
Sesampainya di ruang makan, ternyata kedua saudara Abi sudah datang. Mereka pun menatap Hana dan Abi bergantian.
"Ya ampunnn itu Kaka ipar aku, imut-imut banget!" Puji Danara saat menghampiri Hana, Hana hanya menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan gadis yang statusnya adik iparnya padahal usainya lebih tua dari Hana.
"Hai Ka, kenalin aku Danara. Panggil aja Nara!" Ucap Nara memperkenalkan diri.
"Hai Ka, ehh maksud aku Nara. Kenalin aku Hana" Hana menyambut uluran tangan Nara untuk memperkenalkan diri.
"Wahhh kalo aku tau di Indonesia ada barbie hidup kayak Hana, aku gak bakalan pernah mau kuliah di Amerika!" Gombal Arjuna, adik laki-laki Abi menghampiri Hana.
"Hai Hana, nama gw Arjuna, panggil aja Juna!" Sapa Juna memperkenalkan diri.
"Dia kaka ipar lo, panggil dia yang sopan!" Gertak Abi pada adik laki-lakinya itu.
"Yaelah Mas Abi, gak apa-apa kali gw manggil nama aja toh dia lebih muda dari gw" sahut Juna dengan gaya slengeannya.
"Iya sih gak apa-apa Ka manggil nama aja. Aku juga risih dipanggil Kaka sama yang lebih tua umurnya dari aku" bela Hana, Juna yang merasa dibela pun tersenyum penuh kemenangan.
"Cihh.. lo gak tau aja kadal playboy macem dia!" Ledek Abi.
"Mending kadal daripada buaya kayak elo Mas!" Balas Juna, laki-laki yang sama tampannya dengan Abi.
Abi yang jengah pun tak lagi menimpali ledekan adiknya, ia menarik pergelangan tangan Hana untuk duduk dan mulai makan malam.
Mereka pun segera duduk di tempatnya masing-masing. Hana dengan cekatan melayani suami, Ibunya dan Kakeknya. Sedangkan Kinan melayani Rendra. Juna serta Nara mengambil sendiri makanannya.
Mereka pun makan dengan tenang, Kinan sengaja memasak beberapa makanan khas Indonesia, karena dia tau anak-anaknya pasti merindukan makanan Indonesia setelah lama menetap di Amerika.
Dan benar saja, Nara dan Juna benar-benar menikmati makanannya.
Selesai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, saling berbagi cerita. Hana dan Ibunya menjadi pendengar yang baik, mereka jarang sekali menimpali pembicaraan keluarga Abi.
Irma masih terlihat agak canggung dengan keluarga Abi, Kinan yang tau pun mendekati Irma untuk mengajaknya ngobrol.
__ADS_1
"Hana ngobrol sama Nara aja sana, Mamah biar ngobrol sama Ibu ya!" Perintah Kinan, Hana pun menuruti permintaan Mamah mertuanya itu.
Ia menghampiri Nara yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Hai Nara" sapa Hana.
"Ehh, hai Kaka iparku yang imut. Sini duduk..!" Sahut Nara ramah, Hana pun langsung duduk di sebelah Nara.
Tak butuh waktu lama, Hana dan Nara sudah langsung akrab. Mereka terlihat asyik dengan obrolan mereka. Abi yang sekilas melihat kedekatan antara istri dan adik perempuannya pun tersenyum.
"Cepet juga tuh bocah akrabnya!" Batin Abi.
"Mas, keluar yuk. Ngerokok kita!" Ajak Juna, Abi pun mengiyakan ajakan adiknya itu. Mereka pun keluar menuju gazebo depan rumah.
Sesampainya mereka di luar rumah, mereka pun langsung menyalakan rokok dan menikmati nya.
"Lo beneran putus dari Raya Mas?" Tanya Juna mengawali obrolan mereka.
"Menurut lo?" Bukannya menjawab Abi malah balik bertanya.
"Ya enggak mungkinlah gw putus dari Raya, lo tau sendiri kan gw gak bisa lepas dari dia begitu juga sebaliknya!" Jawab Abi.
"Maksud lo?" Tanya Juna bingung.
"Gw sih rencananya cuma ngejalanin pernikahan gw sama Hana selama setahun. Setelah nanti Raya balik, gw bakal ceraiin Hana dan nikahin Raya. Bisa dibilang ini rencana gw sama Raya sih!" Jawab Abi membuat Juna menajamkan pandangannya ke Kaka nya.
"Kok lo setega itu sih Mas? Hana tau rencana sialan lo ini?" Geram Juna.
"Tau kok" jawab Abi dengan santainya kemudian menghisap rokoknya dalam-dalam.
