My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Nasi Padang


__ADS_3

"Sekali lagi yaaa?" Pinta Abi pada Hana untuk mengulang pagi panas mereka.


Dua bulan sudah mereka tinggal di mansion keluarga Abi, selain karena Abi yang memang masih butuh banyak belajar untuk mengelola kantor, Hana juga terlihat nyaman tinggal bersama keluarga besar mereka.


Seperti dugaannya semua masalah yang menimpa Abi jika orang tuanya turun tangan akan selesai dengan mudah, meskipun ada beberapa kontrak kerja yang enggan dibatalkan namun Abi masih bisa mengerjakannya di sela-sela kesibukannya mengurus kantor.


Sedang Raya, semenjak kejadian di apartemennya yang Abi tahu Raya langsung kembali ke Perancis bersama kekasihnya, Nico. Membuat Abi bisa bernafas lega karena tak akan lagi ada pengganggu di dalam rumah tangganya.


Tapi sepertinya kelegaan Abi hanya bersifat sementara, karena dalam hitungan minggu ia dan Raya masih terlibat satu project iklan pakaian olahraga yang sudah bertahun-tahun menjadikan mereka sebagai brand ambasadornya.


Meskipun awalnya Abi menolak keras untuk melanjutkan kerja sama mereka, namun karena berbagai pertimbangan mau tak mau Abi tetap melanjutkan kerjasama tersebut untuk yang terakhir kalinya.


"Sekali lagi ya please, aku masih pengen!" Rengek Abi sambil terus menciumi wajah istrinya, dan tentu saja meraba bagian tubuh istrinya untuk memancing kembali gairah istrinya.


"Ihh, udah ahh Ka, aku capek. Hari ini aku ada syuting, lagian kan udah dua kali. Ihh awas ahh, aku mau mandi!" Tolak Hana, ia terus menerus mencoba melepaskan diri dari serangan suaminya.


"Janji, kali ini main cepat! Mau ya sekali lagi!" Abi langsung mengungkung tubuh mungil istrinya dan melakukan penyatuan untuk yang ketiga kalinya pada Sabtu pagi yang menggelora.


***


Hana terus saja menampilkan wajah kesalnya pada sang suami, bayangkan saja kata 'cepat' versi suaminya adalah setengah jam membuat Hana benar-benar kelelahan.


"Aku anter ya?" Tawar Abi yang sudah saat ini sudah membersihkan diri.


"Iyalah harus, enak aja aku jalan sendiri setelah dibikin gempor!" Keluh Hana, Abi yang mendengar gerutuan sang istri hanya terkekeh sambil mengusap tengkuknya.


Weekend seperti kantor lainnya, ia pun mendapat jatah libur hingga selalu dia manfaatkan untuk mengantar kemana pun sang istri hendak pergi.


Abi memang membebaskan Hana untuk tetap bekerja dan beruntung Hana selalu meminta izinnya setiap akan mengambil pekerjaan, mana yang boleh dan tak boleh ia ambil.


"Minggu depan, aku sama Raya mulai pengambilan gambar. Kamu ikut ya?" Abi memang sudah menceritakan bahwa ada satu kerjasama yang tetap berlanjut, tak bisa digantikan oleh model lain.


"Enggak ah, aku gak mau. Aku percaya sama Kaka, kamu gak mungkin macem-macem!" Tolak Hana.


"Tapi aku lebih tenang kalo kamu ikut Sayang, mau ya?" Rayu Abi sekali lagi.


"Aku gak mau lihat muka dia!" Sahut Hana ketus.


Abi bisa mengerti, Raya memang membawa trauma hebat dalam hidup Hana. Ia seakan enggan untuk kembali melihat mantan kekasih suaminya itu karena mengingatkannya pada saat ia keguguran.

__ADS_1


"Aku percaya sama Kaka, selesai pemotretan langsung pulang ya. Gak perlu berbasa basi sama perempuan jahat itu, gak usah sok-sok an ramah tamah sama perempuan itu, cukup profesional kerja aja!" Lanjut Hana memperingatkan suaminya.


"Enggak lah, kalo bisa malah aku ogah kerja bareng sama dia. Tapi mau gimana lagi, bertahun-tahun kami jadi brand ambasador produk ini, gak bisa main ganti aja. Untungnya ini yang terakhir kali, aku udah gak perpanjang kontrak lagi kok!" Sahut Abi yang terus menerus menatap wajah cantik istrinya.


"Iya, kalo gitu kita turun yuk. Yang lain pasti udah nungguin kita buat sarapan!" Ajak Hana menggandeng mesra lengan suaminya yang disambut oleh senyuman tulus Abi.


