tanpa perlawanan berarti.
Teman-teman Abi yang melihat betapa ganas dirinya menghajar dua bule itu berusaha untuk melerai, namun sia-sia Abi benar-benar dalam keadaan marah tak menggubris peringatan teman-temannya.
"Bi udah Bi, lo mau kena masalah. Bisa mati mereka Bi!" Ucap Zian sambil terus mencoba menahan tubuh Abi, bahkan Reno dan Raka juga berusaha keras menghalangi Abi untuk terus memukuli bule-bule itu.
Abi masih berusaha membrontak dari dekapan ketiga temannya yang mati-matian menahan tubuh Abi agar menjauh dari dua bule yang sudah terkapar penuh lebam.
Sedang Hana, tak hanya ketakutan ia juga syok melihat betapa brutalnya Abi menghajar bule-bule itu.
"Udah Bi, lo gak takut mereka ngebawa masalah ini ke jalur hukum hah?" Raka mencoba mengingatkan melihat Abi yang masih ingin menghajar orang-orang yang telah berani mengganggu istrinya.
"Enggak, gue gak takut!" Kesal Abi kemudian menginjak salah satu bule itu, karena tubuh Abi masih dipegangi kuat oleh ketiga temannya.
"Mereka udah gak berdaya, udah lah Bi!" Zian mencoba merayu Abi yang masih ingin memukuli dua orang itu.
"Hana mau pulang Ka, ayo kita pulang Ka, hiks..!" Melihat Abi seperti sulit ditenangkan Hana memberanikan diri untuk memeluk Abi dari belakang dengan suara tangis lirih.
Dan benar saja, Abi berangsur tenang, ia membalikan tubuhnya menghadap sang istri yang sudah banjir air mata. Abi menangkup wajah istrinya, berusaha untuk memberi ketenangan pada Hana.
"Kamu gak apa-apa? Mereka nyentuh kamu dimana? Diapain kamu sama mereka?" Pertanyaan Abi tak mampu Hana jawab, ia hanya sesegukan. Abi yang mengerti pun langsung membawa tubuh Hana ke dalam pelukannya.
"Udah gak apa-apa, udah ada aku jangan takut lagi!" Usap Abi pada punggung Hana.
"Kita balik ke hotel ya?" Ajak Abi kemudian menggandeng tangan mungil Hana keluar dari tempat itu.
"Gue bilang jaga istri gue, kenapa kalian tinggalin hah?" Gertak Abi ketika berpapasan dengan Hilda dan Agnes.
__ADS_1
Hana yang merasa tak enak, memandang Hilda dan Agnes seraya mengucapkan maaf. Karena Hana tau mereka bukan sengaja meninggalkan Hana.
***
"Tadi tuh Ka Hilda sama Ka Agnes bukan sengaja ninggalin aku Ka, harusnya Kaka jangan marah sama mereka!" Ucap Hana saat mereka baru saja tiba.
"Kamu gak apa-apa kan? Mereka ngapain kamu?" Abi enggan menimpali ucapan istrinya malah justru lebih mengkhawatirkan keadaan sang istri.
"Aku gak apa-apa, mereka cuma narik-narik tangan aku maksa aku nemenin mereka minum. Kaka sendiri gimana? Pipi Kaka lebam juga tuh, pasti sakit?" Meski Abi berhasil membuat mereka terkapar, tetapi tak ayal wajah serta tubuhnya juga beberapa kali terkena pukulan balasan dari mereka.
"Maaf ya, kamu pasti takut banget tadi!" Ucap Abi lirih kemudian memeluk tubuh mungil istrinya.
"Banget, aku enggak-enggak lagi deh mau ke tempat kayak gitu!" Cibir Hana di dalam pelukan suaminya.
"Bagus kalo begitu, kamu gak perlu tau tempat-tempat macem gitu lagi!" Ucap Abi menjauhkan tubuh istrinya, tetapi tetap memegang erat pinggang Hana.
"Kenapa harus makasih, kan udah kewajiban aku? Lagian aku juga gak rela, satu inchi dari tubuh kamu disentuh orang macem 2 bule bajingan itu!" Masih ada guratan kekesalan di nada bicara Abi.
Cuppp
Sebuah kecupan di bibir Hana berikan pada Abi, berharap mampu meredam amarah suaminya. Abi tersenyum gemas dengan tingkah Hana, ia pun mencium bibir Hana lembut. Namun Abi adalah Abi, ciuman lembut itu hanya berangsur sementara, setelahnya ciuman panas pun mereka lakukan.
Bahkan tangan Abi tak tinggal diam, ia terus menerus meremas bokong Hana dan dada Hana.
"Udah selesai?" Abi menjeda ciuman mereka untuk mengambil pasokan oksigen yang mulai menipis di paru-paru mereka.
"Belum Ka, maaf!" Hana yang sama terengah-engahnya menjawab pertanyaan suaminya. Ia sadar suaminya benar-benar menginginkannya saat ini, namun apalah daya Hana belum bisa memberikannya.
"Ya udah kamu ganti baju dulu, aku mau mandi!" Ucap Abi.
__ADS_1
"Malem-malem begini? Enggak kedinginan nanti Ka?" Tanya Hana heran sekaligus khawatir.
Bukan menjawab, Abi hanya memberikan kecupan kecil di bibir mungil istrinya kemudian beranjak ke kamar mandi meninggalkan Hana.
***
"Hana mana?" Tanya Agnes dan Hilda serempak. Ya mereka semua sekarang berada di cafe hotel tempat Abi menginap. Beberapa saat lalu Hilda mengirimi Abi pesan ingin menemuinya juga istrinya.
"Udah tidur!" Jawab Abi ketus. Di sana tak hanya ada Hilda dan Agnes, tetapi juga Daniel, Zian, Raka dan Reno.
Melihat sikap ketus Abi membuat Hilda dan Agnes agak menciut, mereka benar-benar merasa bersalah telah meninggalkan Hana seorang diri.
"Bi, gue minta maaf. Serius deh kita berdua tuh gak ada maksud buat ninggalin Hana sendirian tadi, tadi tuh Agnes ke toilet gak lama cowok gue nelpon. Gue minta izin sama Hana buat ngangkat di luar, lo tau sendiri kan gak bakal kedengeran kalo gue angkat di dalem. Beneran deh gue gak maksud buat ninggalin Hana sendirian!" Hilda mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
"Iya gue tau, Hana udah cerita tadi!" Jawab Abi lebih santai.
"Lah terus kenapa lo masih jutek gitu sama kita-kita?" Tanya Agnes bingung.
"Ya gue kesel aja, harusnya tuh lo anter dulu Hana ke atas kalo begitu kan, Hana gak bakal digangguin bajingan-bajingan itu!" Kesal Abi kemudian menyesap capuccino pesannya.
"Eh bego, emang gue tau bakal ada kejadian kayak begitu. Wahh, bucin parah lo!!" Geram Hilda kesal. Sedang yang lain hanya tertawa.
"Jatuh cinta emang bikin otak lo geser Bi!" Kini bully an datang dari Zian.
"Lagian kalo tau bakal ada kejadian begitu mah, mending kita ajak Hana ke atas juga lah! Atau kalo maksud lo buat jaga-jaga, kenapa gak lo pake jasa bodyguard aja buat jagain bini lo terus menerus!" Usul Daniel asal.
"Wahh, bener juga omongan lo Niel, kenapa gak kepikiran ya sama gue?" Daniel yang hanya asal memberi usulan malah ditanggapi serius oleh Abi, membuat semua yang ada di meja itu ternganga tak percaya dengan sikap teman mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1