My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Terlalu Fatal


__ADS_3

Sedang Abi masih disibukan mencari istrinya, kini ia tengah menyusuri parkiran basement berharap agar ia masih bisa menemukan istrinya. Ia yakin sekali istrinya datang diantar oleh supir pribadinya.


Namun ia harus menelan kecewa ketika tak jauh dari mobilnya terparkir, ia mendapati mobil Hana yang juga terparkir namun hanya menemukan sang supir saja.


"Den Abi..!" Sapa Hadi saat Abi mendekatinya.


"Hana mana?" Tanya Abi gelisah.


"Non Hana belum balik lagi Den, saya juga lagi nunggu Non Hana!" Abi semakin khawatir setelah mendengar jawaban supirnya tersebut.


Ia pun bergegas mengambil ponselnya untuk menghubungi istrinya, tetapi sayang ia justru mendengar dering ponsel sang istri dari dalam mobil yang membawa istrinya tersebut.


"Tadi Non Hana buru-buru keluar dari mobil Den sampe lupa bawa tasnya!" Ucap Hadi ketika melihat raut wajah kesal mendapati ponsel Hana yang tertinggal di dalam mobil.


Buru-buru Abi mengambil ponsel istrinya dari dalam tas milik sang istri, ia pun memeriksa ponsel sang istri secepat mungkin.


Wajahnya semakin merah padam mendapati kolom chat antara Raya dan istrinya.


Yaa, Raya telah berhasil dengan rencananya untuk menghancurkan pernikahannya dengan menjebak dirinya.


Tak berapa lama Daniel tiba dan langsung menghampiri sahabatnya tersebut yang sama kacaunya dengan sang istri.


"Bi..!" Sapanya ketika telah mendekati sang sahabat, ia dapat melihat bulir-bulir air mata di wajah Abi.


"Semuanya udah hancur Nil, perempuan sialan itu udah berhasil ngancurin gue dan Hana!" Ucap Abi disela isak tangisannya, Daniel bisa menangkap suara penuh penyesalan dari sahabatnya tersebut.


"Coba lo jelasin baik-baik ke Hana kalo lo dijebak!" Usul Daniel yang kini terus merangkul sang sahabat.


"Lo tau gue dijebak?" Tanya Abi.


"Gue sempet denger omongan Arthur tadi di pesta dia pas mau nanyain lo!" Jawab Daniel.


"Sial*an jadi dia juga terlibat persekongkolan sama Raya, bajingan!" Geram Abi dipenuhi amarah.


"Mereka gak penting sekarang, yang penting itu Hana. Coba lo jelasin semuanya, gue harap dia mau ngerti dan maafin lo!" Ucap Daniel menasehati.


"Kesalahan gue terlalu fatal Niel, gue udah sangat nyakitin dia, dia hancur gara-gara kebodohan gue!" Sahut Abi.


"Dan gue percaya Hana perempuan pemaaf, hatinya tulus Bi. Tugas lo menyembuhkan luka dia, tugas lo menyelamatkan Hana dari kehancuran. Kasihan Hana Bi, gue cuma bisa berdoa semoga Hana bisa maafin lo, semoga Hana masih mau mempertahankan pernikahan kalian!" Dukung Daniel.

__ADS_1


"Gue belum tau dia dimana, bantuin gue nyari Hana!" Pinta Abi.


"Tadi gue ngelihat Hana pergi sama temennya, emh... gue lupa siapa, tapi kalo gak salah lihat sama gak salah inget, dia temen sekolahnya yang punya band yang waktu itu Hana jadi model video klipnya!" Sahut Daniel mencoba mengingat-ingat.


"Nugie..?" Tanya Abi.


"I don't know, maybe..!" Jawab Daniel yang memang tak mengenal siapa itu Nugie.


"Kemana mereka?" Tanya Abi, terlihat kilatan amarah dan kecemburuan darinya.


"Gue enggak tau dia kemana, tapi yang jelas gue rasa dia bawa Hana masih di area apartemen ini karena tadi gue lihat mobil dia masuk ke dalam komplek apartemen!" Jawab Daniel.


"Gedung apartemen yang mana?" Tanya Abi lagi, karena memang di dalam komplek apartemen Raya ini ada tiga gedung apartemen yang disesuaikan oleh kelasnya.


"Gue enggak tahu!" Jawab Daniel mengangkat bahunya.


"Sial..!" Umpat Abi.


"Coba lo telfon Angga, dia pasti punya kan nomor manajernya Nugie, dan pasti manajernya tau dimana Nugie!" Usul Daniel.


Tanpa menunggu apa-apa lagi, Abi langsung menghubungi Angga. Ia meminta Angga agar mencari tahu keberadaan Nugie tanpa menceritakan kejadian yang sebenarnya.


***


"Lo kenapa sih Hana? Cerita sama gue, lo juga ngapain bisa sampe di sini?" Tanya Nugie penuh iba melihat kondisi teman cantiknya itu yang menyedihkan seraya menyodorkan minum untuk Hana.


"Lo mau pergi?" Tanya Hana dengan suara tercekat mendapati Nugie yang sudah rapi dengan stelan tuxedonya.