"Dia gak cinta sama lo?" Juna mulai sedikit merendahkan suaranya karena dia fikir Hana memang setuju dengan ide gila Kakanya itu.
"Cinta. Dia bilang sama gw kalo dia bakal ngebuat gw jatuh cinta sama dia dan gantiin posisi Raya di hati gw. Hahahaa.. sepolos itu bini gw!" Abi pun tergelak mengingat bagaimana Hana dengan yakin akan meruntuhkan hatinya.
__ADS_1
"Bener-bener brengsek lo Mas!" Gertak Juna mendorong tubuh Abi kesal.
"Maksud lo apa ngatain gw brengsek hah?" Kini Abi mulai terpancing emosinya. Ia menarik kerah kemeja adiknya.
"Emang lo brengsek Mas, setega itu lo mempermainkan perasaan perempuan polos macam Hana. Gw tau perasaan dia tulus ke lo, gw bisa lihat dari cara dia ngeliatin lo, tapi lihat kelakuan lo. Kalo bukan brengsek, gw harus nyebut lo apa hah?" Tanpa rasa takut Juna pun memandang tajam Kakanya yang belum melepaskan cengkraman tangannya dari kerah kemaja Juna.
Tanpa berucap apapun lagi, Abi melayangkan pukulannya ke wajah sang adik hingga tersungkur ke tanah. Juna mengelap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah akibat ulah Kakanya.
"Emang lo pantesnya sama Raya Mas, sama-sama brengsek kalian. Dan lo tau Mas, lo gak akan pernah pantes bersanding sama perempuan sebaik Hana. Dan gw janji, kelak gw bakal rebut dia dari lo. Karena gw rasa gw jatuh cinta sama istri Kaka gw sendiri!" Lagi Juna berusaha memprovokasi Kakanya.
"Sialan, maksud lo apa hah?" Gertak Abi lagi.
"Kenapa? Lo gak cinta kan sama Hana? Lo mau nikah kan sama gundik lo itu? Jadi apa salahnya kalo nanti saat lo sia-sia in Hana, gw bakal rebut dia dari lo! Akan gw perlakukan dia seperti perempuan yang paling berharga, bukan sampah kayak lo memperlakukan dia saat ini!".
Abi yang memiliki tempramen tinggi pun kembali tersulut emosinya, ia pun mulai melayangkan tinjunya lagi ke arah Juna. Namun kali ini Juna tidak pasrah saja, ia berusaha menangkis dan membalas pukulan Kaka nya, adu jotos pun tak terhindarkan.
Mendengar ada keributan di luar rumah, semua yang berada di ruang keluarga pun berlari ke luar rumah untuk melihat apa yang terjadi.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat kaka beradik itu saling baku hantam. Beberapa satpam dan bodyguard yang berjaga berusaha memisahkan perkelahian kedua kaka beradik itu.
Rendra yang sadar jika para satpam dan bodyguardnya ragu-ragu memisahkan tuan muda mereka pun turun tangan.
"BERHENTI KALIAN BERDUA!" Gertak Rendra saat berdiri di tengah-tengah mereka. Abi dan Juna pun langsung berhenti saat mendengar gertakan Papa mereka.
"Kalian benar-benar keterlaluan ya. Masih aja gak ada berubahnya, selalu menyelesaikan masalah dengan adu pukul. Papa kira kalian semakin dewasa bisa berubah ternyata sama aja masih seperti anjing dan kucing. Masuk kalian ke kamar masing-masing, bikin malu saja kalian!" Geram Rendra penuh emosi. Abi dan Juna pun mulai melangkah masuk meskipun masih saling memelototi satu sama lain.
Juna yang berjalan di depan Abi pun dengan sengaja menyentuh tangan Hana saat ia melewatinya. Abi yang melihatnya kembali dibuat emosi, ia kemudian menarik kerah belakang kemeja Juna dan membalikan tubuh adiknya ke arahnya dan saat akan memukul lagi, kembali Rendra bahkan Hafidz dan Kinan berteriak.
Abi pun melepaskan cengkramannya dan menurunkan tangan sebelahnya yang tadi siap memukul wajah adiknya. Melihat Abi mengurungkan niat untuk memukulnya, Juna seakan tersenyum meledek ke arah Abi kemudian berbalik masuk ke dalam rumah.
Abi kemudian menatap tajam ke arah Hana, dia menarik tangan Hana membawanya ke kamar. Hana yang bingung hanya mengikuti langkah Abi tanpa bertanya apapun.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
...Aku update dua episode yaa, semoga suka. Jangan lupa like, comment dan vote nya 😘😘...