***


Hari-hari berjalan seperti biasa, seperti halnya Jum'at ini dengan sangat bersemangat seusai membintangi talkshow salah satu stasiun televisi milik keluarga suaminya, ia sengaja mampir ke kantor sang suami.


"Bapak ada di dalam, Mbak?" Tanya Hana pada sekretaris suaminya.


"Bapak sedang sholat Jum'at Bu, Ibu mau tunggu di dalam?" Jawab Rena, sekretaris suaminya dengan sopan.


"Oh iya, hari ini Jum'at ya aku lupa. Ya sudah aku tunggu Bapak di kantornya ya!" Ucap Hana ramah.


"Ibu mau minuman apa? Biar saya siapkan?" Tawar Rena.


"Jus alpukat aja!" Jawab Hana.


"Nanti saya antarkan ke dalam ya Bu!" Ucap Rena.


Ia mendudukan diri di singgasana sang suami sambil melihat-lihat dokumen yang berada di atas meja suaminya, meskipun tak satu pun yang ia mengerti tapi ia tetap membuka-buka dokumen-dokumen tersebut.


Beruntung Abi dikaruniai kecerdasaan di atas rata-rata, hingga ia dengan waktu singkat dapat menguasai seluk-beluk pekerjaannya saat ini, meskipun terkadang memang ia masih membutuhkan pengajaran dari Papa dan Kakeknya tapi sejauh ini Abi sudah bisa menguasai pekerjaannya.


"Bu, ini jusnya!" Rena langsung meletakan jus tersebut di atas meja kerja suaminya.


"Mau sekalian saya pesankan makan siang?" Tawar Rena lagi.


"Aku nunggu Bapak aja!" Jawab Hana.


"Bapak biasanya habis sholat Jum'at langsung makan siang di luar sama Pak Daniel Bu!" Ucap Rena memberitahukan.


"Yahh begitu ya? Nanti aku kirim pesan deh ke suami aku biar ajak aku makan siang bareng. Makasih ya Mbak Rena!" Sahut Hana ramah.


"Kaka udah selesai Jum'atan? Aku ada di kantor kamu, mau makan siang bareng!" Hana pun langsung mengirimi suaminya pesan singkat.


"Sudah, nanti aku bawakan makanan aja ya. Kita makan sama-sama di kantor!" Balas Abi.

__ADS_1


"Aku mau nasi padang pake rendang ya Ka, ditunggu 😘😘!".


"Siap Nyonya 😘😘,".


Tak butuh waktu lama, Abi dan Daniel sudah datang dengan banyak kantong berisi makanan juga camilan-camilan.


"Mau pesta nih kita?" Seloroh Hana melihat berbagai makanan tersusun di atas meja tamu.


"Mumpung Nyonya Direktur di sini, makan-makan kita!" Sahut Daniel yang langsung memakan rujak buah yang terlihat menyegarkan.


Abi yang baru saja selesai membuka bungkus nasi padang milik Hana langsung memberikannya pada sang istri, dan kini mereka bertiga tengah asyik menikmati makan siang mereka dengan penuh suka cita.


"Tumben ke sini?" Tanya Abi sesaat setelah menghabiskan nasi padang miliknya.


"Tadi abis ada acara talkshow, aku mampir aja sekalian. Kangen, pengen makan siang sama kamu!" jawab Hana yang masih sibuk dengan nasi padangnya. Hana memang tipe yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menghabiskan makanannya.


"Tunggu aku sampe pulang ya, nanti kita jalan!" Pinta Abi.


"Kemana?" Tanya Hana setelah menyesap jusnya.


"Jalan kemana kek gitu, kita pacaran!" Goda Abi.


"Idihh pacaran?? Hehehe.. Kamu gaje ih sekarang, kayak Abege aja!" Seloroh Hana yang masih berkutat dengan nasi padangnya membuat Abi gregetan dengan cara makan Hana yang terlampau lamban.


"Besok aku mulai pemotretan, kamu yakin gak mau ikut?" Tawar Abi sekali lagi.


"Idihhh, dibilang gak mau, gak mau juga masih dipaksa aja!" Gerutu Hana kesal.


"Si Raya udah dateng dari kemaren sore kata managernya!" Ucap Daniel memberitahukan.


"Pokoknya besok lo ikut gue ke lokasi ya Niel, males banget gue sebenernya!" Perintah Abi dengan mimik tidak suka.


"Tenang aja Boss, gue jagain lo dari mantan lo itu!" Sindir Daniel terkekeh.


"Udah ahh, gue mau lanjut kerja dulu. Lo rapiin nih semua!" Perintah Abi.


Hana yang juga baru saja menyelesaikan suapan terakhirnya ikut membantu Daniel merapikan bungkusan-bungkusan sisa makanan mereka.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2