"Iya, gue tadi nyari kado buat lo, sekarang gue lagi nunggu Kak Laura buat pergi bareng ke pesta ultah lo. Lo nya malah di sini dengan keadaan kacau begini, lo kenapa sebenernya?" Nugie mencoba untuk kembali menelisik keadaan Hana.


"Gue, gue... hiks.. hiks..!" Hana seakan masih belum sanggup menceritakan kejadian menyakitkan yang baru saja dialaminya.


Melihat temannya dalam keadaan tertekan, Nugie langsung menarik tubuh Hana ke dalam dekapannya dan membiarkan Hana menumpahkan tangisannya yang semakin terdengar menyayat hati siapapun yang mendengarnya.


"Laki lo mana?" Tanya Nugie yang masih terus mendekap Hana dan membelai kepala Hana dengan penuh kelembutan.


Namun pertanyaan Nugie tentang keberadaan sang suami justru membuat Hana semakin terisak pilu yang membuat Nugie akhirnya menyimpulkan jika ada masalah antara Hana dan sang suami.


"Lo kenapa?" Nugie terpaksa melepaskan pelukannya ketika tiba-tiba Hana mengerang kesakitan dan memegang bahu sebelah kanannya.

__ADS_1


"Sakit..!" Jawab Hana menunjuk bahu kanannya.


"Gue boleh lihat, buka sedikit ya!" Izin Nugie, Hana pun mengangguk mengizinkan.


Nugie langsung meringis ketika mendapati memar yang cukup parah di bahu Hana.


"Ini kenapa? Laki lo mukulin elo?" Tanya Nugie penuh curiga, namun dijawab gelengan oleh Hana.


"Tunggu bentar ya, gue ambil air es dulu buat kompres memar lo biar gak nambah bengkak gitu!" Nugie langsung meninggalkan Hana untuk mengambil apa yang ia butuhkan.


Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan, Nugie langsung mengompres area bahu Hana yang memar. Ia ikut meringis ketika Hana juga meringis kesakitan.


"Bisa parah gini, lo nabrak apa sih Han?" Tanya Nugie lagi, namun Hana tak menjawab.


Nugie yang mengerti jika Hana tengah kebingungan hanya bisa membuang nafasnya berat, ia benar-benar penasaran dengan apa yang telah terjadi pada teman cantiknya itu.


Dengan penuh kelembutan Nugie terus mengompres memar yang berada di bahu dan lengan Hana sambil sesekali reflek meniup memar tersebut ketika Hana meringis kesakitan akibat sentuhannya.


Setelah cukup mengompres memar Hana, Nugie pun membalur memar tersebut dengan salep dengan perlahan dan sesekali meniup-niupnya ketika Hana meringis kesakitan.


"BRENGSEEEKKK..!!!".


Hingga sebuah umpatan dengan suara menggelegar mengejutkan mereka dua, Nugie yang menengok ke arah belakang merasa terkejut ketika tiba-tiba seseorang menarik kerah tuxedonya yang memaksa dirinya berdiri menghadap orang tersebut.


Dan tanpa ba bi bu lagi, orang tersebut langsung menghadiahinya pukulan telak di rahang kiri Nugie membuat Nugie langsung tersungkur membuat Hana reflek berteriak.


Dilihatnya Abi semakin dikungkung amarah ketika melihat Hana menghampiri Nugie dengan penuh kekhawatiran.


Dengan kasar Abi langsung menarik tangan Hana membuat Hana mau tak mau langsung mengikuti langkah Abi yang membawanya keluar dari apartemen Nugie dengan gerakan teramat kasar hingga menyakiti pergelangan tangan kiri Hana yang tengah dicengkram erat oleh suaminya.


Hana hanya mampu mengikuti langkah panjang suaminya dengan terseok-seok tanpa mengucapkan sepatah kata pun, hanya tangisan yang semakin keras yang memilukan siapapun yang mendengarnya.


Hingga ketika tiba di depan pintu lift, Hana langsung dihempaskan dengan sangat kasar masuk ke dalam lift ketika pintu telah terbuka.


Abi langsung menutup pintu lift kemudian menghimpit tubuh mungil istrinya yang bergetar hebat ke dinding lift. Dengan tanpa perasaan Abi mencengkram rahang Hana dengan keras.


"Hebat lo Hana, lo langsung dapet mangsa buat bales dendam hah!" Geram Abi dengan mata memerah, meski tidak membentak namun penekanan suara yang ditunjuk Abi membuktikan jika Abi benar-benar dalam keadaan emosi.


Bukan tanpa sebab Abi memiliki prasangka tersebut, karena saat ia memergoki Hana posisi Hana dan Nugie ketika dilihat dari sudut Abi berdiri seakan-akan memperlihatkan jika Nugie tengah bermain di dada istrinya. Terlebih saat melihat Hana meringis sambil menggigit bibir bawahnya menambah kesalah fahaman seorang Abimanyu.

__ADS_1


Sedang Hana memilih memejamkan matanya tanpa membalas ucapan sang suami, ia meresapi tiap kata yang terucap dari mulut suaminya yang membuat hatinya semakin terluka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2